Saatnya Presiden Beraksi dengan Strategis yang lebih Drastis untuk Menyelamatkan situasi Krisis Defisit Keuangan Negara

Dr. Asmi menyerahkan buku Blue Print kepada Presiden Joko Widodo di kantornya
Dr. Asmi menyerahkan buku Blue Print kepada Presiden Joko Widodo di kantornya

Saatnya presiden beraksi dengan strategis yang lebih drastis untuk menyelamatkan situasi krisis defisit keuangan negara dan karena kenaikan biaya operasional seluruh industri dan anjloknya rupiah yang berkelanjutan mendampakan penarikan modal dana asing terus berlaku di pasaran modal keuangan oleh pengusaha dan investors asing dan lokal.

Dampak penurunan BBM tidak akan berhasil mendongkrak fundamental ekonomi dan nilai rupiah karena biaya Operasional Publik Dan Pengusaha tetap terus naik dan Inflasi akan tetap terus membengkak, jika tidak ada aksi perintah pengawasan dan kontrol pelaksanaan ke kelapangan. sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah akan tetap anjlok dari Rp 12,400 ke 13,500 per USD 1.00 Amerika. sekiranya pemerintahan Jokowi tidak melakukan aksi drastis dalam jangka Waktu 6 bulan ini.

IAP Institute sarankan Bpk. Presiden perkenalkan ‘Strategi Penanguhan’ kenaika BBM dengan komitmen presiden tidak ada kenaikan tarif pajak, BEA cukai dan lain-lain. Biaya administrasi Pemerintahan selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi sebagai strategi untuk mengembalikan kepercayaan rakyat, keyakinan pasaran keuangan modal, penstabilan politik, strategi Pemerintahan untuk mempercepatkan proses pertumbuhan ekonomi dan peningkatan ekspor negara dan Fundamental nilai rupiah.

Kami optimis dengan strategi penanguhan dilaksanakan oleh Presiden Indonesia, pasti menjamin kembalinya keyakinan pengusaha dan kepercayaan investors asing dan lokal untuk terus berinvestasi di RI ini.

Dengan strategi ini kami optimis para pengusaha dan investors asing atau lokal bisa fokus dan melakukan projeksi 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam jangka waktu panjang bagi perencanaan projeksi kemampuan produksi produk-produk Publik dan industri di Indonesia dengan lebih fokus, konsisten dan pasti dengan kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2-3 kali lipat dari kapasitas normal produksi dari kemampuan sekarang dan produsen produk-produk Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih berdaya saing di pasaran dunia.

Peningkatan ini karena strategi penanguhan tadi sudah pasti tidak ada kenaikan kos operasional, bahan material, tidak ada kenaikan sembako, upah jasa dan transportasi tidak naik, fundamental ekonomi dan rupiah akan lebih terjamin menguat dari aksi Pemerintahan sekarang yang hanya wacana fundamental ekonomi dan rupiah akan terus menguat? Dengan cara apa yang boleh meyakinkan dan mengembalikan kepercayaan pengusaha dan investor untuk meneruskan Bisnis dan investasi interest mereka di Republik ini? Presiden tidak hanya bisa bikin janji yang tidak ada penentuan produk aksi penyelamat yang konkrit ini? Apa produk aksi yang mau dilakukan sekarang masih tidak jelas ? Kalau sekadar dengan program yang hanya masih abu-abu ? Pasti tidak mungkin ekonomi dan nilai rupiah akan bisa terus fundamental bertahan? Jika Presiden/ Pemerintah tidak ada Komitmen yang Spesifik dan konkrit kepada perubahan yang ditunggu-tunggu oleh pasaran dan pengusaha untuk bertahan karena ada aksi ‘Penangguhan’ keatas nadi industri (bahan energi, sembako dan tidak ada kenaikan tarif pajak, dan BEA cukai dan biaya administrasi Pemerintahan) dengan aksi strategi Presiden ini, kami Optimis perubahan drastis dan manuver pasaran dijamin memberi keyakinan pasaran dan kepercayaan pengusaha untuk terus bertahan dan terus berinvestasi di RI ini.

Dan jika tidak ada aksi drastis penangguhan seperti ini? Kami optimis kondisi pasar modal keuangan dan rupiah akan terus anjlok ke nilai Rp 13,000-14,000 per USD 1.00 dalam jangka waktu 6 bulan ke depan.

Maka kami usulkan Presiden berani dan segera melakukan aksi strategi penangguhan, inilah arti aksi ‘Revolusi Mental‘ yang Real Out Of The Box, dengan ‘Strategi Penanguhan‘ ini, kami optimis bisa mengundang banyak lagi inverstors asing dan lokal untuk berinvestasi dan Presiden dari jajaran kementeriannya pasti lebih mudah untuk mempercepat proses pelaksanaan gagasan master plan dan produk program ekonomi Presiden lebih terjamin terlaksana dengan sempurna, karena rakyat dan pasar ekonomi lebih yakin dan percaya dengan kemampuan Pemerintah dalam mempertahankan fundamental ekonomi dan nilai rupiah akan lebih kuat.

Indonesia pasti akan lebih kompetitif sebagai negara potensial investasi selama 5 tahun ke depan dan kami memiliki mekanisme untuk mempercepatkan proses perijinan terpadu satu pintu dengan lebih efisien dan efektif untuk mempercepatkan proses pelaksanaan dan pengembangan perekonomian negara dengan lebih sempurna dan pasti lebih pro kepentingan negara, pro rakyat dan pro bisnis. “tutur Dr. Muhammad Asmi dengan optimis sebagai pengamat ekonomi IAP Institute.