INDONESIA SAMBUT NIAT BAIK IMF, WORLD BANK, ADB DAN DANA ASING DARI NEGARA-NEGARA MAJU

Sebagai Pengamat Ekonomi kami Mengevaluasi Kenapa Ekonomi Indonesia terus Terpuruk dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terhambat.

Para Pemimpin tidak bisa berbohong kepada Rakyat Era Zaman Cybers dan Technology Abad 21 ini, Semua data dan statistik Indikasi keuangan Negara, Kemampuan dan Prestasi Pasaran Keuangan negara, Indeks Pasaran Keuangan Efek Jakarta, laporan Ekspor dan Anjlok nilai Rupiah didalam Jejari “fingertips” rakyat yang pintar komputer, Cukup dengan Gadget HP dan Internet di alam dunia Cybers world dunia tanpa Sempadan.

Rakyat Sadar Indonesia dalam Krisis Defisit Keuangan yang semakin Parah dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah yang berbahaya dan Bisa Menjadi lebih Parah jika tidak ditangani cepat dengan Kebijakan dari Presiden dengan segera? Indonesia Bisa Bangkrut dalam 6 bulan kedepan.

Nasib NKRI terancam kepada Krisis Seperti Uni Soviet Hancur dari Persatuan sebuah Negara yang kuat dan Hebat.

Hancur Karena Kebangkitan Rakyat karena Permasalahan Kemiskinan, Sosial, Kriminalitas, Terorisme dan Permasalahan Suku Dan Ras.

Para Pemimpin dan Rakyatnya terlalu banyak Main Politik dan Korupsi, Sehingga kehilangan Jati diri Kebangsaan, yang sudah tidak terkawal, Karena Rakyat sudah terlalu bosan dengan Pemimpin yang Korupsi, Nepotisme, Koronisme dan Berkepentingan Pribadi.

Ditambah lagi Karena tekanan Krisis Ekonomi Dunia dengan Intervensi luar Politik dan Serangan Nilai mata uang dan Krisis Hutang Penyebab Negara Soviet Musnah dari Persatuan dan Hancur.

Maka kami mengajak Presiden Jokowi supaya Segera Beraksi dengan Strategis yang Tepat dan Sempurna dengan Kebijakan yang Drastis dan Kompetitif dengan Konkret.

STRATEGI YANG DIMAKSUDKAN

Yaitu “Satu Sistem dan Regulasi yang Konkret dan Konsisten”, dengan Jaminan yang lebih berani. KEBIJAKAN “yang lebih Drastis, “Pelayanan Satu Pintu” yang lebih Transparan, Konsisten dengan Komitmen Konkret dan Kompetitif.

I. Komitmen dan Jaminan Pemerintahan dengan Zero Birokrasi siap dengan Penawaran Insentif-Insentif yang menarik dan Kompetitif, Tax Holidays selama 50 tahun dengan Strategi IAP: BOT kami ini.

II. Jaminan TANGGUH, Niat Pemerintah Kenaikan Pajak, PPN, PH, SPT, (Pribadi / Perusahaan/ Properti) Tarif, BEA CUKAI keatas semua Produk Import atau ekspor.

III. tidak ada Kenaikan Biaya Pelayanan Administrasi Pemerintahan (Jangan ada Proposal Mewujudkan atau Menaikan biaya Tarif baru seperti Biaya Government Services Tax/GST, VAT, Levi Fees/ Fiskal atau kenaikan biaya biaya administrasi lain), Jaminan tidak ada Kenaikan Sepanjang 5 tahun Periode Pemerintahan Jokowi JK.

IV. Pembukaan dan Penyediaan Kawasan Zona-Zona Investasi Di Seluruh Wilayah/ Daerah/ Kabupaten/ Desa/ Kecamatan yang berpotensi ada SDA / Pembangunan Perekonomian di Strategi sebagai kawasan Stimulus Ekonomi.

V. Kebijakan Perintah Presiden tidak ada kenaikan BBM, LPG, Listrik dan Airpump Dan Tidak ada Kenaikan Semua bahan Sumber Konsumsi, Sembako, Barang Material Konstruksi dan Industri pada setiap waktu Perayaan Festival dan Sepanjang Periode 5 tahun Pemerintahan Jokowi.

Penyediaan Kawasan Penanaman Modal yang Kami gelar Kawasan ini sebagai kawasan “Zonasi Free Trade Zone ( FTZ) atau Kawasan “Zona Investasi Ekonomi Istimewa” ( ZIEI).

Semua ini bisa kita bangun cukup dengan Kebijakan Pemerintah oleh Para Investors tanpa biaya APBN dan Negara tidak Perlu Pinjaman dana Asing lagi.

Kita gunakan Kebijakan Kemitraan Pintar Pemerintahan sebagai Solusi Tepat yang tidak Meriskankan NKRI dan Rakyat Indonesia Menjadi Korban Hutang Luar Negeri dengan Kelalaian Para Pemimpin yang tidak disadari menjual Indonesia.

Strategi Kita Cukup dengan Menggunakan “Kebijakan Pintar Sebagai Presiden, kami optimis Indonesia bisa Exit dari Semua Krisis Perekonomian dan Kita bisa Bangunkan Infrastruktur Negara kita tanpa Perlu Pinjaman Dana Asing dan Tidak Perlu Biaya Dana Dari APBN dengan Strategi kami bergelar IAP: BOT Tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

Comments are closed.