Indonesia Butuh Negarawan Kreatif dan Bertanggung Jawab

Fajar Online
Fajar Online

Dr Muhammad Asmi, penggagas reality show I am President Indonesia mencari bibit-bibit pemimpin ideal. Apa sebenarnya tujuan yang ingin dicapai sang miliarder yang berkomunikasi dengan aksen Malaysia ini? Berikut petikan wawancara wartawan FAJAR Akbar Hamdan dengan Dr Muhammad Asmi, di redaksi Harian FAJAR, Rabu, 30 Mei.

Seperti apa program I Am President Indonesia?

Ini satu inisiatif luar biasa yang lahir dari bangsa ini. Reality show biasanya menampilkan bakat musik atau seni. Tapi untuk ini, kita mencari bibit-bibit untuk melahirkan pemimpin yang andal. Memiliki visi misi 20 tahun atau 30 tahun akan datang.

Tim intelektual kita telah membuat suatu idealisme yang paling kreatif, di mana ini adalah program pertama di seluruh dunia. Kita berbangga karena program ini dilahirkan di negara ini.

Sudah sejauh mana tahapan program tersebut?

Kita sedang melakukan pra audisi di kota-kota besar. Di Jakarta, kita melakukan di Universitas Indonesia (UI). Sekarang pra audisi di Makassar dan Indonesia bagian timur lainnya. Tapi ada satu catatan yang membanggakan. Di Surabaya itu, ada kontestan yang datangnya dari SMA. Luar biasanya karena dia bisa mengalahkan mahasiswa-mahasiswa Unair dan peserta lainnya.

Anak SMA itu punya impian dalam 18 tahun nanti, mereka akan menjadikan RI ini negara maju dan tidak ada lagi kemiskinan. Dia mau menjadikan  Papua dan Sulawesi sebagai pulau industri. Sementara Jawa akan menjadi pulau pariwisata dan agraris. Saya pikir itu ide luar biasa. Belum pernah ada.

Setelah pra audisi, apa lagi tahap selanjutnya?

Setiap daerah setelah pra audisi akan memiliki 3 perwakilan, berarti 33. Termasuk ada tambahan 3 orang dari Surabaya, jadi 36 orang. Setelah itu disaringkan 10 peserta dan meneruskan ke semifinal di Jakarta pada bulan Juli, sekaligus kita akan mengadakan launching program.

Mereka itu akan kita bawa study tour ke China, India, dan Dubai untuk membuat perbandingan, menganalisa sendiri, bagaimana sebenarnya yang kita inspirasikan dalam program ini. Mereka juga akan didampingi mentor pribadi masing-masing.

Setelah itu, akan kita buat live show. Kita belum putuskan televisi apa. Mungkin TV One, Metro TV, atau Trans TV. Siapa saja yang berminat. Keputusan pemenangnya nanti ditentukan oleh juri serta polling SMS. Di semi final dan grand final, kita akan menyiapkan juri yang terkenal. Kita berharap Anies Baswedan siap jadi juri.

Dengan nama program I Am President Indonesia, apakah para peserta benar-benar disiapkan sebagai presiden?

Terserah. Mereka bebas. Kita tidak seperti reality show lainnya yang langsung mengontrak mereka. Sebagai organizer, kita hanya menyiapkan suatu pondasi di dalam bidang akademik kepemimpinan, untuk menghasilkan seorang negawaran yang benar-benar dinilai bertanggungjawab untuk membangun negara menjadi maju.

Jadi mereka bisa ke mana saja. Di mana-mana organisasi, korporat, partai politik yang mau merekrut mereka. Kita sudah siapkan bibit yang diarahkan sesuai dengan penelitian saya. Saya sudah menulis buku dengan judul Perubahan Membawa Harapan. Saya suka mencontohkan negara China yang hanya dalam beberapa tahun bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Saya juga menganalisa warga miskin. Hasilnya, membuat saya optimis, bahwa warga miskin tidak mengharapkan kaya. Warga miskin mendambakan pemimpin yang bijaksana, kreatif dan mau membangun negara. Mereka menambakan hidup damai.

Hadiah yang disiapkan dalam program ini terbilang sangat besar, Rp1,7 miliar. Siapa saja yang berada di belakang program ini?

Saya sebagai inisiator, sponsor dan juga desain program. Hadiah yang ditawarkan itu, adalah hasil 23 tahun bekerja di luar negara sebagai wirausaha.

Apa yang Anda harapkan dengan membuat program ini?

Sebagai pengusaha, jelas orang bilang kita mengejar uang. Tapi kali ini tidak. Sebagai hamba Allah yang ingin berbakti, mewakili agama Islam, semua ini saya lakukan semata-mata karena saya cinta bangsa ini. Istri saya, anak saya, semua dari sini.

Kita tidak mengharapkan keuntungan finansial dari proyek ini. Ini adalah usaha pribadi saya. Saya memiliki impian, kelak kita akan menjadi bangsa yang kokoh. Rakyatnya sejahtera. Tidak akan ada lagi ekspor TKI.

Tiba masanya kita membangun dengan menyadarkan diri sendiri. Indonesia adalah 20 negara terbaik di dunia karena sumber alamnya. Ini bukan pengakuan kita, tapi dunia. Tapi kenapa kita harus miskin, sementara negaranya kaya. Sekarang kita mengejar impian mencari seorang pemimpin. Anak muda sudah harus mengambil perhatian.

Mereka yang memenangkan program ini, kelak sudah memiliki modal (dari hadiah total 1,7 miliar) untuk mewujudkan visi misi mereka sendiri.

Apakah program ini direncanakan berlanjut di tahun-tahun mendatang?

Itu harapan kita. Moga-moga rejeki bagus. Bagus jika ada korporat yang ingin membantu. Kami ingin program ini eksis 18, 20, sampai 30 tahun. (*)