INDONESIA AKAN HANCUR SEPERTI UNI SOVIET KALAU PRESIDEN TERUS BERSIKAP LEMAH TAKUT MELAKUKAN PERUBAHAN DENGAN KEBIJAKAN YANG TEPAT

IUYU

Krisis Hutang Luar Negeri Indonesia dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah harus ditangani dengan Segera, hasil analisis kami mengajak anda perhatikan progres Indeks Pasaran Modal Anjlok setiap 3 bulan semenjak bulan Feb 2015 sehingga sekarang Indeks Efek 4,163.73 points dari bulan Feb 4,535 points dan Rupiah Tepuruk terus dari Rp 13,200 terus anjlok ke Rp 14,000 per Dollar Amerika sudah Parah ancaman Krisis Defisit Keuangan Negara kalau tidak ditangani segera dengan Strategis Strategi yang Tepat.

Analisis kami Sampai bulan Dec 2015 ini, Sekiranya Presiden/ Pemerintah tetap tidak memiliki Solusi menyelesaikan dengan “Komitmen Sistem dan Regulasi yang Konsiten dan Kompetitif” tetapi bukan dengan Strategis “Jalan Pintas”, Dengan Solusi “Pinjam Dana Asing”? Karena “Ini Straregi Bunuh Diri Pemerintah”, Dalam Situasi dan kondisi krisis ekonomi yang sudah terjadi ini Perekonomian Indonesia akan kembali ke Era Krisis Ekonomi tahun 1998.

Krisis Hutang Luar Negeri dan Krisis Defisit Keuangan Indonesia akan menjadi lebih Parah dan Indonesia dalam Ancaman akan dijual kepada Negara-Negara penjajahan Perekonomian Dunia (IMF, World Bank, ADB atau Kepada Negara-Negara Maju dunia. Inilah akibat jika Indonesia diperintah oleh Pemerintahan yang dipimpin oleh Pemimpin yang Lemah, tidak Berani Melakukan PERUBAHAN dan Bangkrut ide tidak ada Kebijakan Kepemimpinan.

Kebijakan yang dibutuhkan oleh Perekonomian Indonesia Adalah Perubahan Drastis memprioritaskan Strategis Strategi Perekonomian Pemerintah dengan Komitmen Konkret, Jaminan Sistem dan Regulasi yang lebih Efektif dan Kompetitif.

Masya Allah, Kami khawatir bukan saja Perekonomian Indonesia yang Bangkrut kalau Presiden tetap dengan aksi Tunggu Perubahan Ekonomi Dunia Secara Natural, Ekonomi Indonesia akan terus Parah dan persatuan Indonesia akan hancur Seperti negara Soviet Union.

Inilah akibatnya apabila Sebuah Negara Yang Dipimpin Oleh Pemimpin Yang Pimpin Oleh Pemimpin yang Lemah dan tidak Visioner.

Karena Memilih Jalan Pintas dan Menyerah diri kepada Penguasa Ekonomi Dunia. Pinjaman Dana Asing adalah Aksi Bunuh Diri. “Kita Harus Belajar Dari Pemimpin yang Sukses dan Jangan Belajar Dari Pemimpin Negara yang Gagal” dan sikap tidak kepedulian Para Pemimpin tidak memprioritaskan Permasalahan Kemiskinan adalah Penyebab Indonesia terus Menjadi Negara Gagal rakyat menjadi korban kemiskinan, Karena dipimpin oleh Pemimpin yang Lemah.

Sampai Sekarang Indonesia sudah 70 tahun kita Merdeka, Kenapa Kita masih di ketogorikan sebagai sebuah negara Gagal dan sebuah negara yang kata dengan SDA tetapi masih dalam Kategori negara diantara 100 negara Rakyatnya Masih pada kategori Rakyat yang Miskin dunia diposisi ke 68.

Haruskah kita menunggu sehingga Rakyat Indonesia Terpaksa Berjuang Bermati-Matian sampai kehilangan kewenangan bangsa dan Jati diri bangsa senasib seperti kondisi dan situasi bangsa dan Negara Palestin, Barulah Para Pemimpin Indonesia Berani Beraksi Merubah dan Mengajak Kita Berjuang dan Bangkit Melawan Penjajahan Penguasa Ekonomi Dunia ? Aksi seperti ini Sudah Telat dan lihatlah Nasib Rakyat Palestin dan Negara-Negara yang sudah dihancurkan oleh Negara Penguasa Ekonomi Dunia? Negara Soviet Union, Negara-Negara di Eropa, Negara-Negara timur tengah Negara Iraq, Lybia, Syria dan lain lain.

Inilah dampak Kalau Negara memiliki Para Pemimpin yang lemah dengan Kerakusan Jiwa Para Pemimpin yang Korupsi didalam Kabinetnya Berkepentingan Pribadi dan Tidak memprioritaskan Kepentingan NKRI dan Rakyat Indonesia sebagai opsin kedua penting.

Para Pemimpin hari ini banyak yang Lalai dengan Kerakusan mengejar Posisi untuk Kewenangan dan Semua ingin berkuasa dan pintar mengkritik, tapi tidak ada Solusinya.

Tanpa Para Pemimpin Sadari, Mereka hanya menghancurkan NKRI bukan sepakat dan Solid mendukung Pembanggun dan Perekonomian Negara, tetapi mereka lebih suka berbelanja menghabiskan dana Negara / APBN dan Uang Rakyat dari anak-anak Perusahaan BUMN dan lain-lain dana Rakyat.

Tanpa Para Pemimpin hari ini sadari, Mereka Telah Menjual, Menyerah, Menzalimi Negara dan Rakyat Mereka kepada Penjajahan Era Baru, Yaitu Kepada Penjajahan Kuasa Ekonomi Dunia dan Negara-Negara yang Menguasai Perekonomian Dunia, Karena Negara Terpaksa Menambah Hutang luar Negeri dan Membengkak Biaya APBN pusat dan Daerah mengancam negara akan di serahkan kepada penjajahan ekonomi dunia.

Kepada Presiden dan Jajarannya pimpinan negara Indonesia yang cintakan kedaulatan NKRI dan Rakyat Indonesia.

Hentikan Cara Mencari Kambing Hitam, dan Jangan Cari jalan Pintas “Jangan Pinjam Dana Asing Lagi”, Cukup yang Sudah terjadi dan Kita Usaha sendiri Cukup dengan Kebijakan Presiden Jokowi dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintahan dan 5 Strategi IAP: BOT Hasil Riset Dr. Muhammad Asmi seperti yang dibicarakan beliau dalam Buku tulisan beliau Berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar DUNIA Sebelum 2030 Terbitan Gramedia Sudah Di Pasaran Gramedia di seluruh Negara.

Dengan Solusi adalah bermula dibicarakan dalam Bab 6 (item 1,2 dan 3) baca Bab 4 dan Bab 5 Master Plan Strategi Menuju untuk Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia ini Sasaran Impian NKRI dan Inspirasi Seluruh Rakyat Indonesia.

Prioritas adalah pelaksanaan Solusi “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah”, seperti yang Saya bicarakan dalam Bab 6(1,2 dan 3) baca Bab 4 dan Bab 5 adalah Master Plan dari Strategis Strategi Buku Menuju untuk Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia tulisan Dr. Muhammad Asmi terbitan Gramedia sudah di Pasaran seluruh Negara.

Untuk Uji Substansi, Hasil Riset kami ini, Kami Siap Debat dan Bedah Buku ini untuk buktikan Solusi dan Strategis Strategi kami ini Murni, Relevant dan dibutuhkan Oleh Pemimpin untuk Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Perekonomian dan Defisit Keuangan Negara dari ancaman Krisis hutang yang bisa Bangkrut dan hancur seperti Negara Soviet Union, Kalau Presiden lalai dan hambat beraksi untuk menangani Krisis dengan Kebijakan dan strategi yang tepat dan sempurna.

Era Pemerintahan Presiden Jokowi baru berusia 9 bulan ini sudah meningkatkan Dana Hutang Luar Negeri sejumlah Rp 1,500 Trilliun Rupiah, Membengkak Dana APBN, Anjlok Pasaran Modal lebih Seribu Point (4,800 points) pemerintahan sebelum Presiden Jokowi dan Export Negara Anjlok terus dan Nilai Rupiah Terpuruk ke nilai Rp 13, 800 dan Analisis kami terus memonitor progres Nilai Rupiah dan Pasaran Modal akan terusan Anjlok ketahap Rp 14,500 ke Rp 15,000 pada bulan Dec 2015 akan datang bisa lebih parah.

Kalau Presiden tetap masih tidak beraksi dengan Strategis Strategi yang tepat untuk Menangani Krisis Defisit Keuangan Negara dan Ancaman Anjloknya Rupiah dengan Solusi yang Kami Sarankan Kepada Pemerintahan Presiden Jokowi.

Tidak Melakukan Strategis Strategi yang Tepat dengan Segera akhirnya Indonesia akan senasib Yunani dan tidak cukup dengan hanya undangan Investasi dan Janji-janji Lisan yang belum siap dengan Mekanisme yang Konkret Yaitu Satu jaminan dari Pemerintahan Presiden yang Solid dengan “Komitmen Sistem dan Regulasi yang Konsisten dan Kompetitif” seperti yang disarankan dalam maksud tulisan buku Dr. Muhammad Asmi diatas, Semua Permasalahan ini akan tuntas sebelum Dec 2015 ini tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

Comments are closed.