PRESIDEN HARUS LIHAT KRISIS EKONOMI DUNIA SEBAGAI “PELUANG BESAR”

Banner2

Indonesia Butuhkan Strategis Strategi Kebijakan Pemerintahan yang lebih terjamin dengan “Sistem dan Regulasi yang Kompetetif, Konkret dan Konsisten”.

Para Pemimpin dan tokoh-tokoh Ekonomi dan Politik, Jangan hanya Pintar Cari kambing Hitam dengan Mudah saja Menyalahkan Krisis Ekonomi Dunia sebagai Penyebab Krisis Defisit keuangan, Hutang luar Negeri yang Membengkak dan Anjlok Nilai Rupiah ketahap Rp 14,000 per Dollar Amerika, bukan Penyebab Kehambatan Ekonomi Indonesia.

Aksi Para Pemimpin tetap Salahkan fakta diatas sebagai Penyebab, Pemimpin begitu bangkrut Ide betul tidak?

Tanggapan pemimpin Seperti Ini Salah, Karena Indonesia Sudah Merdeka, Sekarang Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden dan Jajaran Kabinetnya yang berbangsa Indonesia, Presiden yang masih berwenang dalam Menentukan Kedaulatan dan Impian NKRI dan Inspirasi Rakyat Indonesia menjadi Riil.

Indonesia tidak dijajah dan Indonesia Kaya dengan Warisan Sumber Daya Alam termasuk kumpulan G20 negara terbaik SDA dunia.

Para Pemimpin Indonesia Sekarang belum memiliki Pemimpin yang “Berani dengan Mimpi Besar yaitu Gagasan yang Visioner dengan Sempurna dan Pemimpin Indonesia Takut Melakukan PERUBAHAN DRASTIS.

Satu Visi dan Misi yang Sempurna dengan Strategis Dengan Kebijakan Pintar Kepemimpinan sebagai Negarawan Berjiwa Pahlawan yang Sejati, berjuang dengan harga Mati menunaikan Gagasan hanya untuk Kepentingan NKRI dan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Apakah Indonesia Sudah dijajah oleh Negara Asing sekarang? Kalau belum Maka kita tidak perlu cari kambing hitam lagi.

Para Pemimpin Kita Presiden dan Semua Jajarah Menteri, Cukup dengan Menggunakan Kebijakan Kepemimpinan Presiden Indonesia yang berwenang Sekarang Indonesia bisa lakukan PERUBAHAN dengan tanpa perlu meminjam dana dari IMF, world Bank, ADB atau Negara-Negara Maju untuk membangun infrastruktur dan Perekonomian Indonesia hanya Dengan Strategis Kami IAP: BOT Lah solusinya.

Strategis Strategi Mekanisme Strategis IAP: BOT kami seperti yang kami tulis dalam buku kami dibawah, Menjaminkan Harapan Kepada Fundamental Ekonomi Indonesia dengan lebih Efektif dan Efisien. Pelaksanaan dan Pengurusan Pemerintahan untuk Membangun Perekonomian Indonesia dengan tanpa perlu Berhutang atau Menambah Hutang Luar Negeri Lagi. Dan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Negara Tidak Perlu dibiayai dari dana APBN Pusat/ APBD, Cukup dengan Kebijakan Presiden dan Cara Pola Pikir dan Cara Strategi Pemimpin kita yang Genius dan Visioner sebagai Negarawan yang Murni dan Sejati.

Para Pemimpin Kita harus lihat Krisis Ekonomi dunia ini, sebagai “Oporturnity”, bagi Indonesia untuk mencipta sejarah Kegemilangan untuk Mewujudkan Impian Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Baru menjadi relita.

Solusi kami, Pemerintahan Presiden Jokowi jangan terlalu bergantung kepada Industri MIGAS sebagai Penghasilan utama GDP negara dan jangan bergantung kepada Nilai turun naiknya harga Minyak Bumi dunia, Jangan Salahkan Dollar Amerika Dan jangan Salahkan Para Pengusaha atau Investors Asing Tarik Dana Modal Asing dari Bursa Saham Efek Indonesia. Karena akan banyak Perusahaan Pabrik dan Pengembang bakal Gulung tikar/ tutup Perusahaan/ Bangkrut Perusahan Mereka di Indonesia dalam waktu terdekat.

Karena Pemerintah tidak ada “Jaminan Konkret ada Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konsisten dan Jelas yang menjanjikan Harapan dan Potensi Business di Republik ini dengan Kompetif dan Konsisten.

Pemerintah “Hentikan Strategi Memilih Jalan Pintas dengan Strategi Pinjaman Dana Asing dari world Bank /ADB/ IMF/ Negara-Negara Maju (dari Amerika, China atau Eropa). Yuk Bpk. Presiden Kita bangun Forum Diskusi Ekonomi Outlook dengan para Tokoh-tokoh Pemimpin Bersama Tokoh-tokoh Ekonomi, Hukum, Para Pengusaha, Investors dan Usahawan untuk mendengar Keluhan dan Saran yang menyebabkan kenapa Respon Para Pengusaha dan Para Investor tidak Maximal karena tidak yakin dan kurang percaya dengan Undangan Investasi ke Republik Indonesia Setelah 9 bulan Kampanye tetap tidak Maximal seperti yang diinginkan oleh Pemerintah.

“Krisis Perekonomian Dunia, Krisis Defisit keuangan negara dan Penarikan Modal Dana Asing dan Serangan Ancaman Anjlok nilai rupiah bukan alasan dan bukan penyebab bagi Kehambatan Perekonomian Indonesia tetapi Penyebabnya adalah kehambatan Pola pikir dan pelaksanaan Kebijakan Presiden dan Kebijakan Para Menteri yang tidak Realistis dan tidak Memiliki Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konkret dan Kompetitif untuk Menstimulasikan Pertumbuhan Perekonomian dengan strategis strategi yang Tepat dan Sempurna tidak diperjelaskan dengan Konkret.

Contoh solusi kami:

3 strategis Strategi Penangguhan dari Bab 6 (item 1, 2 dan 3 ) yaitu kita bermaksud pemerintah tidak akan naikan semua Pajak, BEA CUKAI, Biaya Administrasi Pelayanan, tidak ada cadangan Tarif atau biaya pelayanan Pemerintah yang baru seperti Government Service Tax ( GST / VAT) dan komitmen pelayanan satu Pintu yang lebih transparan dan Zero Birokrasi dengan Penyediaan buku-buku Indonesia investment Guide Book untuk Panduan dan Informasi Publik dengan segera, For information buku ini adalah mekanisme pelaksanaan Master Plan dan Blur Print Plan Pembangunan Nasional Pemerintahan Sekarang.

Presiden dan Seluruh Jajaran Kementerian Presiden Jokowi harus Mengevaluasi, Kenapa Kehambatan Respon Publik, Para Pengusaha dan Para Investors untuk Merespon Undangan dan Misi Kampanye Investasi Presiden Jokowi, setelah 9 bulan Kampanye bermula dan Misi investasi ke Indonesia Tidak Menarik, Karena tidak miliki Komitmen yang Solid dari Pemerintahan Jokowi secara konkret, Yaitu Komitmen “Jaminan Sistem dan Regulasi yang Konsisten dengan Penawaran Insentif yang Kompetitif”.

Semua ini dapat diatasi Cukup dengan Kebijakan Seorang presiden yang Berani Melakukan PERUBAHAN dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar” Pemerintah hasil Riset dari buku tulisan Dr. Muhammad Asmi yang berjudul Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 terbitan Gramedia sudah di pasaran di tokoh Gramedia di seluruh negara (Limited Edition Cuma 2000 Buku Cetakan).

Solusi untuk mengatasi Krisis Ekonomi Negara dibicarakan dalam Bab 6 (item 1,2, dan 3) dan Bab 5 Solusi dan 5 Strategi yang dibutuhkan Indonesia Menuju untuk Menjadi Kuasa Ekonomi ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 dan Solusi Exit dari Serangan Krisis Ekonomi dan Ancaman Anjloknya nilai Rupiah terjamin Tuntas.

Dr. Muhammad Asmi CEO I am President Institute Bogor
DUNIA SEBAGAI “OPPORTUNITY”

Comments are closed.