20 TAHUN TAX HOLIDAYS TIDAK CUKUP MENARIK UNTUK MEMBUAT PARA PENGUSAHA DAN PARA INVESTORS ASING UNTUK MEMILIH INDONESIA SEBAGAI DESTINASI INVESTASI MEREKA

IMG_1786

Pemerintah Melanjutkan tawaran Tax Holiday fari 10 tahun ke 20 tahun masih tidak Menarik bagi Para Pengusaha dan Para Investor Asing, Malaysia 30 tahun Tax Holidays gagal pada 1980an semua Investors gulung tikar dan repositioned investasi mereka ke negara lain di ASEAN setelah 30 tahun di Malaysia. Tujuannya Gagal jadikan Malaysia Destinasi Investasi sehingga sekarang dan kini ekonomi Malaysia mulai Lumpuh.

Sedangkan Dubai dan Abu Dhabi di UAE, Kawasan Penanaman Modal Investasi di Ghuan Dhong, Ghuan Xhou, Shenzhen, Nang Hai, Macau dan lain lain kawasan Zonasi Istimewa di Shanghai, Beijing dan di Kawasan Penanaman Modal Istimewa di Dubai, Abu Dhabi di Timur Tenggah, Mumbai, Delhi India menawarkan 50 tahun Tax Holidays dengan Paket
Insentif Istimewa yaitu Jaminan Komitmen dengan Sistem dan Regulasi yang Kongkrit dan Konsisten, Sebagai Strategik Strategi untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors Asing dan Lokal untuk berinvestasi di RI dengan lebih atraktif dan terjamin.

Jika Presiden Jokowi lebih Berani dengan komitmen seperti di maksudkan dibawah dengan lebih kongrit dan kompetitif:

Saran dari Dr. Muhammad Asmi dari IAP Institute kepada Bapak Presiden Perkenalkan ‘3 Strategis Strategi Penangguhan Kebijakan Pintar Pemerintahan’ Cukup dengan Pengumuman Presiden dengan Memprioritaskan Komitmen Sistem dan Regulasi Pemerintahan Presiden seperti Berikut :

1.Tidak ada kenaikan BBM,LPG,LISTRIK dan AIR Pump selama 5 Tahun Pemerintahan Presiden.

2. Pemerintah Pemerintahan Presiden tidak boleh ada kenaikan kepada Semua Harga Barang Konsumsi Rakyat, Semua Barang Sembako, Semua Bahan Bahan Material Konstruksi, Bahan Industri dan Semua Barang 2 yang menyebabkan Kenaikan Segala Biaya yang menyebabkan kenaikan “Operational Cost” industri dan Sarana hidup rakyat sebagai Strategi Penangguhan selama 5 tahun Pemerintahan” Jokowi JK

3. Penangguhkan Kenaikan keatas Tarif Pajak, BEA Cukai , Pajak Tol, Jangan ada usulan membuat cadangan Kenaikan tarif baru Government Service Tax (GST) dan jangan ada kenaikan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 Tahun Pemerintahan Jokowi .

Ini adalah Strategi Kebijakan Presiden yang lebih Efektif dan Menjanjikan komitmen yang lebih Drastis Untuk mengembalikan “Kepercayaan Rakyat, Para Pengusaha dan Oara Investors untuk lebih Berkeyakinan dan Kepercayaan Pasaran Keuangan Modal, Untuk Penstabilan Sodual , Politik Dan Strategi Pemerintahan untuk Mempercepatkan Proses Pertumbuhan Ekonomi sebagai Komitmen Kongkrit dan Jaminan Presiden Akuntabel dan kebih Efektif meningkatkan Produktiviti dan Industri, Ekspor Negara dan Produksi Produk 2 Indonesia akan lebih beradidaya saing dan Menuntaskan Nilai Rupiah.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan ini di Laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Para Pengusaha untuk Meresponkan dengan lebih drastis Untungan. Untuk Berinvestasi ke RI ini sesuai Investment Kampanye Presiden kepada Para Investors Asing Dunia dapat
menjadi realita.. Cukup Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal skan lebih Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi Produk produk Pubrik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus , konsiten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan Produksi sekarang dan Produsen Produk 2 Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia.

Peningkatan ini kerana Strategi Penanguhan tadi sudah pasti tidak ada Kenaikan cost operasional, bahan material, tidak ada kenaikan Sembako , upah jasa dan transportasi yang tidak naik, Fundamental ekonomi Indonesia akan berkembang dengan lebih Signifikan dan Nilai Rupiah akan lebih terjamin menguat dari aksi Pemerintahan Dengan Strategi ini..Karena Undangan Investasi President bukan hanya sakedar Wacana , Tetapi Kesungguhan dan Mekanisme Implimentasi Pemerintahan Sekarang yang Kongkrit Menjaminkan Fundamental Ekonomi dan Rupiah akan terus menguat.

President tidak hanya membuat janji yang kosong, Tetapi Penentuan Produk dengan Strategik Strategi dan Aksi Penyelamat Ekonomi dari Krisis yang lebih memburuk 6 Bulan ke depan akan lebih serius jika tidak dibtangani Segera… Publik Perlu Komitmen yang Kongkrit dari Pemerintahan Presiden Sekarang ? , Apa Aksi yang mau di lakukan sekarang oleh Presiden harus lebih Efektif dan Kompetitif secara sistematis dengan kebijakan Regulasi dan Sistem yang Kongkrit dan terjamin untuk mengembalikan kepercayaan Publik dan Para Investors dan Pengusaha

Sehingga Waktu ini, Kami masih Menilai Pemerintahan Presiden belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang kongkrit untuk menuju Dereksi Impian Visi Misi Presiden masih diangap tidak Clear, Tidak Komited dan Tidak atraktif dan Tidak Kompetitif dari sistem dan Regulasi ysng ditawarkan Oleh negara China, India dan Dubai, Abu Dhabi di UAE

Kalau hanya sekadar wacana dengan undangan Investasi dan program yang hanya masih abu abu sebagai wacana? Pasti tidak akan atraktif dan tidak menjaminkan Keyakinan dan kepercayaan kepada pertumbuhan Perekonomian Negara dan nilai Rupiah akan terus terusan dalam “Under pressure” dan tekanan Defisit Keuangan negara dan APBN pusat akan terus bocor, Jika Presiden/ Pemerintah tidak membuat Komitmen ini dengan Specific dan kongkrit.

Perubahan yang ditunggu-tunggu oleh Pasaran Ekonomi dan Pengusaha untuk bertahan, karena ada Aksi ‘Penangguhan’ keatas nadi industri ( kepada Kestabilan Bahan Energi, Sembako dan Tidak ada kenaikan Tarif Pajak , dan Bea Cukai dan Biaya Administrasi Pemerintahan) dengan aksi Strategi Presiden yang bukan hanya Wacana Kosong) ,Ini saran dan alarm kami supaya buat Evaluasi Cerdas dan Komitmen Presiden harus berani buat Komitmen yang lebih kongrit

Kami Optimis Perubahan Drastis ini, Adalah Manuver Penyelamat kebocoran Penarikan Dana Modal Asing Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud dari ucapan Presiden, ” We want you come to Indonesia to invest , My Fellow citizens wanted Change ther is many “Incredible Opportunites in Indonesia ” and “you can make an Incredible Profit for your investment in Indonesia” and if you have problem Call me!!!!…, Ini bener bener Presiden berani memberi Komitmen dan jaminan yang Menjanjikan dengan Komitmen, tetapi belum yang Kongkrit.

Seluruh Jajaran Pemerintahan Presiden Jokowi harus siap dengan Sistem dan Regulasi yang kongkrit , untuk Siap Melayani kedatangan Para Pengusaha dan Para Invesors untuk Berinvestasi Ke Indonesia..

Sesuai kampayne Investasi dari ucaoan Undangan Presiden Jokowi pada acara Peresmian World Economic Forum agar membuah hasil yang lebih terjamin sukses, melihat kan kesungguhan Indonesia di jamin memberi Keyakinan Pasaran dan Kepercayaan Pengusaha untuk Terus bertahan dan terus berinvestasi di RI ini.

Mekanisme kami adalah sistem pemerintahan dan transparan Satu Pintu dengan lebih Effisien dan Effektif untuk mempercepatkan proses pelaksanaan dan Pengembangan Perekonomian Negara dengan lebih Sempurna dan Pasti lebih Pro Kepentingan Negara, Pro Rakyat dan Pro Bisnis……
tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis sebagai Pengamat Ekonomi IAP Institute.

Comments are closed.