Laporan Study Tour: Sherly Annavita Rahmi

Menjadikan Indonesia sebagai negara yang kompeten

Setelah melakukan  kunjungan ke beberapa tempat di Dubai, saya mendapati bahwa transformasi di Dubai ini dilakukan dalam 4 pilar. Pilar yang pertama adalah pembangunan ekonomi, yang kedua adalah politik dan hukum, ketiga sosial dan budaya, dan yang terakhir adalah pendidikan. Transformasi dalam  4 pilar inilah yang akhirnya dikombinasikan sehingga menghasilkan outputnya menjadiDubai yang maju dan unggul terutama dalam pembangunan ekonomi.

Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Indonesia  harus mengadaptasi dengan melakukan kombinasi-kombinasi pada bagian tertentu. Sebagai contoh, di UAE terbagi atas beberapa negara bagian yang pada dasarnya hal tersebut akan berjalan dengan sangat baik jika diterapkan di Indonesia. Pertama, dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, kita dapat mengadakan pembagian wilayah pembangunan. Sehingga wilayah-wilayah yang telah mendapatkan pembagian wilayah pembangunan dapat lebih fokus dan lebih kompetitif dalam melakukan pembangunan.

Hal lain yang dapat diterapkan di Indonesia adalah masalah pajak. Di Dubai sendiri nyaris tidak ada pajak. Jika hal seperti ini diterapkan di Indonesia dan ketika Indonesia sudah menjadi bagian dari komunitas internasional ditahun 2030 yang pada saat itu transborder menjadi sangat berpengaruh, maka untuk bagi saya penghapusan pajak akan menjadi hal yang mutlak guna meningkatkan daya kompetitif dari Indonesia. Hal inilah yang saya kira harus diadaptasi dalam kebijakan di Indonesia terkait perdagangan ditahun 2030.

Mengenai fokus dalam kepemimpinan saya, saya akan memfokuskan Indonesia sebagai pusat perdagangan. Artinya segala pembangunan dan potensi akan dapat dimaksimalkan ketika pembangunan ekonomi sudah terlebih dahulu dimaksimalkan. Maka langkah awal yang akan saya ambil adalah mengingat Indonesia adalah negara yang ¾ wilayahnya merupakan perairan, maka saya akan membangun pelabuhan terbaik di Asia. Sehingga perdagangan Asia Pasifik akan selalu melirik pelabuhan Indonesia sebagai jalur perdagangan yang potensial.

Visi & misi saya ini bukanlah hanya sebuah wacana, artinya bahwa visi & misi ini tentu akan diimplementasikan dan direalisasikan selama masa kepemimpinan saya. Saya yakin betul, dengan visi & misi ini, Indonesia akan sangat layak untuk maju dikancah internasional sebagai the winner, dan bukan lagi sebagai the player, atau bahkan the market.

 

3 thoughts on “Laporan Study Tour: Sherly Annavita Rahmi”

  1. Pemikiran yang sangat luar biasa..

    Maju terus Sherly, kamu pasti BISA

    INDONESIA 2030, BISA!!!

  2. Indonesia akan sangat layak untuk maju dikancah internasional sebagai the winner, dan bukan lagi sebagai the player, atau bahkan the market.

    sherly pasti bisa!!

    INDONESIA 2030 BISA!!

Comments are closed.