DUNIA KELIRU DAN PARA INVESTORS KHAWATIR RUPIAH MENJADI MATA UANG TIDAK SEHAT

ar

Dunia Keliru dengan Menguatnya nilai Rupiah drastik dari level Rp 14,735 menguat Menjadi Rp 13,035 per dollars Amerika? kemarin, Menguat lebih dari 1,000 point Perubahan dalam 9 hari di anggap Misteri.

Para Perekonomian Dunia Khawatir Rupiah akan termasuk dalam Kategori Mata Uang “SAKIT/TIDAK SEHAT” dunia.

Drastik Perubahan Penguatan Nilai Mata Uang Negara yang meragukan Pasaran Keuangan Dunia dan Para Pengusaha dan Para Investors dengan Menguat rupiah dengan drastik dan Misteri luar biasa dari tren Pasaran Riil.

Kekeliruan tidak Realistik ini akan mendampakan tanggapan Negatif Tidak Percaya dan Tidak Meyakinkan Para Pengusaha dan Para Investors Dunia keatas nilai Rupiah ditanggap Sebagai “Mata Uang Tidak Sehat/Sakit “.

Perlu di evaluai analisis kami ini dengan Serius oleh Presiden, didalam jangka waktu 2 Bulan kedepan, akan berlaku Koreksi Pasaran besar-besaran dan Penarikan dana Asing besar akan berlaku di Pasaran Modal Keuangan IHSG dan Bank-Bank Milik Pemerintah.

Penarikan Dana Asing dari Rekening Bank-Bank akan berlaku Secara besar-besaran dan Rupiah akan Anjlok lebih Parah pada level 15,500 ke level yang lebih Parah pada level Rp 17,000 per dollar Amerika sampai pada bulan Des. 2015 ini.

Selagi kalau pilihan strategi Kebijakan Presiden tidak Melakukan Kebijakan yang Spesifik dengan “Meng regulasikan Penetetapkan Nilai Rupiah sebagai Harga Mati /Tetap Nilai Rupiah “, dengan Veto Presiden,Sebagai Kebijakan UU Darurat Keuangan BI dengan segera Pada Level yang realistik bermula dengan nilai Rp 13,800 Per Dolar Amerika.

Segala Sistem Keuangan dan Perekonomian Indonesia akan musnah hancur dan Indonesia akan Bangkrut, Karena Hutang luar Negeri yang semakin Parah dan Hutang Perusahaan Membengkak sampai Menjadi Rp 5000 triliun Rupiah dalam jangka waktu 12 bulan Pemerintahan Presiden Jokowi bakal mengundang ancaman yang berbahaya dengan ancaman Revolusi Rakyat dan Kericuhan Politik dan Sosial seperti Reformasi 1998.

Aksi Segera Presiden Perlu Pilihan Strategis Strategi yang tepat sebelum Terlambat. Ancaman dan Serangan Pemain dan Penguasa Ekonomi Dunia Mendampakkan keatas Serangan Menghambatkan Pertumbuhan Perekonomian Negara dan Melemahkan Nilai Rupiah sudah diserang sebanyak 3 kali dan serangan akan lebih parah adalah serangan kali ke 4 nanti pada bulan Nov 2015 dan Serangan kali ke 5 pada bulan Dec 2015 ini.

Serangan kali ke 4 dan Ke 5 adalah Serangan besar-besaran Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan pada Pasaran Modal Keuangan IHSG pada bula Nov dan Dec 2015 ini. Serangan kali ini akan mendampakan ambru nya Indeks Pasaran Modal pada level dibawah 4,000 dan bisa mencapai ke level 3,000 point dari (4,491.43 pada tgl 9.10.2015 lalu) dan Rupiah akan Menjadi Rp 17,000 per Dolar Amerika dari level sekarang (Rp 13,035).

Dalam kondisi dan Situasi ini Indonesia akan Bangkrut dan akan lebih Bahaya Karena Beban Hutang Luar Negeri Indonesia membengkak Sampai Rp 5,000 triliun dari (3,000 triliuan sampai Sekarang).

Indonesia akan kembali seperti Krisis Ekonomi Pada tahun 1998. Krisis ini bisa Mengancam Revolusi Rakyat yang bisa mengancam Kericuhan Politik, Permasalahan Sosial, Kriminalitas, Terorisme, Korupsi, dan Permasalahan Suku dan Ras akhirnya bisa mengancam tindakan lebih extrem yang paling di Khawatiri Rakyat adalah Kembalinyan Politik Militer dengan aksi “Kudeta TNI ” bisa berlaku , Kalau Situasi Instabiliti Politik dan keselamatan NKRI tergugat pasti Aksi Kudeta akan berlaku.

Sebelum Situasi Memburuk dan lebih Parah Mengancam Kehancuran NKRI menjadi negara Bangkrut seperti Uni Soviet dan Yunani?, Presiden harus ingat dan Segera tanggapi Analisis Kami ini ini, dengan lebih serius dengan aksi Solusi Ekonomi kami adalah Jawaban kami untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjkloknya Rupiah harus tuntas.

Ini bukan Ramalan, tetapi Fakta Analisis Prajudis kami pasti akan berlaku jika tidak ada Antisipasi dan Aksi Pencegahan awal Presiden.

Kami Memperingatkan Pada Presiden dan Jajaran Menterinya. Jangan Sampai kondisi negara Sampai Seperti Analisis kami diatas Menjadi Real ?, Karena Kelemahan Pemimpin yang Memimpin RI masih Tidak Percaya Diri dan Tidak Berani Melakukan Kebijakan yang Luar Biasa untuk Perubahan demi Kepentingan dan Kedaulatan NKRI yang di Khawathirkan akan Menjadi Senasib Seperti Uni Soviet dan Yunani. Baru berani beraksi melakukan Kebijakan Sudah Telat.

Ini Soluai dan Nasihat kami untuk Presiden dan Jajaran Menterinya:

1.Berhenti Strategi Kuno” Permainan Penguasa Ekonomi Dunia yaitu Jalan pintas ” Hentikan Strategi Pinjaman Dana Asing”dan “No Bail Out” kepada anak Perusahaan pemerintah yang Sakit.

2.Presiden Veto Kebijakan UU Keuangan BI Tetapkan Nilai Rupiah Pada level Rp 13,800 Per Dollar Amerika.

Kalau Presiden mau Menguatkan Nilai Rupiah terusan Menguat dan tuntas dari serangan-serangan Anjlok Rupiah lagi lakukan Dikrit Presiden lebih Efektif.

Sekarang Presiden sudah mulai PD untuk melakukan Aksi drastik dengan lebih Exstrem / luar biasa harus Tepat pada Kebutuhan Perekonomian Negara dengan Strategi Penyelamat yang tepat dan Sempurna tepat dengan Kebijakan yang menuntas Puncak Segala Krisis Defisit Keuangan dihentikan dan kita Stop Serangan Keatas Ancaman kepada Nilai Rupiah degan Tetapkan Nilai Rupiah sebagai harga Mati Rp 13,800 per Dollar Amerika .

Prioritas adalah Krisis Spefisik Selamatkan Nilai Rupiah dari Serangan Anjloknya Rupiah dan kini Negara sudah Kerugian lebih 1 Ribuan Triliun dalam jangka waktu hanya 9 bulan oleh Pemerintahan sekarang.

Adalah tidak Realistik dan aksi Cuma-Cuma saja Pemerintah melakukan “Injection Capital dari hasil Pinjaman Dana Asing Negara” dan Perusahaan Negara, Karena Semua Dana “Capital Injection Buy Back “, hilang cuma-cuma dan Cair di Pasaran Modal Keuangan IHSG karena “Strategy Buy Back” Gagal Mempertahankan Indeks Pasaran Modal Keuangan dan Anjloknya Rupiah

Strategi ini hanya Menguntungkan Para “Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan Pasar Modal meraut Keuntungan dari Aksi Injection Capital Pemerintah dengan Strategi Buy Back Saham dari hasil Uang Pinjaman luar Negeri Negara dan Melalui anak-anak Perusahaan Pemerintah BUMN terus gagal Buktinya Menguatnya saran Keuangan dan Rupiah hanya selama 1 Minggu dan Pemerintah harus bertahankan lagi dengan Injection Capital lagi. Terapi tetap Merah Pertanda di papan Skor Saham IHSG Merah dan tidak stabil. Semakin banyak cobaan Bay Back Pemerintah dan anak Perusahaan BUMN, Semakin besarnya Kerugian Defisit Keuangan Negara dan Anjloknya Rupiah tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

Presiden harus ingat 70 % Pemain Saham besar-besaran pasaran IHSG adalah dikuasai oleh Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan Seperti George Soros di Pasaran Keuangan. Pasaran Efek Indonesia Kecil di Perbandingkan dari pasar bursa Saham lain dunia.

Injection Capital Buy back Strategi adalah Pola Permainan Penguasa Ekonomi Dunia IM, World bank dan Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan Pasaran Modal keuangan Dunia.

Mereka akan mengambil Kesempatan untuk Meraut Keuntungan Besar dengan mengetahui Strategi Pemerintah bermain dengan cara Pola Mainan Mereka dengan “Strategi Buy Back Saham” adalah moment musim Panin membuat Investors” dan Solusi mereka keluar dari Krisis Keuangan Sebuah Negara.

Mereka akan Menjual Saham-Saham yang mereka Kuasai dalam Waktu moment Pememerintah Menanam Modal Besar-besar seperti sekarang, Kita lihat 3 kali strategi “Strategi Buy back”gagal memperkuatkan Rupiah dan pasaran modal dengan 2 Jilid Kebijakan dan akan datang Jilid Kebijakan III Presiden, Masih tetap tidak Spesifik dan tidak akan memaksimalkan respon Para Investors (FDI).

Semoga Presiden Dan Seluruh Jajaran Menteri Kerjanya, siap Beraksi dengan lebih bijak dengan Mengevaluasi Signal Peringatan kami ini, dan Siap Mengevaluasi setiap Saran dan Kritikan kami.

Saran Solusi Strategi kami bergelar IAP: BOT sebagai penyelamat Perekonomian Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum tahun 2030 dengan tidak perlu Menggunakan Biaya dana ari APBN untuk Membangun Perekonomian dan Infrastruktur Negara tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

Dan kami siap menyerahkan 2 buku hasil Riset dan Analisis kami berjudul:
1. Indonesia kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum 2030 .
2. Indonesia Investment Guide Book .

Solusi Strategi Kami siap untuk di bedah dan di uji Kompetensi dan Substansi Saran Strategi kami.

Semoga Allah Subahannallah hii ta’allaa Melindungi Negara kita Dan Semoga NKRI Selamat dari analisis Prajudis Kami dan Mudah-Mudahan Presiden kita lebih Percaya diri dengan Kebijakan Presiden Bahwa “Presiden adalah Presiden.” yang bekerja hanya demi untuk Kepentingan NKRI dan Bangsa Indonesia ” , Kami Optimis pasti tidak ada siapapun yang akan menantang niat Visi , Misi dan Kebijakan Presiden yang akan Mengguncamg Dunia.

Dengan Agenda Gagasan yang Jelas yang akan Menjaminkan Harapan Inspirasi Rakyat yang menjanjikan Kemakmuran Negara Menjadi Kuasa Ekonomi Dunia dan Mensejahterakan 250 Juta rakyat Indonesia, Siapa yang mau menantang? pasti tidak ada Karena Presiden melakukan Perubahan dan kebijakan 100% Untuk NKRI dan Bangsa Indonesia.

Salam Sukses Presiden Jokowi dan Seluruh Jajaran Pemerintahan Indonesia. Selamat diatas Kesedian Adaptasinya.

Dr. Muhammad Asmi
Pengamat Ekonomi/ Ketua Tim Riset / CEO
I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR. (tgl 10,10.2015)

Comments are closed.