8 KEBIJAKAN PRESIDEN JOKOWI TERLALU GLOBAL TIDAK SPESIFIK DENGAN KEBUTUHAN PARA INVESTORS

maxresdefault

Publik dan Pasaran Ekonomi mau Jawaban yang Solid dan Kongkrit dari Presiden dan Jajaran Pemerintahan nya Menjawab Inspirasi dan keluhan benak hati seluruh Rakyat Indonesia selama 70 tahun Indonesia Merdeka, dengan Visi, Misi dan Solusi yang luar biasa dengan Real Revolution Mental yang Berani Mewujudkan Mimpi Besar yang Luar Biasa yang bakal mengguncang Dunia ini.

8 Strategis Kebijakan Yang baru di Umumkan oleh Presiden Jokowi, “Terlalu Global tidak Spesifik dan tidak memenuhi kehendak Pasaran Ekonomi dan tidak memenuhi keinginan Para Investors Asing dan Domestik.

“Pemerintah sudah 2 kali Gagal dengan Metode lama Percobaan “Try and Error” konventional untuk menyelamat krisis Defisit Keuangan dan Anjlok nya Rupiah terusan terpuruk ke level Rp 14,500 per Dollar dan Pasaran keuangan Efek tetap di Posisi di bawah 4,400 points.

Strategi Awal “Bail Out Financial dan Perekonomian Pemerintah” :

1. Apa bila Pemerintah Pilih Jalan Pintas, Tambahan Pinjaman Dana Asing USD 11 Milyar USD dari World Bank, ADB dan IMF dengan Refinancing Proyek Jalan Tol Bali, Gagal membawa Impect Positif kepada usaha menyelamat keadaan Krisis? Rupiah tetap di posisi level Rp 14,200. pasaran Efeks Jakarta tetap pada. level 4,100 points.

2. Percobaan Strategi Kedua Pemerintah dengan Strategi “Buy Back Saham ” Pasaran Keuangan Pasar Modal Efek Jakarta, telah Menginvestasi sejumlah Rp 30 Triliun Rupiah Modal Investasi melalui Investasi Anak Perusahaan BUMN bulan Agustus 2015 lalu juga Gagal, dan Rp 30 Triliun ini Hilang dan cair di Pasaran Modal Keuangan dan ini Strategi bunuh diri dan “Gambling” ini, Malah membatu menyelamat para Investors Asing Menarik Investasi Modal Asing Mereka dan terus Exit dari Pasaran Efeks dengan lebih gampang untuk Merelokasikan investasi dan Perniagaan mereka ke Negara lain yang lebih Menjaminkan Keuntungan Investasi mereka.

Dan aksi “Buy Back Saham” Gagal, Dan anak Perusahaan Pemerintah tetap rugi Rp 30 triliun dan tidak ada Perubahan Senifikan pada Nilai Rupiah tetap di paras level Rp 14,500 dan Pasaran Indeks Keuangan Efeks Jakarta tetap terus buntu di level 4,300 point dari 5,500 points pada bulan Desember 2014 lalu.

Pemerintah Jokowi berharapan Pasaran Modal Keuangan bisa bertahan sampai kesasaran di bawah 4,000 points dan Nilai Rupiah di asumsi bisa bertahan pada nilai di bawah Rp 14,000 per Dolar Amerika Sebagai Strategi Perjudian. Ternyata Analisis dan Asumsi Pemeritah Meleaet dan Salah Strategi Pemerintah ini Gagal lagi.

Menurut Dr Muhammad Asmi, Indonesia Membutukan Strategis Straregi KEBIJAKAN yang Tepat dan tidak Spesifik.

SOLUSI KAMI

Kepada Pemerintah Presiden Jokowi Supaya mau Mendengar dengan Cermat dan Segera mengeveluasi opini rakyat ini, demi untuk Menyelamatkan Negara dari Menjadi senasib Negara Negara Eropa dan Negara Yunani sebagai negara Bangkrut karena Gagal bayar hutang Luar Negeri yang besar.

President harus beraksi segera dengan Strategis Strategi yang tepat, “Pemimpin negara wajib Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik,Kepercayaan Para Pengusaha dan Para Investors ” dengan segera ini yang paling Prioritas sekarang.

Para Pengusaha Domestik dan Para Investors Asing hanya mau “Jaminan Komitmen Kongkrit Sistem dan Regulasi yang Konsistensi dan Kompetitif Dari Kebijakan Presiden” yang di tunghu tunggu selama ini..

001002

Jaminan kami Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah versi I AM PREDIDENT INSTITUTE BAB 6 ( item 1,2 dan 3) dan Bab 5 dari buku Saya yang Berjudul ” Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis ….Buku terbitan Gramedia sudah di Pasaran di seluruh Outlet Gramedia di seluruh indonesia…

Pak Presiden Jokowi dan Jajaran Menterinya Silahkan Evaluasi dengan baik Saran dan Strategi kami ini. Empat tahun sudah kami perjuangkan Strategi kami ini, Strategi kami ini hasil Riset kami 13 tahun Kami membuat Riset dan tinggal di negara role model kami maksud di bawah ini, dan kami mempelajari bagaimana China, India dan Dubai, Abu Dhabi UAE bisa Menjadi jadi Penguasa Ekonomi Dunia dalam Jangka Waktu Kurang dari 30 tahun.

Kami sudah mendesignkan 3 Strategis Strategi untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Krisis Serangan Ancaman Anjloknya Rupiah dan 5 Strategis untuk Indonesia Jadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum tahun 2030 menjadi realita dan Pembangunan Infraatruktur dan Perekonomian imdonesia tanpa APBN.

Bukan hanya Wacana, kami sudah tuliskan dalam buku saya Strategi dan Mekanisme nya, siap dengan buku Instrumen dan Aplikasi Strategi.

Distansi dan Realistik Strategi kami siap untuk di benahi dan tantang oleh sesiapapun yang siap dan mau membenahi dan mengevaluasi Materi kami ini dalam mana mana Forum Diskusi atau Debat untuk buktikan Keunggulan Strategi kami .

3 bulan kedepan Hutang Luar Negeri Indonesia akan terus bertambah dan Nilai Rupiah akan tetap terus Anjlok ke tahap Rp15,000 ke Rp 17,000 pada bulan Dec 2030 ini.

Kalau tidak ada Strategis Strategi yang Kongkrit dan Spesifik di lakukan oleh Presiden untuk Menyelamatkan NKRI dari terus dihancurkan oleh Para Mafia Keuangan kararna Kepentingan Peribadi Para Pemimpin Koruptor.

Maka kalau Pemimpin kita dekarang Memilih Strategi “Jalan Pintas, Pinjam Dana Asing” dan Tetap Mencari Kubang Hitam sebagai Penyebab dan sebagai Strategi Penyelesaian Krisis ?….Sama Artinya Pemimpin ini pilih ” Jalan Bunuh diri ” Pemerintah dan Menyerah NKRI karena Bangkrut Ideologi dan Menjual Indonesia” Kepada Negara negara Penguasa Ekonomi dunia”…

Sakarang ini adalah Era Penjajahan Ekonomi, Segala Usaha Mau Pinjaman Dana Asing harus di hentikan sekarang. Kalau Pemimpin kita sayangkan NKRI dan tidak mau Menjual Indonesia Kepada Penjajah Ekonomi Dunia.

Semua dana kebutuhan Indonesia sudah di siap kan, Sesuai permainan Politik Ekonomi Mereka, untuk menjadi Menguasai Ekonomi dan Mengintervensi Pemerintah Indonesia dengan lebih berwenang, Inilah akhirnya nasib negara Indonesia akan dijajah Penjajahan Ekonomi dari Negara Negara kuasa besar dunia. Karena Gagal bayar Hutang Luar Negeri ? Ini sama Arti nya “Indonesia Sudah di Jual oleh Pemimpin yang Takut melakukan PERUBAHAN DRASTIK dan BANGKRUT KEBIJAKAN Keprmimpinan” ….

Jangan Tunggu Situasi Perekonomian Indonesia menjadi lebih Parah dengan Serangan Nilai Rupiah sampai ke level nilai Rp 15,000 per Dollar Amerika, Situasi Ini akan berlanjutan lebih Parah Melonjak sampai ke level Rp 17,000 per Dollar,dan Indonesia di jual kepada Penjahahan Ekonomi dunia waktu itu dan NKRI akan Menjadi Negara Hancur seperti negara Uni Soviet dan Bangkrut seperti Yunani.

Sampai Saat ini Pemerintah Jokowi Masih Belum Komited dengan KEBIJAKAN Penerintah dengan lebih Spesifik. Cuma ada 8 Kebijakan yang yang baru di umumkan oleh Presiden Jokowi tgl 9.9.2015 lalu, Sangat Global, tidak Spesifik dan tetap tidak akan mendapat Respon Positif dari Para pemain Ekonomi dan Para Investors.

Kampayne Investasi Presiden Jokowi ke luar negeri terbukti tidak menarik dengan Maximal, karena tidak aa oerdoapan KEBIJAKAN dan INSTRUMENT yang Kompetitif, Kongktit dan Konsisten yaitu Jaminan Satu Komitmen KEBIJAKAN SISTEM DAN REGULASI yang lebih Konsiten , Efektif, Kongkrit dan Kompetitif Seperti yang kami Sarankan dalam Bab 6 item 1, 2 dan 3 kami masukan dalam buku Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum 2030. Indonesia Bisa Bangunkan Pembangunan Infrastruktur dan Perkonomian Negara tanpa APBN dan Mekanismenya ada pada Kami untuk di hadiahkan pada Pemerintah.

Dr Muhammad Asmi Optimis 3 Strategis Strategi kami ini memberi Jaminan menarik respon Publik, Para Pengusaha Ekonomi dan Para Investors Asing dengan lebih Drastik, Efektif dan Atraktif .

Strategi yang Menjaminkan dan Mengembalikan “Kepercayaan Dan Keyakinan Para Pengusaha dan Para Investors dengan lebih Efektif dan Kompetitif.

Dr Muhammad Asmi Program Director I AM PREAIDENT INSTITUTE BOGOR

Comments are closed.