Latest

DUNIA KELIRU DAN PARA INVESTORS KHAWATIR RUPIAH MENJADI MATA UANG TIDAK SEHAT

ar

Dunia Keliru dengan Menguatnya nilai Rupiah drastik dari level Rp 14,735 menguat Menjadi Rp 13,035 per dollars Amerika? kemarin, Menguat lebih dari 1,000 point Perubahan dalam 9 hari di anggap Misteri.

Para Perekonomian Dunia Khawatir Rupiah akan termasuk dalam Kategori Mata Uang “SAKIT/TIDAK SEHAT” dunia.

Drastik Perubahan Penguatan Nilai Mata Uang Negara yang meragukan Pasaran Keuangan Dunia dan Para Pengusaha dan Para Investors dengan Menguat rupiah dengan drastik dan Misteri luar biasa dari tren Pasaran Riil.

Kekeliruan tidak Realistik ini akan mendampakan tanggapan Negatif Tidak Percaya dan Tidak Meyakinkan Para Pengusaha dan Para Investors Dunia keatas nilai Rupiah ditanggap Sebagai “Mata Uang Tidak Sehat/Sakit “.

Perlu di evaluai analisis kami ini dengan Serius oleh Presiden, didalam jangka waktu 2 Bulan kedepan, akan berlaku Koreksi Pasaran besar-besaran dan Penarikan dana Asing besar akan berlaku di Pasaran Modal Keuangan IHSG dan Bank-Bank Milik Pemerintah.

Penarikan Dana Asing dari Rekening Bank-Bank akan berlaku Secara besar-besaran dan Rupiah akan Anjlok lebih Parah pada level 15,500 ke level yang lebih Parah pada level Rp 17,000 per dollar Amerika sampai pada bulan Des. 2015 ini.

Selagi kalau pilihan strategi Kebijakan Presiden tidak Melakukan Kebijakan yang Spesifik dengan “Meng regulasikan Penetetapkan Nilai Rupiah sebagai Harga Mati /Tetap Nilai Rupiah “, dengan Veto Presiden,Sebagai Kebijakan UU Darurat Keuangan BI dengan segera Pada Level yang realistik bermula dengan nilai Rp 13,800 Per Dolar Amerika.

Segala Sistem Keuangan dan Perekonomian Indonesia akan musnah hancur dan Indonesia akan Bangkrut, Karena Hutang luar Negeri yang semakin Parah dan Hutang Perusahaan Membengkak sampai Menjadi Rp 5000 triliun Rupiah dalam jangka waktu 12 bulan Pemerintahan Presiden Jokowi bakal mengundang ancaman yang berbahaya dengan ancaman Revolusi Rakyat dan Kericuhan Politik dan Sosial seperti Reformasi 1998.

Aksi Segera Presiden Perlu Pilihan Strategis Strategi yang tepat sebelum Terlambat. Ancaman dan Serangan Pemain dan Penguasa Ekonomi Dunia Mendampakkan keatas Serangan Menghambatkan Pertumbuhan Perekonomian Negara dan Melemahkan Nilai Rupiah sudah diserang sebanyak 3 kali dan serangan akan lebih parah adalah serangan kali ke 4 nanti pada bulan Nov 2015 dan Serangan kali ke 5 pada bulan Dec 2015 ini.

Serangan kali ke 4 dan Ke 5 adalah Serangan besar-besaran Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan pada Pasaran Modal Keuangan IHSG pada bula Nov dan Dec 2015 ini. Serangan kali ini akan mendampakan ambru nya Indeks Pasaran Modal pada level dibawah 4,000 dan bisa mencapai ke level 3,000 point dari (4,491.43 pada tgl 9.10.2015 lalu) dan Rupiah akan Menjadi Rp 17,000 per Dolar Amerika dari level sekarang (Rp 13,035).

Dalam kondisi dan Situasi ini Indonesia akan Bangkrut dan akan lebih Bahaya Karena Beban Hutang Luar Negeri Indonesia membengkak Sampai Rp 5,000 triliun dari (3,000 triliuan sampai Sekarang).

Indonesia akan kembali seperti Krisis Ekonomi Pada tahun 1998. Krisis ini bisa Mengancam Revolusi Rakyat yang bisa mengancam Kericuhan Politik, Permasalahan Sosial, Kriminalitas, Terorisme, Korupsi, dan Permasalahan Suku dan Ras akhirnya bisa mengancam tindakan lebih extrem yang paling di Khawatiri Rakyat adalah Kembalinyan Politik Militer dengan aksi “Kudeta TNI ” bisa berlaku , Kalau Situasi Instabiliti Politik dan keselamatan NKRI tergugat pasti Aksi Kudeta akan berlaku.

Sebelum Situasi Memburuk dan lebih Parah Mengancam Kehancuran NKRI menjadi negara Bangkrut seperti Uni Soviet dan Yunani?, Presiden harus ingat dan Segera tanggapi Analisis Kami ini ini, dengan lebih serius dengan aksi Solusi Ekonomi kami adalah Jawaban kami untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjkloknya Rupiah harus tuntas.

Ini bukan Ramalan, tetapi Fakta Analisis Prajudis kami pasti akan berlaku jika tidak ada Antisipasi dan Aksi Pencegahan awal Presiden.

Kami Memperingatkan Pada Presiden dan Jajaran Menterinya. Jangan Sampai kondisi negara Sampai Seperti Analisis kami diatas Menjadi Real ?, Karena Kelemahan Pemimpin yang Memimpin RI masih Tidak Percaya Diri dan Tidak Berani Melakukan Kebijakan yang Luar Biasa untuk Perubahan demi Kepentingan dan Kedaulatan NKRI yang di Khawathirkan akan Menjadi Senasib Seperti Uni Soviet dan Yunani. Baru berani beraksi melakukan Kebijakan Sudah Telat.

Ini Soluai dan Nasihat kami untuk Presiden dan Jajaran Menterinya:

1.Berhenti Strategi Kuno” Permainan Penguasa Ekonomi Dunia yaitu Jalan pintas ” Hentikan Strategi Pinjaman Dana Asing”dan “No Bail Out” kepada anak Perusahaan pemerintah yang Sakit.

2.Presiden Veto Kebijakan UU Keuangan BI Tetapkan Nilai Rupiah Pada level Rp 13,800 Per Dollar Amerika.

Kalau Presiden mau Menguatkan Nilai Rupiah terusan Menguat dan tuntas dari serangan-serangan Anjlok Rupiah lagi lakukan Dikrit Presiden lebih Efektif.

Sekarang Presiden sudah mulai PD untuk melakukan Aksi drastik dengan lebih Exstrem / luar biasa harus Tepat pada Kebutuhan Perekonomian Negara dengan Strategi Penyelamat yang tepat dan Sempurna tepat dengan Kebijakan yang menuntas Puncak Segala Krisis Defisit Keuangan dihentikan dan kita Stop Serangan Keatas Ancaman kepada Nilai Rupiah degan Tetapkan Nilai Rupiah sebagai harga Mati Rp 13,800 per Dollar Amerika .

Prioritas adalah Krisis Spefisik Selamatkan Nilai Rupiah dari Serangan Anjloknya Rupiah dan kini Negara sudah Kerugian lebih 1 Ribuan Triliun dalam jangka waktu hanya 9 bulan oleh Pemerintahan sekarang.

Adalah tidak Realistik dan aksi Cuma-Cuma saja Pemerintah melakukan “Injection Capital dari hasil Pinjaman Dana Asing Negara” dan Perusahaan Negara, Karena Semua Dana “Capital Injection Buy Back “, hilang cuma-cuma dan Cair di Pasaran Modal Keuangan IHSG karena “Strategy Buy Back” Gagal Mempertahankan Indeks Pasaran Modal Keuangan dan Anjloknya Rupiah

Strategi ini hanya Menguntungkan Para “Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan Pasar Modal meraut Keuntungan dari Aksi Injection Capital Pemerintah dengan Strategi Buy Back Saham dari hasil Uang Pinjaman luar Negeri Negara dan Melalui anak-anak Perusahaan Pemerintah BUMN terus gagal Buktinya Menguatnya saran Keuangan dan Rupiah hanya selama 1 Minggu dan Pemerintah harus bertahankan lagi dengan Injection Capital lagi. Terapi tetap Merah Pertanda di papan Skor Saham IHSG Merah dan tidak stabil. Semakin banyak cobaan Bay Back Pemerintah dan anak Perusahaan BUMN, Semakin besarnya Kerugian Defisit Keuangan Negara dan Anjloknya Rupiah tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

Presiden harus ingat 70 % Pemain Saham besar-besaran pasaran IHSG adalah dikuasai oleh Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan Seperti George Soros di Pasaran Keuangan. Pasaran Efek Indonesia Kecil di Perbandingkan dari pasar bursa Saham lain dunia.

Injection Capital Buy back Strategi adalah Pola Permainan Penguasa Ekonomi Dunia IM, World bank dan Mafia-Mafia Spekulator dan Spekulan Pasaran Modal keuangan Dunia.

Mereka akan mengambil Kesempatan untuk Meraut Keuntungan Besar dengan mengetahui Strategi Pemerintah bermain dengan cara Pola Mainan Mereka dengan “Strategi Buy Back Saham” adalah moment musim Panin membuat Investors” dan Solusi mereka keluar dari Krisis Keuangan Sebuah Negara.

Mereka akan Menjual Saham-Saham yang mereka Kuasai dalam Waktu moment Pememerintah Menanam Modal Besar-besar seperti sekarang, Kita lihat 3 kali strategi “Strategi Buy back”gagal memperkuatkan Rupiah dan pasaran modal dengan 2 Jilid Kebijakan dan akan datang Jilid Kebijakan III Presiden, Masih tetap tidak Spesifik dan tidak akan memaksimalkan respon Para Investors (FDI).

Semoga Presiden Dan Seluruh Jajaran Menteri Kerjanya, siap Beraksi dengan lebih bijak dengan Mengevaluasi Signal Peringatan kami ini, dan Siap Mengevaluasi setiap Saran dan Kritikan kami.

Saran Solusi Strategi kami bergelar IAP: BOT sebagai penyelamat Perekonomian Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum tahun 2030 dengan tidak perlu Menggunakan Biaya dana ari APBN untuk Membangun Perekonomian dan Infrastruktur Negara tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

Dan kami siap menyerahkan 2 buku hasil Riset dan Analisis kami berjudul:
1. Indonesia kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum 2030 .
2. Indonesia Investment Guide Book .

Solusi Strategi Kami siap untuk di bedah dan di uji Kompetensi dan Substansi Saran Strategi kami.

Semoga Allah Subahannallah hii ta’allaa Melindungi Negara kita Dan Semoga NKRI Selamat dari analisis Prajudis Kami dan Mudah-Mudahan Presiden kita lebih Percaya diri dengan Kebijakan Presiden Bahwa “Presiden adalah Presiden.” yang bekerja hanya demi untuk Kepentingan NKRI dan Bangsa Indonesia ” , Kami Optimis pasti tidak ada siapapun yang akan menantang niat Visi , Misi dan Kebijakan Presiden yang akan Mengguncamg Dunia.

Dengan Agenda Gagasan yang Jelas yang akan Menjaminkan Harapan Inspirasi Rakyat yang menjanjikan Kemakmuran Negara Menjadi Kuasa Ekonomi Dunia dan Mensejahterakan 250 Juta rakyat Indonesia, Siapa yang mau menantang? pasti tidak ada Karena Presiden melakukan Perubahan dan kebijakan 100% Untuk NKRI dan Bangsa Indonesia.

Salam Sukses Presiden Jokowi dan Seluruh Jajaran Pemerintahan Indonesia. Selamat diatas Kesedian Adaptasinya.

Dr. Muhammad Asmi
Pengamat Ekonomi/ Ketua Tim Riset / CEO
I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR. (tgl 10,10.2015)

PRESIDENT PERINTAH BANK INDONESIA BUAT KEBIJAKAN UU KEUANGAN SEBAGAI MONETARY CONTROL NILAI RUPIAH DI TETAPKAN PADA LEVEL RP 13,800 PER USD.

150821131348-garuda-indonesia-antisipasi-pelemahan-rupiah-terhadap-dollar-hingga-rp-16-ribu

Rakyat mengajak Presiden Tinggalkan saja, hal hal lama, Tidak perlu bicara Soal 3 hal kesempatan Presiden sebelumnya lagi, seperti yang diumumkan dalam FB Presiden Jokowi..

Cukup dengan Kebijakan Baru Presiden Launched baru – baru ini, “harus lebih spesifik dan untuk lebih Efektif and Atraktif mengundang Investasi Asing (FDI)” buat saja Perencanaan Pembangunan Perekonomian yang sudah terencana dengan lebih Efektif dengan Terbukti lebih Kompetitif.

“OUTLOOK INDONESIA LOOKING FORWARD, NOT BACKWARDS ” and “BYE BYE TO PROBLEM and CRISIS”.

Kebijakan yang Spesifik adalah Solusi Kebijakan yang selama ini di tunggu-tunggu adalah “Komitmen Sistem dan Regulasi Pemerintahan Yang Kongrit, yang Konsisten dengan Penawaran Insentif – Insentif yang Atraktif dan Yang Kompetitif” Sebagai AKSI SEGERA PRESIDEN TETAPKAN NILAI RUPIAH SEBAGAI REGULASI UU DARURAT KEUANGAN BANK INDONESIA UNTUK SELAMATKAN RUPIAH DARI TERUSAN ANJLOK.

Dengan Kewenangan Presiden, Umumkan Perintah Presiden dengan Kebijakan Meregulasikan Ketetapan Nilai Rupiah tetap pada tahap level Rp 13,800 efektif serta merta, harga Mati nilai Rupiah sebagai UU Keuangan Bank Indonesia Serta Merta..

Ketetapan Ini aksi Sebagai Monetary UU Bank Indonesia.. jadi Rupiah tidak akan Fluctuation lagi, (Rupiah tidak akan terusan naik dengan lebih parah lagi dari Sekarang RP 14,500 per Dollars ), kita tuntaskan masalah Rupiah..

Ini adalah Strategi Strategis yang lebih prioritas Untuk Kembalikan Kepercayaan dan Keyakinan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors untuk Memilih Indonesia sebagai destinasi Investasi Mereka..

Hentikan Solusi Jalan Pintas Pinjaman Luar Negeri , Sama Artinya Menjual Indonesia???

Dengan Kebijakan Prediden Indonesia bisa Bangunkan Perekonomian dan Infastruktur negara tanpa perlu biaya dari dana APBN dan Kami Optimis Fundamental Perekonomian Indonesia akan Kembali Stabil dengan lebih Cepat dengan Strategi Kebijakan jangka pendek ini yang lebih Realistik dan 100% Efektif pada Pasaran Keuangan dan Ekonomi Global.

Dengan Ketetapan Nilai Rupiah di Tetapkan pada Nilai Rupiah ke level Rp 13,800 per Dollar Amerika (terus mengikut pasaran sehingga ke level Rp 11,000 Per Dollar, Presiden Harus lakukan strategi ini Secepatnya dan Segera, ketetapan nilai Rupiah sebagai harga Mati.

Dr Muhammad Asmi Optimis Strategi Penyelamat Rupiah ini Membawa Perubahan Drastis pada kebutuhan Penyelesaian Krisis Defisit Keuangan yang mendampakkan Kepada Serangan dan Ancaman kepada nilai Rupiah, Maka Saran Kita Serang Kembali dengan Strategi ini. Insha Allah Besar dampaknya..

Strategi ini hanya kita laksanakan sebagai Strategi untuk waktu darurat saja dan akan di evaluasi setelah nilai rupiah kembali normal sesuai pada nilai Pasaran. dan Nilai Sasaran Rupiah yang paling Realistik dan Kompetitif adalah pada tahap level Rp 11,000 per dollar Amerika .

Jika Presiden gunakan strategi IAP: BOT kami ini, Kami Optimis Indonesia bebas dari Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjlok Rupiah tuntas dalam 1 bulan..

Selamat Sukses Bp President dan Seluruh Jajarannya..

BOGOR Jawa Barat, 23.9.2015
Ikhlas dari- Dr Muhammad Asmi Pengamat Ekonomi President Direktur dari I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR..

8 KEBIJAKAN PRESIDEN JOKOWI TERLALU GLOBAL TIDAK SPESIFIK DENGAN KEBUTUHAN PARA INVESTORS

maxresdefault

Publik dan Pasaran Ekonomi mau Jawaban yang Solid dan Kongkrit dari Presiden dan Jajaran Pemerintahan nya Menjawab Inspirasi dan keluhan benak hati seluruh Rakyat Indonesia selama 70 tahun Indonesia Merdeka, dengan Visi, Misi dan Solusi yang luar biasa dengan Real Revolution Mental yang Berani Mewujudkan Mimpi Besar yang Luar Biasa yang bakal mengguncang Dunia ini.

8 Strategis Kebijakan Yang baru di Umumkan oleh Presiden Jokowi, “Terlalu Global tidak Spesifik dan tidak memenuhi kehendak Pasaran Ekonomi dan tidak memenuhi keinginan Para Investors Asing dan Domestik.

“Pemerintah sudah 2 kali Gagal dengan Metode lama Percobaan “Try and Error” konventional untuk menyelamat krisis Defisit Keuangan dan Anjlok nya Rupiah terusan terpuruk ke level Rp 14,500 per Dollar dan Pasaran keuangan Efek tetap di Posisi di bawah 4,400 points.

Strategi Awal “Bail Out Financial dan Perekonomian Pemerintah” :

1. Apa bila Pemerintah Pilih Jalan Pintas, Tambahan Pinjaman Dana Asing USD 11 Milyar USD dari World Bank, ADB dan IMF dengan Refinancing Proyek Jalan Tol Bali, Gagal membawa Impect Positif kepada usaha menyelamat keadaan Krisis? Rupiah tetap di posisi level Rp 14,200. pasaran Efeks Jakarta tetap pada. level 4,100 points.

2. Percobaan Strategi Kedua Pemerintah dengan Strategi “Buy Back Saham ” Pasaran Keuangan Pasar Modal Efek Jakarta, telah Menginvestasi sejumlah Rp 30 Triliun Rupiah Modal Investasi melalui Investasi Anak Perusahaan BUMN bulan Agustus 2015 lalu juga Gagal, dan Rp 30 Triliun ini Hilang dan cair di Pasaran Modal Keuangan dan ini Strategi bunuh diri dan “Gambling” ini, Malah membatu menyelamat para Investors Asing Menarik Investasi Modal Asing Mereka dan terus Exit dari Pasaran Efeks dengan lebih gampang untuk Merelokasikan investasi dan Perniagaan mereka ke Negara lain yang lebih Menjaminkan Keuntungan Investasi mereka.

Dan aksi “Buy Back Saham” Gagal, Dan anak Perusahaan Pemerintah tetap rugi Rp 30 triliun dan tidak ada Perubahan Senifikan pada Nilai Rupiah tetap di paras level Rp 14,500 dan Pasaran Indeks Keuangan Efeks Jakarta tetap terus buntu di level 4,300 point dari 5,500 points pada bulan Desember 2014 lalu.

Pemerintah Jokowi berharapan Pasaran Modal Keuangan bisa bertahan sampai kesasaran di bawah 4,000 points dan Nilai Rupiah di asumsi bisa bertahan pada nilai di bawah Rp 14,000 per Dolar Amerika Sebagai Strategi Perjudian. Ternyata Analisis dan Asumsi Pemeritah Meleaet dan Salah Strategi Pemerintah ini Gagal lagi.

Menurut Dr Muhammad Asmi, Indonesia Membutukan Strategis Straregi KEBIJAKAN yang Tepat dan tidak Spesifik.

SOLUSI KAMI

Kepada Pemerintah Presiden Jokowi Supaya mau Mendengar dengan Cermat dan Segera mengeveluasi opini rakyat ini, demi untuk Menyelamatkan Negara dari Menjadi senasib Negara Negara Eropa dan Negara Yunani sebagai negara Bangkrut karena Gagal bayar hutang Luar Negeri yang besar.

President harus beraksi segera dengan Strategis Strategi yang tepat, “Pemimpin negara wajib Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik,Kepercayaan Para Pengusaha dan Para Investors ” dengan segera ini yang paling Prioritas sekarang.

Para Pengusaha Domestik dan Para Investors Asing hanya mau “Jaminan Komitmen Kongkrit Sistem dan Regulasi yang Konsistensi dan Kompetitif Dari Kebijakan Presiden” yang di tunghu tunggu selama ini..

001002

Jaminan kami Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah versi I AM PREDIDENT INSTITUTE BAB 6 ( item 1,2 dan 3) dan Bab 5 dari buku Saya yang Berjudul ” Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis ….Buku terbitan Gramedia sudah di Pasaran di seluruh Outlet Gramedia di seluruh indonesia…

Pak Presiden Jokowi dan Jajaran Menterinya Silahkan Evaluasi dengan baik Saran dan Strategi kami ini. Empat tahun sudah kami perjuangkan Strategi kami ini, Strategi kami ini hasil Riset kami 13 tahun Kami membuat Riset dan tinggal di negara role model kami maksud di bawah ini, dan kami mempelajari bagaimana China, India dan Dubai, Abu Dhabi UAE bisa Menjadi jadi Penguasa Ekonomi Dunia dalam Jangka Waktu Kurang dari 30 tahun.

Kami sudah mendesignkan 3 Strategis Strategi untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Krisis Serangan Ancaman Anjloknya Rupiah dan 5 Strategis untuk Indonesia Jadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum tahun 2030 menjadi realita dan Pembangunan Infraatruktur dan Perekonomian imdonesia tanpa APBN.

Bukan hanya Wacana, kami sudah tuliskan dalam buku saya Strategi dan Mekanisme nya, siap dengan buku Instrumen dan Aplikasi Strategi.

Distansi dan Realistik Strategi kami siap untuk di benahi dan tantang oleh sesiapapun yang siap dan mau membenahi dan mengevaluasi Materi kami ini dalam mana mana Forum Diskusi atau Debat untuk buktikan Keunggulan Strategi kami .

3 bulan kedepan Hutang Luar Negeri Indonesia akan terus bertambah dan Nilai Rupiah akan tetap terus Anjlok ke tahap Rp15,000 ke Rp 17,000 pada bulan Dec 2030 ini.

Kalau tidak ada Strategis Strategi yang Kongkrit dan Spesifik di lakukan oleh Presiden untuk Menyelamatkan NKRI dari terus dihancurkan oleh Para Mafia Keuangan kararna Kepentingan Peribadi Para Pemimpin Koruptor.

Maka kalau Pemimpin kita dekarang Memilih Strategi “Jalan Pintas, Pinjam Dana Asing” dan Tetap Mencari Kubang Hitam sebagai Penyebab dan sebagai Strategi Penyelesaian Krisis ?….Sama Artinya Pemimpin ini pilih ” Jalan Bunuh diri ” Pemerintah dan Menyerah NKRI karena Bangkrut Ideologi dan Menjual Indonesia” Kepada Negara negara Penguasa Ekonomi dunia”…

Sakarang ini adalah Era Penjajahan Ekonomi, Segala Usaha Mau Pinjaman Dana Asing harus di hentikan sekarang. Kalau Pemimpin kita sayangkan NKRI dan tidak mau Menjual Indonesia Kepada Penjajah Ekonomi Dunia.

Semua dana kebutuhan Indonesia sudah di siap kan, Sesuai permainan Politik Ekonomi Mereka, untuk menjadi Menguasai Ekonomi dan Mengintervensi Pemerintah Indonesia dengan lebih berwenang, Inilah akhirnya nasib negara Indonesia akan dijajah Penjajahan Ekonomi dari Negara Negara kuasa besar dunia. Karena Gagal bayar Hutang Luar Negeri ? Ini sama Arti nya “Indonesia Sudah di Jual oleh Pemimpin yang Takut melakukan PERUBAHAN DRASTIK dan BANGKRUT KEBIJAKAN Keprmimpinan” ….

Jangan Tunggu Situasi Perekonomian Indonesia menjadi lebih Parah dengan Serangan Nilai Rupiah sampai ke level nilai Rp 15,000 per Dollar Amerika, Situasi Ini akan berlanjutan lebih Parah Melonjak sampai ke level Rp 17,000 per Dollar,dan Indonesia di jual kepada Penjahahan Ekonomi dunia waktu itu dan NKRI akan Menjadi Negara Hancur seperti negara Uni Soviet dan Bangkrut seperti Yunani.

Sampai Saat ini Pemerintah Jokowi Masih Belum Komited dengan KEBIJAKAN Penerintah dengan lebih Spesifik. Cuma ada 8 Kebijakan yang yang baru di umumkan oleh Presiden Jokowi tgl 9.9.2015 lalu, Sangat Global, tidak Spesifik dan tetap tidak akan mendapat Respon Positif dari Para pemain Ekonomi dan Para Investors.

Kampayne Investasi Presiden Jokowi ke luar negeri terbukti tidak menarik dengan Maximal, karena tidak aa oerdoapan KEBIJAKAN dan INSTRUMENT yang Kompetitif, Kongktit dan Konsisten yaitu Jaminan Satu Komitmen KEBIJAKAN SISTEM DAN REGULASI yang lebih Konsiten , Efektif, Kongkrit dan Kompetitif Seperti yang kami Sarankan dalam Bab 6 item 1, 2 dan 3 kami masukan dalam buku Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia sebelum 2030. Indonesia Bisa Bangunkan Pembangunan Infrastruktur dan Perkonomian Negara tanpa APBN dan Mekanismenya ada pada Kami untuk di hadiahkan pada Pemerintah.

Dr Muhammad Asmi Optimis 3 Strategis Strategi kami ini memberi Jaminan menarik respon Publik, Para Pengusaha Ekonomi dan Para Investors Asing dengan lebih Drastik, Efektif dan Atraktif .

Strategi yang Menjaminkan dan Mengembalikan “Kepercayaan Dan Keyakinan Para Pengusaha dan Para Investors dengan lebih Efektif dan Kompetitif.

Dr Muhammad Asmi Program Director I AM PREAIDENT INSTITUTE BOGOR

4 KEBIJAKAN YANG DI KELUARKAN PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKOWI TERLALU GLOBAL TIDAK SPESIFIK DENGAN KEBUTUHAN PARA INVESTORS

DSC00307_60

PRESIDEN JOKOWI Harus lebih Fokus Pada Kebutuhan Indonesia dengan Gagasan Visi, Misi Indonesia dengan Spesifik, Sebagai Solusi Negara Exit dari Krisis Defisit Keuangan dengan Strategi yang lebih Efektif, Sempurna, Atraktif dan Kompetitif.

Rakyat mau Jawaban yang Solid dan Konkret, Menjawab Inspirasi dan keluhan benak hati yang telah lama tersirat dibenak hati seluruh Rakyat Indonesia selama 70 tahun Indonesia Merdeka, dengan sebuah Visi, Misi dan Solusi yang luar biasa dengan Real Revolution Mental dengan Berani Mewujudkan Mimpi Besar yang Luar Biasa yang bisa mengguncang Dunia ini.

Kita anggap Krisis Ekonomi dunia ini sebagai “Opportunity” Bagi Indonesia membuktikan bangsa Indonesia yang Brilian dan Genius, Sebagai Pemimpin Yang Sekelas Pemimpin Negara-Negara Maju dunia dengan KEBIJAKAN Strategi dengan Pola Pikir bangsa Indonesia, Indonesia bisa Exit dari ancaman Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya nilai rupiah dalam 6 bulan ke depan.

Krisis Defisit Keuangan Indonesia akan bertambah Parah setelah Gagalnya, Beberapa Strategi Awal “Bail Out Finansial Market”, Pemerintah dengan Strategi “Buy Back Saham” Pasaran Keuangan Pasar Modal Efek Jakarta, telah Menginvestasi sejumlah Rp 30 Triliun Rupiah Modal Investasi melalui Investasi Anak Perusahaan BUNM bulan Agustus 2015 lalu, tidak mendampakkan Perubahan Signifikan dalam perkembangan Indeks Pasaran Keuangan, Efek Jakarta tetap terus buntu ditahapan level 4,400 poin dari 5,500 poin sebelum Pemerintahan Jokowi dan Nilai Rupiah ditahap Rp 13,200, Pemerintah Jokowi mengharapkan Pasaran Modal Keuangan bertahan dibawah 4,000 poin dan Nilai Rupiah bisa bertahan bisa bertahan pada nilai dibawah Rp 14,000 per Dolar Amerika. Tetapi Malang sekali Dana “Bail Out atau Buy Back” Strategi Pemerintah hanya sia-sia, Rp 30 Triliun ini hilang dan strategi Pemerintah ini Membantu Para Investor Asing keluar dari Pasaran Efek dengan lebih mudah untuk mereka melokasikan investasi mereka ke Negara lain yang lebih menjaminkan Investasi yang lebih aktraktif dan Menguntungkan Mereka.

Hutang Luar Negeri Indonesia akan terus bertambah dan Nilai Rupiah tetap terus Anjlok ke tahap Rp15,000 ke Rp 17,000 pada bulan Dec 2030 ini.

Situasi dan Strategi Penyelamat Pola Strategi ala Pemikiran IMF, World Bank ADB dan Negara-Negara Kuasa Ekonomi lain ini, sudah siap untuk Menggagalkan Impian Indonesia, Supaya Indonesia terus Meminjam Dana Asing dari mereka, seperti sudah dijanjikan kepada Indonesia sudah pinjam USD 11 Milyar dari World Bank dan ABD pada bulan Juni 2015 dan Proyek Jalan Tol Bali terpaksa digadai sebagai Collectrol/ Jaminan Pinjaman dan Bertambah Beban Hutang Luar Negeri Indonesia.

Strategi ini Nenyelesaikan dengan Jalan Pintas Pinjam Dana Asing adalah sama Artinya Membunuh diri Menyerah Kepada Negara-negara penguasa Ekonomi dunia sebagai Era Penjajahan Ekonomi, harus dihentikan sekarang. Kalau Pemimpin kita tidak mau Menjual Indonesia Kepada Penjajah Ekonomi Dunia.

Semua dana kebutuhan Indonesia sudah disiapkan sesuai permainan Politik Ekonomi Mereka untuk menjadi Penguasa Ekonomi dan Intervensi Pemerintah Indonesia, oleh Negara-Negara kuasa besar apa bila Indonesia Gagal Membayar Hutang Luar Negeri Indonesia?, Ini sama Artinya “Indonesia Sudah diJual kepada Mereka”.

Jangan Tunggu Kondisi dan Situasi Perekonomian Indonesia sehingga menjadi lebih Parah dengan Serangan Nilai Rupiah sampai ke tahap nilai Rp 15,000 per Dolar Amerika, Situasi Ini telah terlalu Parah karena Indonesia akan Senasib Uni Soviet hancur dan Bangkrut seperti Yunani.

Sampai Saat ini Pemerintah Jokowi Masih Belum Komited dengan KEBIJAKAN Pemerintah dengan lebih Spesifik. Cuma ada 4 Kebijakan yang baru diumumkan oleh Menteri Keuangan seperti cover photo text ini, yang masih Global, tidak Spesifik dan tidak seperti yang dientrikan.

Harapan besar Publik, Para Investors dan Para Pengusaha tidak menyambut baik undangan Misi Kampanye Investasi Presiden Jokowi ke luar negeri terbukti tidak menarik dengan Maximal, Karena tidak ada KEBIJAKAN yang Menjaminkan Satu Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konsisten, Efektif, Konkret dan Kompetitif.

Strategi yang boleh menarik respon Publik dengan lebih Drastis, Efektif dan Atraktif.

Strategi yang Menjaminkan dan Mengembalikan “Kepercayaan Dan Keyakinan Para Pengusaha dan Para Investors dengan lebih Efektif dan Kompetitif.

Dr. Muhammad Asmi Program Director I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR

KITA WELCOME TAWARAN PENYEDIAAN DANA ASING TETAPI BUKAN BERSIFAT PINJAMAN TETAPI BERSIFAT PROYEK “VERSI STRATEGI IAP : BOT

IMG_0989

Sebagai Pengamat Ekonomi kami Mengevaluasi Kenapa Ekonomi Indonesia terus Terpuruk dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terhambat.

Para Pemimpin tidak bisa berbohong kepada Rakyat, Rakyat Sadar Indonesia dalam Krisis Defisit Keuangan semakin parah dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah yang berbahaya dan Bisa Menjadi lebih Parah jika tidak ada Kebijakan dari Presiden dengan segera, Indonesia Bisa Bangkrut 6 bulan kedepan.

Nasib NKRI terancam kepada Krisis Seperti Uni Soviet Hancur dari Persatuan sebuah Negara yang kuat Politiknya, tetapi Hancur Karena Permasalahan Kemiskinan, Sosial, Kriminalitas, Terorisme dan Permasalahan Para Pemimpin Politik banyak Berpolitik? Sehingga kehilangan Jati diri Kebangsaan, yang sudah tidak terkawal, Karena Rakyat sudah terlalu bosan dengan Pemimpin yang Korupsi, Nepotisme dan Koronisme ditambah lagi Karena tekanan Krisis Ekonomi Dunia dengan Intervensi luar Politik dan Serangan Nilai Keuangan dan Krisis Hutang Uni Soviet, Mengakibatkan Kebangkitan Rakyat Menuntut Demokrasi dari sebuah Negara yang berpahaman Komunisme dan akhirnya Negara Soviet Musnah dari Persatuan dan Hancur.

Maka kami mengajak Presiden Jokowi supaya Segera Beraksi dengan Strategis yang Tepat dan Sempurna dengan Konkret dengan Kebijakan yang Drastis dan Kompetitif.

Sampai hari ini, kita Menunggu Presiden dan Jajarannya Masih belum Berani Mengeluarkan KEBIJAKAN Tepat dan Sempurna.

  1. Yaitu : “Satu Sistem dan Regulasi yang Konkret dan Konsisten”, dengan Jaminan yang lebih berani, aksi yang lebih Drastis, Transparan, dengan Jaminan Penawaran Insentif-Insentif, Jaminan Tidak ada Kenaikan Pajak, Tarif, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pelayanan Pemerintahan (Jangan ada Proposal Mewujudkan biaya Tarif baru seperti Biaya Pelayanan Administrasi/GST, VAT, Levi Fees atau biaya-biaya administrasi) dengan Jaminan tidak ada Kenaikan Sepanjang Periode Pemerintahan Jokowi.
  2. Pembukaan dan Penyediaan Kawasan Moral Investasi di gelar Kawasan Zonasi Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Zonasi Investasi Ekonomi Istimewa (zIEI) dibangun oleh Para Investors tanpa APBN dan Negara tidak Perlu Pinjaman dana Asing Kita gunakan Kebijakan Kemitraan Pintar Pemerintahan sebagai Solusi Tepat yang tidak Meriskankan NKRI dan Rakyat Indonesia Menjadi Korban Kelalaian yang tidak disadari.

Para Pemimpin kita hari telah Menzolimi NKRI sehingga Indonesia DIJUAL Kepada Instrument Penjajahan Negara Penguasa Ekonomi Dunia IMF, World Bank, ADB dan Penguasa Ekonomi Dunia yang Kerakusan dengan Kekayaan Indonesia yang Zolim.

Karena Komitmen Hutang luar Negeri yang Besar sehingga Presiden dan Seluruh Jajarannya Pemerintahan Indonesia, Rakyat Kuawatirkan Negara Indonesia tidak bisa Membayar Hutang Luar Negeri ini apabila sudah terlalu Parah.

Kami hanya sekadar mampu membuat “Signal dan Ram” Evaluasi buat Presiden kita, Supaya Hentikan Niat Tambah Pinjaman Dana Asing.

Untuk Menyelesaikan Permasalahan Krisis Keuangan dan Tepuruk Rupiah dengan “Jalan Pintas, Pinjaman Dana Asing” adalah “Strategi Bunuh Diri dan Bangkrut” Pemimpin yang lemah.

Strategi Kita Cukup dengan Menggunakan Kebijakan Pintar Sebagai Presiden, Indonesia bisa Exit dari Semua Krisis Perekonomian dan Kita bisa Bangunkan Infrastruktur Negara kita tanpa Perlu Pinjaman Dana Asing dan Tidak Perlu Biaya Dana Dari APBN dengan Strategi kami bergelar IAP: BOT Tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

“Kita Welcome Penyediaan Dana asing dari Negara-Negara Maju/ IMF, World Bank, ADB sudah siap Dana Ribuan Triliunan untuk Financing Seluruh Proyek Presiden Jokowi, Kita terima dengan niat baik, “tetapi bukan bersifat Pinjaman tetapi Bersifat Proyek dengan Kebijakan Pintar Pemerintahan”, Versi Strategi IAP: BOT. Presiden tidak Perlu Pinjaman Dana Asing untuk Bangunkan Infrastruktur Negara, Cukup dengan KEBIJAKAN Pemimpin kita dengan Strategi IAP: BOT kami.

Pembangunan Sebagai Proyek Nasional RI dengan Tawaran Fasilitas “Pioneer Status Tax Holidays for 50 years”, dengan “Komitmen Pelayanan Satu Pintu Konkret, yang “Real Revolusi Zero Birokrasi dengan Regulasi yang Konsisten” Siap dengan Mekanisme dan Instrument Sistem yang Sempurna dengan lebih Efektif dan Efisien.

Pemerintahan harus siap Mekanisme dan Instrument Yaitu Buku “Indonesia Investment Guide Book for Public” wajib disediakan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi sebagai aksi dan Merespon tuntutan dari KEBIJAKAN dengan Strategis Strategi yang Tepat dan Sempurna Presiden, masih menjadi Entri oleh setiap Pengusaha dan Para Investors Asing dan Lokal sampai sekarang.

Kami telah Menyiapkan 2 buku Kepada Para Pemimpin Indonesia.

buku

Buku 5 Strategis Strategi dan Prioritas Strategi Untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah.

Buku yang berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030″, membicarakan 5 Strategis Strategi untuk Indonesia Exit dari segala Krisis Ekonomi dan Indonesia Bisa Bangunkan Perekonomian dan Infrastruktur kita tidak Perlu Pinjam Dana Asing atau Biaya dari Dana APBN.(Buku ini hasil Riset Dr Muhammad dari Institute I AM PRESIDENT Bogor terbitan Gramedia sudah di pasaran).

Penerbitan Buku Pelaksanaan Strategi kami ini adalah hasil tulisan Dr. Muhammad Asmi, bukan hanya sekadar teori atau wacana mimpi.

Kami ciptakan buku Pelaksanaan dan Mekanisme Strategi kami sebagai Solusi kepada Presiden dan Jajaran Pemerintahannya sesuai objectif Pemerintah uang inginkan melaksanakan Sistem Pemerintahan dengan Jaminan Pelayanan “One Stop Service Centre / Pelayanan Satu Pintu” maka kami wujudkan Instrument ini.

Sebuah buku Penting untuk Informasi Publik tentang “Kebijakan Pelayanan Pemerintahan dan Pelayanan Satu Pintu” sudah siap untuk kami hadiahkan kepada Pemerintah yang berwenang pada hari ini dan kepada seluruh Jajaran Pemerintahannya tanpa ada Kepentingan Politik, Komesial dan Tidak ada Kepentingan Pribadi, Semua ini karena diatas Semangat Cinta kami kepada bangsa dan Kedaulatan NKRI Lillahi Ta’alaa.

Usaha kami ini adalah senergy untuk mendukung Strategi Pelaksanaan Gagasan dan Program Pembangunan Perekonomian dan Proyek Nasional dapat diimplimentasi dengan Transparan, Cepat, Efektif, Efisien, Konsisten dan Kompetitif Sebagai Komitmen Pelaksanaan Impian Negara, Sesuai dengan Inspirasi Publik, yang berjudul “Indonesia Investment guide Book”.

Terbitan buku ini Sebagai Strategi untuk Mengembalikan Keyakinan dan Kepercayaan Publik, Para Pengusaha dan Para Investors Asing atau Lokal kepada Komitmen Pemerintahan Sekarang.

Kami siap menerima tantangan Uji Materi bedah buku dan Pembenahan strategi tetang Relevan dan Substansi pada Forum Dialog/ Forum Diskusi / Seminar/ dan sekalipun Perbincangan dengan Presiden dan Jajaran Kabinet Menteri Jokowi.

Kita siap terima tantangan uji materi strategi kami, Kami siap buktikan Bahwa Strategi kami ini adalah Strategis Strategi yang Tepat dan Sempurna yang dibutuhkan untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah Tutur Dr Muhammad Asmi dengan Optimis.

INDONESIA SAMBUT NIAT BAIK IMF, WORLD BANK, ADB DAN DANA ASING DARI NEGARA-NEGARA MAJU

Sebagai Pengamat Ekonomi kami Mengevaluasi Kenapa Ekonomi Indonesia terus Terpuruk dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terhambat.

Para Pemimpin tidak bisa berbohong kepada Rakyat Era Zaman Cybers dan Technology Abad 21 ini, Semua data dan statistik Indikasi keuangan Negara, Kemampuan dan Prestasi Pasaran Keuangan negara, Indeks Pasaran Keuangan Efek Jakarta, laporan Ekspor dan Anjlok nilai Rupiah didalam Jejari “fingertips” rakyat yang pintar komputer, Cukup dengan Gadget HP dan Internet di alam dunia Cybers world dunia tanpa Sempadan.

Rakyat Sadar Indonesia dalam Krisis Defisit Keuangan yang semakin Parah dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah yang berbahaya dan Bisa Menjadi lebih Parah jika tidak ditangani cepat dengan Kebijakan dari Presiden dengan segera? Indonesia Bisa Bangkrut dalam 6 bulan kedepan.

Nasib NKRI terancam kepada Krisis Seperti Uni Soviet Hancur dari Persatuan sebuah Negara yang kuat dan Hebat.

Hancur Karena Kebangkitan Rakyat karena Permasalahan Kemiskinan, Sosial, Kriminalitas, Terorisme dan Permasalahan Suku Dan Ras.

Para Pemimpin dan Rakyatnya terlalu banyak Main Politik dan Korupsi, Sehingga kehilangan Jati diri Kebangsaan, yang sudah tidak terkawal, Karena Rakyat sudah terlalu bosan dengan Pemimpin yang Korupsi, Nepotisme, Koronisme dan Berkepentingan Pribadi.

Ditambah lagi Karena tekanan Krisis Ekonomi Dunia dengan Intervensi luar Politik dan Serangan Nilai mata uang dan Krisis Hutang Penyebab Negara Soviet Musnah dari Persatuan dan Hancur.

Maka kami mengajak Presiden Jokowi supaya Segera Beraksi dengan Strategis yang Tepat dan Sempurna dengan Kebijakan yang Drastis dan Kompetitif dengan Konkret.

STRATEGI YANG DIMAKSUDKAN

Yaitu “Satu Sistem dan Regulasi yang Konkret dan Konsisten”, dengan Jaminan yang lebih berani. KEBIJAKAN “yang lebih Drastis, “Pelayanan Satu Pintu” yang lebih Transparan, Konsisten dengan Komitmen Konkret dan Kompetitif.

I. Komitmen dan Jaminan Pemerintahan dengan Zero Birokrasi siap dengan Penawaran Insentif-Insentif yang menarik dan Kompetitif, Tax Holidays selama 50 tahun dengan Strategi IAP: BOT kami ini.

II. Jaminan TANGGUH, Niat Pemerintah Kenaikan Pajak, PPN, PH, SPT, (Pribadi / Perusahaan/ Properti) Tarif, BEA CUKAI keatas semua Produk Import atau ekspor.

III. tidak ada Kenaikan Biaya Pelayanan Administrasi Pemerintahan (Jangan ada Proposal Mewujudkan atau Menaikan biaya Tarif baru seperti Biaya Government Services Tax/GST, VAT, Levi Fees/ Fiskal atau kenaikan biaya biaya administrasi lain), Jaminan tidak ada Kenaikan Sepanjang 5 tahun Periode Pemerintahan Jokowi JK.

IV. Pembukaan dan Penyediaan Kawasan Zona-Zona Investasi Di Seluruh Wilayah/ Daerah/ Kabupaten/ Desa/ Kecamatan yang berpotensi ada SDA / Pembangunan Perekonomian di Strategi sebagai kawasan Stimulus Ekonomi.

V. Kebijakan Perintah Presiden tidak ada kenaikan BBM, LPG, Listrik dan Airpump Dan Tidak ada Kenaikan Semua bahan Sumber Konsumsi, Sembako, Barang Material Konstruksi dan Industri pada setiap waktu Perayaan Festival dan Sepanjang Periode 5 tahun Pemerintahan Jokowi.

Penyediaan Kawasan Penanaman Modal yang Kami gelar Kawasan ini sebagai kawasan “Zonasi Free Trade Zone ( FTZ) atau Kawasan “Zona Investasi Ekonomi Istimewa” ( ZIEI).

Semua ini bisa kita bangun cukup dengan Kebijakan Pemerintah oleh Para Investors tanpa biaya APBN dan Negara tidak Perlu Pinjaman dana Asing lagi.

Kita gunakan Kebijakan Kemitraan Pintar Pemerintahan sebagai Solusi Tepat yang tidak Meriskankan NKRI dan Rakyat Indonesia Menjadi Korban Hutang Luar Negeri dengan Kelalaian Para Pemimpin yang tidak disadari menjual Indonesia.

Strategi Kita Cukup dengan Menggunakan “Kebijakan Pintar Sebagai Presiden, kami optimis Indonesia bisa Exit dari Semua Krisis Perekonomian dan Kita bisa Bangunkan Infrastruktur Negara kita tanpa Perlu Pinjaman Dana Asing dan Tidak Perlu Biaya Dana Dari APBN dengan Strategi kami bergelar IAP: BOT Tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

KITA WELCOME TAWARAN PENYEDIAAN DANA ASING TETAPI BUKAN BERSIFAT PINJAMAN TETAPI BERSIFAT PROYEK VERSI STRATEGI IAP: BOT

JOKOWI JK PUYENG_7

Sebagai Pengamat Ekonomi kami Mengevaluasi Kenapa Ekonomi Indonesia terus Terpuruk dan Terhambat. Dan Indonesia Dalam Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya NILAI Rupiah yang Merbahaya dan Bisa Menjadi lebih Parah Indonesia Bisa Bangkrut dan Bisa Membawa kepada Krisis Seperti Uni Soviet yang hancur dari Persatuan sebuah Negara yang kuat Politiknya tetapi Hancur karena Permasalahan Kemiskinan karena tekanan Ekonomi Asing dan akhirnya Negara Soviet Musnah dari Persatuan.

Maka kami mengajak Pemerintah Presiden Jokowi harus Beraksi bdengan Strategis yang Tepat dan Sempurna. Sampai hari ini, kita Masih belum Berani Mengeluarkan KEBIJAKAN Tepat, Satu Sistem dan Regulasi yang Kongkrit dan Konsisten yaitu sebuah Jaminan yang lebih berani , aksi yang lebih Drastis, Transparan, dengan Jaminan Penawaran Insentif Insentif,Fiskal, Tidak ada kenaikan Tarif, Pajak , BEA CUKAI sepanjang periode Pemerintahan Jokowi .

Pembukaan dan Penyediaan Kawasan Modal Investasi di gelar Kawasan “Zonasi Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Zonasi “Investasi Ekonomi Istimewa” (ZIEI) di bangun oleh Para Investors tanpa APBN dan tanpa Pinjaman dana Asing tidak di perlukan.

“Kita Welcome Penyediaan Dana asing dari Negara Negara Maju/ IMF, World Bank, ADB sudah siap Dana Ribuan Triliunan untuk Financing Seluruh Proyek Presiden Jokowi, Kita terima dengan niat baik, “tetapi bukan bersifat Pinjaman tetapi Bersifat Proyek dengan Kebijakan Pintar Pemerintahan “, Versi Strategi IAP: BOT. Presiden tidak Perlu Pinjaman Dana Asing untuk Bangunkan Infrastruktur Negara, Cukup dengan KEBIJAKAN Pemimpin kita dengan Strategi IAP: BOT kami…

Pembangunan Sebagai Proyek Nasional RI dengan tawaran Facilitas Pioneer Status Tax Holidays for 50 tahun dengan Pelayanan Satu Pintu yang Real Revolusi birokrasi yang lebih Efektif dan Efisien (Buku Investment Guide Book for Public) sebagai mekanisme dan Insrument kami.

Kami telah Menyiapkan 2 buku kepada Para Pemimpin Indonesia:

1. Buku 5 Strategis Strategi dan Priotitas Strategi Untuk Exit dari Jrusis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah.

(Buku hasil Riset Dr Muhammad Aski terbitan Granmedia berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebrlum 2030”, membicarakan strategi Indonesia Bisa Bangunkan Perekonomian dan Infrastruktur kita tanpa Perlu Pinjam Dana Asing atau Biaya dari Dana APBN).

2. Buku Pelaksanaan bukan sekadar teori atau wacana mimpi saja, Kami ciptakan buku pelaksanaan “One Stop Service Centre books “, yang berjudul “Indonesia Investment guide Book” Sebuah buku untuk Informasi Publik tentang “Kebijakan Pelayanan Pemerintahan dan Pelayanan Satu Pintu” sudah siap untuk kami hadiahkan kepada Presiden Jokowi dan Jajaran Pemerintahan nya untuk melayani Inspirasi Publik, Pengusaha dan Para Investors Asing atau lokal.

Kami siap menerima tantangan Relevan dan Substansi Uji Materi bedah buku dan Pembenahan strategi pada Forum Dialog/ Forum Diskusi / Seminar/ dan sekalipun Perbincangan dengan President dan Jajaran Kabinet Menteri Jokowi, Kita siap terima tantangan uji materi strategi kami , Kami siap buktikan Bahwa Strategi kami ini adalah Strategis Strategi yang Tepat dan Sempurna yang dibutuhkan untuk Indonesia Exit dari Krisis Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah Tutur Dr Muhammad Asmi dengan Optimis.

President Director I AM PRESIDENT INSTITUTE BOGOR

INDONESIA AKAN HANCUR SEPERTI UNI SOVIET KALAU PRESIDEN TERUS BERSIKAP LEMAH TAKUT MELAKUKAN PERUBAHAN DENGAN KEBIJAKAN YANG TEPAT

IUYU

Krisis Hutang Luar Negeri Indonesia dan Ancaman Anjloknya Nilai Rupiah harus ditangani dengan Segera, hasil analisis kami mengajak anda perhatikan progres Indeks Pasaran Modal Anjlok setiap 3 bulan semenjak bulan Feb 2015 sehingga sekarang Indeks Efek 4,163.73 points dari bulan Feb 4,535 points dan Rupiah Tepuruk terus dari Rp 13,200 terus anjlok ke Rp 14,000 per Dollar Amerika sudah Parah ancaman Krisis Defisit Keuangan Negara kalau tidak ditangani segera dengan Strategis Strategi yang Tepat.

Analisis kami Sampai bulan Dec 2015 ini, Sekiranya Presiden/ Pemerintah tetap tidak memiliki Solusi menyelesaikan dengan “Komitmen Sistem dan Regulasi yang Konsiten dan Kompetitif” tetapi bukan dengan Strategis “Jalan Pintas”, Dengan Solusi “Pinjam Dana Asing”? Karena “Ini Straregi Bunuh Diri Pemerintah”, Dalam Situasi dan kondisi krisis ekonomi yang sudah terjadi ini Perekonomian Indonesia akan kembali ke Era Krisis Ekonomi tahun 1998.

Krisis Hutang Luar Negeri dan Krisis Defisit Keuangan Indonesia akan menjadi lebih Parah dan Indonesia dalam Ancaman akan dijual kepada Negara-Negara penjajahan Perekonomian Dunia (IMF, World Bank, ADB atau Kepada Negara-Negara Maju dunia. Inilah akibat jika Indonesia diperintah oleh Pemerintahan yang dipimpin oleh Pemimpin yang Lemah, tidak Berani Melakukan PERUBAHAN dan Bangkrut ide tidak ada Kebijakan Kepemimpinan.

Kebijakan yang dibutuhkan oleh Perekonomian Indonesia Adalah Perubahan Drastis memprioritaskan Strategis Strategi Perekonomian Pemerintah dengan Komitmen Konkret, Jaminan Sistem dan Regulasi yang lebih Efektif dan Kompetitif.

Masya Allah, Kami khawatir bukan saja Perekonomian Indonesia yang Bangkrut kalau Presiden tetap dengan aksi Tunggu Perubahan Ekonomi Dunia Secara Natural, Ekonomi Indonesia akan terus Parah dan persatuan Indonesia akan hancur Seperti negara Soviet Union.

Inilah akibatnya apabila Sebuah Negara Yang Dipimpin Oleh Pemimpin Yang Pimpin Oleh Pemimpin yang Lemah dan tidak Visioner.

Karena Memilih Jalan Pintas dan Menyerah diri kepada Penguasa Ekonomi Dunia. Pinjaman Dana Asing adalah Aksi Bunuh Diri. “Kita Harus Belajar Dari Pemimpin yang Sukses dan Jangan Belajar Dari Pemimpin Negara yang Gagal” dan sikap tidak kepedulian Para Pemimpin tidak memprioritaskan Permasalahan Kemiskinan adalah Penyebab Indonesia terus Menjadi Negara Gagal rakyat menjadi korban kemiskinan, Karena dipimpin oleh Pemimpin yang Lemah.

Sampai Sekarang Indonesia sudah 70 tahun kita Merdeka, Kenapa Kita masih di ketogorikan sebagai sebuah negara Gagal dan sebuah negara yang kata dengan SDA tetapi masih dalam Kategori negara diantara 100 negara Rakyatnya Masih pada kategori Rakyat yang Miskin dunia diposisi ke 68.

Haruskah kita menunggu sehingga Rakyat Indonesia Terpaksa Berjuang Bermati-Matian sampai kehilangan kewenangan bangsa dan Jati diri bangsa senasib seperti kondisi dan situasi bangsa dan Negara Palestin, Barulah Para Pemimpin Indonesia Berani Beraksi Merubah dan Mengajak Kita Berjuang dan Bangkit Melawan Penjajahan Penguasa Ekonomi Dunia ? Aksi seperti ini Sudah Telat dan lihatlah Nasib Rakyat Palestin dan Negara-Negara yang sudah dihancurkan oleh Negara Penguasa Ekonomi Dunia? Negara Soviet Union, Negara-Negara di Eropa, Negara-Negara timur tengah Negara Iraq, Lybia, Syria dan lain lain.

Inilah dampak Kalau Negara memiliki Para Pemimpin yang lemah dengan Kerakusan Jiwa Para Pemimpin yang Korupsi didalam Kabinetnya Berkepentingan Pribadi dan Tidak memprioritaskan Kepentingan NKRI dan Rakyat Indonesia sebagai opsin kedua penting.

Para Pemimpin hari ini banyak yang Lalai dengan Kerakusan mengejar Posisi untuk Kewenangan dan Semua ingin berkuasa dan pintar mengkritik, tapi tidak ada Solusinya.

Tanpa Para Pemimpin Sadari, Mereka hanya menghancurkan NKRI bukan sepakat dan Solid mendukung Pembanggun dan Perekonomian Negara, tetapi mereka lebih suka berbelanja menghabiskan dana Negara / APBN dan Uang Rakyat dari anak-anak Perusahaan BUMN dan lain-lain dana Rakyat.

Tanpa Para Pemimpin hari ini sadari, Mereka Telah Menjual, Menyerah, Menzalimi Negara dan Rakyat Mereka kepada Penjajahan Era Baru, Yaitu Kepada Penjajahan Kuasa Ekonomi Dunia dan Negara-Negara yang Menguasai Perekonomian Dunia, Karena Negara Terpaksa Menambah Hutang luar Negeri dan Membengkak Biaya APBN pusat dan Daerah mengancam negara akan di serahkan kepada penjajahan ekonomi dunia.

Kepada Presiden dan Jajarannya pimpinan negara Indonesia yang cintakan kedaulatan NKRI dan Rakyat Indonesia.

Hentikan Cara Mencari Kambing Hitam, dan Jangan Cari jalan Pintas “Jangan Pinjam Dana Asing Lagi”, Cukup yang Sudah terjadi dan Kita Usaha sendiri Cukup dengan Kebijakan Presiden Jokowi dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintahan dan 5 Strategi IAP: BOT Hasil Riset Dr. Muhammad Asmi seperti yang dibicarakan beliau dalam Buku tulisan beliau Berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar DUNIA Sebelum 2030 Terbitan Gramedia Sudah Di Pasaran Gramedia di seluruh Negara.

Dengan Solusi adalah bermula dibicarakan dalam Bab 6 (item 1,2 dan 3) baca Bab 4 dan Bab 5 Master Plan Strategi Menuju untuk Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia ini Sasaran Impian NKRI dan Inspirasi Seluruh Rakyat Indonesia.

Prioritas adalah pelaksanaan Solusi “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah”, seperti yang Saya bicarakan dalam Bab 6(1,2 dan 3) baca Bab 4 dan Bab 5 adalah Master Plan dari Strategis Strategi Buku Menuju untuk Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia tulisan Dr. Muhammad Asmi terbitan Gramedia sudah di Pasaran seluruh Negara.

Untuk Uji Substansi, Hasil Riset kami ini, Kami Siap Debat dan Bedah Buku ini untuk buktikan Solusi dan Strategis Strategi kami ini Murni, Relevant dan dibutuhkan Oleh Pemimpin untuk Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Perekonomian dan Defisit Keuangan Negara dari ancaman Krisis hutang yang bisa Bangkrut dan hancur seperti Negara Soviet Union, Kalau Presiden lalai dan hambat beraksi untuk menangani Krisis dengan Kebijakan dan strategi yang tepat dan sempurna.

Era Pemerintahan Presiden Jokowi baru berusia 9 bulan ini sudah meningkatkan Dana Hutang Luar Negeri sejumlah Rp 1,500 Trilliun Rupiah, Membengkak Dana APBN, Anjlok Pasaran Modal lebih Seribu Point (4,800 points) pemerintahan sebelum Presiden Jokowi dan Export Negara Anjlok terus dan Nilai Rupiah Terpuruk ke nilai Rp 13, 800 dan Analisis kami terus memonitor progres Nilai Rupiah dan Pasaran Modal akan terusan Anjlok ketahap Rp 14,500 ke Rp 15,000 pada bulan Dec 2015 akan datang bisa lebih parah.

Kalau Presiden tetap masih tidak beraksi dengan Strategis Strategi yang tepat untuk Menangani Krisis Defisit Keuangan Negara dan Ancaman Anjloknya Rupiah dengan Solusi yang Kami Sarankan Kepada Pemerintahan Presiden Jokowi.

Tidak Melakukan Strategis Strategi yang Tepat dengan Segera akhirnya Indonesia akan senasib Yunani dan tidak cukup dengan hanya undangan Investasi dan Janji-janji Lisan yang belum siap dengan Mekanisme yang Konkret Yaitu Satu jaminan dari Pemerintahan Presiden yang Solid dengan “Komitmen Sistem dan Regulasi yang Konsisten dan Kompetitif” seperti yang disarankan dalam maksud tulisan buku Dr. Muhammad Asmi diatas, Semua Permasalahan ini akan tuntas sebelum Dec 2015 ini tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

PRESIDEN HARUS LIHAT KRISIS EKONOMI DUNIA SEBAGAI “PELUANG BESAR”

Banner2

Indonesia Butuhkan Strategis Strategi Kebijakan Pemerintahan yang lebih terjamin dengan “Sistem dan Regulasi yang Kompetetif, Konkret dan Konsisten”.

Para Pemimpin dan tokoh-tokoh Ekonomi dan Politik, Jangan hanya Pintar Cari kambing Hitam dengan Mudah saja Menyalahkan Krisis Ekonomi Dunia sebagai Penyebab Krisis Defisit keuangan, Hutang luar Negeri yang Membengkak dan Anjlok Nilai Rupiah ketahap Rp 14,000 per Dollar Amerika, bukan Penyebab Kehambatan Ekonomi Indonesia.

Aksi Para Pemimpin tetap Salahkan fakta diatas sebagai Penyebab, Pemimpin begitu bangkrut Ide betul tidak?

Tanggapan pemimpin Seperti Ini Salah, Karena Indonesia Sudah Merdeka, Sekarang Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden dan Jajaran Kabinetnya yang berbangsa Indonesia, Presiden yang masih berwenang dalam Menentukan Kedaulatan dan Impian NKRI dan Inspirasi Rakyat Indonesia menjadi Riil.

Indonesia tidak dijajah dan Indonesia Kaya dengan Warisan Sumber Daya Alam termasuk kumpulan G20 negara terbaik SDA dunia.

Para Pemimpin Indonesia Sekarang belum memiliki Pemimpin yang “Berani dengan Mimpi Besar yaitu Gagasan yang Visioner dengan Sempurna dan Pemimpin Indonesia Takut Melakukan PERUBAHAN DRASTIS.

Satu Visi dan Misi yang Sempurna dengan Strategis Dengan Kebijakan Pintar Kepemimpinan sebagai Negarawan Berjiwa Pahlawan yang Sejati, berjuang dengan harga Mati menunaikan Gagasan hanya untuk Kepentingan NKRI dan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Apakah Indonesia Sudah dijajah oleh Negara Asing sekarang? Kalau belum Maka kita tidak perlu cari kambing hitam lagi.

Para Pemimpin Kita Presiden dan Semua Jajarah Menteri, Cukup dengan Menggunakan Kebijakan Kepemimpinan Presiden Indonesia yang berwenang Sekarang Indonesia bisa lakukan PERUBAHAN dengan tanpa perlu meminjam dana dari IMF, world Bank, ADB atau Negara-Negara Maju untuk membangun infrastruktur dan Perekonomian Indonesia hanya Dengan Strategis Kami IAP: BOT Lah solusinya.

Strategis Strategi Mekanisme Strategis IAP: BOT kami seperti yang kami tulis dalam buku kami dibawah, Menjaminkan Harapan Kepada Fundamental Ekonomi Indonesia dengan lebih Efektif dan Efisien. Pelaksanaan dan Pengurusan Pemerintahan untuk Membangun Perekonomian Indonesia dengan tanpa perlu Berhutang atau Menambah Hutang Luar Negeri Lagi. Dan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Negara Tidak Perlu dibiayai dari dana APBN Pusat/ APBD, Cukup dengan Kebijakan Presiden dan Cara Pola Pikir dan Cara Strategi Pemimpin kita yang Genius dan Visioner sebagai Negarawan yang Murni dan Sejati.

Para Pemimpin Kita harus lihat Krisis Ekonomi dunia ini, sebagai “Oporturnity”, bagi Indonesia untuk mencipta sejarah Kegemilangan untuk Mewujudkan Impian Indonesia Menjadi Kuasa Ekonomi Baru menjadi relita.

Solusi kami, Pemerintahan Presiden Jokowi jangan terlalu bergantung kepada Industri MIGAS sebagai Penghasilan utama GDP negara dan jangan bergantung kepada Nilai turun naiknya harga Minyak Bumi dunia, Jangan Salahkan Dollar Amerika Dan jangan Salahkan Para Pengusaha atau Investors Asing Tarik Dana Modal Asing dari Bursa Saham Efek Indonesia. Karena akan banyak Perusahaan Pabrik dan Pengembang bakal Gulung tikar/ tutup Perusahaan/ Bangkrut Perusahan Mereka di Indonesia dalam waktu terdekat.

Karena Pemerintah tidak ada “Jaminan Konkret ada Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konsisten dan Jelas yang menjanjikan Harapan dan Potensi Business di Republik ini dengan Kompetif dan Konsisten.

Pemerintah “Hentikan Strategi Memilih Jalan Pintas dengan Strategi Pinjaman Dana Asing dari world Bank /ADB/ IMF/ Negara-Negara Maju (dari Amerika, China atau Eropa). Yuk Bpk. Presiden Kita bangun Forum Diskusi Ekonomi Outlook dengan para Tokoh-tokoh Pemimpin Bersama Tokoh-tokoh Ekonomi, Hukum, Para Pengusaha, Investors dan Usahawan untuk mendengar Keluhan dan Saran yang menyebabkan kenapa Respon Para Pengusaha dan Para Investor tidak Maximal karena tidak yakin dan kurang percaya dengan Undangan Investasi ke Republik Indonesia Setelah 9 bulan Kampanye tetap tidak Maximal seperti yang diinginkan oleh Pemerintah.

“Krisis Perekonomian Dunia, Krisis Defisit keuangan negara dan Penarikan Modal Dana Asing dan Serangan Ancaman Anjlok nilai rupiah bukan alasan dan bukan penyebab bagi Kehambatan Perekonomian Indonesia tetapi Penyebabnya adalah kehambatan Pola pikir dan pelaksanaan Kebijakan Presiden dan Kebijakan Para Menteri yang tidak Realistis dan tidak Memiliki Komitmen Sistem dan Regulasi yang lebih Konkret dan Kompetitif untuk Menstimulasikan Pertumbuhan Perekonomian dengan strategis strategi yang Tepat dan Sempurna tidak diperjelaskan dengan Konkret.

Contoh solusi kami:

3 strategis Strategi Penangguhan dari Bab 6 (item 1, 2 dan 3 ) yaitu kita bermaksud pemerintah tidak akan naikan semua Pajak, BEA CUKAI, Biaya Administrasi Pelayanan, tidak ada cadangan Tarif atau biaya pelayanan Pemerintah yang baru seperti Government Service Tax ( GST / VAT) dan komitmen pelayanan satu Pintu yang lebih transparan dan Zero Birokrasi dengan Penyediaan buku-buku Indonesia investment Guide Book untuk Panduan dan Informasi Publik dengan segera, For information buku ini adalah mekanisme pelaksanaan Master Plan dan Blur Print Plan Pembangunan Nasional Pemerintahan Sekarang.

Presiden dan Seluruh Jajaran Kementerian Presiden Jokowi harus Mengevaluasi, Kenapa Kehambatan Respon Publik, Para Pengusaha dan Para Investors untuk Merespon Undangan dan Misi Kampanye Investasi Presiden Jokowi, setelah 9 bulan Kampanye bermula dan Misi investasi ke Indonesia Tidak Menarik, Karena tidak miliki Komitmen yang Solid dari Pemerintahan Jokowi secara konkret, Yaitu Komitmen “Jaminan Sistem dan Regulasi yang Konsisten dengan Penawaran Insentif yang Kompetitif”.

Semua ini dapat diatasi Cukup dengan Kebijakan Seorang presiden yang Berani Melakukan PERUBAHAN dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar” Pemerintah hasil Riset dari buku tulisan Dr. Muhammad Asmi yang berjudul Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 terbitan Gramedia sudah di pasaran di tokoh Gramedia di seluruh negara (Limited Edition Cuma 2000 Buku Cetakan).

Solusi untuk mengatasi Krisis Ekonomi Negara dibicarakan dalam Bab 6 (item 1,2, dan 3) dan Bab 5 Solusi dan 5 Strategi yang dibutuhkan Indonesia Menuju untuk Menjadi Kuasa Ekonomi ke 5 Besar Dunia Sebelum 2030 dan Solusi Exit dari Serangan Krisis Ekonomi dan Ancaman Anjloknya nilai Rupiah terjamin Tuntas.

Dr. Muhammad Asmi CEO I am President Institute Bogor
DUNIA SEBAGAI “OPPORTUNITY”

INDUSTRI PEMASANGAN AUTOMOBIL DAN SEPEDA MOTOR CKD DAPAT MENDONGKRAK EKONOMI, TUNTASKAN MASALAH PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

 cats

Pertanda baik dengan terealitasnya Impian kami Melihat Pemerintah memulai Proyek pembangunan Pemasangan Pabrik-Pabrik Automobile CKD sudah bermula, semoga Pemerintah galakan kembali dengan lebih agresif Pengembangan Industri ini dengan Sasaran 5 Juta Unit Mobil CKD yang Pasang di Republik ini per tahun.

Bayangkan Industri ini bisa Menyumbangkan minimum 10 orang untuk Pemasangan 1 unit mobil, dengan Sasaran Pemasangan Mobil Asing ini dengan jumlah 5 Juta unit per tahun, Maka Kita dapat menghasilkan Lowongan Pekerjaan sejumlah 50 Juta Pekerjaan boleh ditawarkan dari Industri ini, Pemerintah boleh tuntaskan Permasalahan Pengangguran dan Kemiskinan negara tuntas dalam jangka waktu 3-4 tahun kedepan.

Kuasa Beli Rakyat Indonesia pada Automobil per tahun 1,5 Juta Unit dari industri Automobil dan sisa 3,5 Juta unit mobil pasangan CKD, kita Expor dan peningkatan pada hasil pendapatan pajak Pabean Cukai atau Excise Duty dan Pajak Terjamin Meroket pendapatan dan keuangan negara, ini belum lagi terkira pada Industri Sepeda Motor CKD di Indonesia, Karena Kuasa beli kita adalah 10 juta unit Sepeda Motor per tahun.

Bayangkan lowongan pemasangan motor adalah paling minim 1 orang per 1 unit Pemasangan siap jual bagi satu Sepeda Motor, sudah melowongkan sejumlah 10 juta lowongan pekerjaan yang bisa ditawarkan oleh industri Pemasangan Sepeda Motor ini dan belum termasuk Sararan untuk pasaran Ekspor 10 juta unit lagi.

page1-300x242

semua ini bisa menjadi realita, Cukup dengan Aplikasi Kebijakan Kemitraan Pintar dengan Sistem dan Regulasi yang tepat dan Sempurna Versi Strategis Strategi kami IAP: BOT seperti yang kami tulis dalam buku yang di maksudkan di bawah ini :

Dari hasil riset kami dari IAM PRESIDENT INSTITUTE, Kami sukses menciptakan 5 Strategis Strategi kebijakan untuk Para Pemimpin yang Siap Mendengar untuk Melakukan PERUBAHAN DRASTIS dengan tepat dan Sempurna, dapatkan Buku tulisan Dr. Muhammad Asmi berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030″ terbitan Gramedia sudah dipasarkan.

Indonesia Bisa Bangunkan Perekonomian dan Infrastruktur kita tanpa perlu biaya APBN Pusat atau Daerah dan Tidak Perlu Pinjaman dari Dana Asing cukup dengan Strategi yang kami namakan Strategi IAP: BOT dari buku yang dimaksudkan diatas.

Semoga sukses Kepada Presiden dan Seluruh Jajaran Kementerian Indonesia “BERSAMA KITA MRWUJUDKAN IMPIAN INDONESIA”.

Share


Hits since 2009