Saatnya Presiden Beraksi Dengan Strategis Yang Lebih Drastis Untuk Menyelamatkan Indonesia Dari Terus Dalam Krisis Defisit Keuangan Negara, Anjloknya Nilai Rupiah, Meningkatnya Pinjaman Luar Negeri Dan Membengkaknya Biaya APBN 2015.

IMG_20150629_104457

Hutang luar Negeri bisa mencapai ke tahap Rp 1,5 triliun Rupiah dalam jangka waktu 1 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Jika tidak ada aksi Perubahan Strategi penyelamat untuk Membuat Koreksi Pasaran Modal Keuangan, Keseimbangan Ekspor dan Impor dengan lebih terencana dengan strategi yang tepat dan Sempurna tanpa Perlu APBN ,

Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar IAP: BOT I PREDIDENT INSTITUTE. Dan Perekonomian Indonesia bisa berlaku dengan lebih Memburuk dan bangkrut, Indonesia bisa kembali pada Sejarah Hitam 1998 dan Rupiah akan terus Anjlok kepada tahap Rp 14,500 ke Rp 15,000 Pada Dec 2015 ini.

Jika Presiden tidak Berani membuat Komitmen untuk Mengembalikan Keyakinan Publik dan Kepercayaan Para Pengusaha dan Para Investors dengan Strategis Strategi yang Sempurna, Sistematis dengan Regulasi yang Konkret dengan lebih menjaminkan.

Saran kami Kepada President Jokowi Jangan Pilih Jalan Pintas seperti aksi Pemerintah Sekarang Pinjam Dana Asing dari World Bank dan Negara China.

Krisis Ekonomi Dunia bukan Fakta untuk Indonesia / Presiden / SiapaPun Tokoh Jadikan Penyebab atau Kambing Hitam ?. Untuk Indonesia Keluar dan Tuntas Permasalahan Defisit Hutang Luar Negeri dan Anjloknya Rupiah ? bukan Sama Sekali salah orang lain, Tetapi salahkan diri sendiri karena Menjadi Pemimpin yang Lemah dan Penakut? Menyerah sebelum berjuang kepada Penguasa dan Penjahah Ekonomi Dunia. Rakyat Memilih Presiden Jokowi JK karena Mereka Memiliki Keyakinanan dan Harapan/”Hope” Jokowi-JK Presiden yang Visioner dan Berani Melakukan “PERUBAHAN” Indonesia Mau Menjadi Negara Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Sebelum 2030 tanpa Hutang Luar Negeri dan Jaminan Kesejahteraan bagi Seluruh Rayat Indonesia menjadi realita.

Ada 3 Solusi Strategis Strategi Prioritas untuk Menyelamat dan Mengoreksi Pasaran Keuangan kembali normal dan Solusinya Seperti Berikut:

1. Pemerintah Jangan Pinjam Dana Asing lagi, Wajib dihentikan Dan Dengan Perintah President dan Seluruh Jajaran Kementerian:

I. Peraturan Harga Barang yang Di kawal dan di Kontrol,”Tidak di benarkan ada kenaikan kepada Seluruh barang-barang Konsumsi Rakyat, Sembako, Bahan-Bahan Material Konstruksi dan Industri, Sebagai barang harga Yang di Kawal dan di kontrol oleh Pemerintah melalui Kementerian-Kementerian yang terkait serta diawasi dengan tegas oleh Dinas-Dinas yang terkait dengan terencana dan tindakan tegas. Tindakan Pidana atau Penarikan Perizinan Dagang Kepada Pihak yang Melanggar Peraturan Menaikan harga barang-barang yang di Kontrol.

2. Pemerintahan Tangguh Kenaikan BBM, LPG, Listrik, Air, Pump selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

3. Tangguh Kenaikan Pajak, Tarif BEA CUKAI, Biaya Pelayanan, Administrasi (GST/ VAT), tidak ada Kenaikan Pajak tidak harus berubah seperti Sekarang selama 5 Tahun Pemerintahan Jokowi JK.

Kejadian Krisis Perekonomian Indonesia hari ini, Sudah terbukti adalah fakta dari dampak aksi Kenaikan harga BBM dan Semua Bahan-Bahan sumber energi dan Sembako, Material Konstruksi dan Biaya Operasional Industri Sudah naik dari 30 % ke 100% Kenaikan pada saat ini, Karena Biaya Operasional Pabrik, Biaya SDM naik, Cost Produk-produk bustan Indonesia menjadi lebih Mahal. Semua Produksi Pabrik tinggi dan tidak beradidaya saing.

Para Pengusaha dan Para Investors tidak bisa fokus kepada usaha Produksi Pabrik atau Investasi Mereka di Negara ini karena kenaikan biaya Operasional yang tinggi dan Inflasi yang menjadi beban Rakyat tetap terus berkelanjutan, Hutang Luar Negeri dan Biaya APBN akan terus-terusan membengkak dan kejadian sekarang ini sangat Membahayakan Masa Depan Indonesia dalam krisis Hutang Negara yang Besar dan Darurat.

Jika tidak ada aksi Segera Presiden secara Serius dan Percaya diri Presiden, Sebenarnya harus Berani melakukan Perubahan Drastis dengan Sempurna dan Komitmen yang Berani untuk Membuat Sistem dan Regulasi Pengawasan dan kontrol, untuk mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Ekonomi Indonesia akan terus Anjlok.

Sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah akan tetap Anjlok dari Rp 12,400 ke 13,200 Per USD 1.00 Amerika terus bergejolak.

Jika Pemerintahan Jokowi tidak melakukan Aksi Drastis dalam Jangka Waktu 3 Bulan dari sekarang ? bahayanya, Penarikan di keuangan Pasaran Modal akan terus Berlaku kerugian pasaran modal dari 500 ke 800 point 6 bulan kedepan dan nilai Rupiah akan anjlok ketahap Rp 14,500 ke Rp 15.000 dolar Amerika dan Hutang luar Negeri akan terus Meningkat dan anggaran APBN 2015 akan terus meningkat defisit ke level Rp 300 ke 500 triliun pada quota ke 3 awal tahun pemerintahan Presiden Jokowi (ke 9 bulan pemerintahan), karena Bail Out pasaran keuangan dan dampak kehambatan alokasi APBN sampai ke proyek-proyek negara dan pembangunan ekonomi hambat dan negatif Investasi.

Warning dari Dr. Muhammad Asmi dari IAP Institute kami sarankan kepada Bapak. Presiden Perkenalkan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan Kebijakan Pintar Pemerintahan’ Segera sebelum terlambat, Indonesia bisa bangkrut dan terjual Karena pemimpin Pilih jalan Pintas Pinjam Dana sama World Bank/ IMF/ Negara Asing nasib Indonesia akan Menjadi negara gagal Membayar Hutang Luar Negeri seperti Negara-Negara di Europa yang sudah Bangkrut.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Kepercayaan Investors Asing Dan Lokal untuk terus berinvestasi di RI ini dan dampak besarnya kepada murni Fundamental Ekonomi dengan lebih terjamin konkret Positif.

Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal bisa Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk-produk Publik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus, konsisten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan sekarang dan Produsen Produk-produk Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia.

Sehingga Waktu ini belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang Konkret dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Dereksi Penyelamat Presiden masih tidak jelas ?

Kalau sekadar dengan program yang hanya masih abu-abu dan wacana ada Janji Wacana saja Pasti tidak akan menjaminkan Keyakinan, Kepercayaan Publik Untuk Pertumbuhan Ekonomi Bisa terjadi nilai Rupiah tidak akan terus dapat bertahan dari presure tekanan Defisit Keuangan Negara akan terus bocor, Jika Presiden/ Pemerintah tidak membuat Komitmen diatas.

Kami Optimis Perubahan Drastis ini, Adalah Maneuver Penyelamat kebocoran Penarikan Dana Modal Asing Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud Petikan dari ucapan Undangan Investasi Presiden “we want you come to Indonesia to invest” there is My peoples Wanted Change there is many “Incredible Opportunites in Indonesia and you can make an Incredible Profit here in Indonesia for your investment and if you have any problems Call me !!!!…, tutur President di satu Sidang World Economic Conference di Jakarta bersama waktu KAA. Ini benar-benar Penyataan Berani Presiden memberi Komitmen dengan Kampanye dan Wacana jaminan yang belum Solid dengan Komitmen yang Konkret.

Dan jika tidak ada Aksi drastis Penangguhan seperti ini?. Kami optimis Kondisi Pasaran Modal Keuangan dan Rupiah akan terus Anjlok ke nilai Rp 13,000 ke 14,000 per USD 1.00 dalam Jangka waktu 6 bulan ke depan. Maka kami usulkan Presiden berani dan Segera melakukan Aksi Strategis Strategi dengan tepat dan Sempurna.

3 Strategis Strategi Penangguhan ini adalah Aksi arti ‘Revolusi Mental’ yang real “Out Of The Box”, Versi IAP: BOT kami. Dengan ‘Strategi Penangguhan’ diatas, kami Optimis Bisa Indonesia bisa Mengundang Banyak lagi Investors Asing Dan Lokal untuk berinvestasi dan Presiden dan Jajaran Kementeriannya pasti lebih mudah untuk mempercepatkan proses Pelaksanaan Gagasan /Master Plan visi, Misi President dengan Transparan dan Jelas sebagai Produk visi dan Misi Program Ekonomi Presiden dengan lebih konkret dan kompetitif.

Makanisme kami adalah sistem pemerintahan dan transparan Satu Pintu dengan lebih Efisien dan Efektif untuk mempercepat proses pelaksanaan dan Pengembangan Perekonomian Negara dengan lebih Sempurna dan Pasti lebih Pro Kepentingan Negara, Pro Rakyat dan Pro Bisnis.

tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis sebagai Pengamat Ekonomi IAP Institute.

Comments are closed.