I Am President

Saatnya Presiden Beraksi Dengan Strategis Yang Lebih Drastis Untuk Menyelamatkan Indonesia Dari Terus Dalam Krisis Defisit Keuangan Negara, Anjloknya Nilai Rupiah, Meningkatnya Pinjaman Luar Negeri Dan Membengkaknya Biaya APBN 2015.

IMG_20150629_104457

Hutang luar Negeri bisa mencapai ke tahap Rp 1,5 triliun Rupiah dalam jangka waktu 1 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Jika tidak ada aksi Perubahan Strategi penyelamat untuk Membuat Koreksi Pasaran Modal Keuangan, Keseimbangan Ekspor dan Impor dengan lebih terencana dengan strategi yang tepat dan Sempurna tanpa Perlu APBN ,

Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar IAP: BOT I PREDIDENT INSTITUTE. Dan Perekonomian Indonesia bisa berlaku dengan lebih Memburuk dan bangkrut, Indonesia bisa kembali pada Sejarah Hitam 1998 dan Rupiah akan terus Anjlok kepada tahap Rp 14,500 ke Rp 15,000 Pada Dec 2015 ini.

Jika Presiden tidak Berani membuat Komitmen untuk Mengembalikan Keyakinan Publik dan Kepercayaan Para Pengusaha dan Para Investors dengan Strategis Strategi yang Sempurna, Sistematis dengan Regulasi yang Konkret dengan lebih menjaminkan.

Saran kami Kepada President Jokowi Jangan Pilih Jalan Pintas seperti aksi Pemerintah Sekarang Pinjam Dana Asing dari World Bank dan Negara China.

Krisis Ekonomi Dunia bukan Fakta untuk Indonesia / Presiden / SiapaPun Tokoh Jadikan Penyebab atau Kambing Hitam ?. Untuk Indonesia Keluar dan Tuntas Permasalahan Defisit Hutang Luar Negeri dan Anjloknya Rupiah ? bukan Sama Sekali salah orang lain, Tetapi salahkan diri sendiri karena Menjadi Pemimpin yang Lemah dan Penakut? Menyerah sebelum berjuang kepada Penguasa dan Penjahah Ekonomi Dunia. Rakyat Memilih Presiden Jokowi JK karena Mereka Memiliki Keyakinanan dan Harapan/”Hope” Jokowi-JK Presiden yang Visioner dan Berani Melakukan “PERUBAHAN” Indonesia Mau Menjadi Negara Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Sebelum 2030 tanpa Hutang Luar Negeri dan Jaminan Kesejahteraan bagi Seluruh Rayat Indonesia menjadi realita.

Ada 3 Solusi Strategis Strategi Prioritas untuk Menyelamat dan Mengoreksi Pasaran Keuangan kembali normal dan Solusinya Seperti Berikut:

1. Pemerintah Jangan Pinjam Dana Asing lagi, Wajib dihentikan Dan Dengan Perintah President dan Seluruh Jajaran Kementerian:

I. Peraturan Harga Barang yang Di kawal dan di Kontrol,”Tidak di benarkan ada kenaikan kepada Seluruh barang-barang Konsumsi Rakyat, Sembako, Bahan-Bahan Material Konstruksi dan Industri, Sebagai barang harga Yang di Kawal dan di kontrol oleh Pemerintah melalui Kementerian-Kementerian yang terkait serta diawasi dengan tegas oleh Dinas-Dinas yang terkait dengan terencana dan tindakan tegas. Tindakan Pidana atau Penarikan Perizinan Dagang Kepada Pihak yang Melanggar Peraturan Menaikan harga barang-barang yang di Kontrol.

2. Pemerintahan Tangguh Kenaikan BBM, LPG, Listrik, Air, Pump selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

3. Tangguh Kenaikan Pajak, Tarif BEA CUKAI, Biaya Pelayanan, Administrasi (GST/ VAT), tidak ada Kenaikan Pajak tidak harus berubah seperti Sekarang selama 5 Tahun Pemerintahan Jokowi JK.

Kejadian Krisis Perekonomian Indonesia hari ini, Sudah terbukti adalah fakta dari dampak aksi Kenaikan harga BBM dan Semua Bahan-Bahan sumber energi dan Sembako, Material Konstruksi dan Biaya Operasional Industri Sudah naik dari 30 % ke 100% Kenaikan pada saat ini, Karena Biaya Operasional Pabrik, Biaya SDM naik, Cost Produk-produk bustan Indonesia menjadi lebih Mahal. Semua Produksi Pabrik tinggi dan tidak beradidaya saing.

Para Pengusaha dan Para Investors tidak bisa fokus kepada usaha Produksi Pabrik atau Investasi Mereka di Negara ini karena kenaikan biaya Operasional yang tinggi dan Inflasi yang menjadi beban Rakyat tetap terus berkelanjutan, Hutang Luar Negeri dan Biaya APBN akan terus-terusan membengkak dan kejadian sekarang ini sangat Membahayakan Masa Depan Indonesia dalam krisis Hutang Negara yang Besar dan Darurat.

Jika tidak ada aksi Segera Presiden secara Serius dan Percaya diri Presiden, Sebenarnya harus Berani melakukan Perubahan Drastis dengan Sempurna dan Komitmen yang Berani untuk Membuat Sistem dan Regulasi Pengawasan dan kontrol, untuk mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Ekonomi Indonesia akan terus Anjlok.

Sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah akan tetap Anjlok dari Rp 12,400 ke 13,200 Per USD 1.00 Amerika terus bergejolak.

Jika Pemerintahan Jokowi tidak melakukan Aksi Drastis dalam Jangka Waktu 3 Bulan dari sekarang ? bahayanya, Penarikan di keuangan Pasaran Modal akan terus Berlaku kerugian pasaran modal dari 500 ke 800 point 6 bulan kedepan dan nilai Rupiah akan anjlok ketahap Rp 14,500 ke Rp 15.000 dolar Amerika dan Hutang luar Negeri akan terus Meningkat dan anggaran APBN 2015 akan terus meningkat defisit ke level Rp 300 ke 500 triliun pada quota ke 3 awal tahun pemerintahan Presiden Jokowi (ke 9 bulan pemerintahan), karena Bail Out pasaran keuangan dan dampak kehambatan alokasi APBN sampai ke proyek-proyek negara dan pembangunan ekonomi hambat dan negatif Investasi.

Warning dari Dr. Muhammad Asmi dari IAP Institute kami sarankan kepada Bapak. Presiden Perkenalkan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan Kebijakan Pintar Pemerintahan’ Segera sebelum terlambat, Indonesia bisa bangkrut dan terjual Karena pemimpin Pilih jalan Pintas Pinjam Dana sama World Bank/ IMF/ Negara Asing nasib Indonesia akan Menjadi negara gagal Membayar Hutang Luar Negeri seperti Negara-Negara di Europa yang sudah Bangkrut.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Kepercayaan Investors Asing Dan Lokal untuk terus berinvestasi di RI ini dan dampak besarnya kepada murni Fundamental Ekonomi dengan lebih terjamin konkret Positif.

Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal bisa Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk-produk Publik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus, konsisten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan sekarang dan Produsen Produk-produk Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia.

Sehingga Waktu ini belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang Konkret dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Dereksi Penyelamat Presiden masih tidak jelas ?

Kalau sekadar dengan program yang hanya masih abu-abu dan wacana ada Janji Wacana saja Pasti tidak akan menjaminkan Keyakinan, Kepercayaan Publik Untuk Pertumbuhan Ekonomi Bisa terjadi nilai Rupiah tidak akan terus dapat bertahan dari presure tekanan Defisit Keuangan Negara akan terus bocor, Jika Presiden/ Pemerintah tidak membuat Komitmen diatas.

Kami Optimis Perubahan Drastis ini, Adalah Maneuver Penyelamat kebocoran Penarikan Dana Modal Asing Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud Petikan dari ucapan Undangan Investasi Presiden “we want you come to Indonesia to invest” there is My peoples Wanted Change there is many “Incredible Opportunites in Indonesia and you can make an Incredible Profit here in Indonesia for your investment and if you have any problems Call me !!!!…, tutur President di satu Sidang World Economic Conference di Jakarta bersama waktu KAA. Ini benar-benar Penyataan Berani Presiden memberi Komitmen dengan Kampanye dan Wacana jaminan yang belum Solid dengan Komitmen yang Konkret.

Dan jika tidak ada Aksi drastis Penangguhan seperti ini?. Kami optimis Kondisi Pasaran Modal Keuangan dan Rupiah akan terus Anjlok ke nilai Rp 13,000 ke 14,000 per USD 1.00 dalam Jangka waktu 6 bulan ke depan. Maka kami usulkan Presiden berani dan Segera melakukan Aksi Strategis Strategi dengan tepat dan Sempurna.

3 Strategis Strategi Penangguhan ini adalah Aksi arti ‘Revolusi Mental’ yang real “Out Of The Box”, Versi IAP: BOT kami. Dengan ‘Strategi Penangguhan’ diatas, kami Optimis Bisa Indonesia bisa Mengundang Banyak lagi Investors Asing Dan Lokal untuk berinvestasi dan Presiden dan Jajaran Kementeriannya pasti lebih mudah untuk mempercepatkan proses Pelaksanaan Gagasan /Master Plan visi, Misi President dengan Transparan dan Jelas sebagai Produk visi dan Misi Program Ekonomi Presiden dengan lebih konkret dan kompetitif.

Makanisme kami adalah sistem pemerintahan dan transparan Satu Pintu dengan lebih Efisien dan Efektif untuk mempercepat proses pelaksanaan dan Pengembangan Perekonomian Negara dengan lebih Sempurna dan Pasti lebih Pro Kepentingan Negara, Pro Rakyat dan Pro Bisnis.

tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis sebagai Pengamat Ekonomi IAP Institute.


Saatnya Presiden Beraksi Dengan Strategis Yang Lebih Drastis Untuk Menyelamatkan Indonesia Dari Terus Dalam Krisis Defisit Keuangan Negara, Anjloknya Nilai Rupiah, Meningkatnya Pinjaman Luar Negeri Dan Membengkaknya Biaya APBN 2015.

IMG_20150629_104457

Hutang luar Negeri bisa mencapai ke tahap Rp 1,5 triliun Rupiah dalam jangka waktu 1 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Jika tidak ada aksi Perubahan Strategi penyelamat untuk Membuat Koreksi Pasaran Modal Keuangan, Keseimbangan Ekspor dan Impor dengan lebih terencana dengan strategi yang tepat dan Sempurna tanpa Perlu APBN ,

Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar IAP: BOT I PREDIDENT INSTITUTE. Dan Perekonomian Indonesia bisa berlaku dengan lebih Memburuk dan bangkrut, Indonesia bisa kembali pada Sejarah Hitam 1998 dan Rupiah akan terus Anjlok kepada tahap Rp 14,500 ke Rp 15,000 Pada Dec 2015 ini.

Jika Presiden tidak Berani membuat Komitmen untuk Mengembalikan Keyakinan Publik dan Kepercayaan Para Pengusaha dan Para Investors dengan Strategis Strategi yang Sempurna, Sistematis dengan Regulasi yang Konkret dengan lebih menjaminkan.

Saran kami Kepada President Jokowi Jangan Pilih Jalan Pintas seperti aksi Pemerintah Sekarang Pinjam Dana Asing dari World Bank dan Negara China.

Krisis Ekonomi Dunia bukan Fakta untuk Indonesia / Presiden / SiapaPun Tokoh Jadikan Penyebab atau Kambing Hitam ?. Untuk Indonesia Keluar dan Tuntas Permasalahan Defisit Hutang Luar Negeri dan Anjloknya Rupiah ? bukan Sama Sekali salah orang lain, Tetapi salahkan diri sendiri karena Menjadi Pemimpin yang Lemah dan Penakut? Menyerah sebelum berjuang kepada Penguasa dan Penjahah Ekonomi Dunia. Rakyat Memilih Presiden Jokowi JK karena Mereka Memiliki Keyakinanan dan Harapan/”Hope” Jokowi-JK Presiden yang Visioner dan Berani Melakukan “PERUBAHAN” Indonesia Mau Menjadi Negara Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Sebelum 2030 tanpa Hutang Luar Negeri dan Jaminan Kesejahteraan bagi Seluruh Rayat Indonesia menjadi realita.

Ada 3 Solusi Strategis Strategi Prioritas untuk Menyelamat dan Mengoreksi Pasaran Keuangan kembali normal dan Solusinya Seperti Berikut:

1. Pemerintah Jangan Pinjam Dana Asing lagi, Wajib dihentikan Dan Dengan Perintah President dan Seluruh Jajaran Kementerian:

I. Peraturan Harga Barang yang Di kawal dan di Kontrol,”Tidak di benarkan ada kenaikan kepada Seluruh barang-barang Konsumsi Rakyat, Sembako, Bahan-Bahan Material Konstruksi dan Industri, Sebagai barang harga Yang di Kawal dan di kontrol oleh Pemerintah melalui Kementerian-Kementerian yang terkait serta diawasi dengan tegas oleh Dinas-Dinas yang terkait dengan terencana dan tindakan tegas. Tindakan Pidana atau Penarikan Perizinan Dagang Kepada Pihak yang Melanggar Peraturan Menaikan harga barang-barang yang di Kontrol.

2. Pemerintahan Tangguh Kenaikan BBM, LPG, Listrik, Air, Pump selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

3. Tangguh Kenaikan Pajak, Tarif BEA CUKAI, Biaya Pelayanan, Administrasi (GST/ VAT), tidak ada Kenaikan Pajak tidak harus berubah seperti Sekarang selama 5 Tahun Pemerintahan Jokowi JK.

Kejadian Krisis Perekonomian Indonesia hari ini, Sudah terbukti adalah fakta dari dampak aksi Kenaikan harga BBM dan Semua Bahan-Bahan sumber energi dan Sembako, Material Konstruksi dan Biaya Operasional Industri Sudah naik dari 30 % ke 100% Kenaikan pada saat ini, Karena Biaya Operasional Pabrik, Biaya SDM naik, Cost Produk-produk bustan Indonesia menjadi lebih Mahal. Semua Produksi Pabrik tinggi dan tidak beradidaya saing.

Para Pengusaha dan Para Investors tidak bisa fokus kepada usaha Produksi Pabrik atau Investasi Mereka di Negara ini karena kenaikan biaya Operasional yang tinggi dan Inflasi yang menjadi beban Rakyat tetap terus berkelanjutan, Hutang Luar Negeri dan Biaya APBN akan terus-terusan membengkak dan kejadian sekarang ini sangat Membahayakan Masa Depan Indonesia dalam krisis Hutang Negara yang Besar dan Darurat.

Jika tidak ada aksi Segera Presiden secara Serius dan Percaya diri Presiden, Sebenarnya harus Berani melakukan Perubahan Drastis dengan Sempurna dan Komitmen yang Berani untuk Membuat Sistem dan Regulasi Pengawasan dan kontrol, untuk mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Ekonomi Indonesia akan terus Anjlok.

Sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah akan tetap Anjlok dari Rp 12,400 ke 13,200 Per USD 1.00 Amerika terus bergejolak.

Jika Pemerintahan Jokowi tidak melakukan Aksi Drastis dalam Jangka Waktu 3 Bulan dari sekarang ? bahayanya, Penarikan di keuangan Pasaran Modal akan terus Berlaku kerugian pasaran modal dari 500 ke 800 point 6 bulan kedepan dan nilai Rupiah akan anjlok ketahap Rp 14,500 ke Rp 15.000 dolar Amerika dan Hutang luar Negeri akan terus Meningkat dan anggaran APBN 2015 akan terus meningkat defisit ke level Rp 300 ke 500 triliun pada quota ke 3 awal tahun pemerintahan Presiden Jokowi (ke 9 bulan pemerintahan), karena Bail Out pasaran keuangan dan dampak kehambatan alokasi APBN sampai ke proyek-proyek negara dan pembangunan ekonomi hambat dan negatif Investasi.

Warning dari Dr. Muhammad Asmi dari IAP Institute kami sarankan kepada Bapak. Presiden Perkenalkan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan Kebijakan Pintar Pemerintahan’ Segera sebelum terlambat, Indonesia bisa bangkrut dan terjual Karena pemimpin Pilih jalan Pintas Pinjam Dana sama World Bank/ IMF/ Negara Asing nasib Indonesia akan Menjadi negara gagal Membayar Hutang Luar Negeri seperti Negara-Negara di Europa yang sudah Bangkrut.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Kepercayaan Investors Asing Dan Lokal untuk terus berinvestasi di RI ini dan dampak besarnya kepada murni Fundamental Ekonomi dengan lebih terjamin konkret Positif.

Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal bisa Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk-produk Publik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus, konsisten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan sekarang dan Produsen Produk-produk Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia.

Sehingga Waktu ini belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang Konkret dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Dereksi Penyelamat Presiden masih tidak jelas ?

Kalau sekadar dengan program yang hanya masih abu-abu dan wacana ada Janji Wacana saja Pasti tidak akan menjaminkan Keyakinan, Kepercayaan Publik Untuk Pertumbuhan Ekonomi Bisa terjadi nilai Rupiah tidak akan terus dapat bertahan dari presure tekanan Defisit Keuangan Negara akan terus bocor, Jika Presiden/ Pemerintah tidak membuat Komitmen diatas.

Kami Optimis Perubahan Drastis ini, Adalah Maneuver Penyelamat kebocoran Penarikan Dana Modal Asing Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud Petikan dari ucapan Undangan Investasi Presiden “we want you come to Indonesia to invest” there is My peoples Wanted Change there is many “Incredible Opportunites in Indonesia and you can make an Incredible Profit here in Indonesia for your investment and if you have any problems Call me !!!!…, tutur President di satu Sidang World Economic Conference di Jakarta bersama waktu KAA. Ini benar-benar Penyataan Berani Presiden memberi Komitmen dengan Kampanye dan Wacana jaminan yang belum Solid dengan Komitmen yang Konkret.

Dan jika tidak ada Aksi drastis Penangguhan seperti ini?. Kami optimis Kondisi Pasaran Modal Keuangan dan Rupiah akan terus Anjlok ke nilai Rp 13,000 ke 14,000 per USD 1.00 dalam Jangka waktu 6 bulan ke depan. Maka kami usulkan Presiden berani dan Segera melakukan Aksi Strategis Strategi dengan tepat dan Sempurna.

3 Strategis Strategi Penangguhan ini adalah Aksi arti ‘Revolusi Mental’ yang real “Out Of The Box”, Versi IAP: BOT kami. Dengan ‘Strategi Penangguhan’ diatas, kami Optimis Bisa Indonesia bisa Mengundang Banyak lagi Investors Asing Dan Lokal untuk berinvestasi dan Presiden dan Jajaran Kementeriannya pasti lebih mudah untuk mempercepatkan proses Pelaksanaan Gagasan /Master Plan visi, Misi President dengan Transparan dan Jelas sebagai Produk visi dan Misi Program Ekonomi Presiden dengan lebih konkret dan kompetitif.

Makanisme kami adalah sistem pemerintahan dan transparan Satu Pintu dengan lebih Efisien dan Efektif untuk mempercepat proses pelaksanaan dan Pengembangan Perekonomian Negara dengan lebih Sempurna dan Pasti lebih Pro Kepentingan Negara, Pro Rakyat dan Pro Bisnis.

tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis sebagai Pengamat Ekonomi IAP Institute.


20 TAHUN TAX HOLIDAYS TIDAK CUKUP MENARIK UNTUK MEMBUAT PARA PENGUSAHA DAN PARA INVESTORS ASING UNTUK MEMILIH INDONESIA SEBAGAI DESTINASI INVESTASI MEREKA

IMG_1786

Pemerintah Melanjutkan tawaran Tax Holiday fari 10 tahun ke 20 tahun masih tidak Menarik bagi Para Pengusaha dan Para Investor Asing, Malaysia 30 tahun Tax Holidays gagal pada 1980an semua Investors gulung tikar dan repositioned investasi mereka ke negara lain di ASEAN setelah 30 tahun di Malaysia. Tujuannya Gagal jadikan Malaysia Destinasi Investasi sehingga sekarang dan kini ekonomi Malaysia mulai Lumpuh.

Sedangkan Dubai dan Abu Dhabi di UAE, Kawasan Penanaman Modal Investasi di Ghuan Dhong, Ghuan Xhou, Shenzhen, Nang Hai, Macau dan lain lain kawasan Zonasi Istimewa di Shanghai, Beijing dan di Kawasan Penanaman Modal Istimewa di Dubai, Abu Dhabi di Timur Tenggah, Mumbai, Delhi India menawarkan 50 tahun Tax Holidays dengan Paket
Insentif Istimewa yaitu Jaminan Komitmen dengan Sistem dan Regulasi yang Kongkrit dan Konsisten, Sebagai Strategik Strategi untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors Asing dan Lokal untuk berinvestasi di RI dengan lebih atraktif dan terjamin.

Jika Presiden Jokowi lebih Berani dengan komitmen seperti di maksudkan dibawah dengan lebih kongrit dan kompetitif:

Saran dari Dr. Muhammad Asmi dari IAP Institute kepada Bapak Presiden Perkenalkan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan Kebijakan Pintar Pemerintahan’ Cukup dengan Pengumuman Presiden dengan Memprioritaskan Komitmen Sistem dan Regulasi Pemerintahan Presiden seperti Berikut :

1.Tidak ada kenaikan BBM,LPG,LISTRIK dan AIR Pump selama 5 Tahun Pemerintahan Presiden.

2. Pemerintah Pemerintahan Presiden tidak boleh ada kenaikan kepada Semua Harga Barang Konsumsi Rakyat, Semua Barang Sembako, Semua Bahan Bahan Material Konstruksi, Bahan Industri dan Semua Barang 2 yang menyebabkan Kenaikan Segala Biaya yang menyebabkan kenaikan “Operational Cost” industri dan Sarana hidup rakyat sebagai Strategi Penangguhan selama 5 tahun Pemerintahan” Jokowi JK

3. Penangguhkan Kenaikan keatas Tarif Pajak, BEA Cukai , Pajak Tol, Jangan ada usulan membuat cadangan Kenaikan tarif baru Government Service Tax (GST) dan jangan ada kenaikan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 Tahun Pemerintahan Jokowi .

Ini adalah Strategi Kebijakan Presiden yang lebih Efektif dan Menjanjikan komitmen yang lebih Drastis Untuk mengembalikan “Kepercayaan Rakyat, Para Pengusaha dan Oara Investors untuk lebih Berkeyakinan dan Kepercayaan Pasaran Keuangan Modal, Untuk Penstabilan Sodual , Politik Dan Strategi Pemerintahan untuk Mempercepatkan Proses Pertumbuhan Ekonomi sebagai Komitmen Kongkrit dan Jaminan Presiden Akuntabel dan kebih Efektif meningkatkan Produktiviti dan Industri, Ekspor Negara dan Produksi Produk 2 Indonesia akan lebih beradidaya saing dan Menuntaskan Nilai Rupiah.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Para Pengusaha untuk Meresponkan dengan lebih drastis Untungan. Untuk Berinvestasi ke RI ini sesuai Investment Kampanye Presiden kepada Para Investors Asing Dunia dapat
menjadi realita.. Cukup Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal skan lebih Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk produk Pubrik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus , konsiten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan Produksi sekarang dan Produsen Produk 2 Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia.

Peningkatan ini kerana Strategi Penanguhan tadi sudah pasti tidak ada Kenaikan cost operasional, bahan material, tidak ada kenaikan Sembako , upah jasa dan transportasi yang tidak naik, Fundamental ekonomi Indonesia akan berkembang dengan lebih Signifikan dan Nilai Rupiah akan lebih terjamin menguat dari aksi Pemerintahan Dengan Strategi ini..Karena Undangan Investasi President bukan hanya sakedar Wacana , Tetapi Kesungguhan dan Mekanisme Implimentasi Pemerintahan Sekarang yang Kongkrit Menjaminkan Fundamental Ekonomi dan Rupiah akan terus menguat.

President tidak hanya membuat janji yang kosong, Tetapi Penentuan Produk dengan Strategik Strategi dan Aksi Penyelamat Ekonomi dari Krisis yang lebih memburuk 6 Bulan ke depan akan lebih serius jika tidak dibtangani Segera… Publik Perlu Komitmen yang Kongkrit dari Pemerintahan Presiden Sekarang ? , Apa Aksi yang mau di lakukan sekarang oleh Presiden harus lebih Efektif dan Kompetitif secara sistematis dengan kebijakan Regulasi dan Sistem yang Kongkrit dan terjamin untuk mengembalikan kepercayaan Publik dan Para Investors dan Pengusaha

Sehingga Waktu ini, Kami masih Menilai Pemerintahan Presiden belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang kongkrit untuk menuju Dereksi Impian Visi Misi Presiden masih diangap tidak Clear, Tidak Komited dan Tidak atraktif dan Tidak Kompetitif dari sistem dan Regulasi ysng ditawarkan Oleh negara China, India dan Dubai, Abu Dhabi di UAE

Kalau hanya sekadar wacana dengan undangan Investasi dan program yang hanya masih abu abu sebagai wacana? Pasti tidak akan atraktif dan tidak menjaminkan Keyakinan dan kepercayaan kepada pertumbuhan Perekonomian Negara dan nilai Rupiah akan terus terusan dalam “Under pressure” dan tekanan Defisit Keuangan negara dan APBN pusat akan terus bocor, Jika Presiden/ Pemerintah tidak membuat Komitmen ini dengan Specific dan kongkrit.

Perubahan yang ditunggu-tunggu oleh Pasaran Ekonomi dan Pengusaha untuk bertahan, karena ada Aksi ‘Penangguhan’ keatas nadi industri ( kepada Kestabilan Bahan Energi, Sembako dan Tidak ada kenaikan Tarif Pajak , dan Bea Cukai dan Biaya Administrasi Pemerintahan) dengan aksi Strategi Presiden yang bukan hanya Wacana Kosong) ,Ini saran dan alarm kami supaya buat Evaluasi Cerdas dan Komitmen Presiden harus berani buat Komitmen yang lebih kongrit

Kami Optimis Perubahan Drastis ini, Adalah Manuver Penyelamat kebocoran Penarikan Dana Modal Asing Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud dari ucapan Presiden, ” We want you come to Indonesia to invest , My Fellow citizens wanted Change ther is many “Incredible Opportunites in Indonesia ” and “you can make an Incredible Profit for your investment in Indonesia” and if you have problem Call me!!!!…, Ini bener bener Presiden berani memberi Komitmen dan jaminan yang Menjanjikan dengan Komitmen, tetapi belum yang Kongkrit.

Seluruh Jajaran Pemerintahan Presiden Jokowi harus siap dengan Sistem dan Regulasi yang kongkrit , untuk Siap Melayani kedatangan Para Pengusaha dan Para Invesors untuk Berinvestasi Ke Indonesia..

Sesuai kampayne Investasi dari ucaoan Undangan Presiden Jokowi pada acara Peresmian World Economic Forum agar membuah hasil yang lebih terjamin sukses, melihat kan kesungguhan Indonesia di jamin memberi Keyakinan Pasaran dan Kepercayaan Pengusaha untuk Terus bertahan dan terus berinvestasi di RI ini.

Mekanisme kami adalah sistem pemerintahan dan transparan Satu Pintu dengan lebih Effisien dan Effektif untuk mempercepatkan proses pelaksanaan dan Pengembangan Perekonomian Negara dengan lebih Sempurna dan Pasti lebih Pro Kepentingan Negara, Pro Rakyat dan Pro Bisnis……
tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis sebagai Pengamat Ekonomi IAP Institute.


New Property Investment Revolutionary and Hope Will Begin in Indonesia with President Jokowi Administration

IMG_1720

This is Revolutionary Dream for Indonesia Real Estate and Properties Mega’s Project Development by Copitra Groups is Very Spectacular Mega’ s Project to buster to Indonesia Economic Reforms Strategies at the right time and right Moment to begin.

Ciputra Groups and Agung Podomoro Groups Begin the Dream for Indonesia Real Estate Properties Development Projects begin in 2015.. We Believed Ciputra Group and the Many Others Prominent Developers will Delivery their Dream become Reality.

Its only up to the President Jokowi Administration to commit his Priority agenda’s to Begin , and Dare or Not to Start his administration Vision and Mission to begin with a Transparency of Government Investment Policy that ready with an attractive Packaging of Deal to the property Investment requirements must have ready pack with a Systematic, Consistency Regulations and Investment Insensitive program that his Government dare to offered to a Local Homes Industry Investors an Investment deal only for the Gazetted Investment area, as Foreign Investment Special Zone for Government Economic Strategic Development Second Home Programs.

Of Course a New Foreign Investors Investment Policy offered a Free Hold land ( Hak Milik Bangunan ) to Lokal and foreign investment interest with 3 Years Resident Immigration Visa to investors to Stay in Indonesia as Investors second home Investment program for Indonesia.

Dr. Muhammad Asmi Optimistic that this is the best Solutions for the President Jokowi to Stimulate the Indonesian Ekonomi Reform to Booming the property Industries Become More Competitive for Investment as the world Second Home Investment projects Strategic Strategy to became world 1st choices for property investment in the world.


PINJAM DANA DARI WORLD BANK LAGI UNTUK ATASI DEFISIT KEUANGAN NEGARA DAN ANJLOK NILAI RUPIAH ADALAH JALAN PINTAS “INDONESIA FOR SALES”

IMG_1720

Indonesia tidak perlu Pinjaman Dana Asing Lagi untuk Bangun
Perekonomian dan Infrastructur Negara, Menurut Pengamatan Dr. Muhammad
Asmi sebagai Penulis Buku Terbaru Beliau Berjudul Indonesia
Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030 terbitan Gramedia
Indonesia.

Presiden Membutuhkan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar ” Sebagai
Prioritas Strategis Presiden dan Jajaran Pemerintahan Sekarang dengan
Versi IAP: BOT seperti yang kami saran dibawah ini.

Jangan Sampai Indonesia dijajah oleh Penjajahan Penguasa Ekonomi
dunia, Karena Menghadapi Krisis dan Permasalahan Defisit Keuangan dan
Ancaman Anjlok nya nilai Rupiah.

Saran kami sebagai Pengamat Opini Perekonomian Indonesia, “Jangan
Pilih jalan Pintas” dan “Jangan Tambah Hutang Luar Negeri” , Sekarang
sudah Ro 3( +-) Ribu Triliun Hutang Luar Negeri dan Sekarang Mau
tambah lagi hutang USD 11 Billion / Rp 144 Triliaun) dan Hutang RP 520
Ribu Triliun Rupiah dari Negara China untuk Proyek Bangun
Infrastruktur dan Pasti Membengkak Bertambah Biaya APBN 2015 Pusat ,
Karena pada awal Feb 2015 lalu, Sejumlah Rp 500 lebih Triliun Rupiah
Dana APBN 2015 membengkak Kebocoran di Efek Jakarta karena tarikan
Modal Dana Asing di Pasaran Modal Efek Jakarta ambruk 535 point,
Sekarang Pemerintahan Jokowi JK Pilih Jalan Pintas Pinjam Dana dari
World Bank , ADB dan IMF “, aksi ini adalah “Jalan Pintas Merugikan
Negara ? Dan Aksi ini hanya bersifat Sementara untuk Memgimbang Nilai
rupiah ketahap tetap untuk di Pertahankan di kadar Rp 13,000 per
Dollar Amerika adalah Salah dan Berbahaya Riskan Indonesia bisa
Bangkrut seperti Sejarah Hitam tahun 1998 …

Aksi Strategi Jalan Pintas Pijaman Dana Asing ini Sama Arti nya dengan
tanpa di sengaja dan disadari Pemimpin telah bertujuan “Menjual
Indonesia kepada Penguasa Penjajahan ekonomi Dunia”…
Dan Kalau Berlanjutan Strategi ini artinya Pemimpin kita Sudah
Bangkrut Idea dan Menyerah Kalah Sebelum Berjuang dan Sebagai Pemimpin
yang lemah dan Menzalimi Kedaulatan NKRI dan Rakyat Indonesia.

Dengan Strategi Pemerintahan Sekarang ini, Hutang Luar Negeri Negara
bisa Membengkat drastis sampai ketahap Rupiah 1,2 Ribu ke Rp 4,2 Ribu
Triliun sampai bulan Dec 2015 ini, jika Pemerintah tetap Mengikut
Perintah dan Pola Main Bank Dunia dan IMF ” dan Strategi Negara Asing
yang berniat jahat dengan Pola Strategi tetap naikan kan BBM, LPG dan
Semua Bahan Sembako yang Puncak Energy yang Pasti Meningkatkan Biaya
Cost Operational dan Kehidupan Harian Rakyat, Para Pengusaha Industry,
Konstruksi, Perdagangan Pengusaha, Para Investors, Para Petani ,
Nelayan dan Seluruh Rakyat Indonesia dalam bahaya Inflasi dan Krisis.
Sudah terbukti Pemerintah baru 9 Bulan sudah Tambah Biaya APBN P lebih
Rp 1 ribu Triliun melalui BUMN, Asean Keyagan Modal Efek Jakarta,
Garuda, Proyek Refinancing Proyek Jalan Tol Bali, Melalui Beberapa
proyek Pelabuhan kecil dan Sekarang Indonesia siap mau Pinjam Uang
Luar negeri lagi dari Negara China sejumlah USD 50 Billion ( Rp 520
triliun ) untuk Proyek Infrstruktur di Republik Indonesia ? Dan ini
adalah Jalan Pintas dan Strategi Pihak Penjajahan Perekonomian Dunia
….
Pinjam Uang Luar Negeri mudah kalau ada kolektrol atau Transaksi Proyek
pasti bisa dapat pinjamannya ? Tetapi Pemerintah Indonesia Sekarang
pasti terikat dengan Perjanjian Kolektrol yang pasti lebih Sepihak dan
Siapa yang bayar dan tanggung semua hutang dan Bayar hutang negara ini
? sudah pasti Rakyat Indonesia , Sedangkan Rakyat pasti tidak mampu
membayar sekali pun koleksi dari hasil pajak 50 ke 100 tahun baru
mungkin selesai?….

Kepada Para Tim Penasihat Ekonomi dan Hukum Presiden, Supaya lebih
berhati hati dalam membuat Perencanaan Plan Perekonomian Pemerintahan
Jokowi JK, Bila buat Penelitian dengan baik nasihat kami dan Saran
kami siap buat bedah Strategi kami lebih Efektif dan Kompetetif serta
terjamin Menguntungkan Negara dan Rakyat Indonesia..
Ini Agenda dan Strategis Strategi yang di Prioritas Kebutuhan Indonesia :
Pemerintahan wajib melakukan Strategik Strategi yang Sederhana Saja,
Kami gelar ini yalah “Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah”( Smart
Government Holding Strategic Strategy) , seperti yang di masukan di
bawah ini:

1.Dengan Perintah Presiden Tidak ada Kenaikan Semua sumber Bahan
Energi ( BBM, LPG, LISTRIK, dan AIR PUMP dengan komitmen sekarang
sebagai Strategi Prioritas Perintah Presiden untuk mengembalikan
kepercayaan dan keyakinan Pasar dan Rakyat Indonesia kepada Kemampuan
Pemerintahan baru menyelamatkan Ekonomi Indonesia.

2.Larangan keras dan tidak ada kenaikan Bahan Sembako, Bahan Materials
Industri dan larangan kenaikan biaya Transportasi, Tol dan yang lain
lain terkait kepada bahan yang meningkatkan biaya Operational produksi
Produk Perekonomian Negara.

3. Satu komitmen dratis Presiden/ Pemerintah tidak ada kenaikan semua
Pajak, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 tahun
Periode Pemerintahan Presiden keatas 3 Item diatas sebagai strategi
Stimulasi Pertumbuhan Perekonomian sebagai Jaminan kongkrit Presiden
untuk mengembalikan jaminan Kepercayaan dan Keyakinan Pasaran Modal
Keuangan kepada Substansi Menjamin Fundemental Pertumbuhan
Perekonomian dengan drastis dan Rupiah lebih terjamin setelah 3 bulan
kedepan terlaksananya Strategi Penyelamat ini tutur Dr Muhammad Asmi
dengan optimis.

Jika Pilih Jalan Pintas Pinjam Dana Asing dan Naik BBM dan LPG lagi,
Pemerintahan Jokowi dan JK akan Bangkrut dan Gagal karena di bebankan
oleh Krisis Hutang Luar Negeri yang amat besar.

Sekarang Rakyat , Para Pengusaha dan Para Investors tidak Percaya dan
tidak Yakin kepada kemampuan Sistem Pemerintahan yang tidak Konsisten
dan Tidak Kongkrit dengan Jaminan Pembenahan Sistem dan Regulasi
Pemerintah yang Sistematis, kongrit, Kompiten yang Menjaminkan Harapan
Publik (Hope) bahwa Pemerintahan Jokowi mampu memberi komitmen dan
Jaminan Fundermental Perrkonoian Infonesia bisa bertahan dan Indonesia
bisa membangun negara dengan tidak memiliki Strategis Strategi yang
lebih terjamin dan Kongrit .

Dengan tetap Strategi Pemerintsh untuk Aksi Menaikan harga BBM setelah
lebaran dan pasti mengundang kensikan LNG , Listrik dan Air Pump dan
Pasti mengundang kebaikan Sembako dan semua Biaya Operational Industri
dan Pubrik naik Mengundang Bahaya Krisis Ekonomi lebih Memburuk dan
Membebankan Kepada Ancaman Nilai Rupiah akan terus akan Mencapai
kepada tahap Rupiah 14,000 Ke Rp 14,500 ribu per Dollar pada Dec 2015
ini.

Kalau tidak ada Aksi dan Komitmen Dari Presiden Jokowi dan Seluruh
Jajaran Kementerian Beliau akan lebih Memburuk keadaan Krisis Ekonomi
dan Menambah Membengkak Hutang Luar Negeri bisa menjadi Rp 4 Ribu
Triliun Rupiah pada Dec 2015 ini dan Biaya APBN Pusat 2015 pasti akan
lebih Membengkak Defisit Keuangan negara kepada mencapai Rp 1,2 Ribu
Triliun Rupiah dampak aksi jalan Pintas Pilihan Penerintahan
Sekarang…

Trent Sekarang adalah Trent Mainan Penjajahan Ekonomi Dunia dan Siap
Untuk Pinjam Uang Kepada Indonesia yang Berpotensi Menjadi Kuasa
Ekonomi Dunia sebelum tahun 2030 Menjadi Gagal jarean terpaksa
Berhutang Dengan Negara Negara Penguasa Ekonomi Dunia Mrlaui Bank
Dunia, ADB dan Paling Bahaya IMF….

” Ini Sakadar Highlights dan Warning kepada Pemerintahan Jokowi dan
JK, Indonesia dari 6 Bulan Ke depan bisa Lebih Memburuk kalau
meneruskan cadangan menaikan aksi Jalan Pintas ini ” naikan BBM dan
LPG dan Pinjam Uang Luar Negeri Wajib di hentikan…

Para Pemimpin harus Fokus pada Punca Segala Krisis adalah ”
KESEJAHTERAA DAN KEBAHAGIAAN ” Rakyat Indonesia Sesuai Komitmen
Kampanye Pilpres Presiden Jokowi JK..

Pemerintah Harus Milih Strategi yang Tepat dan Harus Berkorban Waktu
dan Sedikit Modal Kerugian Awal Pemerintah Jokowi JK sebagai
Investment Capital Negara , tetapi Aksi ini Memberi Jaminan Pulangnya
Pendapatan Negara yang terjamin Menguntungkan Pulang yang Besar dalam 2
tahun Ke Depan dengan Sasaran 7% GDP pasti menjadi Realita dengan
Target dan Strategi yang tepat tidak Perlu Berhutang dengan Bank Dunia
/ IMF dan Negara Asing, Cukup Presiden kita Gunakan Kebijakan Pintar
Pemerintahan seperti yang kami hasilkan Strategi dari hasil Riset dan
Pengelaman Kami di Negara China, India dan Dubai, Abu Dhabi UAE bisa
menjadi Penguasa Ekonomi Dunia hanya dalam jangka waktu 30 tahun..

Sebenarnya dengan Kewenangan Presiden yang Berani dan Wajib Memiliki
Mimpi Besar sesuai dengan Impian Negara dan Inspirasi Rakyat Indonesia
, kita mampu Bangun Infrastruktur dan Perekonomian Negara tanpa
Mengunakan Dana APBN , Cukup dengan Komitmen Kebijakan Presiden dengan
3 Strategis Strategis Penanguhan IAP: BOT pada Bab 5 dan Bab 6 ( Item
1,2 dan 3)….Indonesia akan Mrnjadi Pusat investasi bagi para
Investors dunia sebagai ” The New Dragon Of Asia” Bisa dicapai dalam
Pemerintahan Jokowi JK dalam Priode Pertama ini kamit Dr. Muhammad
Asmi dengan Optimis..

Dapatkan Buku Terbaru hasil Riset dan tulisan Dr. Muhammad Asmi
Berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia”, dengan judul
Kecil Indonesia Bisa Bangun Infrastruktur dan Perekonomian Negara
tanpa perlu Mengunakan biaya Dana APBN. ( terbitan Gramedia dan Sudah
brrada dinpasaran di Seluruh outlet toko toko Gramedia di
Indonesia)…


INDONESIA TIDAK PERLU PINJAM DANA USD 11 M DARI WORLD BANK, CUKUP DENGAN 3 STRATEGIS STRATEGI IAP: BOT MENYELAMATKAN ANJLOKNYA NILAI RUPIAH DARI TERUS MEMBENGKAK DEFISIT KEUANGAN NEGARA.

INDONESIA KUASA EKONOMI_C_R4
Presiden tidak perlu kesal dan tidak perlu takut menghadapi dampak keputusan tidak populer karena sudah ketelanjuran menaikan BBM,  Penyebabkan Anjloknya nilai rupiah dan memburukan kondisi Krisis DefiSit Keuangan Negara.
Aksi segera untuk  menangani ancaman terus terpuruknya nilai rupiah dari 13,400 sekarang akan berterus anjloknya sampai ke tahap Rp 15,000 per USD 1.00 dalam 6 bulan kedepan. Dengan kondisi Ekspor Produk – Produk Indonesia dan Penarikan dana Keuangan asing dan tidak ada  pemasukan  dana asing FDI .
Dan kejatuhan Pasar Keuangan 679 point ( dari 5300 point) 2 minggu lalu sudah kami prediksi dati hasil analisis awal kami akan terus anjlok, Kalau Presiden tidak Menangani  Pasar dengan Berani Melakukan Komitmen untuk mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha Lokal dan Para Investors Asing dengan Komitmen Regulasi dan Insentif yang lebih Efektif dan Kompetetif yang boleh Menjaminkan Kepentingan Investasi yang terjamin dalam jangka Waktu Panjang menguntungkan Negara, Rakyat dan Para Investors.
Setelah hampir 9 bulan Pemerintahan Jokwi – JK  Rakyat Indonesia ,Para Investors Pasar Modal Keuangan (Efek) dan Para Pengusaha Industri ,Para Pengusaha Manufacturing Produk Produk Indonesia tidak beraktivitas Karena Mereka Masih tidak mendapat komitmen yang kongkrit, Satu Sistem dan Regulasi yang Menjaminkan  dan kepastian Menjaminkan Keyakinan dan Kepercayaan kongkrit Keatas Sistem dan Regulasi Presiden yang Menijinkankan Fundamental Ekonomi  dari segi Konsistensi Pemerintahan Jokowi JK yang Menjanjikan masa depan Investasi dengan lehih terjamin dan Kompetetif secara transparansi sebagai UU yang kompetetif dan Menguntungkan  Semua Pihak ( Kepentingan Negara, Rakyat dan Para Investors) sebagai Contoh Presiden Harus Berani membuat komitmen dan menjadikan 3 Perkara di bawah sebagai strategis Strategi Penangguhan selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK, Di Jamin Mengembalikan Kepercayaan Publik , Para Pengusaha dan Para Investors dan Tuntas Permasalahan Defisit Keuangan , Pasar Modal dan Masalah Ancaman Anjlok Rupiah bisa  kita Stabilkan dengan Segera Pasaran Modal dan Rupiah akan Melonjak naik dan Pasti Menarik Minat Investasi Para Pengusaha dan Para Investor Pasti akan meningkat drastis tutur Dr. muhammad Asmi dengan Optimis..
Pemerintahan wajib melakukan Strategik Strategi yang Sederhana Saja, Kami gelar ini adalah “Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah”( Smart Government Holding Strategic Strategy) , seperti yang di masuksn di bawah ini:
1. Dengan Perintah Presiden Tidak ada Kenaikan Semua sumber Bahan Energi ( BBM, LPG, LISTRIK, dan AIR PUMP dengan komitmen sekarang sebagai Strategi Prioritas Perintah Presiden untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinan Pasar dan Rakyat Indonesia kepada Kemampuan Pemerintahan baru menyelamatkan Ekonomi Indonesia.
2. Larangan  keras dan tidak ada kenaikan Bahan Sembako, Bahan Materials Industri dan larangan kenaikan biaya Transportasi, Tol dan yang lain lain terkait kepada bahan yang meningkatkan biaya Operational produksi Produk Perekonomian Negara.
3. Satu komitmen dratis Presiden/ Pemerintah tidak ada kenaikan semua Pajak, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 tahun Periode Pemerintahan Presiden  keatas 3 Item diatas sebagai strategi Stimulasi Pertumbuhan Perekonomian sebagai Jaminan kongkrit Presiden untuk mengembalikan jaminan  Kepercayaan  dan Keyakinan Pasaran  Modal Keuangan kepada Substansi Menjamin Fundemental Pertumbuhan Perekonomian dengan drastis  dan Rupiah lebih terjamin  setelah 3 bulan  kedepan terlaksananya Strategi Penyelamat ini tutur Dr Muhammad Asmi dengan optimis.
Sekiranya krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Nilai Rupiah terus terbiar berkelanjutan dan tidak ada Solusi Penyelamatan dengan segera datang Presisen..
Kondisi Pasaran Modal Keungan Efek akan terus diserang Penjualan Saham Asing dan akan terus Mengancam Nilai Rupiah ke tahap Rp 13,500 ke R14,000 per Dollar Amerika dan Jika juga tidak ada Perubahan Drastis sesuai dengan dibatas di lakukan Rupiah akan terus Anjlok sehingga ketahap berbahaya Ke Nilaii Rp 14,500 ke 15,000 sampai Dec 2015 ini..
Ancaman dari aksi Penarikan Investment Capital Asing akan berkelanjutan karena tidak ada Kepercayaan dan Keyakinan pihak Pengusaha  dan Para Investors asing  atau Potensi FDI tidak yakin untuk  berinvestasi ke Indonesia.
Maka Pemerintahan sekarang wajib mengembalikan Kepercayaan dan keyakinan  Pasar ini dengan segera. Atau Indonesia terpaksa kembali dengan ancaman Bangkrut 10 tahun kedepan.
Pemerintahan jangan Memilih Pinjam Uang Luar Negeri sebagai Solusi , Ini Satau Komitmen yang Silap dan Sama Artinya Pemerintahan Sekarang Menjual Indonesia …kIta Masih Ada Solusi Lain yaitu 3 Kebijakan diatas, Sama artinya Penanaman Modal Pemerintah dengan Subsidi yang Positif dan Inspiratif ini menjaminkan Kesejahteraan dan Kebahagiaan bagi Keuangan Negara,Rakyat,  Keyakinan Industri Perdagangan dan Para Pengusaha dan Para Investors terjamin Berkembang berlipat ganda..
3 Strategis Strategi Penanguhan diatas Tidak Perlu Pinjaman World Bank USD 11 Million Dollar Hutang Luar Negeri Akibat  Penambahan  biaya APBN 2015 yang kian membengkak dan kita bisa mencegah Indonesia dari kembali diancam Krisis Hitam Ekonomi 1998 yang membawa Kita sekali lagi dalam bahwa tunduk kepada Penjajahan Perekonomian Dunia..Karena Pemimpin yang Bangkrut Idea karena tidak Visioner dan tidak menguasai gagasan beliau dengan Murni dan Tidak Berani Melakukan PERUBAHAN dengan Regulasi yang Sempurna Secara Sistematis dan Kongkrit yang terjamin.
Maka Dr. Muhammad Asmi sarankan  Presiden siap membuat aksi Komitmen drastis dengan aksi Penangguhan  Kenaikan BBM, LPG, Listrik dan Air Pump selama 5 Tahun Periode Pemerintahan baru sebagai Strategi untuk Menyakinkan Keperycaan kepada Para Pengusaha dan Para investors sekaligus sebagai Strategi Penstabilan Ekonomi untuk Kesejahteraan dan Kebahagiaan Rakyat sesuai perlaksanaan janji kampayne Presiden pada Pilpres 2014 lalu…
Efektif dan  Efisiennya Perlaksanaan Program Strategik ini wajib dengan  Perintah tegas Presiden kepada Menko dan Kementerian terkait untuk Mengontrol dan Mengawasi segala pelaksanaan kenaikan Barang Barang Sembako  dan Material  Industri  wajib di kontrol dengan drastis dan sempurna untuk menjaminkan kelancaran semua barang Sembako , Material Industri dan Biaya Transportasi di pastikan tidsk nsik lagi dan di turun ke tahap normal seperti sebelum kenaikan BBM.
Dengan keberanian Presiden/ Pemerintahan melakukan Strategi  Penangguhan  kenaikan BBM dan Semua sumber energi yang di sebut kan distas tadi  sehingga  5 tahun kedepan, Kami Optimis Presiden Indonesia akan memberi kejutan yang ‘miracle’ kepada Para Pengusaha dan Para Investor asing dan lokal akan memberi Jaminan kembalinya Berkeyakinan dan Kembalinya Kepercayaan Pasar Keuangan kepada Pasaran Modal Keuangan dan Fundamental Ekonomi dan Rupiah lebih terjamin menguat ke tahap Rupiah 11.00 per USD 1.00 12 bulan kedepan.Dr. muhsmmad Asmi Optimis sasaran GDP 7 % akan menjadi kenyataan..
Strategi ini juga mencairkan Kebuntuan defisit Keuangan, ekonomi dan  Politik dengan memberi kepercayaan dan keyakinan Rakyat deangan lebih Substansi dan Kongrit .
Dunia menunggu kepada kebijakan Presiden Indonesia untuk menangani krisis Deficit Keuangan  Negara  dan Krisis ancaman Anjloknya keatas nilai Rupiah  tuntas dalam 3 bulan kedepan, terjamin selesai dengan ketentuan Produk Stategi Presiden yang luar biasa dan Drastis ini.
Dan Para Pengusaha dan Para Investor investor Asing maupun Investor Lokal akan berpeluang memprojeksi Kemampuan Produsen Produk jangka panjang 5 tahun ke depan, mereka lebih menjaminkan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia dan Potensi  Investasi FDI di Republik ini akan lebih beradidaya saing, berpotensi menarik investasi dengan lebih kompeten..
Aksi Strategic Strategi Penangguhan ini akan mengoreksikan keyakinan Pasaran Modal Keuangan, Pasaran Ekspor dan Investasi ke Indonesia dengan lebih terjamin Produktif dan kompetitif.
Sekarang bukan waktu mencari Kambing Hitam tetapi Kita mencari Solusi Kebijakan seorang Pemimpin yang membawa ‘Revolusi Mental ‘ yang Riil, sebagai aksi Presiden yang luar biasa dari ‘Revolusi Mental’ adalah satu satunya ” Solusi  Kebijakan dan Keberanian dari  seorang Presiden yang Berani Melakukan PERUBAHAN DRASTIS DAN SEMPURNA , demi untuk Menyelamatkan Indonesia dari terus berkelanjutan dari Krisis Defisit Keuangan, Serangan Penarikan Dana Asing di Oasaran Modal dan Ancaman nilai rupiah terus tepuruk dalam 6 bulan kedepan (Dec2015) akan sampai ke nilai Rp 14,000 ke Rp 15,000 per USD Dollar jika Presiden dan Jajaran Pemerintahan Jokowi JK tidak mensngani dengsn Strategi yang Tepat…menurut Hadil Riset dan Analisis 6 bulan kedrpan Perekonomian Indonesia sjsn dsksm kridis Ekonomi yang Berbahaya tutur Dr. Muhammad Asmi dengan optimis…
Analisis dari Tim. Ekonomi dan Politik  I am President Institute Bogor ysng di Ketuai oleh Dr. Muhammad Asmi .
Ini adalah Fakta dan Dampak dari konsekwensi kenaikan BBM  memabwa dampak kepada segala kenaikan Bahan Energi Yang pasti  memaksa Kenaikan Sembako, Biaya Jasa, Transportasi, Raw Material Produksi, Listrik, Air Pump , Bahan Konstruksi Bangunan dan lain lain yang mengundang inflasi dan krisis bertambah, bebanan  Defisit Keuangan negara, Hutsng luar negeri bertambah karena biaya APBN bertambah dan ancaman anjloknya rupiah lebih Memburuk .
Sudah pasti Para Pengusaha Industri dan Para Investors Produk Produk Manufacturing  Indonesia tidak yakin dan nengangap tidak ada harapan dan tidak ada Potensi lagi untuk berinvestasi di Indonesia, Karena  Pemerintah Jokowi belum memberi Jaminan Sistem dan Regulasi yang Kongkrit  untuk menangani masalah Ancaman Anjloknya Rupiah, Krisis Bengkak Hutang Luar Negeri dan Krisis Defisit Keuangan Negeri bisa di Sikat tatal dakam 3 bulan kedrosn, selagi permasalahan sumber energy sebagai sumber Nadi perkembangan Ekonomi dan Kebutuhan Semua Usaha adalah berpunca dari sebab kenaikan BBM mengakibatkan segala biaya Kenaikan ‘operational cost’  dan krisis, Jika Tidak ditangsni dengan segera dan tidak ada usaha dan jaminan kongkrik dari Kebijakan Presiden/Pemerintah, Segala Investasi dan Produk Produk Produsen ekspor Indonesia tidak bisa bersaing  dengan lebih kompeten dengan produk asing di pasaran dunia. Karena analisis para Pengusaha manufacturer  dan pengusaha Industri dari prospektif Projection Pas 5 tahun ke depan tidak akan ada prospektif  yang menguntungkan investasi mereka dan pasti tidak menhsminksn Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jika Pemerintah tidak siapkan Mekanisme Produk yang Sempurna untuk siap melayani ancaman dan tuntutan Pasaran modal Keuangan dan keyakinanan Investor sesuai investasi yang di Promosikan oleh Presiden baru baru ini di sidang CEO Submit di Tiongkok , Di Asean Business Submit di Myanmar dan G20 Submit di Autralia tidak Mendatangkan impact keyakinan para Investors masih  tidak bisa dilaksanakan,  karena tidak siap dengan Mekanisme dan Program Negara yang masih di tahap wacana Presiden saja. Sedangkan di pihak Perlaksanaan seluruh Jajaran Kementerian,  dinas – dinas Pemerintahan  masih belum siap melayani Program Perekonomian Negara yang masih belum siap melayani Kedatangan Investors untuk berinvestasi ke RI. Pihak Kementrian dan Dinas Dinas Negara tidak siap melayani Kedatangan Investors dikarenakan belum adanya Blue Print program Produk Perekonomian Negara yang di maksudkan  Presiden tidak kongkrik dan masih wacana dan pasti ini akan mengecewakan keinginan Para Investors untuk menyambut seruan kampanye Promosi Presiden di luar Negeri terpaksa pulang dengan tangan Kosong dan kecewa  pemerintah tidak siap Produk Perekonomian yang kongkrit.
Dr. Muhammad Asmi Optimis dengan 5 Strategi IAP: BOT (I Am Prediden Institute) dengsn Priotitas Strategik Strategi Penangguhan  di laksanakan  segera, menjaminkan Fundemental Perekonomian Indonesia tidak akan mengecewakan Para Pengusaha  dan Para Investors ading atau investor lokal  dan dengan Sinerginya Pelaksanaan Strategi ‘Penanguhan pemerintah yang di maksudkan  diatas tadi  Kita bisa Mengembalksn kepercayaan dan Keyakinan Pengusaha Manufacturing dan Para Investors sekalian Strategi  menguatkan nilai Rupiah dan Pengusaha akan lebih Fokus pada produksi Produk Indonesia dengan lebih Kompeten, Karena tidak ada kenaikan ‘Cost Operational untuk memproduksi produk produk  indonesia,  tidak akan ada kenaikan Upah, tidak ada inflasi Rakyat Dan  rakyat pun pasti senang dalam jangka waktu 5 tahun kedepan dengan tenang , sejahtera dan bahagia menikmati janji politik kampayne Presiden pada Pilpres lalu di tunai  dengan Sempurna, tidak ada kenaikan sara kehidupan yang tidak tinggi dengan ‘Strategi Penanguhan seperti yang di maksudkan diatas.
Sebagai Pengamat Ekonomi Dr. Muhammad Asmi Optimis ini adalah satu satunya kebutuhan Strategi Drastis ‘Revolusi Mental  ‘ yang ‘ Gila’, tetapi menjaminkan Substansi  Impak drastis dan Solusi untuk Penyelamat kepada Krisis Perekonomian Indonesia dengan lebih terjamin untuk mengembalikan keyakinan dan Keperyaan Pasar Keuangan dan Para Pengusaha dan para Investors  keatas komitmen Pemerintahan Presiden keatas  segala kunci Penyeksmatan Krisis Permasalahan Defisit Keuangan dan ancaman Rupiah selesai dan Substansi  yang Menyakinkan dengan kongkrik Fundamental  Ekonomi terjamin dengan Potensi Investasi  dan bisnis di Indonesia tutur  Dr. Muhammad Asmi dari I Am President Institute dengan Optimis.

NEW REALEASE BOOK , THE BEST SELLER “INDONESIA KUASA EKONOMI KE 5 BESAR DUNIA”

 IMG_1720
Buku Best Seller kami Berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030″ sudah di berada di Pasaran, Sebuah buku Yang Inspiratif untuk “Mewujudkan Impian Indonesia” dan Sebagai Solusi Kepada Presiden dan Seluruh Jajaran Kebinet Menteri Indonesia untuk Mengatasi Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah, Tidak Perlu Pinjam Dana Dari World Bank.
Indonesia tetap bisa Membangun Perekonomian dan Infrastruktur  Indonesia bukan saja tidak perlu pinjam dana Asing atau tidak perlu biaya Dana APBN Pusat…Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan IAP: BOT seperti contoh  hasil Riset saya dalam buku terbaru kami terbitan Gramedia ini

Seminar Ekonomi Nasional “Mewujudkan Impian Indonesia”

IMG_0857

Dr. Muhammad Asmi dan tim President Tv memenuhi agenda resmi Wakil Bupati Banjar–Kalimantan Selatan untuk menyampaikan beberapa materi terkait strategi investasi pada seminar yang diadakan di Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Martapura (STAI).

Kedatangannya disambut langsung oleh Dr. H. Ahmad Fauzan Saleh, M. Ag. dan dihadiahi kain khas Martapura yakni Sasirangan, sebagai symbol kehormatan bagi tamu undangan yang berkunjung ketanah Martapura.

Dipertemuan pertamanya, Wakil Bupati Banjar yang akrab disapa Bapak Fauzan ini mengaku antusias untuk segera dapat berdiskusi langsung terkait visi&misi DR. Muhammad Asmi yang tertuang di dalam buku Solusi Pemerintah RI membangun Perekonomian & Kesejahteraan  250 juta Rakyat.

“saya sangat berterima kasih kepada tim I AM PRESIDENT INSTITUTE karena bersedia hadir di Kabupaten Banjar ini untuk bersama-sama berdiskusi tentang investasi bagi kemajuan Kabupaten Banjar” ujarnya.

Menanggapi sambutan hangat ini, DR. Muhammad Asmi mengaku tidak akan segan-segan untuk membagi ilmunya yang merujuk pada branding city untuk Kabupaten Banjar beserta strategi-strategi jitu untuk mewujudkannya, “pada seminar nanti saya akan mengupas strategi terbaik untuk membuka peluang kemajuan bisnis dan perekonomian di Kabupaten Banjar” tuturnya.

Acara Seminar di hadiri oleh Wakil Bupati Banjar sekaligus Ketua STAI Darussalam Martapura Dr. H. Ahmad Fauzan Saleh, M.Ag, Prof. Dr. H. LutfiFatah, Msc sebagai pemateri bidang Strategi serta gambaran isu kekinian dan perkembangan program-program pemerintah dalam menopang keberlangsungan pengelolaan Sumber daya alam dan Eksplorasi Perkembangan Daerah Kabupaten Banjar menuju Kota Madani yang Agamis, dan DR. Muhammad Asmi sebagai pemateri tentang Mewujudkan Impian Indonesia, Rabu (06/06).

Dalam materi yang disampaikan oleh Ahmad Fauzan, ia banyak memberikan gambaran umum peluang investasi dan jaminan investasi di Kabupaten Banjar. Ia memberikan beberapa gambaran tentang geografis, geologis, serta berbagai sumber daya yang dapat dimaksimalkan. Seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sebagainya.

“Kabupaten Banjar memiliki sumber daya alam yang sangat baik, terlebih pada sector pertambangan batu bara. Kami juga memiliki sumber daya manusia yang terampil dan sudah mengenal baik situasi di lapangan. Selain itu, kami juga memiliki luas lahan yang memadai untuk dimaksimalkan fungsinya” tuturnya membuka materi pertama pada seminar.

Selanjutnya, Prof. Dr. H. Lutfi Fatah, Msc sebagai pemateri kedua menambahkan pandangannya terkait gambaran program-program pemerintah dalam mengelola asset sumber daya alam yang ada di Kabupaten Banjar. “pemerintah memberikan sinyal positif bagi investor untuk bergabung dengan pemerintah dalam mengelola ini demi kemajuan daerah tersebut”

IMG_0849

Sedangkan dari DR. Muhamaad Asmi sendiri, ia  menegaskan bagaimana mekanisme terwujudnya impian kemajuan daerah di Indonesia, khususnya Kabupaten Banjar, “tujuan dari terbukanya peluang investasi adalah untuk membangun pembaharuan Kabupaten Banjar menjadi kota yang produktif, kreatif, sejahtera, mandiri, dan modern. Artinya masyarakat mendapatkan pekerjaan, kreatifitasnya berfungsi maksimal, sejahtera mulai dari perekonomian hingga kesehatan, mandiri yang berarti tidak bergantung pada APBD maupun bantuan dari Pusat, dan modern secara rohani dan intelektual” ujarnya dalam seminar yang dikutip oleh tim iapnews.co.id.

Usai seluruh materi disampaikan kepada para peserta seminar, panitia memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin mengajukan pertanyaan. Namun yang menarik adalah bagaimana ragam jawaban mereka ketika DR. Muhammad Asmi bertanya kepada salah satu dari tentang mimpi mereka secara individu. Ada beberapa yang bercita-cita menjadi Bupati Banjar, ada pula yang ingin menjadi Presiden, bahkan ada yang menjawab ingin menjadi seperti DR. Muhammad Asmi.

Setelah suasana telah berubah menjadi lebih akrab, dan acara pun telah selesai, pemateri dan peserta seminar pun berkesempatan untuk berfoto bersama. Diakhir sesi, baik Ahmad Fauzan maupun Prof Lutfi, dan peserta seminar mengaku senang karena DR. Muhammad Asmi dapat memenuhi undangan ini sebagai pemateri dan sangat memberikan motivasi bagi mereka, “Saya dengar tidak mudah untuk mengundang DR. Muhammad Asmi untuk menjadi nara sumber tapi bersyukur sekali kami karena mendapat kehormatan karena beliau bersedia hadir dan membagikan ilmunya kepada kami” ujar Prof Lutfi.

 IMG_0843


Pengusaha dan Investors menunggu Kebijakan dan Komitmen Regulasi yang Kongkrit dari Pemerintahan Presiden Jokowi Setelah Rapat dengan Para Ekspotir

IMG_3082

Dr. Muhammad Asmi mengamati tidak akan dapat di selesaikan Permasalahan anjloknya hasil Ekspor Produk Indonesia yang menurun hasil Ekspor adalah di sebabkan kenaikan BBM yang menyebabkan Segala Biaya Produksi Pabrik dan Industri Meroket dan tidak Kompetitif.. Solusi yang di Butuhkan Pemerintahan Jokowi adalah Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors dengan Sistem dan Regulasi yang Konsisten dan Kongkrit harus di implimentasikan segera..

Dr. Muhammad Asmi Sebagai Pengamat Ekonomi dan Pencipta Strategis Strategi IAP: BOT. dari I AM President Institute Bogor. Pemerintahan Jokowi membutuhkan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah yaitu Jangan ada kenaikan kepada semua Sumber Daya Energi dan Sembako Sebagai Strategi Penangguhan Pintar Pemerintahan Jokowi Seperti dibawah ini :

1. Tidak ada Kenaikan Semua sumber Bahan Energi ( BBM, LPG, LISTRIK, dan AIR PUMP dengan komitmen sekarang sebagai Strategi Prioritas Perintah Presiden untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinan Pasar
dan Rakyat Indonesia kepada Kemampuan Pemerintahan baru menyelamatkan Ekonomi Indonesia.

2.Perintah Larangan Keras dari Presiden tidak ada kenaikan Bahan Bahan Sembako, Bahan Materials Industri dan larangan kenaikan biaya Transportasi, Tol dan yang lain-lain terkait kepada bahan yang meningkatkan biaya Operational Produksi Produk Perekonomian Negara.

3. Satu Komitmen Drastis Presiden/ Pemerintah tidak ada kenaikan semua Pajak, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 tahun Periode Pemerintahan Presiden keatas 2 Item diatas sebagai Strategis Strategi Busters Pertumbuhan Perekonomian Indonesia.

Strategi ini adalah Jaminan kongkrit Presiden untuk mengembalikan Kepercayaan dan Keyakinan Pasaran Modal Keuangan kepada Substansi Jaminan Fundemental Ekonomi Indonesia, Tetap kompetitif dan Rupiah lebih terjamin setelah 6 bulan kedepan terlaksananya Strategi Penyelamat ini di laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti Membawa Kejutan Positif kepada Dunia dan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia akan lebih terjamin bertumbuh dengan lebih Agresif dan Kompetitif.

Karena Pengusaha dan Para Investor lebih berkeyakinan untuk memilih Indonesia sebagai destinasi Investasi mereka karena ada jaminan Sistem, Regulasi dan Insentif yang Kongkrit dari Pemerintahan Jokowi .

Kejutan ini akan Indonesia akan Menjadi Negara Investasi yang lebih Kompetitif Investasi dengan 3 Strategi Penangguhan ini, Para Pengusaha dan Para Investors bisa lebih fokus kepada Projection Produksi Pabrik Produk Ekspor Indonesia dan Pembangunan Drastis Industri dan Perekonomian akan lebih Signifikan berkembang selama 5 tahun akan menjaminkan Peningkatan hasil Usaha Pabrik dan Industri meningkat berlipat kali ganda dengan lebih terjamin, meningkatkan kapasitas ekspor produk Indonesia dengan harga yang lebih murah dan kompetitif di pasaran dunia.

Dampak positif ini, pasti akan menjaminkan jaminan Sosial kepada seluruh rakyat Indonesia yang akan menikmati Kesejahteraan dan kebahagian kehidupan dengan lebih terjamin dengan Pertumbuhan Fundemental Perekonomian negara dengan lebih Signifikan, karena tidak ada Kenaikan biaya operational dan tidak ada Kenaikan biaya sara kehidupan Rakyat harus naik yang membebankan rakyat selama 5 tahun kedepan..

IMG_3091

Semua ini Cukup Presiden Jokowi. dengan Melaksanakan 3 Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah di maksud kan di atas, adalah harapan yang selama ini telah di tunggu-tunggukan oleh seluruh rakyat Indonesia untuk dilaksanakan, sesuai inspirasi rakyat sudah sekian lama menunggu, kini sudah 69 tahun Indonesia Merdeka baru akan dinikmati sekarang arti Kesejahteraan dan Kebahagian oleh Rakyat akan bisa menikmati selama 5 tahun priode Penerintahan Jokowi dan pasti rakyat bisa memberi mandat Kepemimpinan Kepada Presiden Jokowi berlanjutan dengan Kepercayaan dan dukungsn Rakyat kepada Pemerintahan Jokowi untuk bisa terus Memimpin Indonesia bagi periode kedua (2019-2024), insha Allah …

Kalau Presiden Jokowi Berani Melakukan Pelaksanaan 3 Strategi Penangguhan Pintar ini, Adalah Strategi

Revolusi Mental Presiden Jokowi, sesuai janji Politik Pilpres 2014 Presiden Jokowi akhirnya terlaksana….tutur Dr Muhammad Asmi dengan optimis…


Aksi Menaikan BBM adalah satu Aksi Bunuh Diri Pemerintahan Presiden Jokowi

Aksi Menaikan BBM adalah satu Aksi Bunuh Diri Pemerintahan Presiden Jokowi..
Pemimpin yang Visioner dan berani tidak akan melakukan Aksi Pemerintahan Memperjudikan Masa Depan NKRI dengan bergantung dan dengan Sikap Mencari Kambing Hitam….
Ini bukan sikap Kebijakan Seorang Pemimpin dengan senang mengambil sikap suka menyalahkan Masa dan Krisis Ekonomi Dunia dan Permasalahan “Fluctuation” Pasaran Harga Minyak Bumi Sebagai ukuran Penyebab Krisis Perekonomian Indonesia berdapak krisis Defisit Keuangan Negara
dan Anjlok nya Rupiah adalah tidak tepat adalah tidak ada Pemimpin yang Cerdas dan Pintar Menguruskan Pengurusan Keuangan dan Pengurusan Sumber Daya Alam Indonesia dengan lebih efektif dan Efisien adalah Karena Kelemahan Pemimpinan / Presiden Indonesia adalah fakta
Kegagalan Indonesia menjadi negara Maju dan rakyat yang Miskin..

Ini Membayangkan kelemahan kepemimpinan dan Jajaran Pemerintahan Presiden dan seluruh Jajaran Kabinet Menteri Kerja beliau lemah dan Bangkrut ideologi dan tidak memiliki Kebijakan dan tidak Berpengelaman Ekonomi secara Global…

Aksi Pemerintah dengan hanya Menyerah kepada Pasran Dunia. Menentukan nasib dan Masa Depan Perekonomian NKRI, Adalah “Aksi Memperjudikan dan Menyerah Masa Depan Perekonomian NKRI yang bergantung dengan ukuran nilai Pasaran Harga Minyak Bumi sama artinya ” Aksi Bunuh Diri” dan “Menjual Indonesia kepada Penjajahan Perekonomian Dunia dalam jangka waktu 5 tahun ke Depan”….

Jika Presiden Jokowi tidak beraksi dengan Kebijakan Strategis Strategi yang lebih Cerdas dan Efektif untuk mengembalikan Kepercayaan dan Keyakinan Publik, Para Pengusaha dan Para Investor Asing maupun Lokal. Segala Perencanaan Presiden Untuk Mengundang Minat dan Niat untuk berinvestasi di Indonesia oleh Para Pengusaha Bisnis dan Para Investors pasti Gagal dan pasti mereka Tidak Berminat Untuk Berinvestasi di Indonesia, kalau President Jokowi tidak ada memberi jaminan Dan Komitmen yang Kongkrit secara tertulis dengan lebih agresif dan Kompetitif
Maka kami nenyarankan kepada bp. Presiden, Harus Tegas, Barani melakukan Komitmen dengan membuat Regulasi dengan Berani Melakukan Perubahan dengan lebih estreem dan Konsisten dalam menentukan Kebijakan Pemerintah yang tidak galau.harus tegas dan Jelas.

Sesuai dengan Impian Indonesia Menuju untuk Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia dengan Strategis yang komited Untuk menjaminkan Kesejahteraan dan Kebahagiaan Rakyat Indonesia , Presiden harus siap dan Berani jntuk melakukan Perubahan Drastis dengan melakukan 3 Strategis Strategi Penanguhan Versi IAP : BOT demi untuk menjaminkan pencapaian impinan Negara untuk tujuan Pemerataan Perekonomian keseluruh provinsi Indonesia sesuai dengan menepati Tuntutan Sila ke 5 Pancasila yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia”, direalitakan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi dengan Sempurna , Pasti akan menguncang Dunia dengan “Style Kehebatan Kepemimpinan dan Pola Pikir Bangsa Indonesia yang Murni dengan Revolusi Mental yang Cerdas dan Kompetitif Presiden..

Ini Revolusi Mental. Versi IAP Institute adalah Sebuah Aksi Perubahan Extreem yang Berani Sebagai Pemimpin Negarawan yang memiliki Kebijakan Mimpi Besar untuk NKRI Sempurna ide-ide yang akan Menguncang Dunia dengan Strategis Strategi Penanguhan Versi IAP: BOT kami seperti berikut:

Pemerintahan wajib melakukan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan ‘ seperti yang Extreme yang dimaksudkan berikut :

1. Tidak ada Kenaikan Bagi Semua Sumber Bahan Energi ( BBM, LPG, LISTRIK, dan AIR PUMP) selama 5 tahun Periode Pemerintahan Jokowi , sebagai komitmen Kongrit Pemerintahan Jokowi. Aksi Ekstrim ini dilakukan Sebagai Agenda Prioritas Negara Pemerintahan Presiden Jokowi demi untuk mengembalikan Kepercayaan dan Keyakinan Publik/Rakyat, Para Pengusaha dan Para Investors kepada Kemampuan dan Kesingguhan Pemerintahan Sekarang mau menyelamatkan Krisis Difisit Keuangan dan Krisis Perekonomian dan Anjloknya nilai Rupiah sebelum berlaku dengan lebih parah..

2.Cukup Dengan Konsensus Nasional Perintah Larangan dari Kebijakan Presiden Jokowi kepada Seluruh Jajaran Kementerian dan Dinas-Dinas dengan Perintah : “Tidak ada kenaikan Bahan Sembako, Bahan Materials Konstruksi dan Industri di larangan ada kenaikan, Tidak ada biaya
Transportasi, Pajak Tol dan yang lain lain terkait kepada bahan yang bisa meningkatkan biaya Operational Produksi Produk Perekonomian Negara atau segala sumber yang busa membebankan Rakyat tidak di benarkan ada kenaikan selama 5 tahun periode Pemerintahan Jokowi.

3. Satu komitmen drastis Presiden/ Pemerintah tidak ada kenaikan semua Pajak, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 tahun. Periode Pemerintahan Presiden keatas 3 Item diatas sebagai strategi Stimulasi Pertumbuhan Perekonomian sebagai Jaminan kongkrit Presiden
untuk mengembalikan jaminan Kepercayaan dan Keyakinan Pasaran Modal Keuangan kepada Substsnsi Fundemental Ekonomi dan Rupiah lebih terjamin setelah 6 bulan kedepan terlaksananya Strategi Penyelamat ini tutur Dr Muhammad Asmi.

Sekiranya tidak ada aksi segera Presiden Jokowi untuk menangani krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Nilai Rupiah dinbiar berkelanjutan dan Kondisi Rupiah didalam ancaman lebih berbahaya karena aksi Penarikan Dana Asing dari Investment Capital Asing akan berkelanjutan dengan lebih drastis karena tidak ada Keyakinan dan Kepercayaan pihak Pengusaha dan investor Asing (FDI Investment) tidak Berminat untuk Berinvestasi di Indonesia, karena Pemerintahan sekarang tidak memiliki komitmen regulasi yang kongrit untuk mengembalikan Kepercaya dan
keyakinan Pasar ini seperti sesuai yang diharapkan oleh Para Pengusaha dan Para Investors tidak menarik dan Tidak Kompetitif diperbandingkan dengan tawaran berinvestasi di negara China, India dan UAE dan Timur Tengah yang lebih aktraktif dan Kompetitif..

Atau Indonesia terpaksa kembali dengan ancaman Bangkrut seperti tahun 1998 lalu dalam jangka waktu 10 tahun kedepan ? Karena terus bergantung masa Depan Perekonomian Negara dengan harga Pasaran Minyak Bumi dan Krisis Perekonomian Dunia sebagai alasan kelemahan Kepemimpinan tetapi tidak mau melakukan apa apa Perubahan dengan Cara Kebijakan Pemimpin Indonesia bukan dengan Cara dan kemauan Petunjuk dari Pihak Penjajahan Perekonomian Dunia yang sengaja mau menguasai Perekonomian Indonesia secara perlahan lahan tanpa Para Pemimpin
sekarang sadar bahwa ini adalah kenyataan sekarang Indonesia pasti akan melakukan Penambahan Pinjaman luar negeri setiap tahun, akibat Peningkatan Biaya tidak terduga dengan terpaksa menggunakan dana dari budget APBN dan APBD terus membengkak Karena Krisis Difisit Keuangan dan Anjloknnya Rupiah tidak segera dituntaskan dengan Strategis Strategi yang lebih Berani dan Ekstrim untuk keluar dari Krisis Hitam Ekonomi 1998 dari ancaman Indonesia akan dijajah oleh PenguasaEkonomi Dunia dalam jangka waktu 10 ke 15 tahun ke depan Jika
Indonesia dipimpin Oleh Presiden yang Lemah dan tidak Memiliki Visi dan Misi yang strategis Untuk Menyelamatkan Kedaulatan Sumber Daya Alam negara dan Rakyat nya dari terus menjadi bangsa Insonesia yang Miskin didalam sebuah Negara yang Merdeka, Kaya Raya tetapi Rakyat nya tetap Miskin Selamanya.. …
Untuk mengatasi segala kelemahan Strategi untuk mengatasi krisis Defisit keuangan Negara ini terutama permasalahan Anjlok nya Rupiah ?

Presiden dan Pemerintah segera mengatasinya dengan Berani beraksi Jangan menaikkan BBM lagi !!! dan Presiden harus siap melaksanakan dengan 3 Strategic Strategi PENANGGUHAN diatas dengan Segera, Karena kenaikan BBM adalah Strategi Bunuh Diri penyebab yang membebankan
Rakyat dan menaikan segala biaya ‘ Operational Cost’ Pengusaha , Para Investors , Kenaikan Upah Kerja, Tranportasi, Kenaikan semua Bahan Sembako, Material dan Industri dan Kenaikan lain lain bahan yang menjadi penyebab kepada Inflasi ekonomi berpanjangan tanpa ada kesudahan.

Maka Dr. muhammad Asmi sarankan Presiden siap membuat aksi Komitmen drastis dengan aksi Penanguhan Kenaikan BBM, LPG, Listrik dan Air Pump selama 5 Tahun Periode Pemerintahan Presiden sebagai Strategi untuk Mengembalikan Keyakinan dan Keperyaaan kepada Para Pengusaha dan Para investors sekaligus sebagai Strategi Penstabilan Ekonomi untuk Kesejahteraan dan Kebahagian Rakyat sesuai perlaksanaan janji kampanye Presiden pada Pilpres 2014 lalu…

Efektif dan Efisiennya Perlaksanaan Program Strategik ini wajib dengan Perintah tegas Presiden kepada Menko dan Kementerian terkait untuk Mengontrol dan Mengawasi segala pelaksanaan kenaikan Barang-Barang Sembako dan Material Industri wajib di kontrol dengan drastis dan
sempurna untuk menjaminkan kelancaran semua barang Sembako , Material Industri dan Biaya Transportasi di pastikan tidsk nsik lagi dan diturun ke tahap normal seperti sebelum kenaikan BBM.

Dengan keberanian Presiden/ Pemerintahan melakukan Strategi Extreem ini yaitu 3 Strategis Strategi Penangguhan ( Tiadak ada kenaikan BBM dan Semua sumber energi yang di sebut kan distas tadi sehingga 5 tahun kedepan). Kami Optimis Presiden Indonesia akan memberi kejutan yang ‘miracle’ kepada Para Pengusaha dan Para Investor Asing dan Lokal akan memberi Jaminan kembalinya Berkeyakinan dan Kembalinya Kepercayaan Pasar Keuangan kepada Pasaran Modal Keuangan dan Fundemantsl Ekonomi dan Rupiah lebih terjamin menguat ke tahap Rupiah 11.00 per USD 1.00 12 bulan kedepan.Dr. muhsmmad Asmi Optimis sasaran GDP 7 % akan menjadi
kenyataan..

Strategi ini juga mencairksan Kebuntuan Politik dengan memberi kepercayaan dan keyakinan Rakyat dan Dunia kepada kebijakan Presiden Indonesia untuk menangani krisis Deficit Keuangan Negara dan Krisis ancaman Anjloknya nilai Rupiah berterusan 6 Bulan kedepan terjamin selesai dengan ketentuan Produk Stategi Presiden yang luar biasa dan Drastis ini lebih menjaminkan Harapan, Kepercaya dan Keyakinan yang tinggu tunggukan oleh Para. Pengusaha dan Para Investor investor Asing maupun Investor Lokal akan berpeluang memprojeksi Kemampuan Produsen Produk jangka panjang 5 tahun mereka lebih menjaminkan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia dan Potensi Investasi di Reublik ini lebih beradidaya saing, berpotensi investasi dan kompeten . Aksi Strategic Strategi Penangguhan ini akan mengoreksikan keyakinan Pasaran Modal Keuangan, Pasaran Ekspor dan Investasi ke Indonesia dengan lebih terjamin Produktif dan kompetitif. Sekarang bukan waktu mencari Kambing Hitam tetapi Kita mencari Solusi Kebijakan seorang Pemimpin yang membawa ‘Revolusi Mental ‘ yang Riil, sebagai aksi Presiden yang luar biasa dari ‘Revolusi Mental’ adalah Pemikiran kebijakan solusi seorang Presiden luar biasa dan Berani demi
untuk Menyelamatkan Indonesia dari terus berkelanjutan dengan krisis defisit keuangan dan ancaman rupiah terus tepuruk dalam 6 bulan kedepan menurut analisis ekonomi tutur Dr. Muhammad Asmi dengan optimis…

Jika Tidak ditangani dengan segera dan tidak ada usaha dan jaminan kongkrit dari Kebijakan Presiden/Pemerintah, Segala Investasi dan Produk Produk Produsen ekspor Indonesia tidak bisa bersaing dengan lebih kompeten dengan produk asing di pasaran dunia. Karena analisis para Pengusaha manufacturers dan pengusaha Industri dari prospektif Projection Bianis 5 tahun ke depan pasti tidak ada prospek yang menguntungkan investasi para Investors dan pasti tidak menjaminkan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Jika Pemerintah tidak siapkan Mekanisme Produk yang Sempurna untuk siap melayani Ancaman dan tuntutan Pasaran modal Keuangan dan keyakinan dan Kepercayaan Para Pengusaha Bisnis dan Para Investor Sesuai Inspirasi yang di Promosikan oleh Presiden baru baru ini di sidang CEI Submit di Tiongkok , Di Asean Business Submit di Myamar dan G20 Submit di Autralia dan Sakarang dengan Potensi Investasi Rp. 20 Triliun Toyota hasil lawatan Kampanye Presiden ke Jepang baru baru ini , pasti kecewa dan tidak akan Mendatangkan dampak keyakinan para Investors karna masih tidak bisa dilaksanakan, karena tidak siap dengan Mekanisme dan Program Negara yang masih di tahab wacana Presiden saja.

Sedangkan di pihak Perlaksanaan di seluruh Jajaran Kementerian, dinas-dinas Pemerintahan masih belum siap mekayani Program Perekonomian Negara yang masih belum siap melayani Kedatangan Investors untuk berinvestasi ke RI ini. Pihak Kementrian dan Dinas Dinas Negara tidak siap melayani Kedatangan Investors dikarenakan belum adanya Blue Print program Produk Perekonomian Negara President dengan Plan yang Kongrit seperti yang dimaksudkan Presiden belum jelas dan hanya wacana dan pasti ini akan mengecewakan keinginan Para Investors untuk menyambut undangan kampayne Promosi investasi Presiden di luar Negeri terpaksa pulang
dengan tangan Kosong dan kecewa Pemerintah Jokowi Tidak siap Produk Perekonomian dengan Regulasi yang kongkrit.

Dr. Muhammad Asmi Optimis dengan Indonesia mwmbutuhkan 5 Strategi IAP : BOT (I Am Prediden Institute) dengan Priotitas Strategik Strategi Penangguhan dilaksanakan segera, menjaminkan Fundemental Perekonomian Indonesia tidak akan mengecewakan Para Pengusaha dan Para Investors asing atau investor lokal dan dengan Sinerginya Perlaksanaan Strategi
‘Penangguhan pemerintah yang dimaksudkan diatas tadi Kita bisa Mengembalikan kepercayaan dan Keyakinan Pengusaha Manufacturing dan Para Investors sekalian Strategi menguatkan nilai Rupiah dan Pengusaha akan lebih Fokus pada produksi Produk Indonesia dengan lebih Kompeten, Karena tidak ada kenaikan ‘Cost Operational untuk memproduksi produk-produk indonesia, tidak akan ada kenaikan Upah, tidak ada inflasi Rakyat Dan rakyat pun pasti senang dalam jangka waktu 5 tahun kedepan dengan tenang , sejahtera dan bahagia menikmati janji politik kampanye Presiden pada Pilpres lalu di tunai dengan Sempurna, tidak ada kenaikan sara kehidupan yang tidak tinggi dengan ‘Strategi Penanguhan seperti yang di maksudkan diatas.

Sebagai Pengamat Ekonomi Dr. Muhammad Asmi Optimis ini adalah satu-satunya kebutuhan Strategi Drastis ‘Revolusi Mental ‘ yang ‘ Gila’, tetapi menjaminkan Substansi Impak drastis dan Solusi untuk Penyelamat kepada Krisis Perekonomian Indonesia dengan lebih terjamin untuk mengembalikan keyakinan dan Keperyaan Pasar Keuangan dan Para Pengusaha dan para Investors keatas komitmen Pemerintahan Presiden keatas segala kunci Penyeksmatan Krisis Permasalahan Defisit Keuangan dan ancaman Rupiah selesai dan Substansi yang Menyakinkan dengan kongkrit Fundamental Ekonomi terjamin dengan Potensi Investasi dan bisnis di Indonesia tutur Dr. Muhammad Asmi dari I Am President Institute dengan Optimis.
www.iapnews. Co.id www.Presidenttv.asia www. changefirhope

Dengan aksi dratis Menaikan Segala Sumber Energy adalah aksi gagal bagi Pemerintahan Presiden Jokowi jika terbiar berterusan akan Membahayakan Dan Melemahkan Perekonomian Indonesia Sebagai Aksi Membunuh diri ini dan menjual Indonesia Kepada Penjajah Ekonomi
Dunia…. Pemimpin yang memiliki Kebijakan tidak akan memperjudikan NKRI dengan memperjudikan Harapan dan kepercayaan Seluruh rakyat Indonrsia dengan Nilai harga Rp 13,300 per USD 1.00 Dollar Amerika , Pasaran Minyak Bumi, meyerah kepada Fluctuation Pasaran Keuangan dan Nikai Sumber Alam kita Migas secara total….

Pemerintah harus belajar dari Pengalaman Pahit Kenaikan Bahan Sumber Energi, Bahan Sembako, Bahan Material dan Bahan Konsumsi Rakyat naik semua bermula pada nov 2015 lalu sudah 5 kali turun dan Baik nya harga BBM pada Nov 2014 lalu, mendampakan kenaikan dari 100 % ke 1000 %
kenaikan bahan Sembako adalah Dampak Kenaikan BBM sudah berlaku 5 kali dalam tahun awal tahun 2015 ini mengundang Inflasi karena tidak aksi dengan satu Jaminan yang Konsisten dengan Sistematis dan Regulasi Pemerintah yang tidak tegas dan tidak ada Komiten uang kongkrit untuk
menyelesaikan Permasalahan Perekonomian Negara oleh Presiden dan Seluruh Jajaran Kabinet Jerja yang lemah karena tidak memiliki Kebijakan yang Sempurna.

Strategi Pemerintahan Presiden Jokowi yang seperti ini Sudah banyak mengagalkan niat para Pengusaha dan Para Investor gagal. Akdi kebsikan BBM ini amat Fragile/ Tidak Konsisten dengan tidak memiliki Sasaran Strategi yang Kongkrit , Fluctuation dalam menentukan Harga Turun Naik nya Harga Sumber Tenaga Seperti BBM, LPG, Liatri dan Airpump mengakibatkan ancaman kepada anjlok nya Pasaran Minyak Bumi bukan fakta penyebab menurunnya Produk-Produk Ekspor Negara dan Anjloknya nilai Rupiah. Dengan kondisi Indonesia yang dalam delima dan kebuntuan untuk menangani Krisis Ekonomi Dunia yang mendampakkan krisis keuangan Defisit Keuangan dan Anjloknya nilai Rupiah “Pemerintah tidak boleh mencari Kambing Hitam ” untuk di persalahkan.

Dan Presiden dan Seluruh Jajarannya Kementrian dan Koalisi KMP dan Partai Politik yang Partai ketuai oleh PDIP supaya lebih berhato hati Dengan aksi Pemerintah yang tidak menentunya , Dengan harga bahan Sumber Tenaga BBM, LPG, Listrik dan Airpump ini membuat kepanikan
pasar dan ekonomi yang tidak tentu. Dan sekarang jika Presiden Jokowi tidak beraksi tegas untuk beraksi untuk membuat komitmen dan aksi yang lebih estreem dengan membuat Regulasi dengan Komitmen yang lebih Kongkrit untuk mengawal dan mengontrol segala Semua bahan sumber tenaga dengan serius. Dampak negatif pada pasar Jakarta Keuangan akan menjadi lebih memburuk
dan Menghambatkan Pertumbuhan Perekonomian negara, pasti akan terus Perlahan dan melemah.

Dalam Situasi sekarang Pasti akan terus mengancam membengkaknya Deficit Keuangan, Negara dan bertambahnya pinjaman hutang Luar Negara Pasti Akan Terus membengkak dan tentu sekali Biaya dana APBN/ APBD 2015 masih banyak yang tidak diduga, akan terus meningkat Defisit,
Karena Panarikan Dana Asing pada Pasaran Modal pasti berterusan drastis akibat kehilangan keyakinan dan Kepercayaan Publik , Para Pengusaha dan Para Investors Asing dan Lokal.

Untuk itu Visit : Iapnews.co.id


Menaikkan BBM merupakan Sumber Daya adalah Salah Satu Aksi Bunuh Diri

IMG_0989

Para Pemimpin Indonesia jangan Memperjudikan Masa Depan Negara Karena dampaknya menjual NKRI  kepada Penjajahan Perekonomian Dunia dalam jangka waktu 5 tahun ke Depan. Presiden Harus Tegas dan Konsisten dalam menentukan Kebijakan dengan Tepat dengan Membuat Regulasi dengan Insentif yang lebih Extreem Berani sebagai Negarawan yang memiliki Kebijakan yang akan Menguncang Dunia dengan strategis.

Dengan aksi drastis Menaikan Segala Sumber Energy adalah aksi gagal bagi Pemerintahan Presiden Jokowi jika terbiar berterusan akan Membahayakan dan Melemahkan Perekonomian Indonesia Sebagai Aksi Membunuh diri ini dan menjual Indonesia Kepada Penjajah Ekonomi Dunia….  Pemimpin yang memiliki Kebijakan tidak akan memperjudikan NKRI dengan memperjudikan Harapan dan kepercayaan Seluruh rakyat Indonrsia dengan Nilai harga Rp 13,300 per USD 1.00 Dollar Amerika , Pasaran Minyak Bumi, meyerah kepada Fluctuation Pasaran Keuangan dan Nilai Sumber Alam kita Migas secara total….

Pemerintah harus belajar dari Pengalaman Pahit Kenaikan Bahan Sumber Energi, Bahan Sembako, Bahan Material dan Bahan Konsumsi Rakyat naik semua bermula pada November 2014 lalu sudah 5 kali turun dan baik nya harga BBM pada November 2014 lalu, mendampakan kenaikan dari 100 % ke 1000 % kenaikan bahan Sembako adalah Dampak Kenaikan BBM sudah berlaku 5 kali
dalam tahun awal tahun 2015 ini mengundang Inflasi karena tidak aksi dengan satu Jaminan yang Konsisten dengan Sistematis dan Regulasi Pemerintah yang tidak tegas dan tidak ada Komitmen uang kongkrit untuk menyelesaikan Permasalahan Perekonomian Negara oleh Presiden dan Seluruh Jajaran Kabinet Kerja yang lemah karena tidak memiliki Kebijakan yang Sempurna.

Strategi Pemerintahan Presiden Jokowi yang seperti ini Sudah banyak menggagalkan niat para Pengusaha dan Para Investor. Aksi kebijakan BBM ini amat Fragile/ Tidak Konsisten dengan tidak
memiliki Sasaran Strategi yang Kongkrit , Fluctuation dalam menentukan Harga Turun Naik nya Harga Sumber Tenaga Seperti BBM, LPG, Listrik dan Airpump mengakibatkan ancaman kepada anjlok nya Pasaran Minyak Bumi bukan fakta penyebab menurunnya Produk-Produk Ekspor Negara dan Anjloknya nilai Rupiah .

Dengan kondisi Indonesia yang dalam delima dan kebuntuan untuk menangani Krisis Ekonomi Dunia yang mendampakkan krisis keuangan Defisit Keuangan dan Anjloknya nilai Rupiah “Pemerintah tidak boleh mencari Kambing Hitam ” untuk di persalahkan.
Dan Presiden dan Seluruh Jajarannya Kementrian dan Koalisi KIH dan Partai Politik yang Partai ketuai oleh PDIP supaya lebih berhati – hati dengan aksi Pemerintah yang tidak menentunya , Dengan harga bahan Sumber Tenaga BBM, LPG, Listrik dan Airpump ini membuat kepanikan pasar dan ekonomi yang tidak tentu.

Dan sekarang jika Presiden Jokowi tidak beraksi tegas untuk beraksi untuk membuat komitmen dan aksi yang lebih estreem dengan membuat Regulasi dengan Komitmen yang lebih Kongkrit untuk mengawal dan mengontrol segala Semua bahan sumber tenaga dengan serius. Dampak negatif pada pasar Jakarta Keuangan akan menjadi lebih memburuk dan Menghambatkan Pertumbuhan Perekonomian negara, pasti akan terus Perlahan dan melemah.

Dalam Situasi sekarang Pasti akan terus mengancam membengkaknya Defisit Keuangan, Negara dan bertambahnya pinjaman hutang Luar Negara Pasti Akan Terus membengkak dan tentu sekali Biaya dana APBN/ APBD 2015 masih banyak yang tidak diduga, akan terus meningkat Defisit, Karena Panarikan Dana Asing pada Pasaran Modal pasti berterusan drastis akibat kehilangan keyakinan dan Kepercayaan Publik , Para Pengusaha dan Para Investors Asing dan Lokal.

Untuk itu Visit : Iapnews.co.id
Ada 3 Kebijakan Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintahan
Jokowi dengan lebih Efektif dan Satu satunya jawaban yang di tunggu-tunggu oleh Seluruh Rakyat Indonesia , Para Pengusaha dan Para Investors Asing dan Lokal..



Hits since 2009