INDONESIA AKAN BANGKRUT SENASIB YUNANI , JIKA PRESIDEN TIDAK BERAKSI DENGAN STRATEGIS STRATEGI YANG TEPAT DAN SEGERA

FullSizeRender (2)

Jalan Pintas Pemerintah Pinjam Dana Asing Sekarang, Wajib dihentikan. Indonesia tidak akan keluar dari Permasalahan Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman anjloknya Nilai Rupiah akan terus menerus. Selagi Presiden Jokowi tidak Melakukan Perubahan Drastis untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investor dalam 6 bulan kedepan (sampai bulan Des 2015).

Indonesia akan menjadi Seperti Yunani, Sebagai Negara yang Gagal karena Hutang Luar Negeri yang Besar Karena Pilih Jalan Pintas, Pinjam Dana Asing apabila menghadap tantangan Krisis Ekonomi dunia gagal ditangani oleh Pemimpin kita yang berwenang tetapi tidak Percaya Diri terpaksa mengikuti perintah cara Main dan Strategi Pemikiran Asing IMF, World Bank dan Negara-Negara Penjajahan Ekonomi dunia dan Berani Melakukan Trobosan Cara Pola Pikir Pemimpin Negarawan yang Sejati dan Visioner untuk kedaulatan bangsa dan NKRI yang bakal menggoncang dunia ini.

Indonesia sebagai Naga yang bangkit dari tidurnya dengan Presiden yang “Berani dan Percaya Diri untuk Melakukan Perubahan Drastis, Cukup dengan Pemerintahan Sekarang dengan “Kebijakan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Dan 5 Strategi Perekonomian IAP: BOT Versi I AM PRESIDENT INSTITUTE”.

Strategi ini adalah hasil Riset Dr. Muhammad Asmi selama 9 tahun dari Penelitian Perekonomian Kesuksesan Presiden Deng Zhiaw Ping Negara China, Pemimpin India Mr. Momohan Sing dan Pemimpin UAE Sheikh Rasheed Al Maktoum dan Sheikh Zayed Al Nahyan Negara Role Model Kesuksesan riset DR. Muhammad Asmi. Seperti yang Beliau bicarakan didalam Buku beliau yang terbaru berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030” Terbitan Gramedia.

Menurut Dr. Muhammad Asmi “Indonesia bisa bangun Infrastruktur dan Perekonomian Negara tidak perlu dengan biaya Dana APBN Pusat atau APBD lagi, bukan dengan cara Jalan Pintas Pinjam Dana Asing tetapi Cukup dengan Kebijakan Presiden tutur Dr. Muhammad Asmi Sebagai Pengamat Ekonomi dengan Optimis.

Ada 3 Solusi Strategis Strategi Prioritas untuk Mengoreksi Pasaran Keuangan kembali Normal dan Solusi Menyelamat Seperti Berikut:

1. Perintah Presiden dengan membuat Peraturan Harga Barang yang dikawal dan diKontrol, “Tidak dibenarkan ada kenaikan kepada Seluruh barang-barang Konsumsi Rakyat, Sembako, Bahan-Bahan Material Konstruksi dan Industri, “Sebagai barang harga yang di Kawal dan dikontrol oleh Pemerintah”, melalui Kementerian-Kementerian yang terkait serta diawasi dengan tegas oleh Dinas-Dinas yang terkait dengan terencana dan tindakan pidana dengan tegas atau Penarikan Perizinan Dagang Kepada Pihak yang melanggar Peraturan Menaikan harga barang-barang yang di Kontrol dimaksudkan diatas selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

2. Pemerintahan Tangguh niat menaikan BBM, LPG, Listrik, Air, Pump selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Sebagai Strategis Strategi Mengoreksi Pasaran dan mengembalikan Keyakinan dan Keseimbangan Pasaran Keuangan selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

3. Tangguh Niat Pemerintah untuk menaikan Pajak, Tarif BEA CUKAI, pajak Tol, Biaya Pelayanan, Administrasi (GST/ VAT), tidak ada Kenaikan Pajak, harus tetap tidak berubah seperti Sekarang, selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

Kejadian Krisis Perekonomian Indonesia hari ini, terbukti adalah fakta dari dampak aksi Kenaikan harga BBM dan Semua Bahan-Bahan sumber energi dan Sembako, Material Konstruksi dan Biaya Operasional Industri terpaksa naik dari 30 % ke 100%. Kenaikan pada saat ini, Karena Biaya Operasional Pabrik, Biaya SDM naik, Cost Produk-Produk buatan Indonesia menjadi lebih Mahal karena biaya Produksi Pabrik menjadi lebih tinggi dan tidak kompetitif.

Para Pengusaha dan Para Investor tidak bisa fokus kepada usaha Produksi Pabrik atau Investasi Mereka di Negara ini karena kenaikan biaya Operasional yang tinggi dan Inflasi yang menjadi beban Rakyat tetap terus berkelanjutan, Hutang Luar Negeri dan Biaya APBN akan terus menerus membengkak dan kejadian sekarang ini sangat Membahayakan Masa Depan Indonesia dalam krisis Hutang Negara yang Bakal Memburuk dalam kondisi Darurat ke tahap yang bisa membangkrutkan Indonesia Seperti negara-negara di Eropa.

Sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah tetap Anjlok dari Rp 13,400 ke 14,000 Per USD 1.00 Amerika terus bergejolak sampai ke tahap Rp 15,000 per Dollar Amerika Dec 2015 ini.

Jika Pemerintahan Jokowi tidak melakukan Aksi Komitmen Drastis dan konkret dengan sistematis dan Regulasi untuk melaksanakan 3 Strategis Strategi diatas, didalam Jangka Waktu 3 Bulan dari sekarang ? bahayanya, Penarikan di Pasaran Modal Keuangan akan terus Berlaku anjlok dari 500 ke 800 point 6 bulan kedepan dan nilai Rupiah akan anjlok ketahap Rp 15,000 dolar Amerika sehingga Dec 2015 ini.

Jika Presiden Jokowi tetap tidak Melakukan Aksi yang tepat untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors dengan Konkret Segera dengan Sempurna.

Anggaran APBN 2015 akan terus meningkat defisit ke level Rp 600 ke 1,200 triliun pada quota ke 3 diawal tahun pemerintahan Presiden Jokowi (baru 9 bulan pemerintahan), Karena terpaksa “Bail Out ” dana untuk stabilkan Pasaran Keuangan dari Perusahaan BUMN dengan Capital Injection melalui pembelian Saham dari Efek Jakarta dan aksi ini telah menghambat alokasi APBN Pusat ke daerah untuk pembangunan ekonomi daerah menjadi hambat dan negatif Investasi Foreign Direct Investment (FDI) atau Local Direct Investment (DI).

Dr. Muhammad Asmi selaku ketua Riset Pembenahan Perekonomian Indonesia dari IAP Institute telah membuat Saran yang Konkret kepada Bpk Presiden bahwa Indonesia dalam Krisis Defisit Keuangan yang Serius dan harus ditangani dengan segera, sebelum terlambat, Indonesia bisa bangkrut dan Indonesia bisa dijual kepada Penguasa Penjajahan Ekonomi Asing Menjadi Kekhawatiran Rakyat Indonesia.

Kalau Kebijakan Presiden tetap “Pilih Jalan Pintas Pinjam Dana Asing dari World Bank/ IMF/ Negara penguasa Penjajahan Ekonomi Asing”, Maka Nasib dan Masa Depan Indonesia dalam Bahaya Besar dan negara Bakal Senasib dengan nasib Yunani dan juga seperti Negara-Negara Europa yang sudah Bangkrut semenjak tahun 2008 sehingga sekarang tidak bisa membayar hutang luar negeri mereka dan akhirnya Menyerah dan Menjual negara mereka kepada IMF, World Bank dan Negara-Negara Penguasa dan Penjajahan Ekonomi Dunia. Semua ini Karena Terperangkap Mengikuti Permainan Pemikiran dan Strategi Penjajahan Penguasa Ekonomi Dunia yang sudah siap meminjam Keuangan untuk negara-negara yang Krisis.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan Segera untuk menyelamat Indonesia dari Ancaman Bangkrut Para Pengusaha dan Investor Asing atau lokal baru bisa Fokus untuk melakukan Projection Bisnis 5 tahun ke depan dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk-produk pabrik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus, lebih konsisten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka akan meningkat 2 ke 3 kali lipat produksi mereka dari kapasitas normal Produksi dengan komitmen Pemerintahan yang konkret dan Kosisten ini, menjadi Modal Stimulasi Kemampuan Produksi Produk Indonesia akan lebih terjamin meningkat dan Kompetitif di pasaran global.

Sampai Waktu ini belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang Konkret dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Dereksi Penyelamat Presiden masih tidak jelas.

Ini Saran dan Solusi segera dari kami, Cukup dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan ini adalah Aksi arti ‘Revolusi Mental’ yang real “Out Of The Box”, Versi IAP: BOT kami.

Comments are closed.