I Am President

DUNIA KELIRU DAN PARA INVESTORS KHAWATIR RUPIAH MENJADI MATA UANG TIDAK SEHAT

ar

Dunia Keliru dengan Menguatnya nilai Rupiah drastik dari level Rp 14,735 menguat Menjadi Rp 13,035 per dollars Amerika? kemarin, Menguat lebih dari 1,000 point Perubahan dalam 9 hari di anggap Misteri.

Para Perekonomian Dunia Khawatir Rupiah akan termasuk dalam Kategori Mata Uang “SAKIT/TIDAK SEHAT” dunia.

Drastik Perubahan Penguatan Nilai Mata Uang Negara yang meragukan Pasaran Keuangan Dunia dan Para Pengusaha dan Para Investors dengan Menguat rupiah dengan drastik dan Misteri luar biasa dari tren Pasaran Riil.

Kekeliruan tidak Realistik ini akan mendampakan tanggapan Negatif Tidak Percaya dan Tidak Meyakinkan Para Pengusaha dan Para Investors Dunia keatas nilai Rupiah ditanggap Sebagai “Mata Uang Tidak Sehat/Sakit “.

Perlu di evaluai analisis kami ini dengan Serius oleh Presiden, didalam jangka waktu 2 Bulan kedepan, akan berlaku Koreksi Pasaran besar-besaran dan Penarikan dana Asing besar akan berlaku di Pasaran Modal Keuangan IHSG dan Bank-Bank Milik Pemerintah.

Penarikan Dana Asing dari Rekening Bank-Bank akan berlaku Secara besar-besaran dan Rupiah akan Anjlok lebih Parah pada level 15,500 ke level yang lebih Parah pada level Rp 17,000 per dollar Amerika sampai pada bulan Des. 2015 ini.

Selagi kalau pilihan strategi Kebijakan Presiden tidak Melakukan Kebijakan yang Spesifik dengan “Meng regulasikan Penetetapkan Nilai Rupiah sebagai Harga Mati /Tetap Nilai Rupiah “, dengan Veto Presiden,Sebagai Kebijakan UU Darurat Keuangan BI dengan segera Pada Level yang realistik bermula dengan nilai Rp 13,800 Per Dolar Amerika.

Segala Sistem Keuangan dan Perekonomian Indonesia akan musnah hancur dan Indonesia akan Bangkrut, Karena Hutang luar Negeri yang semakin Parah dan Hutang Perusahaan Membengkak sampai Menjadi Rp 5000 triliun Rupiah dalam jangka waktu 12 bulan Pemerintahan Presiden Jokowi bakal mengundang ancaman yang berbahaya dengan ancaman Revolusi Rakyat dan Kericuhan Politik dan Sosial seperti Reformasi 1998.

Aksi Segera Presiden Perlu Pilihan Strategis Strategi yang tepat sebelum Terlambat. Ancaman dan Serangan Pemain dan Penguasa Ekonomi Dunia Mendampakkan keatas Serangan Menghambatkan Pertumbuhan Perekonomian Negara dan Melemahkan Nilai Rupiah sudah diserang sebanyak 3 kali dan serangan akan lebih parah adalah serangan kali ke 4 nanti pada bulan Nov 2015 dan Serangan kali ke 5 pada bulan Dec 2015 ini.

Serangan kali ke 4 dan Ke 5 adalah Serangan besar-besaran Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan pada Pasaran Modal Keuangan IHSG pada bula Nov dan Dec 2015 ini. Serangan kali ini akan mendampakan ambru nya Indeks Pasaran Modal pada level dibawah 4,000 dan bisa mencapai ke level 3,000 point dari (4,491.43 pada tgl 9.10.2015 lalu) dan Rupiah akan Menjadi Rp 17,000 per Dolar Amerika dari level sekarang (Rp 13,035).

Dalam kondisi dan Situasi ini Indonesia akan Bangkrut dan akan lebih Bahaya Karena Beban Hutang Luar Negeri Indonesia membengkak Sampai Rp 5,000 triliun dari (3,000 triliuan sampai Sekarang).

Indonesia akan kembali seperti Krisis Ekonomi Pada tahun 1998. Krisis ini bisa Mengancam Revolusi Rakyat yang bisa mengancam Kericuhan Politik, Permasalahan Sosial, Kriminalitas, Terorisme, Korupsi, dan Permasalahan Suku dan Ras akhirnya bisa mengancam tindakan lebih extrem yang paling di Khawatiri Rakyat adalah Kembalinyan Politik Militer dengan aksi “Kudeta TNI ” bisa berlaku , Kalau Situasi Instabiliti Politik dan keselamatan NKRI tergugat pasti Aksi Kudeta akan berlaku.

Sebelum Situasi Memburuk dan lebih Parah Mengancam Kehancuran NKRI menjadi negara Bangkrut seperti Uni Soviet dan Yunani?, Presiden harus ingat dan Segera tanggapi Analisis Kami ini ini, dengan lebih serius dengan aksi Solusi Ekonomi kami adalah Jawaban kami untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjkloknya Rupiah harus tuntas.

Ini bukan Ramalan, tetapi Fakta Analisis Prajudis kami pasti akan berlaku jika tidak ada Antisipasi dan Aksi Pencegahan awal Presiden.

Kami Memperingatkan Pada Presiden dan Jajaran Menterinya. Jangan Sampai kondisi negara Sampai Seperti Analisis kami diatas Menjadi Real ?, Karena Kelemahan Pemimpin yang Memimpin RI masih Tidak Percaya Diri dan Tidak Berani Melakukan Kebijakan yang Luar Biasa untuk Perubahan demi Kepentingan dan Kedaulatan NKRI yang di Khawathirkan akan Menjadi Senasib Seperti Uni Soviet dan Yunani. Baru berani beraksi melakukan Kebijakan Sudah Telat.

Ini Soluai dan Nasihat kami untuk Presiden dan Jajaran Menterinya:

1.Berhenti Strategi Kuno” Permainan Penguasa Ekonomi Dunia yaitu Jalan pintas ” Hentikan Strategi Pinjaman Dana Asing”dan “No Bail Out” kepada anak Perusahaan pemerintah yang Sakit.

2.Presiden Veto Kebijakan UU Keuangan BI Tetapkan Nilai Rupiah Pada level Rp 13,800 Per Dollar Amerika.

Kalau Presiden mau Menguatkan Nilai Rupiah terusan Menguat dan tuntas dari serangan-serangan Anjlok Rupiah lagi lakukan Dikrit Presiden lebih Efektif.

Sekarang Presiden sudah mulai PD untuk melakukan Aksi drastik dengan lebih Exstrem / luar biasa harus Tepat pada Kebutuhan Perekonomian Negara dengan Strategi Penyelamat yang tepat dan Sempurna tepat dengan Kebijakan yang menuntas Puncak Segala Krisis Defisit Keuangan dihentikan dan kita Stop Serangan Keatas Ancaman kepada Nilai Rupiah degan Tetapkan Nilai Rupiah sebagai harga Mati Rp 13,800 per Dollar Amerika .

Prioritas adalah Krisis Spefisik Selamatkan Nilai Rupiah dari Serangan Anjloknya Rupiah dan kini Negara sudah Kerugian lebih 1 Ribuan Triliun dalam jangka waktu hanya 9 bulan oleh Pemerintahan sekarang.

Adalah tidak Realistik dan aksi Cuma-Cuma saja Pemerintah melakukan “Injection Capital dari hasil Pinjaman Dana Asing Negara” dan Perusahaan Negara, Karena Semua Dana “Capital Injection Buy Back “, hilang cuma-cuma dan Cair di Pasaran Modal Keuangan IHSG karena “Strategy Buy Back” Gagal Mempertahankan Indeks Pasaran Modal Keuangan dan Anjloknya Rupiah

Strategi ini hanya Menguntungkan Para “Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan Pasar Modal meraut Keuntungan dari Aksi Injection Capital Pemerintah dengan Strategi Buy Back Saham dari hasil Uang Pinjaman luar Negeri Negara dan Melalui anak-anak Perusahaan Pemerintah BUMN terus gagal Buktinya Menguatnya saran Keuangan dan Rupiah hanya selama 1 Minggu dan Pemerintah harus bertahankan lagi dengan Injection Capital lagi. Terapi tetap Merah Pertanda di papan Skor Saham IHSG Merah dan tidak stabil. Semakin banyak cobaan Bay Back Pemerintah dan anak Perusahaan BUMN, Semakin besarnya Kerugian Defisit Keuangan Negara dan Anjloknya Rupiah tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

Presiden harus ingat 70 % Pemain Saham besar-besaran pasaran IHSG adalah dikuasai oleh Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan Seperti George Soros di Pasaran Keuangan. Pasaran Efek Indonesia Kecil di Perbandingkan dari pasar bursa Saham lain dunia.

Injection Capital Buy back Strategi adalah Pola Permainan Penguasa Ekonomi Dunia IM, World bank dan Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan Pasaran Modal keuangan Dunia.

Mereka akan mengambil Kesempatan untuk Meraut Keuntungan Besar dengan mengetahui Strategi Pemerintah bermain dengan cara Pola Mainan Mereka dengan “Strategi Buy Back Saham” adalah moment musim Panin membuat Investors” dan Solusi mereka keluar dari Krisis Keuangan Sebuah Negara.

Mereka akan Menjual Saham-Saham yang mereka Kuasai dalam Waktu moment Pememerintah Menanam Modal Besar-besar seperti sekarang, Kita lihat 3 kali strategi “Strategi Buy back”gagal memperkuatkan Rupiah dan pasaran modal dengan 2 Jilid Kebijakan dan akan datang Jilid Kebijakan III Presiden, Masih tetap tidak Spesifik dan tidak akan memaksimalkan respon Para Investors (FDI).

Semoga Presiden Dan Seluruh Jajaran Menteri Kerjanya, siap Beraksi dengan lebih bijak dengan Mengevaluasi Signal Peringatan kami ini, dan Siap Mengevaluasi setiap Saran dan Kritikan kami.

Saran Solusi Strategi kami bergelar IAP: BOT sebagai penyelamat Perekonomian Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum tahun 2030 dengan tidak perlu Menggunakan Biaya dana ari APBN untuk Membangun Perekonomian dan Infrastruktur Negara tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

Dan kami siap menyerahkan 2 buku hasil Riset dan Analisis kami berjudul:
1. Indonesia kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum 2030 .
2. Indonesia Investment Guide Book .

Solusi Strategi Kami siap untuk di bedah dan di uji Kompetensi dan Substansi Saran Strategi kami.

Semoga Allah Subahannallah hii ta’allaa Melindungi Negara kita Dan Semoga NKRI Selamat dari analisis Prajudis Kami dan Mudah-Mudahan Presiden kita lebih Percaya diri dengan Kebijakan Presiden Bahwa “Presiden adalah Presiden.” yang bekerja hanya demi untuk Kepentingan NKRI dan Bangsa Indonesia ” , Kami Optimis pasti tidak ada siapapun yang akan menantang niat Visi , Misi dan Kebijakan Presiden yang akan Mengguncamg Dunia.

Dengan Agenda Gagasan yang Jelas yang akan Menjaminkan Harapan Inspirasi Rakyat yang menjanjikan Kemakmuran Negara Menjadi Kuasa Ekonomi Dunia dan Mensejahterakan 250 Juta rakyat Indonesia, Siapa yang mau menantang? pasti tidak ada Karena Presiden melakukan Perubahan dan kebijakan 100% Untuk NKRI dan Bangsa Indonesia.

Salam Sukses Presiden Jokowi dan Seluruh Jajaran Pemerintahan Indonesia. Selamat diatas Kesedian Adaptasinya.

Dr. Muhammad Asmi
Pengamat Ekonomi/ Ketua Tim Riset / CEO
I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR. (tgl 10,10.2015)


PRESIDENT PERINTAH BANK INDONESIA BUAT KEBIJAKAN UU KEUANGAN SEBAGAI MONETARY CONTROL NILAI RUPIAH DI TETAPKAN PADA LEVEL RP 13,800 PER USD.

150821131348-garuda-indonesia-antisipasi-pelemahan-rupiah-terhadap-dollar-hingga-rp-16-ribu

Rakyat mengajak Presiden Tinggalkan saja, hal hal lama, Tidak perlu bicara Soal 3 hal kesempatan Presiden sebelumnya lagi, seperti yang diumumkan dalam FB Presiden Jokowi..

Cukup dengan Kebijakan Baru Presiden Launched baru – baru ini, “harus lebih spesifik dan untuk lebih Efektif and Atraktif mengundang Investasi Asing (FDI)” buat saja Perencanaan Pembangunan Perekonomian yang sudah terencana dengan lebih Efektif dengan Terbukti lebih Kompetitif.

“OUTLOOK INDONESIA LOOKING FORWARD, NOT BACKWARDS ” and “BYE BYE TO PROBLEM and CRISIS”.

Kebijakan yang Spesifik adalah Solusi Kebijakan yang selama ini di tunggu-tunggu adalah “Komitmen Sistem dan Regulasi Pemerintahan Yang Kongrit, yang Konsisten dengan Penawaran Insentif – Insentif yang Atraktif dan Yang Kompetitif” Sebagai AKSI SEGERA PRESIDEN TETAPKAN NILAI RUPIAH SEBAGAI REGULASI UU DARURAT KEUANGAN BANK INDONESIA UNTUK SELAMATKAN RUPIAH DARI TERUSAN ANJLOK.

Dengan Kewenangan Presiden, Umumkan Perintah Presiden dengan Kebijakan Meregulasikan Ketetapan Nilai Rupiah tetap pada tahap level Rp 13,800 efektif serta merta, harga Mati nilai Rupiah sebagai UU Keuangan Bank Indonesia Serta Merta..

Ketetapan Ini aksi Sebagai Monetary UU Bank Indonesia.. jadi Rupiah tidak akan Fluctuation lagi, (Rupiah tidak akan terusan naik dengan lebih parah lagi dari Sekarang RP 14,500 per Dollars ), kita tuntaskan masalah Rupiah..

Ini adalah Strategi Strategis yang lebih prioritas Untuk Kembalikan Kepercayaan dan Keyakinan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors untuk Memilih Indonesia sebagai destinasi Investasi Mereka..

Hentikan Solusi Jalan Pintas Pinjaman Luar Negeri , Sama Artinya Menjual Indonesia???

Dengan Kebijakan Prediden Indonesia bisa Bangunkan Perekonomian dan Infastruktur negara tanpa perlu biaya dari dana APBN dan Kami Optimis Fundamental Perekonomian Indonesia akan Kembali Stabil dengan lebih Cepat dengan Strategi Kebijakan jangka pendek ini yang lebih Realistik dan 100% Efektif pada Pasaran Keuangan dan Ekonomi Global.

Dengan Ketetapan Nilai Rupiah di Tetapkan pada Nilai Rupiah ke level Rp 13,800 per Dollar Amerika (terus mengikut pasaran sehingga ke level Rp 11,000 Per Dollar, Presiden Harus lakukan strategi ini Secepatnya dan Segera, ketetapan nilai Rupiah sebagai harga Mati.

Dr Muhammad Asmi Optimis Strategi Penyelamat Rupiah ini Membawa Perubahan Drastis pada kebutuhan Penyelesaian Krisis Defisit Keuangan yang mendampakkan Kepada Serangan dan Ancaman kepada nilai Rupiah, Maka Saran Kita Serang Kembali dengan Strategi ini. Insha Allah Besar dampaknya..

Strategi ini hanya kita laksanakan sebagai Strategi untuk waktu darurat saja dan akan di evaluasi setelah nilai rupiah kembali normal sesuai pada nilai Pasaran. dan Nilai Sasaran Rupiah yang paling Realistik dan Kompetitif adalah pada tahap level Rp 11,000 per dollar Amerika .

Jika Presiden gunakan strategi IAP: BOT kami ini, Kami Optimis Indonesia bebas dari Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjlok Rupiah tuntas dalam 1 bulan..

Selamat Sukses Bp President dan Seluruh Jajarannya..

BOGOR Jawa Barat, 23.9.2015
Ikhlas dari- Dr Muhammad Asmi Pengamat Ekonomi President Direktur dari I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR..


8 KEBIJAKAN PRESIDEN JOKOWI TERLALU GLOBAL TIDAK SPESIFIK DENGAN KEBUTUHAN PARA INVESTORS

maxresdefault

Publik dan Pasaran Ekonomi mau Jawaban yang Solid dan Kongkrit dari Presiden dan Jajaran Pemerintahan nya Menjawab Inspirasi dan keluhan benak hati seluruh Rakyat Indonesia selama 70 tahun Indonesia Merdeka, dengan Visi, Misi dan Solusi yang luar biasa dengan Real Revolution Mental yang Berani Mewujudkan Mimpi Besar yang Luar Biasa yang bakal mengguncang Dunia ini.

8 Strategis Kebijakan Yang baru di Umumkan oleh Presiden Jokowi, “Terlalu Global tidak Spesifik dan tidak memenuhi kehendak Pasaran Ekonomi dan tidak memenuhi keinginan Para Investors Asing dan Domestik.

“Pemerintah sudah 2 kali Gagal dengan Metode lama Percobaan “Try and Error” konventional untuk menyelamat krisis Defisit Keuangan dan Anjlok nya Rupiah terusan terpuruk ke level Rp 14,500 per Dollar dan Pasaran keuangan Efek tetap di Posisi di bawah 4,400 points.

Strategi Awal “Bail Out Financial dan Perekonomian Pemerintah” :

1. Apa bila Pemerintah Pilih Jalan Pintas, Tambahan Pinjaman Dana Asing USD 11 Milyar USD dari World Bank, ADB dan IMF dengan Refinancing Proyek Jalan Tol Bali, Gagal membawa Impect Positif kepada usaha menyelamat keadaan Krisis? Rupiah tetap di posisi level Rp 14,200. pasaran Efeks Jakarta tetap pada. level 4,100 points.

2. Percobaan Strategi Kedua Pemerintah dengan Strategi “Buy Back Saham ” Pasaran Keuangan Pasar Modal Efek Jakarta, telah Menginvestasi sejumlah Rp 30 Triliun Rupiah Modal Investasi melalui Investasi Anak Perusahaan BUMN bulan Agustus 2015 lalu juga Gagal, dan Rp 30 Triliun ini Hilang dan cair di Pasaran Modal Keuangan dan ini Strategi bunuh diri dan “Gambling” ini, Malah membatu menyelamat para Investors Asing Menarik Investasi Modal Asing Mereka dan terus Exit dari Pasaran Efeks dengan lebih gampang untuk Merelokasikan investasi dan Perniagaan mereka ke Negara lain yang lebih Menjaminkan Keuntungan Investasi mereka.

Dan aksi “Buy Back Saham” Gagal, Dan anak Perusahaan Pemerintah tetap rugi Rp 30 triliun dan tidak ada Perubahan Senifikan pada Nilai Rupiah tetap di paras level Rp 14,500 dan Pasaran Indeks Keuangan Efeks Jakarta tetap terus buntu di level 4,300 point dari 5,500 points pada bulan Desember 2014 lalu.

Pemerintah Jokowi berharapan Pasaran Modal Keuangan bisa bertahan sampai kesasaran di bawah 4,000 points dan Nilai Rupiah di asumsi bisa bertahan pada nilai di bawah Rp 14,000 per Dolar Amerika Sebagai Strategi Perjudian. Ternyata Analisis dan Asumsi Pemeritah Meleaet dan Salah Strategi Pemerintah ini Gagal lagi.

Menurut Dr Muhammad Asmi, Indonesia Membutukan Strategis Straregi KEBIJAKAN yang Tepat dan tidak Spesifik.

SOLUSI KAMI

Kepada Pemerintah Presiden Jokowi Supaya mau Mendengar dengan Cermat dan Segera mengeveluasi opini rakyat ini, demi untuk Menyelamatkan Negara dari Menjadi senasib Negara Negara Eropa dan Negara Yunani sebagai negara Bangkrut karena Gagal bayar hutang Luar Negeri yang besar.

President harus beraksi segera dengan Strategis Strategi yang tepat, “Pemimpin negara wajib Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik,Kepercayaan Para Pengusaha dan Para Investors ” dengan segera ini yang paling Prioritas sekarang.

Para Pengusaha Domestik dan Para Investors Asing hanya mau “Jaminan Komitmen Kongkrit Sistem dan Regulasi yang Konsistensi dan Kompetitif Dari Kebijakan Presiden” yang di tunghu tunggu selama ini..

001002

Jaminan kami Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah versi I AM PREDIDENT INSTITUTE BAB 6 ( item 1,2 dan 3) dan Bab 5 dari buku Saya yang Berjudul ” Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis ….Buku terbitan Gramedia sudah di Pasaran di seluruh Outlet Gramedia di seluruh indonesia…

Pak Presiden Jokowi dan Jajaran Menterinya Silahkan Evaluasi dengan baik Saran dan Strategi kami ini. Empat tahun sudah kami perjuangkan Strategi kami ini, Strategi kami ini hasil Riset kami 13 tahun Kami membuat Riset dan tinggal di negara role model kami maksud di bawah ini, dan kami mempelajari bagaimana China, India dan Dubai, Abu Dhabi UAE bisa Menjadi jadi Penguasa Ekonomi Dunia dalam Jangka Waktu Kurang dari 30 tahun.

Kami sudah mendesignkan 3 Strategis Strategi untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Krisis Serangan Ancaman Anjloknya Rupiah dan 5 Strategis untuk Indonesia Jadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum tahun 2030 menjadi realita dan Pembangunan Infraatruktur dan Perekonomian imdonesia tanpa APBN.

Bukan hanya Wacana, kami sudah tuliskan dalam buku saya Strategi dan Mekanisme nya, siap dengan buku Instrumen dan Aplikasi Strategi.

Distansi dan Realistik Strategi kami siap untuk di benahi dan tantang oleh sesiapapun yang siap dan mau membenahi dan mengevaluasi Materi kami ini dalam mana mana Forum Diskusi atau Debat untuk buktikan Keunggulan Strategi kami .

3 bulan kedepan Hutang Luar Negeri Indonesia akan terus bertambah dan Nilai Rupiah akan tetap terus Anjlok ke tahap Rp15,000 ke Rp 17,000 pada bulan Dec 2030 ini.

Kalau tidak ada Strategis Strategi yang Kongkrit dan Spesifik di lakukan oleh Presiden untuk Menyelamatkan NKRI dari terus dihancurkan oleh Para Mafia Keuangan kararna Kepentingan Peribadi Para Pemimpin Koruptor.

Maka kalau Pemimpin kita dekarang Memilih Strategi “Jalan Pintas, Pinjam Dana Asing” dan Tetap Mencari Kubang Hitam sebagai Penyebab dan sebagai Strategi Penyelesaian Krisis ?….Sama Artinya Pemimpin ini pilih ” Jalan Bunuh diri ” Pemerintah dan Menyerah NKRI karena Bangkrut Ideologi dan Menjual Indonesia” Kepada Negara negara Penguasa Ekonomi dunia”…

Sakarang ini adalah Era Penjajahan Ekonomi, Segala Usaha Mau Pinjaman Dana Asing harus di hentikan sekarang. Kalau Pemimpin kita sayangkan NKRI dan tidak mau Menjual Indonesia Kepada Penjajah Ekonomi Dunia.

Semua dana kebutuhan Indonesia sudah di siap kan, Sesuai permainan Politik Ekonomi Mereka, untuk menjadi Menguasai Ekonomi dan Mengintervensi Pemerintah Indonesia dengan lebih berwenang, Inilah akhirnya nasib negara Indonesia akan dijajah Penjajahan Ekonomi dari Negara Negara kuasa besar dunia. Karena Gagal bayar Hutang Luar Negeri ? Ini sama Arti nya “Indonesia Sudah di Jual oleh Pemimpin yang Takut melakukan PERUBAHAN DRASTIK dan BANGKRUT KEBIJAKAN Keprmimpinan” ….

Jangan Tunggu Situasi Perekonomian Indonesia menjadi lebih Parah dengan Serangan Nilai Rupiah sampai ke level nilai Rp 15,000 per Dollar Amerika, Situasi Ini akan berlanjutan lebih Parah Melonjak sampai ke level Rp 17,000 per Dollar,dan Indonesia di jual kepada Penjahahan Ekonomi dunia waktu itu dan NKRI akan Menjadi Negara Hancur seperti negara Uni Soviet dan Bangkrut seperti Yunani.

Sampai Saat ini Pemerintah Jokowi Masih Belum Komited dengan KEBIJAKAN Penerintah dengan lebih Spesifik. Cuma ada 8 Kebijakan yang yang baru di umumkan oleh Presiden Jokowi tgl 9.9.2015 lalu, Sangat Global, tidak Spesifik dan tetap tidak akan mendapat Respon Positif dari Para pemain Ekonomi dan Para Investors.

Kampayne Investasi Presiden Jokowi ke luar negeri terbukti tidak menarik dengan Maximal, karena tidak aa oerdoapan KEBIJAKAN dan INSTRUMENT yang Kompetitif, Kongktit dan Konsisten yaitu Jaminan Satu Komitmen KEBIJAKAN SISTEM DAN REGULASI yang lebih Konsiten , Efektif, Kongkrit dan Kompetitif Seperti yang kami Sarankan dalam Bab 6 item 1, 2 dan 3 kami masukan dalam buku Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum 2030. Indonesia Bisa Bangunkan Pembangunan Infrastruktur dan Perkonomian Negara tanpa APBN dan Mekanismenya ada pada Kami untuk di hadiahkan pada Pemerintah.

Dr Muhammad Asmi Optimis 3 Strategis Strategi kami ini memberi Jaminan menarik respon Publik, Para Pengusaha Ekonomi dan Para Investors Asing dengan lebih Drastik, Efektif dan Atraktif .

Strategi yang Menjaminkan dan Mengembalikan “Kepercayaan Dan Keyakinan Para Pengusaha dan Para Investors dengan lebih Efektif dan Kompetitif.

Dr Muhammad Asmi Program Director I AM PREAIDENT INSTITUTE BOGOR


4 KEBIJAKAN YANG DI KELUARKAN PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKOWI TERLALU GLOBAL TIDAK SPESIFIK DENGAN KEBUTUHAN PARA INVESTORS

DSC00307_60

PRESIDEN JOKOWI Harus lebih Fokus Pada Kebutuhan Indonesia dengan Gagasan Visi, Misi Indonesia dengan Spesifik, Sebagai Solusi Negara Exit dari Krisis Defisit Keuangan dengan Strategi yang lebih Efektif, Sempurna, Atraktif dan Kompetitif.

Rakyat mau Jawaban yang Solid dan Konkret, Menjawab Inspirasi dan keluhan benak hati yang telah lama tersirat dibenak hati seluruh Rakyat Indonesia selama 70 tahun Indonesia Merdeka, dengan sebuah Visi, Misi dan Solusi yang luar biasa dengan Real Revolution Mental dengan Berani Mewujudkan Mimpi Besar yang Luar Biasa yang bisa mengguncang Dunia ini.

Kita anggap Krisis Ekonomi dunia ini sebagai “Opportunity” Bagi Indonesia membuktikan bangsa Indonesia yang Brilian dan Genius, Sebagai Pemimpin Yang Sekelas Pemimpin Negara-Negara Maju dunia dengan KEBIJAKAN Strategi dengan Pola Pikir bangsa Indonesia, Indonesia bisa Exit dari ancaman Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya nilai rupiah dalam 6 bulan ke depan.

Krisis Defisit Keuangan Indonesia akan bertambah Parah setelah Gagalnya, Beberapa Strategi Awal “Bail Out Finansial Market”, Pemerintah dengan Strategi “Buy Back Saham” Pasaran Keuangan Pasar Modal Efek Jakarta, telah Menginvestasi sejumlah Rp 30 Triliun Rupiah Modal Investasi melalui Investasi Anak Perusahaan BUNM bulan Agustus 2015 lalu, tidak mendampakkan Perubahan Signifikan dalam perkembangan Indeks Pasaran Keuangan, Efek Jakarta tetap terus buntu ditahapan level 4,400 poin dari 5,500 poin sebelum Pemerintahan Jokowi dan Nilai Rupiah ditahap Rp 13,200, Pemerintah Jokowi mengharapkan Pasaran Modal Keuangan bertahan dibawah 4,000 poin dan Nilai Rupiah bisa bertahan bisa bertahan pada nilai dibawah Rp 14,000 per Dolar Amerika. Tetapi Malang sekali Dana “Bail Out atau Buy Back” Strategi Pemerintah hanya sia-sia, Rp 30 Triliun ini hilang dan strategi Pemerintah ini Membantu Para Investor Asing keluar dari Pasaran Efek dengan lebih mudah untuk mereka melokasikan investasi mereka ke Negara lain yang lebih menjaminkan Investasi yang lebih aktraktif dan Menguntungkan Mereka.

Hutang Luar Negeri Indonesia akan terus bertambah dan Nilai Rupiah tetap terus Anjlok ke tahap Rp15,000 ke Rp 17,000 pada bulan Dec 2030 ini.

Situasi dan Strategi Penyelamat Pola Strategi ala Pemikiran IMF, World Bank ADB dan Negara-Negara Kuasa Ekonomi lain ini, sudah siap untuk Menggagalkan Impian Indonesia, Supaya Indonesia terus Meminjam Dana Asing dari mereka, seperti sudah dijanjikan kepada Indonesia sudah pinjam USD 11 Milyar dari World Bank dan ABD pada bulan Juni 2015 dan Proyek Jalan Tol Bali terpaksa digadai sebagai Collectrol/ Jaminan Pinjaman dan Bertambah Beban Hutang Luar Negeri Indonesia.

Strategi ini Nenyelesaikan dengan Jalan Pintas Pinjam Dana Asing adalah sama Artinya Membunuh diri Menyerah Kepada Negara-negara penguasa Ekonomi dunia sebagai Era Penjajahan Ekonomi, harus dihentikan sekarang. Kalau Pemimpin kita tidak mau Menjual Indonesia Kepada Penjajah Ekonomi Dunia.

Semua dana kebutuhan Indonesia sudah disiapkan sesuai permainan Politik Ekonomi Mereka untuk menjadi Penguasa Ekonomi dan Intervensi Pemerintah Indonesia, oleh Negara-Negara kuasa besar apa bila Indonesia Gagal Membayar Hutang Luar Negeri Indonesia?, Ini sama Artinya “Indonesia Sudah diJual kepada Mereka”.

Jangan Tunggu Kondisi dan Situasi Perekonomian Indonesia sehingga menjadi lebih Parah dengan Serangan Nilai Rupiah sampai ke tahap nilai Rp 15,000 per Dolar Amerika, Situasi Ini telah terlalu Parah karena Indonesia akan Senasib Uni Soviet hancur dan Bangkrut seperti Yunani.

Sampai Saat ini Pemerintah Jokowi Masih Belum Komited dengan KEBIJAKAN Pemerintah dengan lebih Spesifik. Cuma ada 4 Kebijakan yang baru diumumkan oleh Menteri Keuangan seperti cover photo text ini, yang masih Global, tidak Spesifik dan tidak seperti yang dientrikan.

Harapan besar Publik, Para Investors dan Para Pengusaha tidak menyambut baik undangan Misi Kampanye Investasi Presiden Jokowi ke luar negeri terbukti tidak menarik dengan Maximal, Karena tidak ada KEBIJAKAN yang Menjaminkan Satu Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konsisten, Efektif, Konkret dan Kompetitif.

Strategi yang boleh menarik respon Publik dengan lebih Drastis, Efektif dan Atraktif.

Strategi yang Menjaminkan dan Mengembalikan “Kepercayaan Dan Keyakinan Para Pengusaha dan Para Investors dengan lebih Efektif dan Kompetitif.

Dr. Muhammad Asmi Program Director I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR


KITA WELCOME TAWARAN PENYEDIAAN DANA ASING TETAPI BUKAN BERSIFAT PINJAMAN TETAPI BERSIFAT PROYEK “VERSI STRATEGI IAP : BOT

IMG_0989

Sebagai Pengamat Ekonomi kami Mengevaluasi Kenapa Ekonomi Indonesia terus Terpuruk dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terhambat.

Para Pemimpin tidak bisa berbohong kepada Rakyat, Rakyat Sadar Indonesia dalam Krisis Defisit Keuangan semakin parah dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah yang berbahaya dan Bisa Menjadi lebih Parah jika tidak ada Kebijakan dari Presiden dengan segera, Indonesia Bisa Bangkrut 6 bulan kedepan.

Nasib NKRI terancam kepada Krisis Seperti Uni Soviet Hancur dari Persatuan sebuah Negara yang kuat Politiknya, tetapi Hancur Karena Permasalahan Kemiskinan, Sosial, Kriminalitas, Terorisme dan Permasalahan Para Pemimpin Politik banyak Berpolitik? Sehingga kehilangan Jati diri Kebangsaan, yang sudah tidak terkawal, Karena Rakyat sudah terlalu bosan dengan Pemimpin yang Korupsi, Nepotisme dan Koronisme ditambah lagi Karena tekanan Krisis Ekonomi Dunia dengan Intervensi luar Politik dan Serangan Nilai Keuangan dan Krisis Hutang Uni Soviet, Mengakibatkan Kebangkitan Rakyat Menuntut Demokrasi dari sebuah Negara yang berpahaman Komunisme dan akhirnya Negara Soviet Musnah dari Persatuan dan Hancur.

Maka kami mengajak Presiden Jokowi supaya Segera Beraksi dengan Strategis yang Tepat dan Sempurna dengan Konkret dengan Kebijakan yang Drastis dan Kompetitif.

Sampai hari ini, kita Menunggu Presiden dan Jajarannya Masih belum Berani Mengeluarkan KEBIJAKAN Tepat dan Sempurna.

  1. Yaitu : “Satu Sistem dan Regulasi yang Konkret dan Konsisten”, dengan Jaminan yang lebih berani, aksi yang lebih Drastis, Transparan, dengan Jaminan Penawaran Insentif-Insentif, Jaminan Tidak ada Kenaikan Pajak, Tarif, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pelayanan Pemerintahan (Jangan ada Proposal Mewujudkan biaya Tarif baru seperti Biaya Pelayanan Administrasi/GST, VAT, Levi Fees atau biaya-biaya administrasi) dengan Jaminan tidak ada Kenaikan Sepanjang Periode Pemerintahan Jokowi.
  2. Pembukaan dan Penyediaan Kawasan Moral Investasi di gelar Kawasan Zonasi Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Zonasi Investasi Ekonomi Istimewa (zIEI) dibangun oleh Para Investors tanpa APBN dan Negara tidak Perlu Pinjaman dana Asing Kita gunakan Kebijakan Kemitraan Pintar Pemerintahan sebagai Solusi Tepat yang tidak Meriskankan NKRI dan Rakyat Indonesia Menjadi Korban Kelalaian yang tidak disadari.

Para Pemimpin kita hari telah Menzolimi NKRI sehingga Indonesia DIJUAL Kepada Instrument Penjajahan Negara Penguasa Ekonomi Dunia IMF, World Bank, ADB dan Penguasa Ekonomi Dunia yang Kerakusan dengan Kekayaan Indonesia yang Zolim.

Karena Komitmen Hutang luar Negeri yang Besar sehingga Presiden dan Seluruh Jajarannya Pemerintahan Indonesia, Rakyat Kuawatirkan Negara Indonesia tidak bisa Membayar Hutang Luar Negeri ini apabila sudah terlalu Parah.

Kami hanya sekadar mampu membuat “Signal dan Ram” Evaluasi buat Presiden kita, Supaya Hentikan Niat Tambah Pinjaman Dana Asing.

Untuk Menyelesaikan Permasalahan Krisis Keuangan dan Tepuruk Rupiah dengan “Jalan Pintas, Pinjaman Dana Asing” adalah “Strategi Bunuh Diri dan Bangkrut” Pemimpin yang lemah.

Strategi Kita Cukup dengan Menggunakan Kebijakan Pintar Sebagai Presiden, Indonesia bisa Exit dari Semua Krisis Perekonomian dan Kita bisa Bangunkan Infrastruktur Negara kita tanpa Perlu Pinjaman Dana Asing dan Tidak Perlu Biaya Dana Dari APBN dengan Strategi kami bergelar IAP: BOT Tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

“Kita Welcome Penyediaan Dana asing dari Negara-Negara Maju/ IMF, World Bank, ADB sudah siap Dana Ribuan Triliunan untuk Financing Seluruh Proyek Presiden Jokowi, Kita terima dengan niat baik, “tetapi bukan bersifat Pinjaman tetapi Bersifat Proyek dengan Kebijakan Pintar Pemerintahan”, Versi Strategi IAP: BOT. Presiden tidak Perlu Pinjaman Dana Asing untuk Bangunkan Infrastruktur Negara, Cukup dengan KEBIJAKAN Pemimpin kita dengan Strategi IAP: BOT kami.

Pembangunan Sebagai Proyek Nasional RI dengan Tawaran Fasilitas “Pioneer Status Tax Holidays for 50 years”, dengan “Komitmen Pelayanan Satu Pintu Konkret, yang “Real Revolusi Zero Birokrasi dengan Regulasi yang Konsisten” Siap dengan Mekanisme dan Instrument Sistem yang Sempurna dengan lebih Efektif dan Efisien.

Pemerintahan harus siap Mekanisme dan Instrument Yaitu Buku “Indonesia Investment Guide Book for Public” wajib disediakan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi sebagai aksi dan Merespon tuntutan dari KEBIJAKAN dengan Strategis Strategi yang Tepat dan Sempurna Presiden, masih menjadi Entri oleh setiap Pengusaha dan Para Investors Asing dan Lokal sampai sekarang.

Kami telah Menyiapkan 2 buku Kepada Para Pemimpin Indonesia.

buku

Buku 5 Strategis Strategi dan Prioritas Strategi Untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah.

Buku yang berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030″, membicarakan 5 Strategis Strategi untuk Indonesia Exit dari segala Krisis Ekonomi dan Indonesia Bisa Bangunkan Perekonomian dan Infrastruktur kita tidak Perlu Pinjam Dana Asing atau Biaya dari Dana APBN.(Buku ini hasil Riset Dr Muhammad dari Institute I AM PRESIDENT Bogor terbitan Gramedia sudah di pasaran).

Penerbitan Buku Pelaksanaan Strategi kami ini adalah hasil tulisan Dr. Muhammad Asmi, bukan hanya sekadar teori atau wacana mimpi.

Kami ciptakan buku Pelaksanaan dan Mekanisme Strategi kami sebagai Solusi kepada Presiden dan Jajaran Pemerintahannya sesuai objectif Pemerintah uang inginkan melaksanakan Sistem Pemerintahan dengan Jaminan Pelayanan “One Stop Service Centre / Pelayanan Satu Pintu” maka kami wujudkan Instrument ini.

Sebuah buku Penting untuk Informasi Publik tentang “Kebijakan Pelayanan Pemerintahan dan Pelayanan Satu Pintu” sudah siap untuk kami hadiahkan kepada Pemerintah yang berwenang pada hari ini dan kepada seluruh Jajaran Pemerintahannya tanpa ada Kepentingan Politik, Komesial dan Tidak ada Kepentingan Pribadi, Semua ini karena diatas Semangat Cinta kami kepada bangsa dan Kedaulatan NKRI Lillahi Ta’alaa.

Usaha kami ini adalah senergy untuk mendukung Strategi Pelaksanaan Gagasan dan Program Pembangunan Perekonomian dan Proyek Nasional dapat diimplimentasi dengan Transparan, Cepat, Efektif, Efisien, Konsisten dan Kompetitif Sebagai Komitmen Pelaksanaan Impian Negara, Sesuai dengan Inspirasi Publik, yang berjudul “Indonesia Investment guide Book”.

Terbitan buku ini Sebagai Strategi untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors Asing atau Lokal kepada Komitmen Pemerintahan Sekarang.

Kami siap menerima tantangan Uji Materi bedah buku dan Pembenahan strategi tetang Relevan dan Substansi pada Forum Dialog/ Forum Diskusi / Seminar/ dan sekalipun Perbincangan dengan Presiden dan Jajaran Kabinet Menteri Jokowi.

Kita siap terima tantangan uji materi strategi kami, Kami siap buktikan Bahwa Strategi kami ini adalah Strategis Strategi yang Tepat dan Sempurna yang dibutuhkan untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah Tutur Dr Muhammad Asmi dengan Optimis.


INDONESIA SAMBUT NIAT BAIK IMF, WORLD BANK, ADB DAN DANA ASING DARI NEGARA-NEGARA MAJU

Sebagai Pengamat Ekonomi kami Mengevaluasi Kenapa Ekonomi Indonesia terus Terpuruk dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terhambat.

Para Pemimpin tidak bisa berbohong kepada Rakyat Era Zaman Cybers dan Technology Abad 21 ini, Semua data dan statistik Indikasi keuangan Negara, Kemampuan dan Prestasi Pasaran Keuangan negara, Indeks Pasaran Keuangan Efek Jakarta, laporan Ekspor dan Anjlok nilai Rupiah didalam Jejari “fingertips” rakyat yang pintar komputer, Cukup dengan Gadget HP dan Internet di alam dunia Cybers world dunia tanpa Sempadan.

Rakyat Sadar Indonesia dalam Krisis Defisit Keuangan yang semakin Parah dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah yang berbahaya dan Bisa Menjadi lebih Parah jika tidak ditangani cepat dengan Kebijakan dari Presiden dengan segera? Indonesia Bisa Bangkrut dalam 6 bulan kedepan.

Nasib NKRI terancam kepada Krisis Seperti Uni Soviet Hancur dari Persatuan sebuah Negara yang kuat dan Hebat.

Hancur Karena Kebangkitan Rakyat karena Permasalahan Kemiskinan, Sosial, Kriminalitas, Terorisme dan Permasalahan Suku Dan Ras.

Para Pemimpin dan Rakyatnya terlalu banyak Main Politik dan Korupsi, Sehingga kehilangan Jati diri Kebangsaan, yang sudah tidak terkawal, Karena Rakyat sudah terlalu bosan dengan Pemimpin yang Korupsi, Nepotisme, Koronisme dan Berkepentingan Pribadi.

Ditambah lagi Karena tekanan Krisis Ekonomi Dunia dengan Intervensi luar Politik dan Serangan Nilai mata uang dan Krisis Hutang Penyebab Negara Soviet Musnah dari Persatuan dan Hancur.

Maka kami mengajak Presiden Jokowi supaya Segera Beraksi dengan Strategis yang Tepat dan Sempurna dengan Kebijakan yang Drastis dan Kompetitif dengan Konkret.

STRATEGI YANG DIMAKSUDKAN

Yaitu “Satu Sistem dan Regulasi yang Konkret dan Konsisten”, dengan Jaminan yang lebih berani. KEBIJAKAN “yang lebih Drastis, “Pelayanan Satu Pintu” yang lebih Transparan, Konsisten dengan Komitmen Konkret dan Kompetitif.

I. Komitmen dan Jaminan Pemerintahan dengan Zero Birokrasi siap dengan Penawaran Insentif-Insentif yang menarik dan Kompetitif, Tax Holidays selama 50 tahun dengan Strategi IAP: BOT kami ini.

II. Jaminan TANGGUH, Niat Pemerintah Kenaikan Pajak, PPN, PH, SPT, (Pribadi / Perusahaan/ Properti) Tarif, BEA CUKAI keatas semua Produk Import atau ekspor.

III. tidak ada Kenaikan Biaya Pelayanan Administrasi Pemerintahan (Jangan ada Proposal Mewujudkan atau Menaikan biaya Tarif baru seperti Biaya Government Services Tax/GST, VAT, Levi Fees/ Fiskal atau kenaikan biaya biaya administrasi lain), Jaminan tidak ada Kenaikan Sepanjang 5 tahun Periode Pemerintahan Jokowi JK.

IV. Pembukaan dan Penyediaan Kawasan Zona-Zona Investasi Di Seluruh Wilayah/ Daerah/ Kabupaten/ Desa/ Kecamatan yang berpotensi ada SDA / Pembangunan Perekonomian di Strategi sebagai kawasan Stimulus Ekonomi.

V. Kebijakan Perintah Presiden tidak ada kenaikan BBM, LPG, Listrik dan Airpump Dan Tidak ada Kenaikan Semua bahan Sumber Konsumsi, Sembako, Barang Material Konstruksi dan Industri pada setiap waktu Perayaan Festival dan Sepanjang Periode 5 tahun Pemerintahan Jokowi.

Penyediaan Kawasan Penanaman Modal yang Kami gelar Kawasan ini sebagai kawasan “Zonasi Free Trade Zone ( FTZ) atau Kawasan “Zona Investasi Ekonomi Istimewa” ( ZIEI).

Semua ini bisa kita bangun cukup dengan Kebijakan Pemerintah oleh Para Investors tanpa biaya APBN dan Negara tidak Perlu Pinjaman dana Asing lagi.

Kita gunakan Kebijakan Kemitraan Pintar Pemerintahan sebagai Solusi Tepat yang tidak Meriskankan NKRI dan Rakyat Indonesia Menjadi Korban Hutang Luar Negeri dengan Kelalaian Para Pemimpin yang tidak disadari menjual Indonesia.

Strategi Kita Cukup dengan Menggunakan “Kebijakan Pintar Sebagai Presiden, kami optimis Indonesia bisa Exit dari Semua Krisis Perekonomian dan Kita bisa Bangunkan Infrastruktur Negara kita tanpa Perlu Pinjaman Dana Asing dan Tidak Perlu Biaya Dana Dari APBN dengan Strategi kami bergelar IAP: BOT Tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.


KITA WELCOME TAWARAN PENYEDIAAN DANA ASING TETAPI BUKAN BERSIFAT PINJAMAN TETAPI BERSIFAT PROYEK VERSI STRATEGI IAP: BOT

JOKOWI JK PUYENG_7

Sebagai Pengamat Ekonomi kami Mengevaluasi Kenapa Ekonomi Indonesia terus Terpuruk dan Terhambat. Dan Indonesia Dalam Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya NILAI Rupiah yang Merbahaya dan Bisa Menjadi lebih Parah Indonesia Bisa Bangkrut dan Bisa Membawa kepada Krisis Seperti Uni Soviet yang hancur dari Persatuan sebuah Negara yang kuat Politiknya tetapi Hancur karena Permasalahan Kemiskinan karena tekanan Ekonomi Asing dan akhirnya Negara Soviet Musnah dari Persatuan.

Maka kami mengajak Pemerintah Presiden Jokowi harus Beraksi bdengan Strategis yang Tepat dan Sempurna. Sampai hari ini, kita Masih belum Berani Mengeluarkan KEBIJAKAN Tepat, Satu Sistem dan Regulasi yang Kongkrit dan Konsisten yaitu sebuah Jaminan yang lebih berani , aksi yang lebih Drastis, Transparan, dengan Jaminan Penawaran Insentif Insentif,Fiskal, Tidak ada kenaikan Tarif, Pajak , BEA CUKAI sepanjang periode Pemerintahan Jokowi .

Pembukaan dan Penyediaan Kawasan Modal Investasi di gelar Kawasan “Zonasi Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Zonasi “Investasi Ekonomi Istimewa” (ZIEI) di bangun oleh Para Investors tanpa APBN dan tanpa Pinjaman dana Asing tidak di perlukan.

“Kita Welcome Penyediaan Dana asing dari Negara Negara Maju/ IMF, World Bank, ADB sudah siap Dana Ribuan Triliunan untuk Financing Seluruh Proyek Presiden Jokowi, Kita terima dengan niat baik, “tetapi bukan bersifat Pinjaman tetapi Bersifat Proyek dengan Kebijakan Pintar Pemerintahan “, Versi Strategi IAP: BOT. Presiden tidak Perlu Pinjaman Dana Asing untuk Bangunkan Infrastruktur Negara, Cukup dengan KEBIJAKAN Pemimpin kita dengan Strategi IAP: BOT kami…

Pembangunan Sebagai Proyek Nasional RI dengan tawaran Facilitas Pioneer Status Tax Holidays for 50 tahun dengan Pelayanan Satu Pintu yang Real Revolusi birokrasi yang lebih Efektif dan Efisien (Buku Investment Guide Book for Public) sebagai mekanisme dan Insrument kami.

Kami telah Menyiapkan 2 buku kepada Para Pemimpin Indonesia:

1. Buku 5 Strategis Strategi dan Priotitas Strategi Untuk Exit dari Jrusis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah.

(Buku hasil Riset Dr Muhammad Aski terbitan Granmedia berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebrlum 2030”, membicarakan strategi Indonesia Bisa Bangunkan Perekonomian dan Infrastruktur kita tanpa Perlu Pinjam Dana Asing atau Biaya dari Dana APBN).

2. Buku Pelaksanaan bukan sekadar teori atau wacana mimpi saja, Kami ciptakan buku pelaksanaan “One Stop Service Centre books “, yang berjudul “Indonesia Investment guide Book” Sebuah buku untuk Informasi Publik tentang “Kebijakan Pelayanan Pemerintahan dan Pelayanan Satu Pintu” sudah siap untuk kami hadiahkan kepada Presiden Jokowi dan Jajaran Pemerintahan nya untuk melayani Inspirasi Publik, Pengusaha dan Para Investors Asing atau lokal.

Kami siap menerima tantangan Relevan dan Substansi Uji Materi bedah buku dan Pembenahan strategi pada Forum Dialog/ Forum Diskusi / Seminar/ dan sekalipun Perbincangan dengan President dan Jajaran Kabinet Menteri Jokowi, Kita siap terima tantangan uji materi strategi kami , Kami siap buktikan Bahwa Strategi kami ini adalah Strategis Strategi yang Tepat dan Sempurna yang dibutuhkan untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah Tutur Dr Muhammad Asmi dengan Optimis.

President Director I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR


INDONESIA AKAN HANCUR SEPERTI UNI SOVIET KALAU PRESIDEN TERUS BERSIKAP LEMAH TAKUT MELAKUKAN PERUBAHAN DENGAN KEBIJAKAN YANG TEPAT

IUYU

Krisis Hutang Luar Negeri Indonesia dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah harus ditangani dengan Segera, hasil analisis kami mengajak anda perhatikan progres Indeks Pasaran Modal Anjlok setiap 3 bulan semenjak bulan Feb 2015 sehingga sekarang Indeks Efek 4,163.73 points dari bulan Feb 4,535 points dan Rupiah Tepuruk terus dari Rp 13,200 terus anjlok ke Rp 14,000 per Dollar Amerika sudah Parah ancaman Krisis Defisit Keuangan Negara kalau tidak ditangani segera dengan Strategis Strategi yang Tepat.

Analisis kami Sampai bulan Dec 2015 ini, Sekiranya Presiden/ Pemerintah tetap tidak memiliki Solusi menyelesaikan dengan “Komitmen Sistem dan Regulasi yang Konsiten dan Kompetitif” tetapi bukan dengan Strategis “Jalan Pintas”, Dengan Solusi “Pinjam Dana Asing”? Karena “Ini Straregi Bunuh Diri Pemerintah”, Dalam Situasi dan kondisi krisis ekonomi yang sudah terjadi ini Perekonomian Indonesia akan kembali ke Era Krisis Ekonomi tahun 1998.

Krisis Hutang Luar Negeri dan Krisis Defisit Keuangan Indonesia akan menjadi lebih Parah dan Indonesia dalam Ancaman akan dijual kepada Negara-Negara penjajahan Perekonomian Dunia (IMF, World Bank, ADB atau Kepada Negara-Negara Maju dunia. Inilah akibat jika Indonesia diperintah oleh Pemerintahan yang dipimpin oleh Pemimpin yang Lemah, tidak Berani Melakukan PERUBAHAN dan Bangkrut ide tidak ada Kebijakan Kepemimpinan.

Kebijakan yang dibutuhkan oleh Perekonomian Indonesia Adalah Perubahan Drastis memprioritaskan Strategis Strategi Perekonomian Pemerintah dengan Komitmen Konkret, Jaminan Sistem dan Regulasi yang lebih Efektif dan Kompetitif.

Masya Allah, Kami khawatir bukan saja Perekonomian Indonesia yang Bangkrut kalau Presiden tetap dengan aksi Tunggu Perubahan Ekonomi Dunia Secara Natural, Ekonomi Indonesia akan terus Parah dan persatuan Indonesia akan hancur Seperti negara Soviet Union.

Inilah akibatnya apabila Sebuah Negara Yang Dipimpin Oleh Pemimpin Yang Pimpin Oleh Pemimpin yang Lemah dan tidak Visioner.

Karena Memilih Jalan Pintas dan Menyerah diri kepada Penguasa Ekonomi Dunia. Pinjaman Dana Asing adalah Aksi Bunuh Diri. “Kita Harus Belajar Dari Pemimpin yang Sukses dan Jangan Belajar Dari Pemimpin Negara yang Gagal” dan sikap tidak kepedulian Para Pemimpin tidak memprioritaskan Permasalahan Kemiskinan adalah Penyebab Indonesia terus Menjadi Negara Gagal rakyat menjadi korban kemiskinan, Karena dipimpin oleh Pemimpin yang Lemah.

Sampai Sekarang Indonesia sudah 70 tahun kita Merdeka, Kenapa Kita masih di ketogorikan sebagai sebuah negara Gagal dan sebuah negara yang kata dengan SDA tetapi masih dalam Kategori negara diantara 100 negara Rakyatnya Masih pada kategori Rakyat yang Miskin dunia diposisi ke 68.

Haruskah kita menunggu sehingga Rakyat Indonesia Terpaksa Berjuang Bermati-Matian sampai kehilangan kewenangan bangsa dan Jati diri bangsa senasib seperti kondisi dan situasi bangsa dan Negara Palestin, Barulah Para Pemimpin Indonesia Berani Beraksi Merubah dan Mengajak Kita Berjuang dan Bangkit Melawan Penjajahan Penguasa Ekonomi Dunia ? Aksi seperti ini Sudah Telat dan lihatlah Nasib Rakyat Palestin dan Negara-Negara yang sudah dihancurkan oleh Negara Penguasa Ekonomi Dunia? Negara Soviet Union, Negara-Negara di Eropa, Negara-Negara timur tengah Negara Iraq, Lybia, Syria dan lain lain.

Inilah dampak Kalau Negara memiliki Para Pemimpin yang lemah dengan Kerakusan Jiwa Para Pemimpin yang Korupsi didalam Kabinetnya Berkepentingan Pribadi dan Tidak memprioritaskan Kepentingan NKRI dan Rakyat Indonesia sebagai opsin kedua penting.

Para Pemimpin hari ini banyak yang Lalai dengan Kerakusan mengejar Posisi untuk Kewenangan dan Semua ingin berkuasa dan pintar mengkritik, tapi tidak ada Solusinya.

Tanpa Para Pemimpin Sadari, Mereka hanya menghancurkan NKRI bukan sepakat dan Solid mendukung Pembanggun dan Perekonomian Negara, tetapi mereka lebih suka berbelanja menghabiskan dana Negara / APBN dan Uang Rakyat dari anak-anak Perusahaan BUMN dan lain-lain dana Rakyat.

Tanpa Para Pemimpin hari ini sadari, Mereka Telah Menjual, Menyerah, Menzalimi Negara dan Rakyat Mereka kepada Penjajahan Era Baru, Yaitu Kepada Penjajahan Kuasa Ekonomi Dunia dan Negara-Negara yang Menguasai Perekonomian Dunia, Karena Negara Terpaksa Menambah Hutang luar Negeri dan Membengkak Biaya APBN pusat dan Daerah mengancam negara akan di serahkan kepada penjajahan ekonomi dunia.

Kepada Presiden dan Jajarannya pimpinan negara Indonesia yang cintakan kedaulatan NKRI dan Rakyat Indonesia.

Hentikan Cara Mencari Kambing Hitam, dan Jangan Cari jalan Pintas “Jangan Pinjam Dana Asing Lagi”, Cukup yang Sudah terjadi dan Kita Usaha sendiri Cukup dengan Kebijakan Presiden Jokowi dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintahan dan 5 Strategi IAP: BOT Hasil Riset Dr. Muhammad Asmi seperti yang dibicarakan beliau dalam Buku tulisan beliau Berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar DUNIA Sebelum 2030 Terbitan Gramedia Sudah Di Pasaran Gramedia di seluruh Negara.

Dengan Solusi adalah bermula dibicarakan dalam Bab 6 (item 1,2 dan 3) baca Bab 4 dan Bab 5 Master Plan Strategi Menuju untuk Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia ini Sasaran Impian NKRI dan Inspirasi Seluruh Rakyat Indonesia.

Prioritas adalah pelaksanaan Solusi “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah”, seperti yang Saya bicarakan dalam Bab 6(1,2 dan 3) baca Bab 4 dan Bab 5 adalah Master Plan dari Strategis Strategi Buku Menuju untuk Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia tulisan Dr. Muhammad Asmi terbitan Gramedia sudah di Pasaran seluruh Negara.

Untuk Uji Substansi, Hasil Riset kami ini, Kami Siap Debat dan Bedah Buku ini untuk buktikan Solusi dan Strategis Strategi kami ini Murni, Relevant dan dibutuhkan Oleh Pemimpin untuk Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Perekonomian dan Defisit Keuangan Negara dari ancaman Krisis hutang yang bisa Bangkrut dan hancur seperti Negara Soviet Union, Kalau Presiden lalai dan hambat beraksi untuk menangani Krisis dengan Kebijakan dan strategi yang tepat dan sempurna.

Era Pemerintahan Presiden Jokowi baru berusia 9 bulan ini sudah meningkatkan Dana Hutang Luar Negeri sejumlah Rp 1,500 Trilliun Rupiah, Membengkak Dana APBN, Anjlok Pasaran Modal lebih Seribu Point (4,800 points) pemerintahan sebelum Presiden Jokowi dan Export Negara Anjlok terus dan Nilai Rupiah Terpuruk ke nilai Rp 13, 800 dan Analisis kami terus memonitor progres Nilai Rupiah dan Pasaran Modal akan terusan Anjlok ketahap Rp 14,500 ke Rp 15,000 pada bulan Dec 2015 akan datang bisa lebih parah.

Kalau Presiden tetap masih tidak beraksi dengan Strategis Strategi yang tepat untuk Menangani Krisis Defisit Keuangan Negara dan Ancaman Anjloknya Rupiah dengan Solusi yang Kami Sarankan Kepada Pemerintahan Presiden Jokowi.

Tidak Melakukan Strategis Strategi yang Tepat dengan Segera akhirnya Indonesia akan senasib Yunani dan tidak cukup dengan hanya undangan Investasi dan Janji-janji Lisan yang belum siap dengan Mekanisme yang Konkret Yaitu Satu jaminan dari Pemerintahan Presiden yang Solid dengan “Komitmen Sistem dan Regulasi yang Konsisten dan Kompetitif” seperti yang disarankan dalam maksud tulisan buku Dr. Muhammad Asmi diatas, Semua Permasalahan ini akan tuntas sebelum Dec 2015 ini tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.


PRESIDEN HARUS LIHAT KRISIS EKONOMI DUNIA SEBAGAI “PELUANG BESAR”

Banner2

Indonesia Butuhkan Strategis Strategi Kebijakan Pemerintahan yang lebih terjamin dengan “Sistem dan Regulasi yang Kompetetif, Konkret dan Konsisten”.

Para Pemimpin dan tokoh-tokoh Ekonomi dan Politik, Jangan hanya Pintar Cari kambing Hitam dengan Mudah saja Menyalahkan Krisis Ekonomi Dunia sebagai Penyebab Krisis Defisit keuangan, Hutang luar Negeri yang Membengkak dan Anjlok Nilai Rupiah ketahap Rp 14,000 per Dollar Amerika, bukan Penyebab Kehambatan Ekonomi Indonesia.

Aksi Para Pemimpin tetap Salahkan fakta diatas sebagai Penyebab, Pemimpin begitu bangkrut Ide betul tidak?

Tanggapan pemimpin Seperti Ini Salah, Karena Indonesia Sudah Merdeka, Sekarang Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden dan Jajaran Kabinetnya yang berbangsa Indonesia, Presiden yang masih berwenang dalam Menentukan Kedaulatan dan Impian NKRI dan Inspirasi Rakyat Indonesia menjadi Riil.

Indonesia tidak dijajah dan Indonesia Kaya dengan Warisan Sumber Daya Alam termasuk kumpulan G20 negara terbaik SDA dunia.

Para Pemimpin Indonesia Sekarang belum memiliki Pemimpin yang “Berani dengan Mimpi Besar yaitu Gagasan yang Visioner dengan Sempurna dan Pemimpin Indonesia Takut Melakukan PERUBAHAN DRASTIS.

Satu Visi dan Misi yang Sempurna dengan Strategis Dengan Kebijakan Pintar Kepemimpinan sebagai Negarawan Berjiwa Pahlawan yang Sejati, berjuang dengan harga Mati menunaikan Gagasan hanya untuk Kepentingan NKRI dan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Apakah Indonesia Sudah dijajah oleh Negara Asing sekarang? Kalau belum Maka kita tidak perlu cari kambing hitam lagi.

Para Pemimpin Kita Presiden dan Semua Jajarah Menteri, Cukup dengan Menggunakan Kebijakan Kepemimpinan Presiden Indonesia yang berwenang Sekarang Indonesia bisa lakukan PERUBAHAN dengan tanpa perlu meminjam dana dari IMF, world Bank, ADB atau Negara-Negara Maju untuk membangun infrastruktur dan Perekonomian Indonesia hanya Dengan Strategis Kami IAP: BOT Lah solusinya.

Strategis Strategi Mekanisme Strategis IAP: BOT kami seperti yang kami tulis dalam buku kami dibawah, Menjaminkan Harapan Kepada Fundamental Ekonomi Indonesia dengan lebih Efektif dan Efisien. Pelaksanaan dan Pengurusan Pemerintahan untuk Membangun Perekonomian Indonesia dengan tanpa perlu Berhutang atau Menambah Hutang Luar Negeri Lagi. Dan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Negara Tidak Perlu dibiayai dari dana APBN Pusat/ APBD, Cukup dengan Kebijakan Presiden dan Cara Pola Pikir dan Cara Strategi Pemimpin kita yang Genius dan Visioner sebagai Negarawan yang Murni dan Sejati.

Para Pemimpin Kita harus lihat Krisis Ekonomi dunia ini, sebagai “Oporturnity”, bagi Indonesia untuk mencipta sejarah Kegemilangan untuk Mewujudkan Impian Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Baru menjadi relita.

Solusi kami, Pemerintahan Presiden Jokowi jangan terlalu bergantung kepada Industri MIGAS sebagai Penghasilan utama GDP negara dan jangan bergantung kepada Nilai turun naiknya harga Minyak Bumi dunia, Jangan Salahkan Dollar Amerika Dan jangan Salahkan Para Pengusaha atau Investors Asing Tarik Dana Modal Asing dari Bursa Saham Efek Indonesia. Karena akan banyak Perusahaan Pabrik dan Pengembang bakal Gulung tikar/ tutup Perusahaan/ Bangkrut Perusahan Mereka di Indonesia dalam waktu terdekat.

Karena Pemerintah tidak ada “Jaminan Konkret ada Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konsisten dan Jelas yang menjanjikan Harapan dan Potensi Business di Republik ini dengan Kompetif dan Konsisten.

Pemerintah “Hentikan Strategi Memilih Jalan Pintas dengan Strategi Pinjaman Dana Asing dari world Bank /ADB/ IMF/ Negara-Negara Maju (dari Amerika, China atau Eropa). Yuk Bpk. Presiden Kita bangun Forum Diskusi Ekonomi Outlook dengan para Tokoh-tokoh Pemimpin Bersama Tokoh-tokoh Ekonomi, Hukum, Para Pengusaha, Investors dan Usahawan untuk mendengar Keluhan dan Saran yang menyebabkan kenapa Respon Para Pengusaha dan Para Investor tidak Maximal karena tidak yakin dan kurang percaya dengan Undangan Investasi ke Republik Indonesia Setelah 9 bulan Kampanye tetap tidak Maximal seperti yang diinginkan oleh Pemerintah.

“Krisis Perekonomian Dunia, Krisis Defisit keuangan negara dan Penarikan Modal Dana Asing dan Serangan Ancaman Anjlok nilai rupiah bukan alasan dan bukan penyebab bagi Kehambatan Perekonomian Indonesia tetapi Penyebabnya adalah kehambatan Pola pikir dan pelaksanaan Kebijakan Presiden dan Kebijakan Para Menteri yang tidak Realistis dan tidak Memiliki Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konkret dan Kompetitif untuk Menstimulasikan Pertumbuhan Perekonomian dengan strategis strategi yang Tepat dan Sempurna tidak diperjelaskan dengan Konkret.

Contoh solusi kami:

3 strategis Strategi Penangguhan dari Bab 6 (item 1, 2 dan 3 ) yaitu kita bermaksud pemerintah tidak akan naikan semua Pajak, BEA CUKAI, Biaya Administrasi Pelayanan, tidak ada cadangan Tarif atau biaya pelayanan Pemerintah yang baru seperti Government Service Tax ( GST / VAT) dan komitmen pelayanan satu Pintu yang lebih transparan dan Zero Birokrasi dengan Penyediaan buku-buku Indonesia investment Guide Book untuk Panduan dan Informasi Publik dengan segera, For information buku ini adalah mekanisme pelaksanaan Master Plan dan Blur Print Plan Pembangunan Nasional Pemerintahan Sekarang.

Presiden dan Seluruh Jajaran Kementerian Presiden Jokowi harus Mengevaluasi, Kenapa Kehambatan Respon Publik, Para Pengusaha dan Para Investors untuk Merespon Undangan dan Misi Kampanye Investasi Presiden Jokowi, setelah 9 bulan Kampanye bermula dan Misi investasi ke Indonesia Tidak Menarik, Karena tidak miliki Komitmen yang Solid dari Pemerintahan Jokowi secara konkret, Yaitu Komitmen “Jaminan Sistem dan Regulasi yang Konsisten dengan Penawaran Insentif yang Kompetitif”.

Semua ini dapat diatasi Cukup dengan Kebijakan Seorang presiden yang Berani Melakukan PERUBAHAN dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar” Pemerintah hasil Riset dari buku tulisan Dr. Muhammad Asmi yang berjudul Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 terbitan Gramedia sudah di pasaran di tokoh Gramedia di seluruh negara (Limited Edition Cuma 2000 Buku Cetakan).

Solusi untuk mengatasi Krisis Ekonomi Negara dibicarakan dalam Bab 6 (item 1,2, dan 3) dan Bab 5 Solusi dan 5 Strategi yang dibutuhkan Indonesia Menuju untuk Menjadi Kuasa Ekonomi ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 dan Solusi Exit dari Serangan Krisis Ekonomi dan Ancaman Anjloknya nilai Rupiah terjamin Tuntas.

Dr. Muhammad Asmi CEO I am President Institute Bogor
DUNIA SEBAGAI “OPPORTUNITY”


INDUSTRI PEMASANGAN AUTOMOBIL DAN SEPEDA MOTOR CKD DAPAT MENDONGKRAK EKONOMI, TUNTASKAN MASALAH PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

 cats

Pertanda baik dengan terealitasnya Impian kami Melihat Pemerintah memulai Proyek pembangunan Pemasangan Pabrik-Pabrik Automobile CKD sudah bermula, semoga Pemerintah galakan kembali dengan lebih agresif Pengembangan Industri ini dengan Sasaran 5 Juta Unit Mobil CKD yang Pasang di Republik ini per tahun.

Bayangkan Industri ini bisa Menyumbangkan minimum 10 orang untuk Pemasangan 1 unit mobil, dengan Sasaran Pemasangan Mobil Asing ini dengan jumlah 5 Juta unit per tahun, Maka Kita dapat menghasilkan Lowongan Pekerjaan sejumlah 50 Juta Pekerjaan boleh ditawarkan dari Industri ini, Pemerintah boleh tuntaskan Permasalahan Pengangguran dan Kemiskinan negara tuntas dalam jangka waktu 3-4 tahun kedepan.

Kuasa Beli Rakyat Indonesia pada Automobil per tahun 1,5 Juta Unit dari industri Automobil dan sisa 3,5 Juta unit mobil pasangan CKD, kita Expor dan peningkatan pada hasil pendapatan pajak Pabean Cukai atau Excise Duty dan Pajak Terjamin Meroket pendapatan dan keuangan negara, ini belum lagi terkira pada Industri Sepeda Motor CKD di Indonesia, Karena Kuasa beli kita adalah 10 juta unit Sepeda Motor per tahun.

Bayangkan lowongan pemasangan motor adalah paling minim 1 orang per 1 unit Pemasangan siap jual bagi satu Sepeda Motor, sudah melowongkan sejumlah 10 juta lowongan pekerjaan yang bisa ditawarkan oleh industri Pemasangan Sepeda Motor ini dan belum termasuk Sararan untuk pasaran Ekspor 10 juta unit lagi.

page1-300x242

semua ini bisa menjadi realita, Cukup dengan Aplikasi Kebijakan Kemitraan Pintar dengan Sistem dan Regulasi yang tepat dan Sempurna Versi Strategis Strategi kami IAP: BOT seperti yang kami tulis dalam buku yang di maksudkan di bawah ini :

Dari hasil riset kami dari IAM PRESIDENT INSTITUTE, Kami sukses menciptakan 5 Strategis Strategi kebijakan untuk Para Pemimpin yang Siap Mendengar untuk Melakukan PERUBAHAN DRASTIS dengan tepat dan Sempurna, dapatkan Buku tulisan Dr. Muhammad Asmi berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030″ terbitan Gramedia sudah dipasarkan.

Indonesia Bisa Bangunkan Perekonomian dan Infrastruktur kita tanpa perlu biaya APBN Pusat atau Daerah dan Tidak Perlu Pinjaman dari Dana Asing cukup dengan Strategi yang kami namakan Strategi IAP: BOT dari buku yang dimaksudkan diatas.

Semoga sukses Kepada Presiden dan Seluruh Jajaran Kementerian Indonesia “BERSAMA KITA MRWUJUDKAN IMPIAN INDONESIA”.

Share


Industri Automobile “Bisa Sumbang 50 Juta Lowongan Pekerjaan Kepada Rakyat”, Cukup dengan Strategis Strategi Kebijakan yang tepat

Ini Mobil momennya Presiden Lakukan Strategis Strategi Pilihan Sebagai Aksi Prioritas Perekonomian yang tepat Presiden yang di tunggu-tunggu oleh Publik, Para Investors dan Pengusaha yang Masih Menjadi Kritikan Sensasi setiap Pemimpin Politik dan Publik.

Industri AutoMobile adalah sebagian dari Solusi Jalan Exit Indonesia untuk Mengatasi Permasalahan Permasalahan Krisis Perekonomian, Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya Rupiah.

Saran kami Sederhana Saja, Jadi Kan Produk Asing Sebagai bagian dari Produk Penting dan Jadi Produk-Produk Indonesia Sebagai Strategi untuk Menuntaskan Serangan Krisis Ekonomi Dunia.

Beban Pengangguran Indonesia 11,5 Juta dan Kemiskinan 17,5 Juta Rakyat tuntas, Memang Rakyat Indonesia butuhkan Lowongan Perkerjaan dan Kesejahteraan.

Contoh:

Industri “Pemasangan Automobil dan Sepeda CKD”,Indonesia Menuju Menjadi Sebagian dan sasaran 20% kebutuhan Pasaran Mobil dan Sepeda Dunia.

Daripada Indonesia dijadikan sasaran Pasaran Kuasa Beli Yang Tinggi Sebagai Pengguna dan Penikmat Produk Asing.

Hari Ini Kita mengajak Presiden Kita sedikit lebih Berani untuk Mewujudkan Impian Indonesia dengan lebih “ambitious” Sebagai Sebagian Negara Produsen Mobil dan Sepeda dunia Yang berteknologi Mesra Alam / Go Green Cars yang memang sudah trend dunia.

Industri Automobile Ini “Bisa Sumbang 50 Juta Lowongan Pekerjaan Kepada Rakyat”, Kalau Presiden Siap dan Berani Melakukannya dengan Strategis Strategi yang tepat dengan “Komitmen dan Jaminan Membuat Kebijakan Sistem dan Regulasi yang Konkret”, Kepada Para Investors Model-model Mobil Merk-Merk Popular dunia Ini, dipasang secara CKD, dengan Sasaran Volume Kuantitas sejumlah 5 Juta unit per tahun di Indonesia (1,5 Juta unit Mobil untuk Penuhi Pasaran domestic dan 3,5 Juta Mobil CKD) untuk Pasaran dunia.

Mudah-Mudahan Presiden lebih cepat melihat Potensi Industri Automobile dan Pasaran Domestic Sepeda Motor Saja 10 Juta unit per tahun, Semoga Presiden Bisa melihat Saran dan Solusi kami Kali Ini dengan Lebih Cermat dan Cerdas.

Prioritas dan agenda yang masih Menjadi Dilema dan Kebuntuan Pemerintahan Presiden Jokowi Hari ini, masih di tunggu-tunggu oleh Publik, Para Investors dan Pengusaha adalah Komitmen Konkret Yaitu: “Jaminan Sistem yang lebih Konsisten dan Regulasi yang lebih Kompetitif dan Insentif yang lebih Atraktif dengan Segera model Strategis Strategi yang tepat dan Sempurna untuk mengembalikan kepercayaan dan Keyakinan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors dunia untuk memilih Indonesia Sebagai destinasi Investasi yang paling Menarik dan Kompetitif Dari Negara tetangga lain dan negara yang Sudah Maju.

Kami Optimis Cukup Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Saran Solusi kami seperti yang kami bicarakan dalam buku kami Di Bab 6 (Item 1,2,3 dan Bab 5) yang berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030 terbitan Gramedia.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Strategi dijamin Mempercepat respon publik, Para Investors, Para Pengusaha dan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia akan lebih cepat mengembang setelah Presiden KEBIJAKAN ini, Akan Menguatkan Sasaran Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan sasaran 7 % GDP per tahun bagi tahun 2016 ini lebih realistik Fundamental Ekonomi Indonesia untuk Menjadi Lebih Stabil, Kompetitif dan lebih Menjaminkan Harapan tanpa perlu Negara tambah pinjaman luar Negeri Lagi. tutur Dr. Muhammad Asmi, President Director I am President Institute Bogor dengan Optimis


HUT 70 KIBAR BENDERA DI RUMAHMU TANDA KECINTAANMU KEPADA NEGARA

rsz_writing-contest

Dimana Pemimpin kami? Dimana Semangat kebangsaanmu Negaramu Merdeka tidak ramai Rakyatmu Menyadarinya? Bangkitlah Semangat Bangsa Indonesia.

Hargailah Hari HUT 70 Kemerdekaan Negaramu. Berapa Susah Pahitnya Para Pemimpin, Prajurit dan Rakyat Sebelum kamu, berjuang untuk Memproklamasikan Kemerdekaan, sehingga banyak yang kehilangan Jiwa dan Raga untuk diwariskan kepada 300 Juta Rakyat Indonesia hari ini, “Menjadi Rakyat yang Merdeka Berdaulat dan Beradab”.

Kami datangi dimana-mana negara besar dunia, Sambutan dan Pengertian Pemimpin dan Rakyat Mereka tentang Semangat Nasionalis Mereka terkait Sambutan “Hari Kemerdekaan” sangat luar biasa sekali, Berbeda dengan Sambutan di Indonesia Sunyi dan Sepi.

Ini Karena Semangat kebangsaan dan Kesadaran Para Pemimpin dan Perintah tinggi kita kurang Nasionalis dan Kurang Mengerti Sambutan HUT Kemerdekaan negara Sendiri?

Kepada Seluruh Pemimpin dan Jajaran Kementeriannya agar Menyadari dan Semoga tidak lupa Kewajiban Mereka, Sederhana saja Cukup dengan Perintah dan Ajakan Sosialisasi Pemimpin tentang Pengertian HUT 70 semoga Tokoh-Tokoh Pemimpin dan Nasionalis bangsa sadar adalah kewajiban bagi Seluruh Pemimpin Negara dan Seluruh Rakyat diwajibkan Menyambut HUT 70 Hari Kemerdekaan Kita sebagai lambang Kebesaran NKRI ini dengan Penuh Semangat kebangsaan atau Kecintaan kita kepada NKRI dan Bangsa ini.

“Paling tidaknya Cukup dengan Perintah kepada “Seluruh Jajaran Menteri Pemerintahannya dan Rakyat wajib Mengibar Bendera Merah Putih di rumah mereka di seluruh Negara tanda Kesyukuran dan Kebangaan Wujudnya Indonesia”… I love you Indonesia ku…..Dr.Muhammad Asmi


SISTEM DAN REGULASI PEMERINTAH YANG KONSISTEN DAN INSENTIF YANG KOMPETITIF MENJADI INDONESIA SEBAGAI NEGARA PILIHAN INVESTASI

Satu Usaha Cerdas dari beberapa aksi Para Pengusaha Lokal untuk mengusahakan Usaha Pemasangan Mobil CKD, Bukan hanya untuk Usaha Pemasangan Mobil China ? tetapi juga Mobil Japan, Eropa dan Amerika yang sudah popular Merk Mobil dunia harus dipasangkan di Republik Ini, Karena Pasaran dan Kuasa beli Mobil Indonesia 1,5 Juta Unit Per tahun dan 10 Juta unit Kuasa beli Sepeda Motor per tahun.

Bayangkan kalau Industri Mobil dan Sepeda Motor ini dipasang di Indonesia? Berapa banyak lowongan dan perkerjaan boleh di lowongkan oleh Industri ini?
Untuk Menyiapkan satu Mobil suap jual memerlukan 10 tenaga kerja, kalau 1,5 Juta. mobil per tahun maka 15 juta Lowongan Pekerjaan

Industri Pemasangan Mobil CKD ini menjawab Permasalahan Pengganguran dan Kemiskinan tuntas belum Industri Pemasangan CKD Spedar Motor lagi. Ini adalah Pertanda Baik Pertumbuhan Ekonomi, harus mendapat dukungan dan Kerjasama dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Pemda Daerah harus Komitmen dengan membuat Sistem dan Regulasi yang lebih Konsiten dengan Penawaran Insentif insentif yang Lebih Menarik dan Kompetitif.

Kepada Pengusaha / Investor Industri Automobil ini, Kalau Indonesia Mau Pertumbuhan Ekonomi Meningkat Cepat dan Menguntungkan Perekonomian Negara dan Rakyat RI ini.

Usaha Industri Pemasangan Mobil CKD adalah Hanya Salah Satu Dari 5 Strategi dan satu Pilar Perekonomian yang baik Dari Strategi IAP:BOT Hasil Riset I AM PRESIDENT INSTITUTE yang Menjaminkan “Hope” untuk Indonesia exit dari Krisis Defisit Keuangan, Krisis Hutang Luar Negeri dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah dan Solusi untuk Kesejahteraan dan Kebahagiaan Rakyat Indonesia dengan terjamin.

Presiden dan Pemerintah Pemda harus memberi dukungan Kuat diatas Usaha Industri Ini , Kalau benar ada Niat dan Usaha Pengusaha / Para Investors Industri Pemasangan Mobil CKD untuk berinvestasi dan Presiden Wajib “Mewujudkan Satu Komitmen Sistem dan Regulasi” dalam “Program Jaminan Kemitraan Pintar Pemerintahan” yaitu Satu komitmen yang memberi Jaminan konsistensi Sistem dan Regulasi Pemerintah untuk mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan publik, Para Pengusaha dan Para Investors untuk berinvestasi di republik ini.

Program Ini pasti akan Menguntungkan Negara dan bakal Melowongkan Jutaan Peluang lowongan Pekerjaan yang pasti menambahkan Pendapatan Pajak BEA CUKAI dan Pertumbuhan Perekonomian Negara dan Ekonomi Rakyat Indonesia dengan drastis dan Sekaligus Menuntaskan Permasalahan Pengangguran 11.6 Juta rakyat dan 17.5 Juta Rakyat Miskin Indonesia akan tuntas..tutur Dr.Muhammad Asmi dengan optimis..

Dr Muhammad Asmi Sarankan Pemerintah Pusat dan Pemda gunakan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah” Hasil Riset juga disebut Strategi IAP:BOT dan Mekanismenya diperjelaskan Dalam Buku Tulisan Dr Muhammad Asmi berjudul “Indonesia Kuasa Ke 5 Besar Ekonomi Dunia Sebelum Tahun 2030 ” Di Bab 5 terbitan Gramedia sudah di Pasaran.


President Director IAP INSTITUTE Bersilturahim dengan Presiden BEM UI, BEM UNJ, dan BEM IPB

Jpeg

President TV – Pada Rabu, 8 Juli 2015, I Am President Institute kedatangan tamu istimewa, yaitu Andi Aulia Rahman (Ketua BEM UI 2015), Ronny Setiawan (Presiden BEM UNJ 2015), dan Dadan Hudanulhaq (Presiden BEM IPB 2015).

Ketiga orang pemimpin mahasiswa di kampusnya masing-masing tersebut, diundang President TV sebagai narasumber di Program Talk Show Pemuda Indonesia Bicara episode “Suara Dari

Kampus: Peran Mahasiswa Di Era Kepemimpinan Presiden Joko Widodo”. Selain mengisi sebagai narasumber di President TV, mereka juga bersilaturahim dan berdiskusi soal eknomi dan politik dengan DR. Muhammad Asmi, President Director I Am President Institute.

“Sebagai calon-calon pemimpin masa depan, mereka adalah harapan bangsa Indonesia di kemudian hari. Mereka punya jiwa aktifis yang hebat, mereka pandai berdiskusi dan berdemo, tetapi rakyat Indonesia membutuhkan solusi strategis, bukan sekedar demonstrasi di jalan – jalan”, tutur DR. Muhammad Asmi.

DR. Muhammad Asmi mengatakan bahwa saat ini Indonesia berada di ambang batas krisis finansial dunia. Presiden Joko Widodo diharapkan mampu mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis untuk menghadapi krisis defisit keuangan negara.

“Mengapa Cina dengan 1.6 Milyar penduduknya mampu menjadi kuasa ekonomi dunia? Menagapa India dengan 1.2 Milyar penduduknya juga bisa menjadi kuasa ekonomi? Sedangkan Indonesia tidak? Jawabanya adalah mereka memiliki pemimpin-pemimpin yang hebat. Pemimpin yang punya master plan, dan kebijakan yang sempurna untuk negaranya”, tutur DR. Muhammad Asmi.

DR. Muhammad Asmi juga menghadiahkan buku barunya, “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke-5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030”, yang telah diterbitkan Penerbit Gramedia Pustaka Utama sebagai bahan kajian tambahan oleh mahasiswa ketika bertemu Presiden Jokowi kelak. Di dalam buku tersebut dibahas secara lengkap 3 strategi strategis untuk pemerintah dalam membangun perekonomian Indonesia, membangun kembali kepercayaan publik, dan kepercayaan investor.

“Rakyat Indonesia membutuhkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Dua hal itu yang cuma diinginkan rakyat kebanyakan. Ketika pemimpin mampu memberikan kedua hal itu kepada rakyatnya, dialah pemimpin yang sesungguhnya”, tutur DR. Muhammad Asmi yang juga merupakan CEO/Pemimpin Redaksi President TV.

Menurut Dadan Hudanulhaq, Presiden BEM IPB 2015, dirinya mempunyai niat yang besar untuk menjadi pengusaha yang sukses. Tidak hanya itu, Andi Aulia Rahman, Ketua BEM UI 2015, tidak mau kalah karena mimpinya adalah menjadi Presiden RI di kemudian hari. Sedangkan Ronny Setiawan, Presiden BEM UNJ 2015, punya harapan di bidang pendidikan untuk menjadi dosen/akademisi.

Jpeg

Peran Mahasiswa Di Era Presiden Jokowi Ronny Setiawan, Presiden BEM UNJ 2015, berharap mahasiswa dapat memberikan solusi strategis bagi pemerintahan Jokowi dan JK saat ini. “Agenda kami pada 20 Oktober 2015 mendatang adalah bertemu Presiden Jokowi untuk memberikan masukan atas kajian kami dari masing-masing kampus yang tergabung dalam wadah asosiasi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI)”, tutur Ronny yang juga merupakan Koordinator Wilayah Jabodetabek & Banten BEM SI. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat mengundang elemen mahasiswa di Istana Negara pada Mei 2015 lalu. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) juga pernah mengundang elemen mahasiswa untuk berdiskusi.

Menurut Andi Aulia Rahman, Ketua BEM UI 2015, undangan makan malam bersama Presiden Jokowi adalah sebuah niatan baik untuk mendiskusikan kajian kritis langsung kepada pemerintah. “Saya melihat dari perspektif yang berbeda. Presiden Jokowi mengundang makan malam tempo hari sebagai bentuk positif bahwa pemerintah masih ada niat mendengarkan mahasiswa sebagai agent of change”, tuturnya.

Peran mahasiswa di era kontemporer akan diulas secara lengkap dalam Program Talk Show Pemuda Indonesia Bicara (PIB). PIB adalah acara dengan format talk show yang dipandu oleh jurnalis senior President TV. Fokus diskusi PIB terletak pada isu kepemudaan dan kepemimpinan. PIB akan diisi oleh pemuda-pemudi Indonesia yang inspiratif, memiliki visi besar, dan memiliki andil besar terhadap lingkungannya.

President TV Indonesia memiliki komitmen untuk mencetak calon-calon pemimpin Indonesia masa depan. Dengan Program PIB, kami yakin para pemuda-pemudi Indonesia akan mampu “memerdekakan” Indonesia sekali lagi menuju Kuasa Ekonomi Ke-5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030.

PIB dapat disaksikan melalui website resmi President TV, yaitu di www.presidenttv.asia, www.iapnews.co, serta Channel YouTube: President TV.


INDONESIA AKAN BANGKRUT SENASIB YUNANI , JIKA PRESIDEN TIDAK BERAKSI DENGAN STRATEGIS STRATEGI YANG TEPAT DAN SEGERA

FullSizeRender (2)

Jalan Pintas Pemerintah Pinjam Dana Asing Sekarang, Wajib dihentikan. Indonesia tidak akan keluar dari Permasalahan Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman anjloknya Nilai Rupiah akan terus menerus. Selagi Presiden Jokowi tidak Melakukan Perubahan Drastis untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investor dalam 6 bulan kedepan (sampai bulan Des 2015).

Indonesia akan menjadi Seperti Yunani, Sebagai Negara yang Gagal karena Hutang Luar Negeri yang Besar Karena Pilih Jalan Pintas, Pinjam Dana Asing apabila menghadap tantangan Krisis Ekonomi dunia gagal ditangani oleh Pemimpin kita yang berwenang tetapi tidak Percaya Diri terpaksa mengikuti perintah cara Main dan Strategi Pemikiran Asing IMF, World Bank dan Negara-Negara Penjajahan Ekonomi dunia dan Berani Melakukan Trobosan Cara Pola Pikir Pemimpin Negarawan yang Sejati dan Visioner untuk kedaulatan bangsa dan NKRI yang bakal menggoncang dunia ini.

Indonesia sebagai Naga yang bangkit dari tidurnya dengan Presiden yang “Berani dan Percaya Diri untuk Melakukan Perubahan Drastis, Cukup dengan Pemerintahan Sekarang dengan “Kebijakan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Dan 5 Strategi Perekonomian IAP: BOT Versi I AM PRESIDENT INSTITUTE”.

Strategi ini adalah hasil Riset Dr. Muhammad Asmi selama 9 tahun dari Penelitian Perekonomian Kesuksesan Presiden Deng Zhiaw Ping Negara China, Pemimpin India Mr. Momohan Sing dan Pemimpin UAE Sheikh Rasheed Al Maktoum dan Sheikh Zayed Al Nahyan Negara Role Model Kesuksesan riset DR. Muhammad Asmi. Seperti yang Beliau bicarakan didalam Buku beliau yang terbaru berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030” Terbitan Gramedia.

Menurut Dr. Muhammad Asmi “Indonesia bisa bangun Infrastruktur dan Perekonomian Negara tidak perlu dengan biaya Dana APBN Pusat atau APBD lagi, bukan dengan cara Jalan Pintas Pinjam Dana Asing tetapi Cukup dengan Kebijakan Presiden tutur Dr. Muhammad Asmi Sebagai Pengamat Ekonomi dengan Optimis.

Ada 3 Solusi Strategis Strategi Prioritas untuk Mengoreksi Pasaran Keuangan kembali Normal dan Solusi Menyelamat Seperti Berikut:

1. Perintah Presiden dengan membuat Peraturan Harga Barang yang dikawal dan diKontrol, “Tidak dibenarkan ada kenaikan kepada Seluruh barang-barang Konsumsi Rakyat, Sembako, Bahan-Bahan Material Konstruksi dan Industri, “Sebagai barang harga yang di Kawal dan dikontrol oleh Pemerintah”, melalui Kementerian-Kementerian yang terkait serta diawasi dengan tegas oleh Dinas-Dinas yang terkait dengan terencana dan tindakan pidana dengan tegas atau Penarikan Perizinan Dagang Kepada Pihak yang melanggar Peraturan Menaikan harga barang-barang yang di Kontrol dimaksudkan diatas selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

2. Pemerintahan Tangguh niat menaikan BBM, LPG, Listrik, Air, Pump selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Sebagai Strategis Strategi Mengoreksi Pasaran dan mengembalikan Keyakinan dan Keseimbangan Pasaran Keuangan selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

3. Tangguh Niat Pemerintah untuk menaikan Pajak, Tarif BEA CUKAI, pajak Tol, Biaya Pelayanan, Administrasi (GST/ VAT), tidak ada Kenaikan Pajak, harus tetap tidak berubah seperti Sekarang, selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

Kejadian Krisis Perekonomian Indonesia hari ini, terbukti adalah fakta dari dampak aksi Kenaikan harga BBM dan Semua Bahan-Bahan sumber energi dan Sembako, Material Konstruksi dan Biaya Operasional Industri terpaksa naik dari 30 % ke 100%. Kenaikan pada saat ini, Karena Biaya Operasional Pabrik, Biaya SDM naik, Cost Produk-Produk buatan Indonesia menjadi lebih Mahal karena biaya Produksi Pabrik menjadi lebih tinggi dan tidak kompetitif.

Para Pengusaha dan Para Investor tidak bisa fokus kepada usaha Produksi Pabrik atau Investasi Mereka di Negara ini karena kenaikan biaya Operasional yang tinggi dan Inflasi yang menjadi beban Rakyat tetap terus berkelanjutan, Hutang Luar Negeri dan Biaya APBN akan terus menerus membengkak dan kejadian sekarang ini sangat Membahayakan Masa Depan Indonesia dalam krisis Hutang Negara yang Bakal Memburuk dalam kondisi Darurat ke tahap yang bisa membangkrutkan Indonesia Seperti negara-negara di Eropa.

Sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah tetap Anjlok dari Rp 13,400 ke 14,000 Per USD 1.00 Amerika terus bergejolak sampai ke tahap Rp 15,000 per Dollar Amerika Dec 2015 ini.

Jika Pemerintahan Jokowi tidak melakukan Aksi Komitmen Drastis dan konkret dengan sistematis dan Regulasi untuk melaksanakan 3 Strategis Strategi diatas, didalam Jangka Waktu 3 Bulan dari sekarang ? bahayanya, Penarikan di Pasaran Modal Keuangan akan terus Berlaku anjlok dari 500 ke 800 point 6 bulan kedepan dan nilai Rupiah akan anjlok ketahap Rp 15,000 dolar Amerika sehingga Dec 2015 ini.

Jika Presiden Jokowi tetap tidak Melakukan Aksi yang tepat untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors dengan Konkret Segera dengan Sempurna.

Anggaran APBN 2015 akan terus meningkat defisit ke level Rp 600 ke 1,200 triliun pada quota ke 3 diawal tahun pemerintahan Presiden Jokowi (baru 9 bulan pemerintahan), Karena terpaksa “Bail Out ” dana untuk stabilkan Pasaran Keuangan dari Perusahaan BUMN dengan Capital Injection melalui pembelian Saham dari Efek Jakarta dan aksi ini telah menghambat alokasi APBN Pusat ke daerah untuk pembangunan ekonomi daerah menjadi hambat dan negatif Investasi Foreign Direct Investment (FDI) atau Local Direct Investment (DI).

Dr. Muhammad Asmi selaku ketua Riset Pembenahan Perekonomian Indonesia dari IAP Institute telah membuat Saran yang Konkret kepada Bpk Presiden bahwa Indonesia dalam Krisis Defisit Keuangan yang Serius dan harus ditangani dengan segera, sebelum terlambat, Indonesia bisa bangkrut dan Indonesia bisa dijual kepada Penguasa Penjajahan Ekonomi Asing Menjadi Kekhawatiran Rakyat Indonesia.

Kalau Kebijakan Presiden tetap “Pilih Jalan Pintas Pinjam Dana Asing dari World Bank/ IMF/ Negara penguasa Penjajahan Ekonomi Asing”, Maka Nasib dan Masa Depan Indonesia dalam Bahaya Besar dan negara Bakal Senasib dengan nasib Yunani dan juga seperti Negara-Negara Europa yang sudah Bangkrut semenjak tahun 2008 sehingga sekarang tidak bisa membayar hutang luar negeri mereka dan akhirnya Menyerah dan Menjual negara mereka kepada IMF, World Bank dan Negara-Negara Penguasa dan Penjajahan Ekonomi Dunia. Semua ini Karena Terperangkap Mengikuti Permainan Pemikiran dan Strategi Penjajahan Penguasa Ekonomi Dunia yang sudah siap meminjam Keuangan untuk negara-negara yang Krisis.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan Segera untuk menyelamat Indonesia dari Ancaman Bangkrut Para Pengusaha dan Investor Asing atau lokal baru bisa Fokus untuk melakukan Projection Bisnis 5 tahun ke depan dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk-produk pabrik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus, lebih konsisten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka akan meningkat 2 ke 3 kali lipat produksi mereka dari kapasitas normal Produksi dengan komitmen Pemerintahan yang konkret dan Kosisten ini, menjadi Modal Stimulasi Kemampuan Produksi Produk Indonesia akan lebih terjamin meningkat dan Kompetitif di pasaran global.

Sampai Waktu ini belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang Konkret dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Dereksi Penyelamat Presiden masih tidak jelas.

Ini Saran dan Solusi segera dari kami, Cukup dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan ini adalah Aksi arti ‘Revolusi Mental’ yang real “Out Of The Box”, Versi IAP: BOT kami.


Saatnya Presiden Beraksi Dengan Strategis Yang Lebih Drastis Untuk Menyelamatkan Indonesia Dari Terus Dalam Krisis Defisit Keuangan Negara, Anjloknya Nilai Rupiah, Meningkatnya Pinjaman Luar Negeri Dan Membengkaknya Biaya APBN 2015.

IMG_20150629_104457

Hutang luar Negeri bisa mencapai ke tahap Rp 1,5 triliun Rupiah dalam jangka waktu 1 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Jika tidak ada aksi Perubahan Strategi penyelamat untuk Membuat Koreksi Pasaran Modal Keuangan, Keseimbangan Ekspor dan Impor dengan lebih terencana dengan strategi yang tepat dan Sempurna tanpa Perlu APBN ,

Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar IAP: BOT I PREDIDENT INSTITUTE. Dan Perekonomian Indonesia bisa berlaku dengan lebih Memburuk dan bangkrut, Indonesia bisa kembali pada Sejarah Hitam 1998 dan Rupiah akan terus Anjlok kepada tahap Rp 14,500 ke Rp 15,000 Pada Dec 2015 ini.

Jika Presiden tidak Berani membuat Komitmen untuk Mengembalikan Keyakinan Publik dan Kepercayaan Para Pengusaha dan Para Investors dengan Strategis Strategi yang Sempurna, Sistematis dengan Regulasi yang Konkret dengan lebih menjaminkan.

Saran kami Kepada President Jokowi Jangan Pilih Jalan Pintas seperti aksi Pemerintah Sekarang Pinjam Dana Asing dari World Bank dan Negara China.

Krisis Ekonomi Dunia bukan Fakta untuk Indonesia / Presiden / SiapaPun Tokoh Jadikan Penyebab atau Kambing Hitam ?. Untuk Indonesia Keluar dan Tuntas Permasalahan Defisit Hutang Luar Negeri dan Anjloknya Rupiah ? bukan Sama Sekali salah orang lain, Tetapi salahkan diri sendiri karena Menjadi Pemimpin yang Lemah dan Penakut? Menyerah sebelum berjuang kepada Penguasa dan Penjahah Ekonomi Dunia. Rakyat Memilih Presiden Jokowi JK karena Mereka Memiliki Keyakinanan dan Harapan/”Hope” Jokowi-JK Presiden yang Visioner dan Berani Melakukan “PERUBAHAN” Indonesia Mau Menjadi Negara Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Sebelum 2030 tanpa Hutang Luar Negeri dan Jaminan Kesejahteraan bagi Seluruh Rayat Indonesia menjadi realita.

Ada 3 Solusi Strategis Strategi Prioritas untuk Menyelamat dan Mengoreksi Pasaran Keuangan kembali normal dan Solusinya Seperti Berikut:

1. Pemerintah Jangan Pinjam Dana Asing lagi, Wajib dihentikan Dan Dengan Perintah President dan Seluruh Jajaran Kementerian:

I. Peraturan Harga Barang yang Di kawal dan di Kontrol,”Tidak di benarkan ada kenaikan kepada Seluruh barang-barang Konsumsi Rakyat, Sembako, Bahan-Bahan Material Konstruksi dan Industri, Sebagai barang harga Yang di Kawal dan di kontrol oleh Pemerintah melalui Kementerian-Kementerian yang terkait serta diawasi dengan tegas oleh Dinas-Dinas yang terkait dengan terencana dan tindakan tegas. Tindakan Pidana atau Penarikan Perizinan Dagang Kepada Pihak yang Melanggar Peraturan Menaikan harga barang-barang yang di Kontrol.

2. Pemerintahan Tangguh Kenaikan BBM, LPG, Listrik, Air, Pump selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK.

3. Tangguh Kenaikan Pajak, Tarif BEA CUKAI, Biaya Pelayanan, Administrasi (GST/ VAT), tidak ada Kenaikan Pajak tidak harus berubah seperti Sekarang selama 5 Tahun Pemerintahan Jokowi JK.

Kejadian Krisis Perekonomian Indonesia hari ini, Sudah terbukti adalah fakta dari dampak aksi Kenaikan harga BBM dan Semua Bahan-Bahan sumber energi dan Sembako, Material Konstruksi dan Biaya Operasional Industri Sudah naik dari 30 % ke 100% Kenaikan pada saat ini, Karena Biaya Operasional Pabrik, Biaya SDM naik, Cost Produk-produk bustan Indonesia menjadi lebih Mahal. Semua Produksi Pabrik tinggi dan tidak beradidaya saing.

Para Pengusaha dan Para Investors tidak bisa fokus kepada usaha Produksi Pabrik atau Investasi Mereka di Negara ini karena kenaikan biaya Operasional yang tinggi dan Inflasi yang menjadi beban Rakyat tetap terus berkelanjutan, Hutang Luar Negeri dan Biaya APBN akan terus-terusan membengkak dan kejadian sekarang ini sangat Membahayakan Masa Depan Indonesia dalam krisis Hutang Negara yang Besar dan Darurat.

Jika tidak ada aksi Segera Presiden secara Serius dan Percaya diri Presiden, Sebenarnya harus Berani melakukan Perubahan Drastis dengan Sempurna dan Komitmen yang Berani untuk Membuat Sistem dan Regulasi Pengawasan dan kontrol, untuk mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Ekonomi Indonesia akan terus Anjlok.

Sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah akan tetap Anjlok dari Rp 12,400 ke 13,200 Per USD 1.00 Amerika terus bergejolak.

Jika Pemerintahan Jokowi tidak melakukan Aksi Drastis dalam Jangka Waktu 3 Bulan dari sekarang ? bahayanya, Penarikan di keuangan Pasaran Modal akan terus Berlaku kerugian pasaran modal dari 500 ke 800 point 6 bulan kedepan dan nilai Rupiah akan anjlok ketahap Rp 14,500 ke Rp 15.000 dolar Amerika dan Hutang luar Negeri akan terus Meningkat dan anggaran APBN 2015 akan terus meningkat defisit ke level Rp 300 ke 500 triliun pada quota ke 3 awal tahun pemerintahan Presiden Jokowi (ke 9 bulan pemerintahan), karena Bail Out pasaran keuangan dan dampak kehambatan alokasi APBN sampai ke proyek-proyek negara dan pembangunan ekonomi hambat dan negatif Investasi.

Warning dari Dr. Muhammad Asmi dari IAP Institute kami sarankan kepada Bapak. Presiden Perkenalkan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan Kebijakan Pintar Pemerintahan’ Segera sebelum terlambat, Indonesia bisa bangkrut dan terjual Karena pemimpin Pilih jalan Pintas Pinjam Dana sama World Bank/ IMF/ Negara Asing nasib Indonesia akan Menjadi negara gagal Membayar Hutang Luar Negeri seperti Negara-Negara di Europa yang sudah Bangkrut.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Kepercayaan Investors Asing Dan Lokal untuk terus berinvestasi di RI ini dan dampak besarnya kepada murni Fundamental Ekonomi dengan lebih terjamin konkret Positif.

Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal bisa Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk-produk Publik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus, konsisten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan sekarang dan Produsen Produk-produk Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia.

Sehingga Waktu ini belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang Konkret dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Dereksi Penyelamat Presiden masih tidak jelas ?

Kalau sekadar dengan program yang hanya masih abu-abu dan wacana ada Janji Wacana saja Pasti tidak akan menjaminkan Keyakinan, Kepercayaan Publik Untuk Pertumbuhan Ekonomi Bisa terjadi nilai Rupiah tidak akan terus dapat bertahan dari presure tekanan Defisit Keuangan Negara akan terus bocor, Jika Presiden/ Pemerintah tidak membuat Komitmen diatas.

Kami Optimis Perubahan Drastis ini, Adalah Maneuver Penyelamat kebocoran Penarikan Dana Modal Asing Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud Petikan dari ucapan Undangan Investasi Presiden “we want you come to Indonesia to invest” there is My peoples Wanted Change there is many “Incredible Opportunites in Indonesia and you can make an Incredible Profit here in Indonesia for your investment and if you have any problems Call me !!!!…, tutur President di satu Sidang World Economic Conference di Jakarta bersama waktu KAA. Ini benar-benar Penyataan Berani Presiden memberi Komitmen dengan Kampanye dan Wacana jaminan yang belum Solid dengan Komitmen yang Konkret.

Dan jika tidak ada Aksi drastis Penangguhan seperti ini?. Kami optimis Kondisi Pasaran Modal Keuangan dan Rupiah akan terus Anjlok ke nilai Rp 13,000 ke 14,000 per USD 1.00 dalam Jangka waktu 6 bulan ke depan. Maka kami usulkan Presiden berani dan Segera melakukan Aksi Strategis Strategi dengan tepat dan Sempurna.

3 Strategis Strategi Penangguhan ini adalah Aksi arti ‘Revolusi Mental’ yang real “Out Of The Box”, Versi IAP: BOT kami. Dengan ‘Strategi Penangguhan’ diatas, kami Optimis Bisa Indonesia bisa Mengundang Banyak lagi Investors Asing Dan Lokal untuk berinvestasi dan Presiden dan Jajaran Kementeriannya pasti lebih mudah untuk mempercepatkan proses Pelaksanaan Gagasan /Master Plan visi, Misi President dengan Transparan dan Jelas sebagai Produk visi dan Misi Program Ekonomi Presiden dengan lebih konkret dan kompetitif.

Makanisme kami adalah sistem pemerintahan dan transparan Satu Pintu dengan lebih Efisien dan Efektif untuk mempercepat proses pelaksanaan dan Pengembangan Perekonomian Negara dengan lebih Sempurna dan Pasti lebih Pro Kepentingan Negara, Pro Rakyat dan Pro Bisnis.

tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis sebagai Pengamat Ekonomi IAP Institute.


20 TAHUN TAX HOLIDAYS TIDAK CUKUP MENARIK UNTUK MEMBUAT PARA PENGUSAHA DAN PARA INVESTORS ASING UNTUK MEMILIH INDONESIA SEBAGAI DESTINASI INVESTASI MEREKA

IMG_1786

Pemerintah Melanjutkan tawaran Tax Holiday fari 10 tahun ke 20 tahun masih tidak Menarik bagi Para Pengusaha dan Para Investor Asing, Malaysia 30 tahun Tax Holidays gagal pada 1980an semua Investors gulung tikar dan repositioned investasi mereka ke negara lain di ASEAN setelah 30 tahun di Malaysia. Tujuannya Gagal jadikan Malaysia Destinasi Investasi sehingga sekarang dan kini ekonomi Malaysia mulai Lumpuh.

Sedangkan Dubai dan Abu Dhabi di UAE, Kawasan Penanaman Modal Investasi di Ghuan Dhong, Ghuan Xhou, Shenzhen, Nang Hai, Macau dan lain lain kawasan Zonasi Istimewa di Shanghai, Beijing dan di Kawasan Penanaman Modal Istimewa di Dubai, Abu Dhabi di Timur Tenggah, Mumbai, Delhi India menawarkan 50 tahun Tax Holidays dengan Paket
Insentif Istimewa yaitu Jaminan Komitmen dengan Sistem dan Regulasi yang Kongkrit dan Konsisten, Sebagai Strategik Strategi untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors Asing dan Lokal untuk berinvestasi di RI dengan lebih atraktif dan terjamin.

Jika Presiden Jokowi lebih Berani dengan komitmen seperti di maksudkan dibawah dengan lebih kongrit dan kompetitif:

Saran dari Dr. Muhammad Asmi dari IAP Institute kepada Bapak Presiden Perkenalkan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan Kebijakan Pintar Pemerintahan’ Cukup dengan Pengumuman Presiden dengan Memprioritaskan Komitmen Sistem dan Regulasi Pemerintahan Presiden seperti Berikut :

1.Tidak ada kenaikan BBM,LPG,LISTRIK dan AIR Pump selama 5 Tahun Pemerintahan Presiden.

2. Pemerintah Pemerintahan Presiden tidak boleh ada kenaikan kepada Semua Harga Barang Konsumsi Rakyat, Semua Barang Sembako, Semua Bahan Bahan Material Konstruksi, Bahan Industri dan Semua Barang 2 yang menyebabkan Kenaikan Segala Biaya yang menyebabkan kenaikan “Operational Cost” industri dan Sarana hidup rakyat sebagai Strategi Penangguhan selama 5 tahun Pemerintahan” Jokowi JK

3. Penangguhkan Kenaikan keatas Tarif Pajak, BEA Cukai , Pajak Tol, Jangan ada usulan membuat cadangan Kenaikan tarif baru Government Service Tax (GST) dan jangan ada kenaikan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 Tahun Pemerintahan Jokowi .

Ini adalah Strategi Kebijakan Presiden yang lebih Efektif dan Menjanjikan komitmen yang lebih Drastis Untuk mengembalikan “Kepercayaan Rakyat, Para Pengusaha dan Oara Investors untuk lebih Berkeyakinan dan Kepercayaan Pasaran Keuangan Modal, Untuk Penstabilan Sodual , Politik Dan Strategi Pemerintahan untuk Mempercepatkan Proses Pertumbuhan Ekonomi sebagai Komitmen Kongkrit dan Jaminan Presiden Akuntabel dan kebih Efektif meningkatkan Produktiviti dan Industri, Ekspor Negara dan Produksi Produk 2 Indonesia akan lebih beradidaya saing dan Menuntaskan Nilai Rupiah.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Para Pengusaha untuk Meresponkan dengan lebih drastis Untungan. Untuk Berinvestasi ke RI ini sesuai Investment Kampanye Presiden kepada Para Investors Asing Dunia dapat
menjadi realita.. Cukup Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal skan lebih Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk produk Pubrik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus , konsiten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan Produksi sekarang dan Produsen Produk 2 Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia.

Peningkatan ini kerana Strategi Penanguhan tadi sudah pasti tidak ada Kenaikan cost operasional, bahan material, tidak ada kenaikan Sembako , upah jasa dan transportasi yang tidak naik, Fundamental ekonomi Indonesia akan berkembang dengan lebih Signifikan dan Nilai Rupiah akan lebih terjamin menguat dari aksi Pemerintahan Dengan Strategi ini..Karena Undangan Investasi President bukan hanya sakedar Wacana , Tetapi Kesungguhan dan Mekanisme Implimentasi Pemerintahan Sekarang yang Kongkrit Menjaminkan Fundamental Ekonomi dan Rupiah akan terus menguat.

President tidak hanya membuat janji yang kosong, Tetapi Penentuan Produk dengan Strategik Strategi dan Aksi Penyelamat Ekonomi dari Krisis yang lebih memburuk 6 Bulan ke depan akan lebih serius jika tidak dibtangani Segera… Publik Perlu Komitmen yang Kongkrit dari Pemerintahan Presiden Sekarang ? , Apa Aksi yang mau di lakukan sekarang oleh Presiden harus lebih Efektif dan Kompetitif secara sistematis dengan kebijakan Regulasi dan Sistem yang Kongkrit dan terjamin untuk mengembalikan kepercayaan Publik dan Para Investors dan Pengusaha

Sehingga Waktu ini, Kami masih Menilai Pemerintahan Presiden belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang kongkrit untuk menuju Dereksi Impian Visi Misi Presiden masih diangap tidak Clear, Tidak Komited dan Tidak atraktif dan Tidak Kompetitif dari sistem dan Regulasi ysng ditawarkan Oleh negara China, India dan Dubai, Abu Dhabi di UAE

Kalau hanya sekadar wacana dengan undangan Investasi dan program yang hanya masih abu abu sebagai wacana? Pasti tidak akan atraktif dan tidak menjaminkan Keyakinan dan kepercayaan kepada pertumbuhan Perekonomian Negara dan nilai Rupiah akan terus terusan dalam “Under pressure” dan tekanan Defisit Keuangan negara dan APBN pusat akan terus bocor, Jika Presiden/ Pemerintah tidak membuat Komitmen ini dengan Specific dan kongkrit.

Perubahan yang ditunggu-tunggu oleh Pasaran Ekonomi dan Pengusaha untuk bertahan, karena ada Aksi ‘Penangguhan’ keatas nadi industri ( kepada Kestabilan Bahan Energi, Sembako dan Tidak ada kenaikan Tarif Pajak , dan Bea Cukai dan Biaya Administrasi Pemerintahan) dengan aksi Strategi Presiden yang bukan hanya Wacana Kosong) ,Ini saran dan alarm kami supaya buat Evaluasi Cerdas dan Komitmen Presiden harus berani buat Komitmen yang lebih kongrit

Kami Optimis Perubahan Drastis ini, Adalah Manuver Penyelamat kebocoran Penarikan Dana Modal Asing Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud dari ucapan Presiden, ” We want you come to Indonesia to invest , My Fellow citizens wanted Change ther is many “Incredible Opportunites in Indonesia ” and “you can make an Incredible Profit for your investment in Indonesia” and if you have problem Call me!!!!…, Ini bener bener Presiden berani memberi Komitmen dan jaminan yang Menjanjikan dengan Komitmen, tetapi belum yang Kongkrit.

Seluruh Jajaran Pemerintahan Presiden Jokowi harus siap dengan Sistem dan Regulasi yang kongkrit , untuk Siap Melayani kedatangan Para Pengusaha dan Para Invesors untuk Berinvestasi Ke Indonesia..

Sesuai kampayne Investasi dari ucaoan Undangan Presiden Jokowi pada acara Peresmian World Economic Forum agar membuah hasil yang lebih terjamin sukses, melihat kan kesungguhan Indonesia di jamin memberi Keyakinan Pasaran dan Kepercayaan Pengusaha untuk Terus bertahan dan terus berinvestasi di RI ini.

Mekanisme kami adalah sistem pemerintahan dan transparan Satu Pintu dengan lebih Effisien dan Effektif untuk mempercepatkan proses pelaksanaan dan Pengembangan Perekonomian Negara dengan lebih Sempurna dan Pasti lebih Pro Kepentingan Negara, Pro Rakyat dan Pro Bisnis……
tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis sebagai Pengamat Ekonomi IAP Institute.


New Property Investment Revolutionary and Hope Will Begin in Indonesia with President Jokowi Administration

IMG_1720

This is Revolutionary Dream for Indonesia Real Estate and Properties Mega’s Project Development by Copitra Groups is Very Spectacular Mega’ s Project to buster to Indonesia Economic Reforms Strategies at the right time and right Moment to begin.

Ciputra Groups and Agung Podomoro Groups Begin the Dream for Indonesia Real Estate Properties Development Projects begin in 2015.. We Believed Ciputra Group and the Many Others Prominent Developers will Delivery their Dream become Reality.

Its only up to the President Jokowi Administration to commit his Priority agenda’s to Begin , and Dare or Not to Start his administration Vision and Mission to begin with a Transparency of Government Investment Policy that ready with an attractive Packaging of Deal to the property Investment requirements must have ready pack with a Systematic, Consistency Regulations and Investment Insensitive program that his Government dare to offered to a Local Homes Industry Investors an Investment deal only for the Gazetted Investment area, as Foreign Investment Special Zone for Government Economic Strategic Development Second Home Programs.

Of Course a New Foreign Investors Investment Policy offered a Free Hold land ( Hak Milik Bangunan ) to Lokal and foreign investment interest with 3 Years Resident Immigration Visa to investors to Stay in Indonesia as Investors second home Investment program for Indonesia.

Dr. Muhammad Asmi Optimistic that this is the best Solutions for the President Jokowi to Stimulate the Indonesian Ekonomi Reform to Booming the property Industries Become More Competitive for Investment as the world Second Home Investment projects Strategic Strategy to became world 1st choices for property investment in the world.


PINJAM DANA DARI WORLD BANK LAGI UNTUK ATASI DEFISIT KEUANGAN NEGARA DAN ANJLOK NILAI RUPIAH ADALAH JALAN PINTAS “INDONESIA FOR SALES”

IMG_1720

Indonesia tidak perlu Pinjaman Dana Asing Lagi untuk Bangun
Perekonomian dan Infrastructur Negara, Menurut Pengamatan Dr. Muhammad
Asmi sebagai Penulis Buku Terbaru Beliau Berjudul Indonesia
Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030 terbitan Gramedia
Indonesia.

Presiden Membutuhkan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar ” Sebagai
Prioritas Strategis Presiden dan Jajaran Pemerintahan Sekarang dengan
Versi IAP: BOT seperti yang kami saran dibawah ini.

Jangan Sampai Indonesia dijajah oleh Penjajahan Penguasa Ekonomi
dunia, Karena Menghadapi Krisis dan Permasalahan Defisit Keuangan dan
Ancaman Anjlok nya nilai Rupiah.

Saran kami sebagai Pengamat Opini Perekonomian Indonesia, “Jangan
Pilih jalan Pintas” dan “Jangan Tambah Hutang Luar Negeri” , Sekarang
sudah Ro 3( +-) Ribu Triliun Hutang Luar Negeri dan Sekarang Mau
tambah lagi hutang USD 11 Billion / Rp 144 Triliaun) dan Hutang RP 520
Ribu Triliun Rupiah dari Negara China untuk Proyek Bangun
Infrastruktur dan Pasti Membengkak Bertambah Biaya APBN 2015 Pusat ,
Karena pada awal Feb 2015 lalu, Sejumlah Rp 500 lebih Triliun Rupiah
Dana APBN 2015 membengkak Kebocoran di Efek Jakarta karena tarikan
Modal Dana Asing di Pasaran Modal Efek Jakarta ambruk 535 point,
Sekarang Pemerintahan Jokowi JK Pilih Jalan Pintas Pinjam Dana dari
World Bank , ADB dan IMF “, aksi ini adalah “Jalan Pintas Merugikan
Negara ? Dan Aksi ini hanya bersifat Sementara untuk Memgimbang Nilai
rupiah ketahap tetap untuk di Pertahankan di kadar Rp 13,000 per
Dollar Amerika adalah Salah dan Berbahaya Riskan Indonesia bisa
Bangkrut seperti Sejarah Hitam tahun 1998 …

Aksi Strategi Jalan Pintas Pijaman Dana Asing ini Sama Arti nya dengan
tanpa di sengaja dan disadari Pemimpin telah bertujuan “Menjual
Indonesia kepada Penguasa Penjajahan ekonomi Dunia”…
Dan Kalau Berlanjutan Strategi ini artinya Pemimpin kita Sudah
Bangkrut Idea dan Menyerah Kalah Sebelum Berjuang dan Sebagai Pemimpin
yang lemah dan Menzalimi Kedaulatan NKRI dan Rakyat Indonesia.

Dengan Strategi Pemerintahan Sekarang ini, Hutang Luar Negeri Negara
bisa Membengkat drastis sampai ketahap Rupiah 1,2 Ribu ke Rp 4,2 Ribu
Triliun sampai bulan Dec 2015 ini, jika Pemerintah tetap Mengikut
Perintah dan Pola Main Bank Dunia dan IMF ” dan Strategi Negara Asing
yang berniat jahat dengan Pola Strategi tetap naikan kan BBM, LPG dan
Semua Bahan Sembako yang Puncak Energy yang Pasti Meningkatkan Biaya
Cost Operational dan Kehidupan Harian Rakyat, Para Pengusaha Industry,
Konstruksi, Perdagangan Pengusaha, Para Investors, Para Petani ,
Nelayan dan Seluruh Rakyat Indonesia dalam bahaya Inflasi dan Krisis.
Sudah terbukti Pemerintah baru 9 Bulan sudah Tambah Biaya APBN P lebih
Rp 1 ribu Triliun melalui BUMN, Asean Keyagan Modal Efek Jakarta,
Garuda, Proyek Refinancing Proyek Jalan Tol Bali, Melalui Beberapa
proyek Pelabuhan kecil dan Sekarang Indonesia siap mau Pinjam Uang
Luar negeri lagi dari Negara China sejumlah USD 50 Billion ( Rp 520
triliun ) untuk Proyek Infrstruktur di Republik Indonesia ? Dan ini
adalah Jalan Pintas dan Strategi Pihak Penjajahan Perekonomian Dunia
….
Pinjam Uang Luar Negeri mudah kalau ada kolektrol atau Transaksi Proyek
pasti bisa dapat pinjamannya ? Tetapi Pemerintah Indonesia Sekarang
pasti terikat dengan Perjanjian Kolektrol yang pasti lebih Sepihak dan
Siapa yang bayar dan tanggung semua hutang dan Bayar hutang negara ini
? sudah pasti Rakyat Indonesia , Sedangkan Rakyat pasti tidak mampu
membayar sekali pun koleksi dari hasil pajak 50 ke 100 tahun baru
mungkin selesai?….

Kepada Para Tim Penasihat Ekonomi dan Hukum Presiden, Supaya lebih
berhati hati dalam membuat Perencanaan Plan Perekonomian Pemerintahan
Jokowi JK, Bila buat Penelitian dengan baik nasihat kami dan Saran
kami siap buat bedah Strategi kami lebih Efektif dan Kompetetif serta
terjamin Menguntungkan Negara dan Rakyat Indonesia..
Ini Agenda dan Strategis Strategi yang di Prioritas Kebutuhan Indonesia :
Pemerintahan wajib melakukan Strategik Strategi yang Sederhana Saja,
Kami gelar ini yalah “Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah”( Smart
Government Holding Strategic Strategy) , seperti yang di masukan di
bawah ini:

1.Dengan Perintah Presiden Tidak ada Kenaikan Semua sumber Bahan
Energi ( BBM, LPG, LISTRIK, dan AIR PUMP dengan komitmen sekarang
sebagai Strategi Prioritas Perintah Presiden untuk mengembalikan
kepercayaan dan keyakinan Pasar dan Rakyat Indonesia kepada Kemampuan
Pemerintahan baru menyelamatkan Ekonomi Indonesia.

2.Larangan keras dan tidak ada kenaikan Bahan Sembako, Bahan Materials
Industri dan larangan kenaikan biaya Transportasi, Tol dan yang lain
lain terkait kepada bahan yang meningkatkan biaya Operational produksi
Produk Perekonomian Negara.

3. Satu komitmen dratis Presiden/ Pemerintah tidak ada kenaikan semua
Pajak, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 tahun
Periode Pemerintahan Presiden keatas 3 Item diatas sebagai strategi
Stimulasi Pertumbuhan Perekonomian sebagai Jaminan kongkrit Presiden
untuk mengembalikan jaminan Kepercayaan dan Keyakinan Pasaran Modal
Keuangan kepada Substansi Menjamin Fundemental Pertumbuhan
Perekonomian dengan drastis dan Rupiah lebih terjamin setelah 3 bulan
kedepan terlaksananya Strategi Penyelamat ini tutur Dr Muhammad Asmi
dengan optimis.

Jika Pilih Jalan Pintas Pinjam Dana Asing dan Naik BBM dan LPG lagi,
Pemerintahan Jokowi dan JK akan Bangkrut dan Gagal karena di bebankan
oleh Krisis Hutang Luar Negeri yang amat besar.

Sekarang Rakyat , Para Pengusaha dan Para Investors tidak Percaya dan
tidak Yakin kepada kemampuan Sistem Pemerintahan yang tidak Konsisten
dan Tidak Kongkrit dengan Jaminan Pembenahan Sistem dan Regulasi
Pemerintah yang Sistematis, kongrit, Kompiten yang Menjaminkan Harapan
Publik (Hope) bahwa Pemerintahan Jokowi mampu memberi komitmen dan
Jaminan Fundermental Perrkonoian Infonesia bisa bertahan dan Indonesia
bisa membangun negara dengan tidak memiliki Strategis Strategi yang
lebih terjamin dan Kongrit .

Dengan tetap Strategi Pemerintsh untuk Aksi Menaikan harga BBM setelah
lebaran dan pasti mengundang kensikan LNG , Listrik dan Air Pump dan
Pasti mengundang kebaikan Sembako dan semua Biaya Operational Industri
dan Pubrik naik Mengundang Bahaya Krisis Ekonomi lebih Memburuk dan
Membebankan Kepada Ancaman Nilai Rupiah akan terus akan Mencapai
kepada tahap Rupiah 14,000 Ke Rp 14,500 ribu per Dollar pada Dec 2015
ini.

Kalau tidak ada Aksi dan Komitmen Dari Presiden Jokowi dan Seluruh
Jajaran Kementerian Beliau akan lebih Memburuk keadaan Krisis Ekonomi
dan Menambah Membengkak Hutang Luar Negeri bisa menjadi Rp 4 Ribu
Triliun Rupiah pada Dec 2015 ini dan Biaya APBN Pusat 2015 pasti akan
lebih Membengkak Defisit Keuangan negara kepada mencapai Rp 1,2 Ribu
Triliun Rupiah dampak aksi jalan Pintas Pilihan Penerintahan
Sekarang…

Trent Sekarang adalah Trent Mainan Penjajahan Ekonomi Dunia dan Siap
Untuk Pinjam Uang Kepada Indonesia yang Berpotensi Menjadi Kuasa
Ekonomi Dunia sebelum tahun 2030 Menjadi Gagal jarean terpaksa
Berhutang Dengan Negara Negara Penguasa Ekonomi Dunia Mrlaui Bank
Dunia, ADB dan Paling Bahaya IMF….

” Ini Sakadar Highlights dan Warning kepada Pemerintahan Jokowi dan
JK, Indonesia dari 6 Bulan Ke depan bisa Lebih Memburuk kalau
meneruskan cadangan menaikan aksi Jalan Pintas ini ” naikan BBM dan
LPG dan Pinjam Uang Luar Negeri Wajib di hentikan…

Para Pemimpin harus Fokus pada Punca Segala Krisis adalah ”
KESEJAHTERAA DAN KEBAHAGIAAN ” Rakyat Indonesia Sesuai Komitmen
Kampanye Pilpres Presiden Jokowi JK..

Pemerintah Harus Milih Strategi yang Tepat dan Harus Berkorban Waktu
dan Sedikit Modal Kerugian Awal Pemerintah Jokowi JK sebagai
Investment Capital Negara , tetapi Aksi ini Memberi Jaminan Pulangnya
Pendapatan Negara yang terjamin Menguntungkan Pulang yang Besar dalam 2
tahun Ke Depan dengan Sasaran 7% GDP pasti menjadi Realita dengan
Target dan Strategi yang tepat tidak Perlu Berhutang dengan Bank Dunia
/ IMF dan Negara Asing, Cukup Presiden kita Gunakan Kebijakan Pintar
Pemerintahan seperti yang kami hasilkan Strategi dari hasil Riset dan
Pengelaman Kami di Negara China, India dan Dubai, Abu Dhabi UAE bisa
menjadi Penguasa Ekonomi Dunia hanya dalam jangka waktu 30 tahun..

Sebenarnya dengan Kewenangan Presiden yang Berani dan Wajib Memiliki
Mimpi Besar sesuai dengan Impian Negara dan Inspirasi Rakyat Indonesia
, kita mampu Bangun Infrastruktur dan Perekonomian Negara tanpa
Mengunakan Dana APBN , Cukup dengan Komitmen Kebijakan Presiden dengan
3 Strategis Strategis Penanguhan IAP: BOT pada Bab 5 dan Bab 6 ( Item
1,2 dan 3)….Indonesia akan Mrnjadi Pusat investasi bagi para
Investors dunia sebagai ” The New Dragon Of Asia” Bisa dicapai dalam
Pemerintahan Jokowi JK dalam Priode Pertama ini kamit Dr. Muhammad
Asmi dengan Optimis..

Dapatkan Buku Terbaru hasil Riset dan tulisan Dr. Muhammad Asmi
Berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia”, dengan judul
Kecil Indonesia Bisa Bangun Infrastruktur dan Perekonomian Negara
tanpa perlu Mengunakan biaya Dana APBN. ( terbitan Gramedia dan Sudah
brrada dinpasaran di Seluruh outlet toko toko Gramedia di
Indonesia)…


INDONESIA TIDAK PERLU PINJAM DANA USD 11 M DARI WORLD BANK, CUKUP DENGAN 3 STRATEGIS STRATEGI IAP: BOT MENYELAMATKAN ANJLOKNYA NILAI RUPIAH DARI TERUS MEMBENGKAK DEFISIT KEUANGAN NEGARA.

INDONESIA KUASA EKONOMI_C_R4
Presiden tidak perlu kesal dan tidak perlu takut menghadapi dampak keputusan tidak populer karena sudah ketelanjuran menaikan BBM,  Penyebabkan Anjloknya nilai rupiah dan memburukan kondisi Krisis DefiSit Keuangan Negara.
Aksi segera untuk  menangani ancaman terus terpuruknya nilai rupiah dari 13,400 sekarang akan berterus anjloknya sampai ke tahap Rp 15,000 per USD 1.00 dalam 6 bulan kedepan. Dengan kondisi Ekspor Produk – Produk Indonesia dan Penarikan dana Keuangan asing dan tidak ada  pemasukan  dana asing FDI .
Dan kejatuhan Pasar Keuangan 679 point ( dari 5300 point) 2 minggu lalu sudah kami prediksi dati hasil analisis awal kami akan terus anjlok, Kalau Presiden tidak Menangani  Pasar dengan Berani Melakukan Komitmen untuk mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha Lokal dan Para Investors Asing dengan Komitmen Regulasi dan Insentif yang lebih Efektif dan Kompetetif yang boleh Menjaminkan Kepentingan Investasi yang terjamin dalam jangka Waktu Panjang menguntungkan Negara, Rakyat dan Para Investors.
Setelah hampir 9 bulan Pemerintahan Jokwi – JK  Rakyat Indonesia ,Para Investors Pasar Modal Keuangan (Efek) dan Para Pengusaha Industri ,Para Pengusaha Manufacturing Produk Produk Indonesia tidak beraktivitas Karena Mereka Masih tidak mendapat komitmen yang kongkrit, Satu Sistem dan Regulasi yang Menjaminkan  dan kepastian Menjaminkan Keyakinan dan Kepercayaan kongkrit Keatas Sistem dan Regulasi Presiden yang Menijinkankan Fundamental Ekonomi  dari segi Konsistensi Pemerintahan Jokowi JK yang Menjanjikan masa depan Investasi dengan lehih terjamin dan Kompetetif secara transparansi sebagai UU yang kompetetif dan Menguntungkan  Semua Pihak ( Kepentingan Negara, Rakyat dan Para Investors) sebagai Contoh Presiden Harus Berani membuat komitmen dan menjadikan 3 Perkara di bawah sebagai strategis Strategi Penangguhan selama 5 tahun Pemerintahan Jokowi JK, Di Jamin Mengembalikan Kepercayaan Publik , Para Pengusaha dan Para Investors dan Tuntas Permasalahan Defisit Keuangan , Pasar Modal dan Masalah Ancaman Anjlok Rupiah bisa  kita Stabilkan dengan Segera Pasaran Modal dan Rupiah akan Melonjak naik dan Pasti Menarik Minat Investasi Para Pengusaha dan Para Investor Pasti akan meningkat drastis tutur Dr. muhammad Asmi dengan Optimis..
Pemerintahan wajib melakukan Strategik Strategi yang Sederhana Saja, Kami gelar ini adalah “Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah”( Smart Government Holding Strategic Strategy) , seperti yang di masuksn di bawah ini:
1. Dengan Perintah Presiden Tidak ada Kenaikan Semua sumber Bahan Energi ( BBM, LPG, LISTRIK, dan AIR PUMP dengan komitmen sekarang sebagai Strategi Prioritas Perintah Presiden untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinan Pasar dan Rakyat Indonesia kepada Kemampuan Pemerintahan baru menyelamatkan Ekonomi Indonesia.
2. Larangan  keras dan tidak ada kenaikan Bahan Sembako, Bahan Materials Industri dan larangan kenaikan biaya Transportasi, Tol dan yang lain lain terkait kepada bahan yang meningkatkan biaya Operational produksi Produk Perekonomian Negara.
3. Satu komitmen dratis Presiden/ Pemerintah tidak ada kenaikan semua Pajak, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 tahun Periode Pemerintahan Presiden  keatas 3 Item diatas sebagai strategi Stimulasi Pertumbuhan Perekonomian sebagai Jaminan kongkrit Presiden untuk mengembalikan jaminan  Kepercayaan  dan Keyakinan Pasaran  Modal Keuangan kepada Substansi Menjamin Fundemental Pertumbuhan Perekonomian dengan drastis  dan Rupiah lebih terjamin  setelah 3 bulan  kedepan terlaksananya Strategi Penyelamat ini tutur Dr Muhammad Asmi dengan optimis.
Sekiranya krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Nilai Rupiah terus terbiar berkelanjutan dan tidak ada Solusi Penyelamatan dengan segera datang Presisen..
Kondisi Pasaran Modal Keungan Efek akan terus diserang Penjualan Saham Asing dan akan terus Mengancam Nilai Rupiah ke tahap Rp 13,500 ke R14,000 per Dollar Amerika dan Jika juga tidak ada Perubahan Drastis sesuai dengan dibatas di lakukan Rupiah akan terus Anjlok sehingga ketahap berbahaya Ke Nilaii Rp 14,500 ke 15,000 sampai Dec 2015 ini..
Ancaman dari aksi Penarikan Investment Capital Asing akan berkelanjutan karena tidak ada Kepercayaan dan Keyakinan pihak Pengusaha  dan Para Investors asing  atau Potensi FDI tidak yakin untuk  berinvestasi ke Indonesia.
Maka Pemerintahan sekarang wajib mengembalikan Kepercayaan dan keyakinan  Pasar ini dengan segera. Atau Indonesia terpaksa kembali dengan ancaman Bangkrut 10 tahun kedepan.
Pemerintahan jangan Memilih Pinjam Uang Luar Negeri sebagai Solusi , Ini Satau Komitmen yang Silap dan Sama Artinya Pemerintahan Sekarang Menjual Indonesia …kIta Masih Ada Solusi Lain yaitu 3 Kebijakan diatas, Sama artinya Penanaman Modal Pemerintah dengan Subsidi yang Positif dan Inspiratif ini menjaminkan Kesejahteraan dan Kebahagiaan bagi Keuangan Negara,Rakyat,  Keyakinan Industri Perdagangan dan Para Pengusaha dan Para Investors terjamin Berkembang berlipat ganda..
3 Strategis Strategi Penanguhan diatas Tidak Perlu Pinjaman World Bank USD 11 Million Dollar Hutang Luar Negeri Akibat  Penambahan  biaya APBN 2015 yang kian membengkak dan kita bisa mencegah Indonesia dari kembali diancam Krisis Hitam Ekonomi 1998 yang membawa Kita sekali lagi dalam bahwa tunduk kepada Penjajahan Perekonomian Dunia..Karena Pemimpin yang Bangkrut Idea karena tidak Visioner dan tidak menguasai gagasan beliau dengan Murni dan Tidak Berani Melakukan PERUBAHAN dengan Regulasi yang Sempurna Secara Sistematis dan Kongkrit yang terjamin.
Maka Dr. Muhammad Asmi sarankan  Presiden siap membuat aksi Komitmen drastis dengan aksi Penangguhan  Kenaikan BBM, LPG, Listrik dan Air Pump selama 5 Tahun Periode Pemerintahan baru sebagai Strategi untuk Menyakinkan Keperycaan kepada Para Pengusaha dan Para investors sekaligus sebagai Strategi Penstabilan Ekonomi untuk Kesejahteraan dan Kebahagiaan Rakyat sesuai perlaksanaan janji kampayne Presiden pada Pilpres 2014 lalu…
Efektif dan  Efisiennya Perlaksanaan Program Strategik ini wajib dengan  Perintah tegas Presiden kepada Menko dan Kementerian terkait untuk Mengontrol dan Mengawasi segala pelaksanaan kenaikan Barang Barang Sembako  dan Material  Industri  wajib di kontrol dengan drastis dan sempurna untuk menjaminkan kelancaran semua barang Sembako , Material Industri dan Biaya Transportasi di pastikan tidsk nsik lagi dan di turun ke tahap normal seperti sebelum kenaikan BBM.
Dengan keberanian Presiden/ Pemerintahan melakukan Strategi  Penangguhan  kenaikan BBM dan Semua sumber energi yang di sebut kan distas tadi  sehingga  5 tahun kedepan, Kami Optimis Presiden Indonesia akan memberi kejutan yang ‘miracle’ kepada Para Pengusaha dan Para Investor asing dan lokal akan memberi Jaminan kembalinya Berkeyakinan dan Kembalinya Kepercayaan Pasar Keuangan kepada Pasaran Modal Keuangan dan Fundamental Ekonomi dan Rupiah lebih terjamin menguat ke tahap Rupiah 11.00 per USD 1.00 12 bulan kedepan.Dr. muhsmmad Asmi Optimis sasaran GDP 7 % akan menjadi kenyataan..
Strategi ini juga mencairkan Kebuntuan defisit Keuangan, ekonomi dan  Politik dengan memberi kepercayaan dan keyakinan Rakyat deangan lebih Substansi dan Kongrit .
Dunia menunggu kepada kebijakan Presiden Indonesia untuk menangani krisis Deficit Keuangan  Negara  dan Krisis ancaman Anjloknya keatas nilai Rupiah  tuntas dalam 3 bulan kedepan, terjamin selesai dengan ketentuan Produk Stategi Presiden yang luar biasa dan Drastis ini.
Dan Para Pengusaha dan Para Investor investor Asing maupun Investor Lokal akan berpeluang memprojeksi Kemampuan Produsen Produk jangka panjang 5 tahun ke depan, mereka lebih menjaminkan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia dan Potensi  Investasi FDI di Republik ini akan lebih beradidaya saing, berpotensi menarik investasi dengan lebih kompeten..
Aksi Strategic Strategi Penangguhan ini akan mengoreksikan keyakinan Pasaran Modal Keuangan, Pasaran Ekspor dan Investasi ke Indonesia dengan lebih terjamin Produktif dan kompetitif.
Sekarang bukan waktu mencari Kambing Hitam tetapi Kita mencari Solusi Kebijakan seorang Pemimpin yang membawa ‘Revolusi Mental ‘ yang Riil, sebagai aksi Presiden yang luar biasa dari ‘Revolusi Mental’ adalah satu satunya ” Solusi  Kebijakan dan Keberanian dari  seorang Presiden yang Berani Melakukan PERUBAHAN DRASTIS DAN SEMPURNA , demi untuk Menyelamatkan Indonesia dari terus berkelanjutan dari Krisis Defisit Keuangan, Serangan Penarikan Dana Asing di Oasaran Modal dan Ancaman nilai rupiah terus tepuruk dalam 6 bulan kedepan (Dec2015) akan sampai ke nilai Rp 14,000 ke Rp 15,000 per USD Dollar jika Presiden dan Jajaran Pemerintahan Jokowi JK tidak mensngani dengsn Strategi yang Tepat…menurut Hadil Riset dan Analisis 6 bulan kedrpan Perekonomian Indonesia sjsn dsksm kridis Ekonomi yang Berbahaya tutur Dr. Muhammad Asmi dengan optimis…
Analisis dari Tim. Ekonomi dan Politik  I am President Institute Bogor ysng di Ketuai oleh Dr. Muhammad Asmi .
Ini adalah Fakta dan Dampak dari konsekwensi kenaikan BBM  memabwa dampak kepada segala kenaikan Bahan Energi Yang pasti  memaksa Kenaikan Sembako, Biaya Jasa, Transportasi, Raw Material Produksi, Listrik, Air Pump , Bahan Konstruksi Bangunan dan lain lain yang mengundang inflasi dan krisis bertambah, bebanan  Defisit Keuangan negara, Hutsng luar negeri bertambah karena biaya APBN bertambah dan ancaman anjloknya rupiah lebih Memburuk .
Sudah pasti Para Pengusaha Industri dan Para Investors Produk Produk Manufacturing  Indonesia tidak yakin dan nengangap tidak ada harapan dan tidak ada Potensi lagi untuk berinvestasi di Indonesia, Karena  Pemerintah Jokowi belum memberi Jaminan Sistem dan Regulasi yang Kongkrit  untuk menangani masalah Ancaman Anjloknya Rupiah, Krisis Bengkak Hutang Luar Negeri dan Krisis Defisit Keuangan Negeri bisa di Sikat tatal dakam 3 bulan kedrosn, selagi permasalahan sumber energy sebagai sumber Nadi perkembangan Ekonomi dan Kebutuhan Semua Usaha adalah berpunca dari sebab kenaikan BBM mengakibatkan segala biaya Kenaikan ‘operational cost’  dan krisis, Jika Tidak ditangsni dengan segera dan tidak ada usaha dan jaminan kongkrik dari Kebijakan Presiden/Pemerintah, Segala Investasi dan Produk Produk Produsen ekspor Indonesia tidak bisa bersaing  dengan lebih kompeten dengan produk asing di pasaran dunia. Karena analisis para Pengusaha manufacturer  dan pengusaha Industri dari prospektif Projection Pas 5 tahun ke depan tidak akan ada prospektif  yang menguntungkan investasi mereka dan pasti tidak menhsminksn Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jika Pemerintah tidak siapkan Mekanisme Produk yang Sempurna untuk siap melayani ancaman dan tuntutan Pasaran modal Keuangan dan keyakinanan Investor sesuai investasi yang di Promosikan oleh Presiden baru baru ini di sidang CEO Submit di Tiongkok , Di Asean Business Submit di Myanmar dan G20 Submit di Autralia tidak Mendatangkan impact keyakinan para Investors masih  tidak bisa dilaksanakan,  karena tidak siap dengan Mekanisme dan Program Negara yang masih di tahap wacana Presiden saja. Sedangkan di pihak Perlaksanaan seluruh Jajaran Kementerian,  dinas – dinas Pemerintahan  masih belum siap melayani Program Perekonomian Negara yang masih belum siap melayani Kedatangan Investors untuk berinvestasi ke RI. Pihak Kementrian dan Dinas Dinas Negara tidak siap melayani Kedatangan Investors dikarenakan belum adanya Blue Print program Produk Perekonomian Negara yang di maksudkan  Presiden tidak kongkrik dan masih wacana dan pasti ini akan mengecewakan keinginan Para Investors untuk menyambut seruan kampanye Promosi Presiden di luar Negeri terpaksa pulang dengan tangan Kosong dan kecewa  pemerintah tidak siap Produk Perekonomian yang kongkrit.
Dr. Muhammad Asmi Optimis dengan 5 Strategi IAP: BOT (I Am Prediden Institute) dengsn Priotitas Strategik Strategi Penangguhan  di laksanakan  segera, menjaminkan Fundemental Perekonomian Indonesia tidak akan mengecewakan Para Pengusaha  dan Para Investors ading atau investor lokal  dan dengan Sinerginya Pelaksanaan Strategi ‘Penanguhan pemerintah yang di maksudkan  diatas tadi  Kita bisa Mengembalksn kepercayaan dan Keyakinan Pengusaha Manufacturing dan Para Investors sekalian Strategi  menguatkan nilai Rupiah dan Pengusaha akan lebih Fokus pada produksi Produk Indonesia dengan lebih Kompeten, Karena tidak ada kenaikan ‘Cost Operational untuk memproduksi produk produk  indonesia,  tidak akan ada kenaikan Upah, tidak ada inflasi Rakyat Dan  rakyat pun pasti senang dalam jangka waktu 5 tahun kedepan dengan tenang , sejahtera dan bahagia menikmati janji politik kampayne Presiden pada Pilpres lalu di tunai  dengan Sempurna, tidak ada kenaikan sara kehidupan yang tidak tinggi dengan ‘Strategi Penanguhan seperti yang di maksudkan diatas.
Sebagai Pengamat Ekonomi Dr. Muhammad Asmi Optimis ini adalah satu satunya kebutuhan Strategi Drastis ‘Revolusi Mental  ‘ yang ‘ Gila’, tetapi menjaminkan Substansi  Impak drastis dan Solusi untuk Penyelamat kepada Krisis Perekonomian Indonesia dengan lebih terjamin untuk mengembalikan keyakinan dan Keperyaan Pasar Keuangan dan Para Pengusaha dan para Investors  keatas komitmen Pemerintahan Presiden keatas  segala kunci Penyeksmatan Krisis Permasalahan Defisit Keuangan dan ancaman Rupiah selesai dan Substansi  yang Menyakinkan dengan kongkrik Fundamental  Ekonomi terjamin dengan Potensi Investasi  dan bisnis di Indonesia tutur  Dr. Muhammad Asmi dari I Am President Institute dengan Optimis.

NEW REALEASE BOOK , THE BEST SELLER “INDONESIA KUASA EKONOMI KE 5 BESAR DUNIA”

 IMG_1720
Buku Best Seller kami Berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030” sudah di berada di Pasaran, Sebuah buku Yang Inspiratif untuk “Mewujudkan Impian Indonesia” dan Sebagai Solusi Kepada Presiden dan Seluruh Jajaran Kebinet Menteri Indonesia untuk Mengatasi Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah, Tidak Perlu Pinjam Dana Dari World Bank.
Indonesia tetap bisa Membangun Perekonomian dan Infrastruktur  Indonesia bukan saja tidak perlu pinjam dana Asing atau tidak perlu biaya Dana APBN Pusat…Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan IAP: BOT seperti contoh  hasil Riset saya dalam buku terbaru kami terbitan Gramedia ini

Seminar Ekonomi Nasional “Mewujudkan Impian Indonesia”

IMG_0857

Dr. Muhammad Asmi dan tim President Tv memenuhi agenda resmi Wakil Bupati Banjar–Kalimantan Selatan untuk menyampaikan beberapa materi terkait strategi investasi pada seminar yang diadakan di Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Martapura (STAI).

Kedatangannya disambut langsung oleh Dr. H. Ahmad Fauzan Saleh, M. Ag. dan dihadiahi kain khas Martapura yakni Sasirangan, sebagai symbol kehormatan bagi tamu undangan yang berkunjung ketanah Martapura.

Dipertemuan pertamanya, Wakil Bupati Banjar yang akrab disapa Bapak Fauzan ini mengaku antusias untuk segera dapat berdiskusi langsung terkait visi&misi DR. Muhammad Asmi yang tertuang di dalam buku Solusi Pemerintah RI membangun Perekonomian & Kesejahteraan  250 juta Rakyat.

“saya sangat berterima kasih kepada tim I AM PRESIDENT INSTITUTE karena bersedia hadir di Kabupaten Banjar ini untuk bersama-sama berdiskusi tentang investasi bagi kemajuan Kabupaten Banjar” ujarnya.

Menanggapi sambutan hangat ini, DR. Muhammad Asmi mengaku tidak akan segan-segan untuk membagi ilmunya yang merujuk pada branding city untuk Kabupaten Banjar beserta strategi-strategi jitu untuk mewujudkannya, “pada seminar nanti saya akan mengupas strategi terbaik untuk membuka peluang kemajuan bisnis dan perekonomian di Kabupaten Banjar” tuturnya.

Acara Seminar di hadiri oleh Wakil Bupati Banjar sekaligus Ketua STAI Darussalam Martapura Dr. H. Ahmad Fauzan Saleh, M.Ag, Prof. Dr. H. LutfiFatah, Msc sebagai pemateri bidang Strategi serta gambaran isu kekinian dan perkembangan program-program pemerintah dalam menopang keberlangsungan pengelolaan Sumber daya alam dan Eksplorasi Perkembangan Daerah Kabupaten Banjar menuju Kota Madani yang Agamis, dan DR. Muhammad Asmi sebagai pemateri tentang Mewujudkan Impian Indonesia, Rabu (06/06).

Dalam materi yang disampaikan oleh Ahmad Fauzan, ia banyak memberikan gambaran umum peluang investasi dan jaminan investasi di Kabupaten Banjar. Ia memberikan beberapa gambaran tentang geografis, geologis, serta berbagai sumber daya yang dapat dimaksimalkan. Seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sebagainya.

“Kabupaten Banjar memiliki sumber daya alam yang sangat baik, terlebih pada sector pertambangan batu bara. Kami juga memiliki sumber daya manusia yang terampil dan sudah mengenal baik situasi di lapangan. Selain itu, kami juga memiliki luas lahan yang memadai untuk dimaksimalkan fungsinya” tuturnya membuka materi pertama pada seminar.

Selanjutnya, Prof. Dr. H. Lutfi Fatah, Msc sebagai pemateri kedua menambahkan pandangannya terkait gambaran program-program pemerintah dalam mengelola asset sumber daya alam yang ada di Kabupaten Banjar. “pemerintah memberikan sinyal positif bagi investor untuk bergabung dengan pemerintah dalam mengelola ini demi kemajuan daerah tersebut”

IMG_0849

Sedangkan dari DR. Muhamaad Asmi sendiri, ia  menegaskan bagaimana mekanisme terwujudnya impian kemajuan daerah di Indonesia, khususnya Kabupaten Banjar, “tujuan dari terbukanya peluang investasi adalah untuk membangun pembaharuan Kabupaten Banjar menjadi kota yang produktif, kreatif, sejahtera, mandiri, dan modern. Artinya masyarakat mendapatkan pekerjaan, kreatifitasnya berfungsi maksimal, sejahtera mulai dari perekonomian hingga kesehatan, mandiri yang berarti tidak bergantung pada APBD maupun bantuan dari Pusat, dan modern secara rohani dan intelektual” ujarnya dalam seminar yang dikutip oleh tim iapnews.co.id.

Usai seluruh materi disampaikan kepada para peserta seminar, panitia memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin mengajukan pertanyaan. Namun yang menarik adalah bagaimana ragam jawaban mereka ketika DR. Muhammad Asmi bertanya kepada salah satu dari tentang mimpi mereka secara individu. Ada beberapa yang bercita-cita menjadi Bupati Banjar, ada pula yang ingin menjadi Presiden, bahkan ada yang menjawab ingin menjadi seperti DR. Muhammad Asmi.

Setelah suasana telah berubah menjadi lebih akrab, dan acara pun telah selesai, pemateri dan peserta seminar pun berkesempatan untuk berfoto bersama. Diakhir sesi, baik Ahmad Fauzan maupun Prof Lutfi, dan peserta seminar mengaku senang karena DR. Muhammad Asmi dapat memenuhi undangan ini sebagai pemateri dan sangat memberikan motivasi bagi mereka, “Saya dengar tidak mudah untuk mengundang DR. Muhammad Asmi untuk menjadi nara sumber tapi bersyukur sekali kami karena mendapat kehormatan karena beliau bersedia hadir dan membagikan ilmunya kepada kami” ujar Prof Lutfi.

 IMG_0843


Pengusaha dan Investors menunggu Kebijakan dan Komitmen Regulasi yang Kongkrit dari Pemerintahan Presiden Jokowi Setelah Rapat dengan Para Ekspotir

IMG_3082

Dr. Muhammad Asmi mengamati tidak akan dapat di selesaikan Permasalahan anjloknya hasil Ekspor Produk Indonesia yang menurun hasil Ekspor adalah di sebabkan kenaikan BBM yang menyebabkan Segala Biaya Produksi Pabrik dan Industri Meroket dan tidak Kompetitif.. Solusi yang di Butuhkan Pemerintahan Jokowi adalah Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors dengan Sistem dan Regulasi yang Konsisten dan Kongkrit harus di implimentasikan segera..

Dr. Muhammad Asmi Sebagai Pengamat Ekonomi dan Pencipta Strategis Strategi IAP: BOT. dari I AM President Institute Bogor. Pemerintahan Jokowi membutuhkan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah yaitu Jangan ada kenaikan kepada semua Sumber Daya Energi dan Sembako Sebagai Strategi Penangguhan Pintar Pemerintahan Jokowi Seperti dibawah ini :

1. Tidak ada Kenaikan Semua sumber Bahan Energi ( BBM, LPG, LISTRIK, dan AIR PUMP dengan komitmen sekarang sebagai Strategi Prioritas Perintah Presiden untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinan Pasar
dan Rakyat Indonesia kepada Kemampuan Pemerintahan baru menyelamatkan Ekonomi Indonesia.

2.Perintah Larangan Keras dari Presiden tidak ada kenaikan Bahan Bahan Sembako, Bahan Materials Industri dan larangan kenaikan biaya Transportasi, Tol dan yang lain-lain terkait kepada bahan yang meningkatkan biaya Operational Produksi Produk Perekonomian Negara.

3. Satu Komitmen Drastis Presiden/ Pemerintah tidak ada kenaikan semua Pajak, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 tahun Periode Pemerintahan Presiden keatas 2 Item diatas sebagai Strategis Strategi Busters Pertumbuhan Perekonomian Indonesia.

Strategi ini adalah Jaminan kongkrit Presiden untuk mengembalikan Kepercayaan dan Keyakinan Pasaran Modal Keuangan kepada Substansi Jaminan Fundemental Ekonomi Indonesia, Tetap kompetitif dan Rupiah lebih terjamin setelah 6 bulan kedepan terlaksananya Strategi Penyelamat ini di laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti Membawa Kejutan Positif kepada Dunia dan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia akan lebih terjamin bertumbuh dengan lebih Agresif dan Kompetitif.

Karena Pengusaha dan Para Investor lebih berkeyakinan untuk memilih Indonesia sebagai destinasi Investasi mereka karena ada jaminan Sistem, Regulasi dan Insentif yang Kongkrit dari Pemerintahan Jokowi .

Kejutan ini akan Indonesia akan Menjadi Negara Investasi yang lebih Kompetitif Investasi dengan 3 Strategi Penangguhan ini, Para Pengusaha dan Para Investors bisa lebih fokus kepada Projection Produksi Pabrik Produk Ekspor Indonesia dan Pembangunan Drastis Industri dan Perekonomian akan lebih Signifikan berkembang selama 5 tahun akan menjaminkan Peningkatan hasil Usaha Pabrik dan Industri meningkat berlipat kali ganda dengan lebih terjamin, meningkatkan kapasitas ekspor produk Indonesia dengan harga yang lebih murah dan kompetitif di pasaran dunia.

Dampak positif ini, pasti akan menjaminkan jaminan Sosial kepada seluruh rakyat Indonesia yang akan menikmati Kesejahteraan dan kebahagian kehidupan dengan lebih terjamin dengan Pertumbuhan Fundemental Perekonomian negara dengan lebih Signifikan, karena tidak ada Kenaikan biaya operational dan tidak ada Kenaikan biaya sara kehidupan Rakyat harus naik yang membebankan rakyat selama 5 tahun kedepan..

IMG_3091

Semua ini Cukup Presiden Jokowi. dengan Melaksanakan 3 Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah di maksud kan di atas, adalah harapan yang selama ini telah di tunggu-tunggukan oleh seluruh rakyat Indonesia untuk dilaksanakan, sesuai inspirasi rakyat sudah sekian lama menunggu, kini sudah 69 tahun Indonesia Merdeka baru akan dinikmati sekarang arti Kesejahteraan dan Kebahagian oleh Rakyat akan bisa menikmati selama 5 tahun priode Penerintahan Jokowi dan pasti rakyat bisa memberi mandat Kepemimpinan Kepada Presiden Jokowi berlanjutan dengan Kepercayaan dan dukungsn Rakyat kepada Pemerintahan Jokowi untuk bisa terus Memimpin Indonesia bagi periode kedua (2019-2024), insha Allah …

Kalau Presiden Jokowi Berani Melakukan Pelaksanaan 3 Strategi Penangguhan Pintar ini, Adalah Strategi

Revolusi Mental Presiden Jokowi, sesuai janji Politik Pilpres 2014 Presiden Jokowi akhirnya terlaksana….tutur Dr Muhammad Asmi dengan optimis…


Aksi Menaikan BBM adalah satu Aksi Bunuh Diri Pemerintahan Presiden Jokowi

Aksi Menaikan BBM adalah satu Aksi Bunuh Diri Pemerintahan Presiden Jokowi..
Pemimpin yang Visioner dan berani tidak akan melakukan Aksi Pemerintahan Memperjudikan Masa Depan NKRI dengan bergantung dan dengan Sikap Mencari Kambing Hitam….
Ini bukan sikap Kebijakan Seorang Pemimpin dengan senang mengambil sikap suka menyalahkan Masa dan Krisis Ekonomi Dunia dan Permasalahan “Fluctuation” Pasaran Harga Minyak Bumi Sebagai ukuran Penyebab Krisis Perekonomian Indonesia berdapak krisis Defisit Keuangan Negara
dan Anjlok nya Rupiah adalah tidak tepat adalah tidak ada Pemimpin yang Cerdas dan Pintar Menguruskan Pengurusan Keuangan dan Pengurusan Sumber Daya Alam Indonesia dengan lebih efektif dan Efisien adalah Karena Kelemahan Pemimpinan / Presiden Indonesia adalah fakta
Kegagalan Indonesia menjadi negara Maju dan rakyat yang Miskin..

Ini Membayangkan kelemahan kepemimpinan dan Jajaran Pemerintahan Presiden dan seluruh Jajaran Kabinet Menteri Kerja beliau lemah dan Bangkrut ideologi dan tidak memiliki Kebijakan dan tidak Berpengelaman Ekonomi secara Global…

Aksi Pemerintah dengan hanya Menyerah kepada Pasran Dunia. Menentukan nasib dan Masa Depan Perekonomian NKRI, Adalah “Aksi Memperjudikan dan Menyerah Masa Depan Perekonomian NKRI yang bergantung dengan ukuran nilai Pasaran Harga Minyak Bumi sama artinya ” Aksi Bunuh Diri” dan “Menjual Indonesia kepada Penjajahan Perekonomian Dunia dalam jangka waktu 5 tahun ke Depan”….

Jika Presiden Jokowi tidak beraksi dengan Kebijakan Strategis Strategi yang lebih Cerdas dan Efektif untuk mengembalikan Kepercayaan dan Keyakinan Publik, Para Pengusaha dan Para Investor Asing maupun Lokal. Segala Perencanaan Presiden Untuk Mengundang Minat dan Niat untuk berinvestasi di Indonesia oleh Para Pengusaha Bisnis dan Para Investors pasti Gagal dan pasti mereka Tidak Berminat Untuk Berinvestasi di Indonesia, kalau President Jokowi tidak ada memberi jaminan Dan Komitmen yang Kongkrit secara tertulis dengan lebih agresif dan Kompetitif
Maka kami nenyarankan kepada bp. Presiden, Harus Tegas, Barani melakukan Komitmen dengan membuat Regulasi dengan Berani Melakukan Perubahan dengan lebih estreem dan Konsisten dalam menentukan Kebijakan Pemerintah yang tidak galau.harus tegas dan Jelas.

Sesuai dengan Impian Indonesia Menuju untuk Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia dengan Strategis yang komited Untuk menjaminkan Kesejahteraan dan Kebahagiaan Rakyat Indonesia , Presiden harus siap dan Berani jntuk melakukan Perubahan Drastis dengan melakukan 3 Strategis Strategi Penanguhan Versi IAP : BOT demi untuk menjaminkan pencapaian impinan Negara untuk tujuan Pemerataan Perekonomian keseluruh provinsi Indonesia sesuai dengan menepati Tuntutan Sila ke 5 Pancasila yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia”, direalitakan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi dengan Sempurna , Pasti akan menguncang Dunia dengan “Style Kehebatan Kepemimpinan dan Pola Pikir Bangsa Indonesia yang Murni dengan Revolusi Mental yang Cerdas dan Kompetitif Presiden..

Ini Revolusi Mental. Versi IAP Institute adalah Sebuah Aksi Perubahan Extreem yang Berani Sebagai Pemimpin Negarawan yang memiliki Kebijakan Mimpi Besar untuk NKRI Sempurna ide-ide yang akan Menguncang Dunia dengan Strategis Strategi Penanguhan Versi IAP: BOT kami seperti berikut:

Pemerintahan wajib melakukan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan ‘ seperti yang Extreme yang dimaksudkan berikut :

1. Tidak ada Kenaikan Bagi Semua Sumber Bahan Energi ( BBM, LPG, LISTRIK, dan AIR PUMP) selama 5 tahun Periode Pemerintahan Jokowi , sebagai komitmen Kongrit Pemerintahan Jokowi. Aksi Ekstrim ini dilakukan Sebagai Agenda Prioritas Negara Pemerintahan Presiden Jokowi demi untuk mengembalikan Kepercayaan dan Keyakinan Publik/Rakyat, Para Pengusaha dan Para Investors kepada Kemampuan dan Kesingguhan Pemerintahan Sekarang mau menyelamatkan Krisis Difisit Keuangan dan Krisis Perekonomian dan Anjloknya nilai Rupiah sebelum berlaku dengan lebih parah..

2.Cukup Dengan Konsensus Nasional Perintah Larangan dari Kebijakan Presiden Jokowi kepada Seluruh Jajaran Kementerian dan Dinas-Dinas dengan Perintah : “Tidak ada kenaikan Bahan Sembako, Bahan Materials Konstruksi dan Industri di larangan ada kenaikan, Tidak ada biaya
Transportasi, Pajak Tol dan yang lain lain terkait kepada bahan yang bisa meningkatkan biaya Operational Produksi Produk Perekonomian Negara atau segala sumber yang busa membebankan Rakyat tidak di benarkan ada kenaikan selama 5 tahun periode Pemerintahan Jokowi.

3. Satu komitmen drastis Presiden/ Pemerintah tidak ada kenaikan semua Pajak, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 tahun. Periode Pemerintahan Presiden keatas 3 Item diatas sebagai strategi Stimulasi Pertumbuhan Perekonomian sebagai Jaminan kongkrit Presiden
untuk mengembalikan jaminan Kepercayaan dan Keyakinan Pasaran Modal Keuangan kepada Substsnsi Fundemental Ekonomi dan Rupiah lebih terjamin setelah 6 bulan kedepan terlaksananya Strategi Penyelamat ini tutur Dr Muhammad Asmi.

Sekiranya tidak ada aksi segera Presiden Jokowi untuk menangani krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Nilai Rupiah dinbiar berkelanjutan dan Kondisi Rupiah didalam ancaman lebih berbahaya karena aksi Penarikan Dana Asing dari Investment Capital Asing akan berkelanjutan dengan lebih drastis karena tidak ada Keyakinan dan Kepercayaan pihak Pengusaha dan investor Asing (FDI Investment) tidak Berminat untuk Berinvestasi di Indonesia, karena Pemerintahan sekarang tidak memiliki komitmen regulasi yang kongrit untuk mengembalikan Kepercaya dan
keyakinan Pasar ini seperti sesuai yang diharapkan oleh Para Pengusaha dan Para Investors tidak menarik dan Tidak Kompetitif diperbandingkan dengan tawaran berinvestasi di negara China, India dan UAE dan Timur Tengah yang lebih aktraktif dan Kompetitif..

Atau Indonesia terpaksa kembali dengan ancaman Bangkrut seperti tahun 1998 lalu dalam jangka waktu 10 tahun kedepan ? Karena terus bergantung masa Depan Perekonomian Negara dengan harga Pasaran Minyak Bumi dan Krisis Perekonomian Dunia sebagai alasan kelemahan Kepemimpinan tetapi tidak mau melakukan apa apa Perubahan dengan Cara Kebijakan Pemimpin Indonesia bukan dengan Cara dan kemauan Petunjuk dari Pihak Penjajahan Perekonomian Dunia yang sengaja mau menguasai Perekonomian Indonesia secara perlahan lahan tanpa Para Pemimpin
sekarang sadar bahwa ini adalah kenyataan sekarang Indonesia pasti akan melakukan Penambahan Pinjaman luar negeri setiap tahun, akibat Peningkatan Biaya tidak terduga dengan terpaksa menggunakan dana dari budget APBN dan APBD terus membengkak Karena Krisis Difisit Keuangan dan Anjloknnya Rupiah tidak segera dituntaskan dengan Strategis Strategi yang lebih Berani dan Ekstrim untuk keluar dari Krisis Hitam Ekonomi 1998 dari ancaman Indonesia akan dijajah oleh PenguasaEkonomi Dunia dalam jangka waktu 10 ke 15 tahun ke depan Jika
Indonesia dipimpin Oleh Presiden yang Lemah dan tidak Memiliki Visi dan Misi yang strategis Untuk Menyelamatkan Kedaulatan Sumber Daya Alam negara dan Rakyat nya dari terus menjadi bangsa Insonesia yang Miskin didalam sebuah Negara yang Merdeka, Kaya Raya tetapi Rakyat nya tetap Miskin Selamanya.. …
Untuk mengatasi segala kelemahan Strategi untuk mengatasi krisis Defisit keuangan Negara ini terutama permasalahan Anjlok nya Rupiah ?

Presiden dan Pemerintah segera mengatasinya dengan Berani beraksi Jangan menaikkan BBM lagi !!! dan Presiden harus siap melaksanakan dengan 3 Strategic Strategi PENANGGUHAN diatas dengan Segera, Karena kenaikan BBM adalah Strategi Bunuh Diri penyebab yang membebankan
Rakyat dan menaikan segala biaya ‘ Operational Cost’ Pengusaha , Para Investors , Kenaikan Upah Kerja, Tranportasi, Kenaikan semua Bahan Sembako, Material dan Industri dan Kenaikan lain lain bahan yang menjadi penyebab kepada Inflasi ekonomi berpanjangan tanpa ada kesudahan.

Maka Dr. muhammad Asmi sarankan Presiden siap membuat aksi Komitmen drastis dengan aksi Penanguhan Kenaikan BBM, LPG, Listrik dan Air Pump selama 5 Tahun Periode Pemerintahan Presiden sebagai Strategi untuk Mengembalikan Keyakinan dan Keperyaaan kepada Para Pengusaha dan Para investors sekaligus sebagai Strategi Penstabilan Ekonomi untuk Kesejahteraan dan Kebahagian Rakyat sesuai perlaksanaan janji kampanye Presiden pada Pilpres 2014 lalu…

Efektif dan Efisiennya Perlaksanaan Program Strategik ini wajib dengan Perintah tegas Presiden kepada Menko dan Kementerian terkait untuk Mengontrol dan Mengawasi segala pelaksanaan kenaikan Barang-Barang Sembako dan Material Industri wajib di kontrol dengan drastis dan
sempurna untuk menjaminkan kelancaran semua barang Sembako , Material Industri dan Biaya Transportasi di pastikan tidsk nsik lagi dan diturun ke tahap normal seperti sebelum kenaikan BBM.

Dengan keberanian Presiden/ Pemerintahan melakukan Strategi Extreem ini yaitu 3 Strategis Strategi Penangguhan ( Tiadak ada kenaikan BBM dan Semua sumber energi yang di sebut kan distas tadi sehingga 5 tahun kedepan). Kami Optimis Presiden Indonesia akan memberi kejutan yang ‘miracle’ kepada Para Pengusaha dan Para Investor Asing dan Lokal akan memberi Jaminan kembalinya Berkeyakinan dan Kembalinya Kepercayaan Pasar Keuangan kepada Pasaran Modal Keuangan dan Fundemantsl Ekonomi dan Rupiah lebih terjamin menguat ke tahap Rupiah 11.00 per USD 1.00 12 bulan kedepan.Dr. muhsmmad Asmi Optimis sasaran GDP 7 % akan menjadi
kenyataan..

Strategi ini juga mencairksan Kebuntuan Politik dengan memberi kepercayaan dan keyakinan Rakyat dan Dunia kepada kebijakan Presiden Indonesia untuk menangani krisis Deficit Keuangan Negara dan Krisis ancaman Anjloknya nilai Rupiah berterusan 6 Bulan kedepan terjamin selesai dengan ketentuan Produk Stategi Presiden yang luar biasa dan Drastis ini lebih menjaminkan Harapan, Kepercaya dan Keyakinan yang tinggu tunggukan oleh Para. Pengusaha dan Para Investor investor Asing maupun Investor Lokal akan berpeluang memprojeksi Kemampuan Produsen Produk jangka panjang 5 tahun mereka lebih menjaminkan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia dan Potensi Investasi di Reublik ini lebih beradidaya saing, berpotensi investasi dan kompeten . Aksi Strategic Strategi Penangguhan ini akan mengoreksikan keyakinan Pasaran Modal Keuangan, Pasaran Ekspor dan Investasi ke Indonesia dengan lebih terjamin Produktif dan kompetitif. Sekarang bukan waktu mencari Kambing Hitam tetapi Kita mencari Solusi Kebijakan seorang Pemimpin yang membawa ‘Revolusi Mental ‘ yang Riil, sebagai aksi Presiden yang luar biasa dari ‘Revolusi Mental’ adalah Pemikiran kebijakan solusi seorang Presiden luar biasa dan Berani demi
untuk Menyelamatkan Indonesia dari terus berkelanjutan dengan krisis defisit keuangan dan ancaman rupiah terus tepuruk dalam 6 bulan kedepan menurut analisis ekonomi tutur Dr. Muhammad Asmi dengan optimis…

Jika Tidak ditangani dengan segera dan tidak ada usaha dan jaminan kongkrit dari Kebijakan Presiden/Pemerintah, Segala Investasi dan Produk Produk Produsen ekspor Indonesia tidak bisa bersaing dengan lebih kompeten dengan produk asing di pasaran dunia. Karena analisis para Pengusaha manufacturers dan pengusaha Industri dari prospektif Projection Bianis 5 tahun ke depan pasti tidak ada prospek yang menguntungkan investasi para Investors dan pasti tidak menjaminkan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Jika Pemerintah tidak siapkan Mekanisme Produk yang Sempurna untuk siap melayani Ancaman dan tuntutan Pasaran modal Keuangan dan keyakinan dan Kepercayaan Para Pengusaha Bisnis dan Para Investor Sesuai Inspirasi yang di Promosikan oleh Presiden baru baru ini di sidang CEI Submit di Tiongkok , Di Asean Business Submit di Myamar dan G20 Submit di Autralia dan Sakarang dengan Potensi Investasi Rp. 20 Triliun Toyota hasil lawatan Kampanye Presiden ke Jepang baru baru ini , pasti kecewa dan tidak akan Mendatangkan dampak keyakinan para Investors karna masih tidak bisa dilaksanakan, karena tidak siap dengan Mekanisme dan Program Negara yang masih di tahab wacana Presiden saja.

Sedangkan di pihak Perlaksanaan di seluruh Jajaran Kementerian, dinas-dinas Pemerintahan masih belum siap mekayani Program Perekonomian Negara yang masih belum siap melayani Kedatangan Investors untuk berinvestasi ke RI ini. Pihak Kementrian dan Dinas Dinas Negara tidak siap melayani Kedatangan Investors dikarenakan belum adanya Blue Print program Produk Perekonomian Negara President dengan Plan yang Kongrit seperti yang dimaksudkan Presiden belum jelas dan hanya wacana dan pasti ini akan mengecewakan keinginan Para Investors untuk menyambut undangan kampayne Promosi investasi Presiden di luar Negeri terpaksa pulang
dengan tangan Kosong dan kecewa Pemerintah Jokowi Tidak siap Produk Perekonomian dengan Regulasi yang kongkrit.

Dr. Muhammad Asmi Optimis dengan Indonesia mwmbutuhkan 5 Strategi IAP : BOT (I Am Prediden Institute) dengan Priotitas Strategik Strategi Penangguhan dilaksanakan segera, menjaminkan Fundemental Perekonomian Indonesia tidak akan mengecewakan Para Pengusaha dan Para Investors asing atau investor lokal dan dengan Sinerginya Perlaksanaan Strategi
‘Penangguhan pemerintah yang dimaksudkan diatas tadi Kita bisa Mengembalikan kepercayaan dan Keyakinan Pengusaha Manufacturing dan Para Investors sekalian Strategi menguatkan nilai Rupiah dan Pengusaha akan lebih Fokus pada produksi Produk Indonesia dengan lebih Kompeten, Karena tidak ada kenaikan ‘Cost Operational untuk memproduksi produk-produk indonesia, tidak akan ada kenaikan Upah, tidak ada inflasi Rakyat Dan rakyat pun pasti senang dalam jangka waktu 5 tahun kedepan dengan tenang , sejahtera dan bahagia menikmati janji politik kampanye Presiden pada Pilpres lalu di tunai dengan Sempurna, tidak ada kenaikan sara kehidupan yang tidak tinggi dengan ‘Strategi Penanguhan seperti yang di maksudkan diatas.

Sebagai Pengamat Ekonomi Dr. Muhammad Asmi Optimis ini adalah satu-satunya kebutuhan Strategi Drastis ‘Revolusi Mental ‘ yang ‘ Gila’, tetapi menjaminkan Substansi Impak drastis dan Solusi untuk Penyelamat kepada Krisis Perekonomian Indonesia dengan lebih terjamin untuk mengembalikan keyakinan dan Keperyaan Pasar Keuangan dan Para Pengusaha dan para Investors keatas komitmen Pemerintahan Presiden keatas segala kunci Penyeksmatan Krisis Permasalahan Defisit Keuangan dan ancaman Rupiah selesai dan Substansi yang Menyakinkan dengan kongkrit Fundamental Ekonomi terjamin dengan Potensi Investasi dan bisnis di Indonesia tutur Dr. Muhammad Asmi dari I Am President Institute dengan Optimis.
www.iapnews. Co.id www.Presidenttv.asia www. changefirhope

Dengan aksi dratis Menaikan Segala Sumber Energy adalah aksi gagal bagi Pemerintahan Presiden Jokowi jika terbiar berterusan akan Membahayakan Dan Melemahkan Perekonomian Indonesia Sebagai Aksi Membunuh diri ini dan menjual Indonesia Kepada Penjajah Ekonomi
Dunia…. Pemimpin yang memiliki Kebijakan tidak akan memperjudikan NKRI dengan memperjudikan Harapan dan kepercayaan Seluruh rakyat Indonrsia dengan Nilai harga Rp 13,300 per USD 1.00 Dollar Amerika , Pasaran Minyak Bumi, meyerah kepada Fluctuation Pasaran Keuangan dan Nikai Sumber Alam kita Migas secara total….

Pemerintah harus belajar dari Pengalaman Pahit Kenaikan Bahan Sumber Energi, Bahan Sembako, Bahan Material dan Bahan Konsumsi Rakyat naik semua bermula pada nov 2015 lalu sudah 5 kali turun dan Baik nya harga BBM pada Nov 2014 lalu, mendampakan kenaikan dari 100 % ke 1000 %
kenaikan bahan Sembako adalah Dampak Kenaikan BBM sudah berlaku 5 kali dalam tahun awal tahun 2015 ini mengundang Inflasi karena tidak aksi dengan satu Jaminan yang Konsisten dengan Sistematis dan Regulasi Pemerintah yang tidak tegas dan tidak ada Komiten uang kongkrit untuk
menyelesaikan Permasalahan Perekonomian Negara oleh Presiden dan Seluruh Jajaran Kabinet Jerja yang lemah karena tidak memiliki Kebijakan yang Sempurna.

Strategi Pemerintahan Presiden Jokowi yang seperti ini Sudah banyak mengagalkan niat para Pengusaha dan Para Investor gagal. Akdi kebsikan BBM ini amat Fragile/ Tidak Konsisten dengan tidak memiliki Sasaran Strategi yang Kongkrit , Fluctuation dalam menentukan Harga Turun Naik nya Harga Sumber Tenaga Seperti BBM, LPG, Liatri dan Airpump mengakibatkan ancaman kepada anjlok nya Pasaran Minyak Bumi bukan fakta penyebab menurunnya Produk-Produk Ekspor Negara dan Anjloknya nilai Rupiah. Dengan kondisi Indonesia yang dalam delima dan kebuntuan untuk menangani Krisis Ekonomi Dunia yang mendampakkan krisis keuangan Defisit Keuangan dan Anjloknya nilai Rupiah “Pemerintah tidak boleh mencari Kambing Hitam ” untuk di persalahkan.

Dan Presiden dan Seluruh Jajarannya Kementrian dan Koalisi KMP dan Partai Politik yang Partai ketuai oleh PDIP supaya lebih berhato hati Dengan aksi Pemerintah yang tidak menentunya , Dengan harga bahan Sumber Tenaga BBM, LPG, Listrik dan Airpump ini membuat kepanikan
pasar dan ekonomi yang tidak tentu. Dan sekarang jika Presiden Jokowi tidak beraksi tegas untuk beraksi untuk membuat komitmen dan aksi yang lebih estreem dengan membuat Regulasi dengan Komitmen yang lebih Kongkrit untuk mengawal dan mengontrol segala Semua bahan sumber tenaga dengan serius. Dampak negatif pada pasar Jakarta Keuangan akan menjadi lebih memburuk
dan Menghambatkan Pertumbuhan Perekonomian negara, pasti akan terus Perlahan dan melemah.

Dalam Situasi sekarang Pasti akan terus mengancam membengkaknya Deficit Keuangan, Negara dan bertambahnya pinjaman hutang Luar Negara Pasti Akan Terus membengkak dan tentu sekali Biaya dana APBN/ APBD 2015 masih banyak yang tidak diduga, akan terus meningkat Defisit,
Karena Panarikan Dana Asing pada Pasaran Modal pasti berterusan drastis akibat kehilangan keyakinan dan Kepercayaan Publik , Para Pengusaha dan Para Investors Asing dan Lokal.

Untuk itu Visit : Iapnews.co.id