I Am President

KITA WELCOME TAWARAN PENYEDIAAN DANA ASING TETAPI BUKAN BERSIFAT PINJAMAN TETAPI BERSIFAT PROYEK VERSI STRATEGI IAP: BOT

JOKOWI JK PUYENG_7

Sebagai Pengamat Ekonomi kami Mengevaluasi Kenapa Ekonomi Indonesia terus Terpuruk dan Terhambat. Dan Indonesia Dalam Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya NILAI Rupiah yang Merbahaya dan Bisa Menjadi lebih Parah Indonesia Bisa Bangkrut dan Bisa Membawa kepada Krisis Seperti Uni Soviet yang hancur dari Persatuan sebuah Negara yang kuat Politiknya tetapi Hancur karena Permasalahan Kemiskinan karena tekanan Ekonomi Asing dan akhirnya Negara Soviet Musnah dari Persatuan.

Maka kami mengajak Pemerintah Presiden Jokowi harus Beraksi bdengan Strategis yang Tepat dan Sempurna. Sampai hari ini, kita Masih belum Berani Mengeluarkan KEBIJAKAN Tepat, Satu Sistem dan Regulasi yang Kongkrit dan Konsisten yaitu sebuah Jaminan yang lebih berani , aksi yang lebih Drastis, Transparan, dengan Jaminan Penawaran Insentif Insentif,Fiskal, Tidak ada kenaikan Tarif, Pajak , BEA CUKAI sepanjang periode Pemerintahan Jokowi .

Pembukaan dan Penyediaan Kawasan Modal Investasi di gelar Kawasan “Zonasi Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Zonasi “Investasi Ekonomi Istimewa” (ZIEI) di bangun oleh Para Investors tanpa APBN dan tanpa Pinjaman dana Asing tidak di perlukan.

“Kita Welcome Penyediaan Dana asing dari Negara Negara Maju/ IMF, World Bank, ADB sudah siap Dana Ribuan Triliunan untuk Financing Seluruh Proyek Presiden Jokowi, Kita terima dengan niat baik, “tetapi bukan bersifat Pinjaman tetapi Bersifat Proyek dengan Kebijakan Pintar Pemerintahan “, Versi Strategi IAP: BOT. Presiden tidak Perlu Pinjaman Dana Asing untuk Bangunkan Infrastruktur Negara, Cukup dengan KEBIJAKAN Pemimpin kita dengan Strategi IAP: BOT kami…

Pembangunan Sebagai Proyek Nasional RI dengan tawaran Facilitas Pioneer Status Tax Holidays for 50 tahun dengan Pelayanan Satu Pintu yang Real Revolusi birokrasi yang lebih Efektif dan Efisien (Buku Investment Guide Book for Public) sebagai mekanisme dan Insrument kami.

Kami telah Menyiapkan 2 buku kepada Para Pemimpin Indonesia:

1. Buku 5 Strategis Strategi dan Priotitas Strategi Untuk Exit dari Jrusis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah.

(Buku hasil Riset Dr Muhammad Aski terbitan Granmedia berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebrlum 2030″, membicarakan strategi Indonesia Bisa Bangunkan Perekonomian dan Infrastruktur kita tanpa Perlu Pinjam Dana Asing atau Biaya dari Dana APBN).

2. Buku Pelaksanaan bukan sekadar teori atau wacana mimpi saja, Kami ciptakan buku pelaksanaan “One Stop Service Centre books “, yang berjudul “Indonesia Investment guide Book” Sebuah buku untuk Informasi Publik tentang “Kebijakan Pelayanan Pemerintahan dan Pelayanan Satu Pintu” sudah siap untuk kami hadiahkan kepada Presiden Jokowi dan Jajaran Pemerintahan nya untuk melayani Inspirasi Publik, Pengusaha dan Para Investors Asing atau lokal.

Kami siap menerima tantangan Relevan dan Substansi Uji Materi bedah buku dan Pembenahan strategi pada Forum Dialog/ Forum Diskusi / Seminar/ dan sekalipun Perbincangan dengan President dan Jajaran Kabinet Menteri Jokowi, Kita siap terima tantangan uji materi strategi kami , Kami siap buktikan Bahwa Strategi kami ini adalah Strategis Strategi yang Tepat dan Sempurna yang dibutuhkan untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah Tutur Dr Muhammad Asmi dengan Optimis.

President Director I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR


KITA WELCOME TAWARAN PENYEDIAAN DANA ASING TETAPI BUKAN BERSIFAT PINJAMAN TETAPI BERSIFAT PROYEK VERSI STRATEGI IAP: BOT

JOKOWI JK PUYENG_7

Sebagai Pengamat Ekonomi kami Mengevaluasi Kenapa Ekonomi Indonesia terus Terpuruk dan Terhambat. Dan Indonesia Dalam Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya NILAI Rupiah yang Merbahaya dan Bisa Menjadi lebih Parah Indonesia Bisa Bangkrut dan Bisa Membawa kepada Krisis Seperti Uni Soviet yang hancur dari Persatuan sebuah Negara yang kuat Politiknya tetapi Hancur karena Permasalahan Kemiskinan karena tekanan Ekonomi Asing dan akhirnya Negara Soviet Musnah dari Persatuan.

Maka kami mengajak Pemerintah Presiden Jokowi harus Beraksi bdengan Strategis yang Tepat dan Sempurna. Sampai hari ini, kita Masih belum Berani Mengeluarkan KEBIJAKAN Tepat, Satu Sistem dan Regulasi yang Kongkrit dan Konsisten yaitu sebuah Jaminan yang lebih berani , aksi yang lebih Drastis, Transparan, dengan Jaminan Penawaran Insentif Insentif,Fiskal, Tidak ada kenaikan Tarif, Pajak , BEA CUKAI sepanjang periode Pemerintahan Jokowi .

Pembukaan dan Penyediaan Kawasan Modal Investasi di gelar Kawasan “Zonasi Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Zonasi “Investasi Ekonomi Istimewa” (ZIEI) di bangun oleh Para Investors tanpa APBN dan tanpa Pinjaman dana Asing tidak di perlukan.

“Kita Welcome Penyediaan Dana asing dari Negara Negara Maju/ IMF, World Bank, ADB sudah siap Dana Ribuan Triliunan untuk Financing Seluruh Proyek Presiden Jokowi, Kita terima dengan niat baik, “tetapi bukan bersifat Pinjaman tetapi Bersifat Proyek dengan Kebijakan Pintar Pemerintahan “, Versi Strategi IAP: BOT. Presiden tidak Perlu Pinjaman Dana Asing untuk Bangunkan Infrastruktur Negara, Cukup dengan KEBIJAKAN Pemimpin kita dengan Strategi IAP: BOT kami…

Pembangunan Sebagai Proyek Nasional RI dengan tawaran Facilitas Pioneer Status Tax Holidays for 50 tahun dengan Pelayanan Satu Pintu yang Real Revolusi birokrasi yang lebih Efektif dan Efisien (Buku Investment Guide Book for Public) sebagai mekanisme dan Insrument kami.

Kami telah Menyiapkan 2 buku kepada Para Pemimpin Indonesia:

1. Buku 5 Strategis Strategi dan Priotitas Strategi Untuk Exit dari Jrusis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah.

(Buku hasil Riset Dr Muhammad Aski terbitan Granmedia berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebrlum 2030″, membicarakan strategi Indonesia Bisa Bangunkan Perekonomian dan Infrastruktur kita tanpa Perlu Pinjam Dana Asing atau Biaya dari Dana APBN).

2. Buku Pelaksanaan bukan sekadar teori atau wacana mimpi saja, Kami ciptakan buku pelaksanaan “One Stop Service Centre books “, yang berjudul “Indonesia Investment guide Book” Sebuah buku untuk Informasi Publik tentang “Kebijakan Pelayanan Pemerintahan dan Pelayanan Satu Pintu” sudah siap untuk kami hadiahkan kepada Presiden Jokowi dan Jajaran Pemerintahan nya untuk melayani Inspirasi Publik, Pengusaha dan Para Investors Asing atau lokal.

Kami siap menerima tantangan Relevan dan Substansi Uji Materi bedah buku dan Pembenahan strategi pada Forum Dialog/ Forum Diskusi / Seminar/ dan sekalipun Perbincangan dengan President dan Jajaran Kabinet Menteri Jokowi, Kita siap terima tantangan uji materi strategi kami , Kami siap buktikan Bahwa Strategi kami ini adalah Strategis Strategi yang Tepat dan Sempurna yang dibutuhkan untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah Tutur Dr Muhammad Asmi dengan Optimis.

President Director I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR


INDONESIA AKAN HANCUR SEPERTI UNI SOVIET KALAU PRESIDEN TERUS BERSIKAP LEMAH TAKUT MELAKUKAN PERUBAHAN DENGAN KEBIJAKAN YANG TEPAT

IUYU

Krisis Hutang Luar Negeri Indonesia dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah harus ditangani dengan Segera, hasil analisis kami mengajak anda perhatikan progres Indeks Pasaran Modal Anjlok setiap 3 bulan semenjak bulan Feb 2015 sehingga sekarang Indeks Efek 4,163.73 points dari bulan Feb 4,535 points dan Rupiah Tepuruk terus dari Rp 13,200 terus anjlok ke Rp 14,000 per Dollar Amerika sudah Parah ancaman Krisis Defisit Keuangan Negara kalau tidak ditangani segera dengan Strategis Strategi yang Tepat.

Analisis kami Sampai bulan Dec 2015 ini, Sekiranya Presiden/ Pemerintah tetap tidak memiliki Solusi menyelesaikan dengan “Komitmen Sistem dan Regulasi yang Konsiten dan Kompetitif” tetapi bukan dengan Strategis “Jalan Pintas”, Dengan Solusi “Pinjam Dana Asing”? Karena “Ini Straregi Bunuh Diri Pemerintah”, Dalam Situasi dan kondisi krisis ekonomi yang sudah terjadi ini Perekonomian Indonesia akan kembali ke Era Krisis Ekonomi tahun 1998.

Krisis Hutang Luar Negeri dan Krisis Defisit Keuangan Indonesia akan menjadi lebih Parah dan Indonesia dalam Ancaman akan dijual kepada Negara-Negara penjajahan Perekonomian Dunia (IMF, World Bank, ADB atau Kepada Negara-Negara Maju dunia. Inilah akibat jika Indonesia diperintah oleh Pemerintahan yang dipimpin oleh Pemimpin yang Lemah, tidak Berani Melakukan PERUBAHAN dan Bangkrut ide tidak ada Kebijakan Kepemimpinan.

Kebijakan yang dibutuhkan oleh Perekonomian Indonesia Adalah Perubahan Drastis memprioritaskan Strategis Strategi Perekonomian Pemerintah dengan Komitmen Konkret, Jaminan Sistem dan Regulasi yang lebih Efektif dan Kompetitif.

Masya Allah, Kami khawatir bukan saja Perekonomian Indonesia yang Bangkrut kalau Presiden tetap dengan aksi Tunggu Perubahan Ekonomi Dunia Secara Natural, Ekonomi Indonesia akan terus Parah dan persatuan Indonesia akan hancur Seperti negara Soviet Union.

Inilah akibatnya apabila Sebuah Negara Yang Dipimpin Oleh Pemimpin Yang Pimpin Oleh Pemimpin yang Lemah dan tidak Visioner.

Karena Memilih Jalan Pintas dan Menyerah diri kepada Penguasa Ekonomi Dunia. Pinjaman Dana Asing adalah Aksi Bunuh Diri. “Kita Harus Belajar Dari Pemimpin yang Sukses dan Jangan Belajar Dari Pemimpin Negara yang Gagal” dan sikap tidak kepedulian Para Pemimpin tidak memprioritaskan Permasalahan Kemiskinan adalah Penyebab Indonesia terus Menjadi Negara Gagal rakyat menjadi korban kemiskinan, Karena dipimpin oleh Pemimpin yang Lemah.

Sampai Sekarang Indonesia sudah 70 tahun kita Merdeka, Kenapa Kita masih di ketogorikan sebagai sebuah negara Gagal dan sebuah negara yang kata dengan SDA tetapi masih dalam Kategori negara diantara 100 negara Rakyatnya Masih pada kategori Rakyat yang Miskin dunia diposisi ke 68.

Haruskah kita menunggu sehingga Rakyat Indonesia Terpaksa Berjuang Bermati-Matian sampai kehilangan kewenangan bangsa dan Jati diri bangsa senasib seperti kondisi dan situasi bangsa dan Negara Palestin, Barulah Para Pemimpin Indonesia Berani Beraksi Merubah dan Mengajak Kita Berjuang dan Bangkit Melawan Penjajahan Penguasa Ekonomi Dunia ? Aksi seperti ini Sudah Telat dan lihatlah Nasib Rakyat Palestin dan Negara-Negara yang sudah dihancurkan oleh Negara Penguasa Ekonomi Dunia? Negara Soviet Union, Negara-Negara di Eropa, Negara-Negara timur tengah Negara Iraq, Lybia, Syria dan lain lain.

Inilah dampak Kalau Negara memiliki Para Pemimpin yang lemah dengan Kerakusan Jiwa Para Pemimpin yang Korupsi didalam Kabinetnya Berkepentingan Pribadi dan Tidak memprioritaskan Kepentingan NKRI dan Rakyat Indonesia sebagai opsin kedua penting.

Para Pemimpin hari ini banyak yang Lalai dengan Kerakusan mengejar Posisi untuk Kewenangan dan Semua ingin berkuasa dan pintar mengkritik, tapi tidak ada Solusinya.

Tanpa Para Pemimpin Sadari, Mereka hanya menghancurkan NKRI bukan sepakat dan Solid mendukung Pembanggun dan Perekonomian Negara, tetapi mereka lebih suka berbelanja menghabiskan dana Negara / APBN dan Uang Rakyat dari anak-anak Perusahaan BUMN dan lain-lain dana Rakyat.

Tanpa Para Pemimpin hari ini sadari, Mereka Telah Menjual, Menyerah, Menzalimi Negara dan Rakyat Mereka kepada Penjajahan Era Baru, Yaitu Kepada Penjajahan Kuasa Ekonomi Dunia dan Negara-Negara yang Menguasai Perekonomian Dunia, Karena Negara Terpaksa Menambah Hutang luar Negeri dan Membengkak Biaya APBN pusat dan Daerah mengancam negara akan di serahkan kepada penjajahan ekonomi dunia.

Kepada Presiden dan Jajarannya pimpinan negara Indonesia yang cintakan kedaulatan NKRI dan Rakyat Indonesia.

Hentikan Cara Mencari Kambing Hitam, dan Jangan Cari jalan Pintas “Jangan Pinjam Dana Asing Lagi”, Cukup yang Sudah terjadi dan Kita Usaha sendiri Cukup dengan Kebijakan Presiden Jokowi dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintahan dan 5 Strategi IAP: BOT Hasil Riset Dr. Muhammad Asmi seperti yang dibicarakan beliau dalam Buku tulisan beliau Berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar DUNIA Sebelum 2030 Terbitan Gramedia Sudah Di Pasaran Gramedia di seluruh Negara.

Dengan Solusi adalah bermula dibicarakan dalam Bab 6 (item 1,2 dan 3) baca Bab 4 dan Bab 5 Master Plan Strategi Menuju untuk Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia ini Sasaran Impian NKRI dan Inspirasi Seluruh Rakyat Indonesia.

Prioritas adalah pelaksanaan Solusi “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah”, seperti yang Saya bicarakan dalam Bab 6(1,2 dan 3) baca Bab 4 dan Bab 5 adalah Master Plan dari Strategis Strategi Buku Menuju untuk Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia tulisan Dr. Muhammad Asmi terbitan Gramedia sudah di Pasaran seluruh Negara.

Untuk Uji Substansi, Hasil Riset kami ini, Kami Siap Debat dan Bedah Buku ini untuk buktikan Solusi dan Strategis Strategi kami ini Murni, Relevant dan dibutuhkan Oleh Pemimpin untuk Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Perekonomian dan Defisit Keuangan Negara dari ancaman Krisis hutang yang bisa Bangkrut dan hancur seperti Negara Soviet Union, Kalau Presiden lalai dan hambat beraksi untuk menangani Krisis dengan Kebijakan dan strategi yang tepat dan sempurna.

Era Pemerintahan Presiden Jokowi baru berusia 9 bulan ini sudah meningkatkan Dana Hutang Luar Negeri sejumlah Rp 1,500 Trilliun Rupiah, Membengkak Dana APBN, Anjlok Pasaran Modal lebih Seribu Point (4,800 points) pemerintahan sebelum Presiden Jokowi dan Export Negara Anjlok terus dan Nilai Rupiah Terpuruk ke nilai Rp 13, 800 dan Analisis kami terus memonitor progres Nilai Rupiah dan Pasaran Modal akan terusan Anjlok ketahap Rp 14,500 ke Rp 15,000 pada bulan Dec 2015 akan datang bisa lebih parah.

Kalau Presiden tetap masih tidak beraksi dengan Strategis Strategi yang tepat untuk Menangani Krisis Defisit Keuangan Negara dan Ancaman Anjloknya Rupiah dengan Solusi yang Kami Sarankan Kepada Pemerintahan Presiden Jokowi.

Tidak Melakukan Strategis Strategi yang Tepat dengan Segera akhirnya Indonesia akan senasib Yunani dan tidak cukup dengan hanya undangan Investasi dan Janji-janji Lisan yang belum siap dengan Mekanisme yang Konkret Yaitu Satu jaminan dari Pemerintahan Presiden yang Solid dengan “Komitmen Sistem dan Regulasi yang Konsisten dan Kompetitif” seperti yang disarankan dalam maksud tulisan buku Dr. Muhammad Asmi diatas, Semua Permasalahan ini akan tuntas sebelum Dec 2015 ini tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.


PRESIDEN HARUS LIHAT KRISIS EKONOMI DUNIA SEBAGAI “PELUANG BESAR”

Banner2

Indonesia Butuhkan Strategis Strategi Kebijakan Pemerintahan yang lebih terjamin dengan “Sistem dan Regulasi yang Kompetetif, Konkret dan Konsisten”.

Para Pemimpin dan tokoh-tokoh Ekonomi dan Politik, Jangan hanya Pintar Cari kambing Hitam dengan Mudah saja Menyalahkan Krisis Ekonomi Dunia sebagai Penyebab Krisis Defisit keuangan, Hutang luar Negeri yang Membengkak dan Anjlok Nilai Rupiah ketahap Rp 14,000 per Dollar Amerika, bukan Penyebab Kehambatan Ekonomi Indonesia.

Aksi Para Pemimpin tetap Salahkan fakta diatas sebagai Penyebab, Pemimpin begitu bangkrut Ide betul tidak?

Tanggapan pemimpin Seperti Ini Salah, Karena Indonesia Sudah Merdeka, Sekarang Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden dan Jajaran Kabinetnya yang berbangsa Indonesia, Presiden yang masih berwenang dalam Menentukan Kedaulatan dan Impian NKRI dan Inspirasi Rakyat Indonesia menjadi Riil.

Indonesia tidak dijajah dan Indonesia Kaya dengan Warisan Sumber Daya Alam termasuk kumpulan G20 negara terbaik SDA dunia.

Para Pemimpin Indonesia Sekarang belum memiliki Pemimpin yang “Berani dengan Mimpi Besar yaitu Gagasan yang Visioner dengan Sempurna dan Pemimpin Indonesia Takut Melakukan PERUBAHAN DRASTIS.

Satu Visi dan Misi yang Sempurna dengan Strategis Dengan Kebijakan Pintar Kepemimpinan sebagai Negarawan Berjiwa Pahlawan yang Sejati, berjuang dengan harga Mati menunaikan Gagasan hanya untuk Kepentingan NKRI dan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Apakah Indonesia Sudah dijajah oleh Negara Asing sekarang? Kalau belum Maka kita tidak perlu cari kambing hitam lagi.

Para Pemimpin Kita Presiden dan Semua Jajarah Menteri, Cukup dengan Menggunakan Kebijakan Kepemimpinan Presiden Indonesia yang berwenang Sekarang Indonesia bisa lakukan PERUBAHAN dengan tanpa perlu meminjam dana dari IMF, world Bank, ADB atau Negara-Negara Maju untuk membangun infrastruktur dan Perekonomian Indonesia hanya Dengan Strategis Kami IAP: BOT Lah solusinya.

Strategis Strategi Mekanisme Strategis IAP: BOT kami seperti yang kami tulis dalam buku kami dibawah, Menjaminkan Harapan Kepada Fundamental Ekonomi Indonesia dengan lebih Efektif dan Efisien. Pelaksanaan dan Pengurusan Pemerintahan untuk Membangun Perekonomian Indonesia dengan tanpa perlu Berhutang atau Menambah Hutang Luar Negeri Lagi. Dan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Negara Tidak Perlu dibiayai dari dana APBN Pusat/ APBD, Cukup dengan Kebijakan Presiden dan Cara Pola Pikir dan Cara Strategi Pemimpin kita yang Genius dan Visioner sebagai Negarawan yang Murni dan Sejati.

Para Pemimpin Kita harus lihat Krisis Ekonomi dunia ini, sebagai “Oporturnity”, bagi Indonesia untuk mencipta sejarah Kegemilangan untuk Mewujudkan Impian Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Baru menjadi relita.

Solusi kami, Pemerintahan Presiden Jokowi jangan terlalu bergantung kepada Industri MIGAS sebagai Penghasilan utama GDP negara dan jangan bergantung kepada Nilai turun naiknya harga Minyak Bumi dunia, Jangan Salahkan Dollar Amerika Dan jangan Salahkan Para Pengusaha atau Investors Asing Tarik Dana Modal Asing dari Bursa Saham Efek Indonesia. Karena akan banyak Perusahaan Pabrik dan Pengembang bakal Gulung tikar/ tutup Perusahaan/ Bangkrut Perusahan Mereka di Indonesia dalam waktu terdekat.

Karena Pemerintah tidak ada “Jaminan Konkret ada Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konsisten dan Jelas yang menjanjikan Harapan dan Potensi Business di Republik ini dengan Kompetif dan Konsisten.

Pemerintah “Hentikan Strategi Memilih Jalan Pintas dengan Strategi Pinjaman Dana Asing dari world Bank /ADB/ IMF/ Negara-Negara Maju (dari Amerika, China atau Eropa). Yuk Bpk. Presiden Kita bangun Forum Diskusi Ekonomi Outlook dengan para Tokoh-tokoh Pemimpin Bersama Tokoh-tokoh Ekonomi, Hukum, Para Pengusaha, Investors dan Usahawan untuk mendengar Keluhan dan Saran yang menyebabkan kenapa Respon Para Pengusaha dan Para Investor tidak Maximal karena tidak yakin dan kurang percaya dengan Undangan Investasi ke Republik Indonesia Setelah 9 bulan Kampanye tetap tidak Maximal seperti yang diinginkan oleh Pemerintah.

“Krisis Perekonomian Dunia, Krisis Defisit keuangan negara dan Penarikan Modal Dana Asing dan Serangan Ancaman Anjlok nilai rupiah bukan alasan dan bukan penyebab bagi Kehambatan Perekonomian Indonesia tetapi Penyebabnya adalah kehambatan Pola pikir dan pelaksanaan Kebijakan Presiden dan Kebijakan Para Menteri yang tidak Realistis dan tidak Memiliki Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konkret dan Kompetitif untuk Menstimulasikan Pertumbuhan Perekonomian dengan strategis strategi yang Tepat dan Sempurna tidak diperjelaskan dengan Konkret.

Contoh solusi kami:

3 strategis Strategi Penangguhan dari Bab 6 (item 1, 2 dan 3 ) yaitu kita bermaksud pemerintah tidak akan naikan semua Pajak, BEA CUKAI, Biaya Administrasi Pelayanan, tidak ada cadangan Tarif atau biaya pelayanan Pemerintah yang baru seperti Government Service Tax ( GST / VAT) dan komitmen pelayanan satu Pintu yang lebih transparan dan Zero Birokrasi dengan Penyediaan buku-buku Indonesia investment Guide Book untuk Panduan dan Informasi Publik dengan segera, For information buku ini adalah mekanisme pelaksanaan Master Plan dan Blur Print Plan Pembangunan Nasional Pemerintahan Sekarang.

Presiden dan Seluruh Jajaran Kementerian Presiden Jokowi harus Mengevaluasi, Kenapa Kehambatan Respon Publik, Para Pengusaha dan Para Investors untuk Merespon Undangan dan Misi Kampanye Investasi Presiden Jokowi, setelah 9 bulan Kampanye bermula dan Misi investasi ke Indonesia Tidak Menarik, Karena tidak miliki Komitmen yang Solid dari Pemerintahan Jokowi secara konkret, Yaitu Komitmen “Jaminan Sistem dan Regulasi yang Konsisten dengan Penawaran Insentif yang Kompetitif”.

Semua ini dapat diatasi Cukup dengan Kebijakan Seorang presiden yang Berani Melakukan PERUBAHAN dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar” Pemerintah hasil Riset dari buku tulisan Dr. Muhammad Asmi yang berjudul Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 terbitan Gramedia sudah di pasaran di tokoh Gramedia di seluruh negara (Limited Edition Cuma 2000 Buku Cetakan).

Solusi untuk mengatasi Krisis Ekonomi Negara dibicarakan dalam Bab 6 (item 1,2, dan 3) dan Bab 5 Solusi dan 5 Strategi yang dibutuhkan Indonesia Menuju untuk Menjadi Kuasa Ekonomi ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 dan Solusi Exit dari Serangan Krisis Ekonomi dan Ancaman Anjloknya nilai Rupiah terjamin Tuntas.

Dr. Muhammad Asmi CEO I am President Institute Bogor
DUNIA SEBAGAI “OPPORTUNITY”


INDUSTRI PEMASANGAN AUTOMOBIL DAN SEPEDA MOTOR CKD DAPAT MENDONGKRAK EKONOMI, TUNTASKAN MASALAH PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

 cats

Pertanda baik dengan terealitasnya Impian kami Melihat Pemerintah memulai Proyek pembangunan Pemasangan Pabrik-Pabrik Automobile CKD sudah bermula, semoga Pemerintah galakan kembali dengan lebih agresif Pengembangan Industri ini dengan Sasaran 5 Juta Unit Mobil CKD yang Pasang di Republik ini per tahun.

Bayangkan Industri ini bisa Menyumbangkan minimum 10 orang untuk Pemasangan 1 unit mobil, dengan Sasaran Pemasangan Mobil Asing ini dengan jumlah 5 Juta unit per tahun, Maka Kita dapat menghasilkan Lowongan Pekerjaan sejumlah 50 Juta Pekerjaan boleh ditawarkan dari Industri ini, Pemerintah boleh tuntaskan Permasalahan Pengangguran dan Kemiskinan negara tuntas dalam jangka waktu 3-4 tahun kedepan.

Kuasa Beli Rakyat Indonesia pada Automobil per tahun 1,5 Juta Unit dari industri Automobil dan sisa 3,5 Juta unit mobil pasangan CKD, kita Expor dan peningkatan pada hasil pendapatan pajak Pabean Cukai atau Excise Duty dan Pajak Terjamin Meroket pendapatan dan keuangan negara, ini belum lagi terkira pada Industri Sepeda Motor CKD di Indonesia, Karena Kuasa beli kita adalah 10 juta unit Sepeda Motor per tahun.

Bayangkan lowongan pemasangan motor adalah paling minim 1 orang per 1 unit Pemasangan siap jual bagi satu Sepeda Motor, sudah melowongkan sejumlah 10 juta lowongan pekerjaan yang bisa ditawarkan oleh industri Pemasangan Sepeda Motor ini dan belum termasuk Sararan untuk pasaran Ekspor 10 juta unit lagi.

page1-300x242

semua ini bisa menjadi realita, Cukup dengan Aplikasi Kebijakan Kemitraan Pintar dengan Sistem dan Regulasi yang tepat dan Sempurna Versi Strategis Strategi kami IAP: BOT seperti yang kami tulis dalam buku yang di maksudkan di bawah ini :

Dari hasil riset kami dari IAM PRESIDENT INSTITUTE, Kami sukses menciptakan 5 Strategis Strategi kebijakan untuk Para Pemimpin yang Siap Mendengar untuk Melakukan PERUBAHAN DRASTIS dengan tepat dan Sempurna, dapatkan Buku tulisan Dr. Muhammad Asmi berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030″ terbitan Gramedia sudah dipasarkan.

Indonesia Bisa Bangunkan Perekonomian dan Infrastruktur kita tanpa perlu biaya APBN Pusat atau Daerah dan Tidak Perlu Pinjaman dari Dana Asing cukup dengan Strategi yang kami namakan Strategi IAP: BOT dari buku yang dimaksudkan diatas.

Semoga sukses Kepada Presiden dan Seluruh Jajaran Kementerian Indonesia “BERSAMA KITA MRWUJUDKAN IMPIAN INDONESIA”.

Share


Industri Automobile “Bisa Sumbang 50 Juta Lowongan Pekerjaan Kepada Rakyat”, Cukup dengan Strategis Strategi Kebijakan yang tepat

Ini Mobil momennya Presiden Lakukan Strategis Strategi Pilihan Sebagai Aksi Prioritas Perekonomian yang tepat Presiden yang di tunggu-tunggu oleh Publik, Para Investors dan Pengusaha yang Masih Menjadi Kritikan Sensasi setiap Pemimpin Politik dan Publik.

Industri AutoMobile adalah sebagian dari Solusi Jalan Exit Indonesia untuk Mengatasi Permasalahan Permasalahan Krisis Perekonomian, Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya Rupiah.

Saran kami Sederhana Saja, Jadi Kan Produk Asing Sebagai bagian dari Produk Penting dan Jadi Produk-Produk Indonesia Sebagai Strategi untuk Menuntaskan Serangan Krisis Ekonomi Dunia.

Beban Pengangguran Indonesia 11,5 Juta dan Kemiskinan 17,5 Juta Rakyat tuntas, Memang Rakyat Indonesia butuhkan Lowongan Perkerjaan dan Kesejahteraan.

Contoh:

Industri “Pemasangan Automobil dan Sepeda CKD”,Indonesia Menuju Menjadi Sebagian dan sasaran 20% kebutuhan Pasaran Mobil dan Sepeda Dunia.

Daripada Indonesia dijadikan sasaran Pasaran Kuasa Beli Yang Tinggi Sebagai Pengguna dan Penikmat Produk Asing.

Hari Ini Kita mengajak Presiden Kita sedikit lebih Berani untuk Mewujudkan Impian Indonesia dengan lebih “ambitious” Sebagai Sebagian Negara Produsen Mobil dan Sepeda dunia Yang berteknologi Mesra Alam / Go Green Cars yang memang sudah trend dunia.

Industri Automobile Ini “Bisa Sumbang 50 Juta Lowongan Pekerjaan Kepada Rakyat”, Kalau Presiden Siap dan Berani Melakukannya dengan Strategis Strategi yang tepat dengan “Komitmen dan Jaminan Membuat Kebijakan Sistem dan Regulasi yang Konkret”, Kepada Para Investors Model-model Mobil Merk-Merk Popular dunia Ini, dipasang secara CKD, dengan Sasaran Volume Kuantitas sejumlah 5 Juta unit per tahun di Indonesia (1,5 Juta unit Mobil untuk Penuhi Pasaran domestic dan 3,5 Juta Mobil CKD) untuk Pasaran dunia.

Mudah-Mudahan Presiden lebih cepat melihat Potensi Industri Automobile dan Pasaran Domestic Sepeda Motor Saja 10 Juta unit per tahun, Semoga Presiden Bisa melihat Saran dan Solusi kami Kali Ini dengan Lebih Cermat dan Cerdas.

Prioritas dan agenda yang masih Menjadi Dilema dan Kebuntuan Pemerintahan Presiden Jokowi Hari ini, masih di tunggu-tunggu oleh Publik, Para Investors dan Pengusaha adalah Komitmen Konkret Yaitu: “Jaminan Sistem yang lebih Konsisten dan Regulasi yang lebih Kompetitif dan Insentif yang lebih Atraktif dengan Segera model Strategis Strategi yang tepat dan Sempurna untuk mengembalikan kepercayaan dan Keyakinan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors dunia untuk memilih Indonesia Sebagai destinasi Investasi yang paling Menarik dan Kompetitif Dari Negara tetangga lain dan negara yang Sudah Maju.

Kami Optimis Cukup Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Saran Solusi kami seperti yang kami bicarakan dalam buku kami Di Bab 6 (Item 1,2,3 dan Bab 5) yang berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030 terbitan Gramedia.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Strategi dijamin Mempercepat respon publik, Para Investors, Para Pengusaha dan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia akan lebih cepat mengembang setelah Presiden KEBIJAKAN ini, Akan Menguatkan Sasaran Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan sasaran 7 % GDP per tahun bagi tahun 2016 ini lebih realistik Fundamental Ekonomi Indonesia untuk Menjadi Lebih Stabil, Kompetitif dan lebih Menjaminkan Harapan tanpa perlu Negara tambah pinjaman luar Negeri Lagi. tutur Dr. Muhammad Asmi, President Director I am President Institute Bogor dengan Optimis


HUT 70 KIBAR BENDERA DI RUMAHMU TANDA KECINTAANMU KEPADA NEGARA

rsz_writing-contest

Dimana Pemimpin kami? Dimana Semangat kebangsaanmu Negaramu Merdeka tidak ramai Rakyatmu Menyadarinya? Bangkitlah Semangat Bangsa Indonesia.

Hargailah Hari HUT 70 Kemerdekaan Negaramu. Berapa Susah Pahitnya Para Pemimpin, Prajurit dan Rakyat Sebelum kamu, berjuang untuk Memproklamasikan Kemerdekaan, sehingga banyak yang kehilangan Jiwa dan Raga untuk diwariskan kepada 300 Juta Rakyat Indonesia hari ini, “Menjadi Rakyat yang Merdeka Berdaulat dan Beradab”.

Kami datangi dimana-mana negara besar dunia, Sambutan dan Pengertian Pemimpin dan Rakyat Mereka tentang Semangat Nasionalis Mereka terkait Sambutan “Hari Kemerdekaan” sangat luar biasa sekali, Berbeda dengan Sambutan di Indonesia Sunyi dan Sepi.

Ini Karena Semangat kebangsaan dan Kesadaran Para Pemimpin dan Perintah tinggi kita kurang Nasionalis dan Kurang Mengerti Sambutan HUT Kemerdekaan negara Sendiri?

Kepada Seluruh Pemimpin dan Jajaran Kementeriannya agar Menyadari dan Semoga tidak lupa Kewajiban Mereka, Sederhana saja Cukup dengan Perintah dan Ajakan Sosialisasi Pemimpin tentang Pengertian HUT 70 semoga Tokoh-Tokoh Pemimpin dan Nasionalis bangsa sadar adalah kewajiban bagi Seluruh Pemimpin Negara dan Seluruh Rakyat diwajibkan Menyambut HUT 70 Hari Kemerdekaan Kita sebagai lambang Kebesaran NKRI ini dengan Penuh Semangat kebangsaan atau Kecintaan kita kepada NKRI dan Bangsa ini.

“Paling tidaknya Cukup dengan Perintah kepada “Seluruh Jajaran Menteri Pemerintahannya dan Rakyat wajib Mengibar Bendera Merah Putih di rumah mereka di seluruh Negara tanda Kesyukuran dan Kebangaan Wujudnya Indonesia”… I love you Indonesia ku…..Dr.Muhammad Asmi


SISTEM DAN REGULASI PEMERINTAH YANG KONSISTEN DAN INSENTIF YANG KOMPETITIF MENJADI INDONESIA SEBAGAI NEGARA PILIHAN INVESTASI

Satu Usaha Cerdas dari beberapa aksi Para Pengusaha Lokal untuk mengusahakan Usaha Pemasangan Mobil CKD, Bukan hanya untuk Usaha Pemasangan Mobil China ? tetapi juga Mobil Japan, Eropa dan Amerika yang sudah popular Merk Mobil dunia harus dipasangkan di Republik Ini, Karena Pasaran dan Kuasa beli Mobil Indonesia 1,5 Juta Unit Per tahun dan 10 Juta unit Kuasa beli Sepeda Motor per tahun.

Bayangkan kalau Industri Mobil dan Sepeda Motor ini dipasang di Indonesia? Berapa banyak lowongan dan perkerjaan boleh di lowongkan oleh Industri ini?
Untuk Menyiapkan satu Mobil suap jual memerlukan 10 tenaga kerja, kalau 1,5 Juta. mobil per tahun maka 15 juta Lowongan Pekerjaan

Industri Pemasangan Mobil CKD ini menjawab Permasalahan Pengganguran dan Kemiskinan tuntas belum Industri Pemasangan CKD Spedar Motor lagi. Ini adalah Pertanda Baik Pertumbuhan Ekonomi, harus mendapat dukungan dan Kerjasama dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Pemda Daerah harus Komitmen dengan membuat Sistem dan Regulasi yang lebih Konsiten dengan Penawaran Insentif insentif yang Lebih Menarik dan Kompetitif.

Kepada Pengusaha / Investor Industri Automobil ini, Kalau Indonesia Mau Pertumbuhan Ekonomi Meningkat Cepat dan Menguntungkan Perekonomian Negara dan Rakyat RI ini.

Usaha Industri Pemasangan Mobil CKD adalah Hanya Salah Satu Dari 5 Strategi dan satu Pilar Perekonomian yang baik Dari Strategi IAP:BOT Hasil Riset I AM PRESIDENT INSTITUTE yang Menjaminkan “Hope” untuk Indonesia exit dari Krisis Defisit Keuangan, Krisis Hutang Luar Negeri dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah dan Solusi untuk Kesejahteraan dan Kebahagiaan Rakyat Indonesia dengan terjamin.

Presiden dan Pemerintah Pemda harus memberi dukungan Kuat diatas Usaha Industri Ini , Kalau benar ada Niat dan Usaha Pengusaha / Para Investors Industri Pemasangan Mobil CKD untuk berinvestasi dan Presiden Wajib “Mewujudkan Satu Komitmen Sistem dan Regulasi” dalam “Program Jaminan Kemitraan Pintar Pemerintahan” yaitu Satu komitmen yang memberi Jaminan konsistensi Sistem dan Regulasi Pemerintah untuk mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan publik, Para Pengusaha dan Para Investors untuk berinvestasi di republik ini.

Program Ini pasti akan Menguntungkan Negara dan bakal Melowongkan Jutaan Peluang lowongan Pekerjaan yang pasti menambahkan Pendapatan Pajak BEA CUKAI dan Pertumbuhan Perekonomian Negara dan Ekonomi Rakyat Indonesia dengan drastis dan Sekaligus Menuntaskan Permasalahan Pengangguran 11.6 Juta rakyat dan 17.5 Juta Rakyat Miskin Indonesia akan tuntas..tutur Dr.Muhammad Asmi dengan optimis..

Dr Muhammad Asmi Sarankan Pemerintah Pusat dan Pemda gunakan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah” Hasil Riset juga disebut Strategi IAP:BOT dan Mekanismenya diperjelaskan Dalam Buku Tulisan Dr Muhammad Asmi berjudul “Indonesia Kuasa Ke 5 Besar Ekonomi Dunia Sebelum Tahun 2030 ” Di Bab 5 terbitan Gramedia sudah di Pasaran.


President Director IAP INSTITUTE Bersilturahim dengan Presiden BEM UI, BEM UNJ, dan BEM IPB

Jpeg

President TV – Pada Rabu, 8 Juli 2015, I Am President Institute kedatangan tamu istimewa, yaitu Andi Aulia Rahman (Ketua BEM UI 2015), Ronny Setiawan (Presiden BEM UNJ 2015), dan Dadan Hudanulhaq (Presiden BEM IPB 2015).

Ketiga orang pemimpin mahasiswa di kampusnya masing-masing tersebut, diundang President TV sebagai narasumber di Program Talk Show Pemuda Indonesia Bicara episode “Suara Dari

Kampus: Peran Mahasiswa Di Era Kepemimpinan Presiden Joko Widodo”. Selain mengisi sebagai narasumber di President TV, mereka juga bersilaturahim dan berdiskusi soal eknomi dan politik dengan DR. Muhammad Asmi, President Director I Am President Institute.

“Sebagai calon-calon pemimpin masa depan, mereka adalah harapan bangsa Indonesia di kemudian hari. Mereka punya jiwa aktifis yang hebat, mereka pandai berdiskusi dan berdemo, tetapi rakyat Indonesia membutuhkan solusi strategis, bukan sekedar demonstrasi di jalan – jalan”, tutur DR. Muhammad Asmi.

DR. Muhammad Asmi mengatakan bahwa saat ini Indonesia berada di ambang batas krisis finansial dunia. Presiden Joko Widodo diharapkan mampu mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis untuk menghadapi krisis defisit keuangan negara.

“Mengapa Cina dengan 1.6 Milyar penduduknya mampu menjadi kuasa ekonomi dunia? Menagapa India dengan 1.2 Milyar penduduknya juga bisa menjadi kuasa ekonomi? Sedangkan Indonesia tidak? Jawabanya adalah mereka memiliki pemimpin-pemimpin yang hebat. Pemimpin yang punya master plan, dan kebijakan yang sempurna untuk negaranya”, tutur DR. Muhammad Asmi.

DR. Muhammad Asmi juga menghadiahkan buku barunya, “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke-5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030”, yang telah diterbitkan Penerbit Gramedia Pustaka Utama sebagai bahan kajian tambahan oleh mahasiswa ketika bertemu Presiden Jokowi kelak. Di dalam buku tersebut dibahas secara lengkap 3 strategi strategis untuk pemerintah dalam membangun perekonomian Indonesia, membangun kembali kepercayaan publik, dan kepercayaan investor.

“Rakyat Indonesia membutuhkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Dua hal itu yang cuma diinginkan rakyat kebanyakan. Ketika pemimpin mampu memberikan kedua hal itu kepada rakyatnya, dialah pemimpin yang sesungguhnya”, tutur DR. Muhammad Asmi yang juga merupakan CEO/Pemimpin Redaksi President TV.

Menurut Dadan Hudanulhaq, Presiden BEM IPB 2015, dirinya mempunyai niat yang besar untuk menjadi pengusaha yang sukses. Tidak hanya itu, Andi Aulia Rahman, Ketua BEM UI 2015, tidak mau kalah karena mimpinya adalah menjadi Presiden RI di kemudian hari. Sedangkan Ronny Setiawan, Presiden BEM UNJ 2015, punya harapan di bidang pendidikan untuk menjadi dosen/akademisi.

Jpeg

Peran Mahasiswa Di Era Presiden Jokowi Ronny Setiawan, Presiden BEM UNJ 2015, berharap mahasiswa dapat memberikan solusi strategis bagi pemerintahan Jokowi dan JK saat ini. “Agenda kami pada 20 Oktober 2015 mendatang adalah bertemu Presiden Jokowi untuk memberikan masukan atas kajian kami dari masing-masing kampus yang tergabung dalam wadah asosiasi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI)”, tutur Ronny yang juga merupakan Koordinator Wilayah Jabodetabek & Banten BEM SI. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat mengundang elemen mahasiswa di Istana Negara pada Mei 2015 lalu. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) juga pernah mengundang elemen mahasiswa untuk berdiskusi.

Menurut Andi Aulia Rahman, Ketua BEM UI 2015, undangan makan malam bersama Presiden Jokowi adalah sebuah niatan baik untuk mendiskusikan kajian kritis langsung kepada pemerintah. “Saya melihat dari perspektif yang berbeda. Presiden Jokowi mengundang makan malam tempo hari sebagai bentuk positif bahwa pemerintah masih ada niat mendengarkan mahasiswa sebagai agent of change”, tuturnya.

Peran mahasiswa di era kontemporer akan diulas secara lengkap dalam Program Talk Show Pemuda Indonesia Bicara (PIB). PIB adalah acara dengan format talk show yang dipandu oleh jurnalis senior President TV. Fokus diskusi PIB terletak pada isu kepemudaan dan kepemimpinan. PIB akan diisi oleh pemuda-pemudi Indonesia yang inspiratif, memiliki visi besar, dan memiliki andil besar terhadap lingkungannya.

President TV Indonesia memiliki komitmen untuk mencetak calon-calon pemimpin Indonesia masa depan. Dengan Program PIB, kami yakin para pemuda-pemudi Indonesia akan mampu “memerdekakan” Indonesia sekali lagi menuju Kuasa Ekonomi Ke-5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030.

PIB dapat disaksikan melalui website resmi President TV, yaitu di www.presidenttv.asia, www.iapnews.co, serta Channel YouTube: President TV.


INDONESIA AKAN BANGKRUT SENASIB YUNANI , JIKA PRESIDEN TIDAK BERAKSI DENGAN STRATEGIS STRATEGI YANG TEPAT DAN SEGERA

FullSizeRender (2)

Jalan Pintas Pemerintah Pinjam Dana Asing Sekarang, Wajib dihentikan. Indonesia tidak akan keluar dari Permasalahan Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman anjloknya Nilai Rupiah akan terus menerus. Selagi Presiden Jokowi tidak Melakukan Perubahan Drastis untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investor dalam 6 bulan kedepan (sampai bulan Des 2015).

Indonesia akan menjadi Seperti Yunani, Sebagai Negara yang Gagal karena Hutang Luar Negeri yang Besar Karena Pilih Jalan Pintas, Pinjam Dana Asing apabila menghadap tantangan Krisis Ekonomi dunia gagal ditangani oleh Pemimpin kita yang berwenang tetapi tidak Percaya Diri terpaksa mengikuti perintah cara Main dan Strategi Pemikiran Asing IMF, World Bank dan Negara-Negara Penjajahan Ekonomi dunia dan Berani Melakukan Trobosan Cara Pola Pikir Pemimpin Negarawan yang Sejati dan Visioner untuk kedaulatan bangsa dan NKRI yang bakal menggoncang dunia ini.

Indonesia sebagai Naga yang bangkit dari tidurnya dengan Presiden yang “Berani dan Percaya Diri untuk Melakukan Perubahan Drastis, Cukup dengan Pemerintahan Sekarang dengan “Kebijakan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Dan 5 Strategi Perekonomian IAP: BOT Versi I AM PRESIDENT INSTITUTE”.

Strategi ini adalah hasil Riset Dr. Muhammad Asmi selama 9 tahun dari Penelitian Perekonomian Kesuksesan Presiden Deng Zhiaw Ping Negara China, Pemimpin India Mr. Momohan Sing dan Pemimpin UAE Sheikh Rasheed Al Maktoum dan Sheikh Zayed Al Nahyan Negara Role Model Kesuksesan riset DR. Muhammad Asmi. Seperti yang Beliau bicarakan didalam Buku beliau yang terbaru berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030″ Terbitan Gramedia.

Menurut Dr. Muhammad Asmi “Indonesia bisa bangun Infrastruktur dan Perekonomian Negara tidak perlu dengan biaya Dana APBN Pusat atau APBD lagi, bukan dengan cara Jalan Pintas Pinjam Dana Asing tetapi Cukup dengan Kebijakan Presiden tutur Dr. Muhammad Asmi Sebagai Pengamat Ekonomi dengan Optimis.

Ada 3 Solusi Strategis Strategi Prioritas untuk Mengoreksi Pasaran Keuangan kembali Normal dan Solusi Menyelamat Seperti Berikut:

1. Perintah Presiden dengan membuat Peraturan Harga Barang yang dikawal dan diKontrol, “Tidak dibenarkan ada kenaikan kepada Seluruh barang-barang Konsumsi Rakyat, Sembako, Bahan-Bahan Material Konstruksi dan Industri, “Sebagai barang harga yang di Kawal dan dikontrol oleh Pemerintah”, melalui Kementerian-Kementerian yang terkait serta diawasi dengan tegas oleh Dinas-Dinas yang terkait dengan terencana dan tindakan pidana dengan tegas atau Penarikan Perizinan Dagang Kepada Pihak yang melanggar Peraturan Menaikan harga barang-barang yang di Kontrol dimaksudkan diatas selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

2. Pemerintahan Tangguh niat menaikan BBM, LPG, Listrik, Air, Pump selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Sebagai Strategis Strategi Mengoreksi Pasaran dan mengembalikan Keyakinan dan Keseimbangan Pasaran Keuangan selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

3. Tangguh Niat Pemerintah untuk menaikan Pajak, Tarif BEA CUKAI, pajak Tol, Biaya Pelayanan, Administrasi (GST/ VAT), tidak ada Kenaikan Pajak, harus tetap tidak berubah seperti Sekarang, selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

Kejadian Krisis Perekonomian Indonesia hari ini, terbukti adalah fakta dari dampak aksi Kenaikan harga BBM dan Semua Bahan-Bahan sumber energi dan Sembako, Material Konstruksi dan Biaya Operasional Industri terpaksa naik dari 30 % ke 100%. Kenaikan pada saat ini, Karena Biaya Operasional Pabrik, Biaya SDM naik, Cost Produk-Produk buatan Indonesia menjadi lebih Mahal karena biaya Produksi Pabrik menjadi lebih tinggi dan tidak kompetitif.

Para Pengusaha dan Para Investor tidak bisa fokus kepada usaha Produksi Pabrik atau Investasi Mereka di Negara ini karena kenaikan biaya Operasional yang tinggi dan Inflasi yang menjadi beban Rakyat tetap terus berkelanjutan, Hutang Luar Negeri dan Biaya APBN akan terus menerus membengkak dan kejadian sekarang ini sangat Membahayakan Masa Depan Indonesia dalam krisis Hutang Negara yang Bakal Memburuk dalam kondisi Darurat ke tahap yang bisa membangkrutkan Indonesia Seperti negara-negara di Eropa.

Sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah tetap Anjlok dari Rp 13,400 ke 14,000 Per USD 1.00 Amerika terus bergejolak sampai ke tahap Rp 15,000 per Dollar Amerika Dec 2015 ini.

Jika Pemerintahan Jokowi tidak melakukan Aksi Komitmen Drastis dan konkret dengan sistematis dan Regulasi untuk melaksanakan 3 Strategis Strategi diatas, didalam Jangka Waktu 3 Bulan dari sekarang ? bahayanya, Penarikan di Pasaran Modal Keuangan akan terus Berlaku anjlok dari 500 ke 800 point 6 bulan kedepan dan nilai Rupiah akan anjlok ketahap Rp 15,000 dolar Amerika sehingga Dec 2015 ini.

Jika Presiden Jokowi tetap tidak Melakukan Aksi yang tepat untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors dengan Konkret Segera dengan Sempurna.

Anggaran APBN 2015 akan terus meningkat defisit ke level Rp 600 ke 1,200 triliun pada quota ke 3 diawal tahun pemerintahan Presiden Jokowi (baru 9 bulan pemerintahan), Karena terpaksa “Bail Out ” dana untuk stabilkan Pasaran Keuangan dari Perusahaan BUMN dengan Capital Injection melalui pembelian Saham dari Efek Jakarta dan aksi ini telah menghambat alokasi APBN Pusat ke daerah untuk pembangunan ekonomi daerah menjadi hambat dan negatif Investasi Foreign Direct Investment (FDI) atau Local Direct Investment (DI).

Dr. Muhammad Asmi selaku ketua Riset Pembenahan Perekonomian Indonesia dari IAP Institute telah membuat Saran yang Konkret kepada Bpk Presiden bahwa Indonesia dalam Krisis Defisit Keuangan yang Serius dan harus ditangani dengan segera, sebelum terlambat, Indonesia bisa bangkrut dan Indonesia bisa dijual kepada Penguasa Penjajahan Ekonomi Asing Menjadi Kekhawatiran Rakyat Indonesia.

Kalau Kebijakan Presiden tetap “Pilih Jalan Pintas Pinjam Dana Asing dari World Bank/ IMF/ Negara penguasa Penjajahan Ekonomi Asing”, Maka Nasib dan Masa Depan Indonesia dalam Bahaya Besar dan negara Bakal Senasib dengan nasib Yunani dan juga seperti Negara-Negara Europa yang sudah Bangkrut semenjak tahun 2008 sehingga sekarang tidak bisa membayar hutang luar negeri mereka dan akhirnya Menyerah dan Menjual negara mereka kepada IMF, World Bank dan Negara-Negara Penguasa dan Penjajahan Ekonomi Dunia. Semua ini Karena Terperangkap Mengikuti Permainan Pemikiran dan Strategi Penjajahan Penguasa Ekonomi Dunia yang sudah siap meminjam Keuangan untuk negara-negara yang Krisis.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan Segera untuk menyelamat Indonesia dari Ancaman Bangkrut Para Pengusaha dan Investor Asing atau lokal baru bisa Fokus untuk melakukan Projection Bisnis 5 tahun ke depan dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk-produk pabrik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus, lebih konsisten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka akan meningkat 2 ke 3 kali lipat produksi mereka dari kapasitas normal Produksi dengan komitmen Pemerintahan yang konkret dan Kosisten ini, menjadi Modal Stimulasi Kemampuan Produksi Produk Indonesia akan lebih terjamin meningkat dan Kompetitif di pasaran global.

Sampai Waktu ini belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang Konkret dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Dereksi Penyelamat Presiden masih tidak jelas.

Ini Saran dan Solusi segera dari kami, Cukup dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan ini adalah Aksi arti ‘Revolusi Mental’ yang real “Out Of The Box”, Versi IAP: BOT kami.


Saatnya Presiden Beraksi Dengan Strategis Yang Lebih Drastis Untuk Menyelamatkan Indonesia Dari Terus Dalam Krisis Defisit Keuangan Negara, Anjloknya Nilai Rupiah, Meningkatnya Pinjaman Luar Negeri Dan Membengkaknya Biaya APBN 2015.

IMG_20150629_104457

Hutang luar Negeri bisa mencapai ke tahap Rp 1,5 triliun Rupiah dalam jangka waktu 1 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Jika tidak ada aksi Perubahan Strategi penyelamat untuk Membuat Koreksi Pasaran Modal Keuangan, Keseimbangan Ekspor dan Impor dengan lebih terencana dengan strategi yang tepat dan Sempurna tanpa Perlu APBN ,

Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar IAP: BOT I PREDIDENT INSTITUTE. Dan Perekonomian Indonesia bisa berlaku dengan lebih Memburuk dan bangkrut, Indonesia bisa kembali pada Sejarah Hitam 1998 dan Rupiah akan terus Anjlok kepada tahap Rp 14,500 ke Rp 15,000 Pada Dec 2015 ini.

Jika Presiden tidak Berani membuat Komitmen untuk Mengembalikan Keyakinan Publik dan Kepercayaan Para Pengusaha dan Para Investors dengan Strategis Strategi yang Sempurna, Sistematis dengan Regulasi yang Konkret dengan lebih menjaminkan.

Saran kami Kepada President Jokowi Jangan Pilih Jalan Pintas seperti aksi Pemerintah Sekarang Pinjam Dana Asing dari World Bank dan Negara China.

Krisis Ekonomi Dunia bukan Fakta untuk Indonesia / Presiden / SiapaPun Tokoh Jadikan Penyebab atau Kambing Hitam ?. Untuk Indonesia Keluar dan Tuntas Permasalahan Defisit Hutang Luar Negeri dan Anjloknya Rupiah ? bukan Sama Sekali salah orang lain, Tetapi salahkan diri sendiri karena Menjadi Pemimpin yang Lemah dan Penakut? Menyerah sebelum berjuang kepada Penguasa dan Penjahah Ekonomi Dunia. Rakyat Memilih Presiden Jokowi JK karena Mereka Memiliki Keyakinanan dan Harapan/”Hope” Jokowi-JK Presiden yang Visioner dan Berani Melakukan “PERUBAHAN” Indonesia Mau Menjadi Negara Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Sebelum 2030 tanpa Hutang Luar Negeri dan Jaminan Kesejahteraan bagi Seluruh Rayat Indonesia menjadi realita.

Ada 3 Solusi Strategis Strategi Prioritas untuk Menyelamat dan Mengoreksi Pasaran Keuangan kembali normal dan Solusinya Seperti Berikut:

1. Pemerintah Jangan Pinjam Dana Asing lagi, Wajib dihentikan Dan Dengan Perintah President dan Seluruh Jajaran Kementerian:

I. Peraturan Harga Barang yang Di kawal dan di Kontrol,”Tidak di benarkan ada kenaikan kepada Seluruh barang-barang Konsumsi Rakyat, Sembako, Bahan-Bahan Material Konstruksi dan Industri, Sebagai barang harga Yang di Kawal dan di kontrol oleh Pemerintah melalui Kementerian-Kementerian yang terkait serta diawasi dengan tegas oleh Dinas-Dinas yang terkait dengan terencana dan tindakan tegas. Tindakan Pidana atau Penarikan Perizinan Dagang Kepada Pihak yang Melanggar Peraturan Menaikan harga barang-barang yang di Kontrol.

2. Pemerintahan Tangguh Kenaikan BBM, LPG, Listrik, Air, Pump selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

3. Tangguh Kenaikan Pajak, Tarif BEA CUKAI, Biaya Pelayanan, Administrasi (GST/ VAT), tidak ada Kenaikan Pajak tidak harus berubah seperti Sekarang selama 5 Tahun Pemerintahan Jokowi JK.

Kejadian Krisis Perekonomian Indonesia hari ini, Sudah terbukti adalah fakta dari dampak aksi Kenaikan harga BBM dan Semua Bahan-Bahan sumber energi dan Sembako, Material Konstruksi dan Biaya Operasional Industri Sudah naik dari 30 % ke 100% Kenaikan pada saat ini, Karena Biaya Operasional Pabrik, Biaya SDM naik, Cost Produk-produk bustan Indonesia menjadi lebih Mahal. Semua Produksi Pabrik tinggi dan tidak beradidaya saing.

Para Pengusaha dan Para Investors tidak bisa fokus kepada usaha Produksi Pabrik atau Investasi Mereka di Negara ini karena kenaikan biaya Operasional yang tinggi dan Inflasi yang menjadi beban Rakyat tetap terus berkelanjutan, Hutang Luar Negeri dan Biaya APBN akan terus-terusan membengkak dan kejadian sekarang ini sangat Membahayakan Masa Depan Indonesia dalam krisis Hutang Negara yang Besar dan Darurat.

Jika tidak ada aksi Segera Presiden secara Serius dan Percaya diri Presiden, Sebenarnya harus Berani melakukan Perubahan Drastis dengan Sempurna dan Komitmen yang Berani untuk Membuat Sistem dan Regulasi Pengawasan dan kontrol, untuk mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Ekonomi Indonesia akan terus Anjlok.

Sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah akan tetap Anjlok dari Rp 12,400 ke 13,200 Per USD 1.00 Amerika terus bergejolak.

Jika Pemerintahan Jokowi tidak melakukan Aksi Drastis dalam Jangka Waktu 3 Bulan dari sekarang ? bahayanya, Penarikan di keuangan Pasaran Modal akan terus Berlaku kerugian pasaran modal dari 500 ke 800 point 6 bulan kedepan dan nilai Rupiah akan anjlok ketahap Rp 14,500 ke Rp 15.000 dolar Amerika dan Hutang luar Negeri akan terus Meningkat dan anggaran APBN 2015 akan terus meningkat defisit ke level Rp 300 ke 500 triliun pada quota ke 3 awal tahun pemerintahan Presiden Jokowi (ke 9 bulan pemerintahan), karena Bail Out pasaran keuangan dan dampak kehambatan alokasi APBN sampai ke proyek-proyek negara dan pembangunan ekonomi hambat dan negatif Investasi.

Warning dari Dr. Muhammad Asmi dari IAP Institute kami sarankan kepada Bapak. Presiden Perkenalkan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan Kebijakan Pintar Pemerintahan’ Segera sebelum terlambat, Indonesia bisa bangkrut dan terjual Karena pemimpin Pilih jalan Pintas Pinjam Dana sama World Bank/ IMF/ Negara Asing nasib Indonesia akan Menjadi negara gagal Membayar Hutang Luar Negeri seperti Negara-Negara di Europa yang sudah Bangkrut.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Kepercayaan Investors Asing Dan Lokal untuk terus berinvestasi di RI ini dan dampak besarnya kepada murni Fundamental Ekonomi dengan lebih terjamin konkret Positif.

Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal bisa Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk-produk Publik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus, konsisten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan sekarang dan Produsen Produk-produk Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia.

Sehingga Waktu ini belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang Konkret dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Dereksi Penyelamat Presiden masih tidak jelas ?

Kalau sekadar dengan program yang hanya masih abu-abu dan wacana ada Janji Wacana saja Pasti tidak akan menjaminkan Keyakinan, Kepercayaan Publik Untuk Pertumbuhan Ekonomi Bisa terjadi nilai Rupiah tidak akan terus dapat bertahan dari presure tekanan Defisit Keuangan Negara akan terus bocor, Jika Presiden/ Pemerintah tidak membuat Komitmen diatas.

Kami Optimis Perubahan Drastis ini, Adalah Maneuver Penyelamat kebocoran Penarikan Dana Modal Asing Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud Petikan dari ucapan Undangan Investasi Presiden “we want you come to Indonesia to invest” there is My peoples Wanted Change there is many “Incredible Opportunites in Indonesia and you can make an Incredible Profit here in Indonesia for your investment and if you have any problems Call me !!!!…, tutur President di satu Sidang World Economic Conference di Jakarta bersama waktu KAA. Ini benar-benar Penyataan Berani Presiden memberi Komitmen dengan Kampanye dan Wacana jaminan yang belum Solid dengan Komitmen yang Konkret.

Dan jika tidak ada Aksi drastis Penangguhan seperti ini?. Kami optimis Kondisi Pasaran Modal Keuangan dan Rupiah akan terus Anjlok ke nilai Rp 13,000 ke 14,000 per USD 1.00 dalam Jangka waktu 6 bulan ke depan. Maka kami usulkan Presiden berani dan Segera melakukan Aksi Strategis Strategi dengan tepat dan Sempurna.

3 Strategis Strategi Penangguhan ini adalah Aksi arti ‘Revolusi Mental’ yang real “Out Of The Box”, Versi IAP: BOT kami. Dengan ‘Strategi Penangguhan’ diatas, kami Optimis Bisa Indonesia bisa Mengundang Banyak lagi Investors Asing Dan Lokal untuk berinvestasi dan Presiden dan Jajaran Kementeriannya pasti lebih mudah untuk mempercepatkan proses Pelaksanaan Gagasan /Master Plan visi, Misi President dengan Transparan dan Jelas sebagai Produk visi dan Misi Program Ekonomi Presiden dengan lebih konkret dan kompetitif.

Makanisme kami adalah sistem pemerintahan dan transparan Satu Pintu dengan lebih Efisien dan Efektif untuk mempercepat proses pelaksanaan dan Pengembangan Perekonomian Negara dengan lebih Sempurna dan Pasti lebih Pro Kepentingan Negara, Pro Rakyat dan Pro Bisnis.

tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis sebagai Pengamat Ekonomi IAP Institute.



Hits since 2009